Anda di halaman 1dari 28

HIPERLIPIDEMIA

OLEH KELOMPOK VI

Definisi Penyakit
Hiperlipidemia

adalah suatu keadaan tingginya


konsentrasi
lipid
yang
ditandai
dengan
meningkatnya konsentrasi trigliserida, LDL (low
density lipoprotein), dan kolesterol darah melebihi
batas normal (pada manusia > 200mg/dl).

Next..
Lipid dan metabolisme lipid

Lemak (disebut juga lipid) adalah zat yang kaya energi,


yang berfungsi sebagai sumber energi utama untuk
proses metabolisme tubuh. Lemak diperoleh dari
makanan atau dibentuk di dalam tubuh, terutama di hati
dan bisa disimpan di dalam sel-sel lemak untuk
digunakan di kemudian hari. Sel-sel lemak juga
melindungi tubuh dari dingin dan membantu
melindungi tubuh terhadap cedera. Lemak merupakan
komponen penting dari selaput sel, selubung saraf yang
membungkus sel-sel saraf serta empedu.

Next..
Lemak mengikat dirinya pada protein tertentu

sehingga bisa larut dalam darah; gabungan antara


lemak dan protein ini disebut lipoprotein.
Lipoprotein yang utama adalah Kilomikron, VLDL,
LDL dan HDL.

Fungsi Lipoprotein
HDL
LDL
KILOMIKRON

VLDL

Menyerap

Membawa
trigliserida
yang berasal
dari makanan.

Sarana
untuk
mengekspor
trigliserida
ke jaringan
perifer

Transport
utama
kolesterol

kolesterol
bebas dari
pembuluh
darah, sel
makrofag,
kemudian
membawanya
ke hati

Struktur Lipoprotein

Karakteristik Lipoprotein

Epidemiologi
Risiko aterosklerosis secara langsung berhubungan

dengan meningkatnya kolesterol dalam serum


(Hiperkolesterolemia) dan resiko lain yang lebih
besar yaitu berperan dalam pembentukan plak yang
menyebabkan penyakit jantung koroner (PJK).
Di negara Amerika Serikat PJK merupakan penyakit
mematikan pertama yang menyerang pria maupun
wanita. Setiap tahun, sekitar 700.000 warga
Amerika menderita serangan jantung baru dan 500.
000 memiliki sebuah peristiwa yang berulang.

Next..
Di Amerika usia rata-rata penderita yaitu Laki-laki

66 tahun dan perempuan 70 tahun.

Patofisiologi
Kilomikron remnan

Lemak

Enzim lipase
Sel mukosa usus

Sal. limfe mentrikus

Kilomikron -> TG

Apo B-48 dan Apo E

Reseptor membran
hepatosit

R.Membran hepatosit +
kilomikron

Hepatosit

Enzim LPL
Asam lemak,gliserol
,kolesterol

enzim Lisosom

Kolesterol

Next
Keadaan Normal

VLDL

TG & Kolesterol
Sirkulasi
Sirkulasi
TG->degradasi
o/LPL
Jaringan

VLDL->VLDL
remnan/IDL

VLDL-darah -kadar
Kel. ApoE

Sebagian besarLDL

Sedikit IDL

ApoB-100 & ApoE

Kadar VLDL bersifat


Aterogenik

hiperlipoproteinemia

Next
LDL : kolesterol & ApoB100, afinitas tinggi thdap
reseptor LDL

Kekurangan
reseptor LDL

Tipe IIa
(aterogenik)

KolesterolJaringan

Terikat pada LDL

Bersihan LDLlambat

Sebagian besar
kolesterol beredar

Next..
Kadar LDL

Defisiensi reseptor
LDL pada
Hepatosit/membran
sel jar. lain

Apo-B tdk dapat


terikat pd Sel
jaringan

Bebas beredar

Darah

HIPERLIPIDEMIA

Etiologi Hiperlipidemia
Hiperlipidemia biasanya disebabkan oleh :

1) Riwayat keluarga dengan hiperlipidemia


2) Obesitas
3) Diet kaya lemak
4) Kurang melakkuakn olahraga
5) Penggunaan alkohol
6) Merokok
7) Diabetes yang tidak terkontrol dengan baik
8) Kelenjar tiroid yang kurang aktif

Klasifikasi
Hiperlipidemia herediter ( hiperlipoproteinemia)

adalah kadar kolseterol dan trigliserida yang sangat


tinggi, yang sifatnya diturunkan. Hiperlipidemia
herediter mempengaruhi system tubuh dalam fungsi
metabolisme dan membuang lemak.
Terdapat 5 jenis hiperlipoproteinemia yang masingmasing memiliki gambaran lemak darah serta resiko
yang berbeda :

Next..
1. Hiperlipoproteinemia tipe I
Disebut juga hiperkilomikronemia familial, merupakan
penyakit keturunan dimana tubuh penderita tidak
mampu membuang kilomikron dari dalam darah.
Pemeriksaan darah : menunjukkan kadar trigliserida
yang sangat tinggi. Ini tidak menyebabkan terjadi
aterosklerosis tetapi bisa menyebabkan pankreatitis,
yang bisa berakibat fatal Penderita diharuskan
menghindari semua jenis lemak (baik lemah jenuh,
lemak tak jenuh maupun lemak tak jenuh ganda).

Next..
2.Hiperlipoproteinemia tipe II
Disebut
juga
hiperkolesterolemia
familial,
merupakan suatu penyakit keturunan yang
mempercepat terjadinya aterosklerosis dan kematian
dini, biasanya karena serangan jantung. Kadar
kolesterol
LDLnya
tinggi.
Endapan
lemak
membentuk
pertumbuhan
xantoma
di
dalam tendon dan kulit.

Next..
3.Hiperlipoproteinemia tipe III
Merupakan penyakit keturunan yang jarang terjadi,
yang menyebabkan tingginya kadar kolesterol VLDL
dan trigliserida. Pemeriksaan darah menunjukkan
tingginya kadar kolesterol total dan trigliserida.
Kolesterol terutama terdiri dari VLDL.

Next
4.Hiperlipoproteinemia tipe IV
Merupakan penyakit umum yang sering menyerang
beberapa anggota keluarga dan menyebabkan tingginya
kadar trigliserida. Penyakit ini bisa meningkatkan resiko
terjadinya
aterosklerosis.
Penderita
seringkali
mengalami kelebihan berat badan dan diabetes ringan.
5.Hiperlipoproteinemia tipe V
Merupakan penyakit keturunan yang jarang terjadi,
dimana tubuh tidak mampu memetabolisme dan
membuang
kelebihan
trigliserida
sebagaimana
mestinya.

Manifestasi klinik
Tanda : melakukan pemeriksaan Laboratorium

Gejala

:
Sakit
dada,
Jantung
berdebar,
Berkeringat,Cemas, Nafas pendek, Hilangnya
kesadaran atau kesulitan berbicara atau bergerak,
Sakit abdominal,kematian mendadak.

Tatalaksana terapi hiperlipidemia


Non farmakologi

1) Menurunkan berat badan jika mereka mengalami


kelebihan berat badan
2) Berhenti merokok
3) Mengurangi jumlah lemak dan kolesterol dalam
tubuhnya
4) Menambah porsi olahraga.

Lanjut..
Farmakologi

menggunakan obat-obat Hiperlipidemia seperti pada


tabel berikut :
Jenis Obat

Contoh

Cara kerja

Penyerap asam
empedu

Kolestiramin
Kolestipol

Mengikat asam empedu di usus,


dan meningkatkan pembuangan
LDL dari aliran darah

Penghambat
sintesa protein

Niasin

Mengurangi kecepatan VLDL


(VLDL merupakan prekursos
dari LDL

Next..
Penghambat HMG
Koenzim-A reduktase

Adrenalin, Flufastatin
Lovastatin
Vlavastatin
Sinvastatin

Menghambat
pembentukan kolesterol,
dan meningkatkan
pembuangan LDL dari
aliran darah

Derivat asam fibrat

Klofibrat
Fenofibrat
Gemfibrosil

Meningkatkan
pemecahan lemak

Konseling informasi dan Edukasi(KIE)


Pasien

diharapkan melakukan diet dan meningkatkan


aktifitas fisik, dengan rajin berolah raga.
Pasien diharapkan mengurangi konsumsi lemak jenuh dan
kolesterol, serta meningkatkan konsumsi lemak tak jenuh dan
serat larut dalam bentuk oat, pectin, gum, dan psyllium.
Pasien diharapkan mengurangi atau berhenti mengkonsumsi
rokok.
Obat ( lovastatin ) sebaiknya diberikan pada malam hari
karena efek sampingnya yaitu gastrointestinal, sehingga tidak
mengganggu aktivitas pasien. Selain itu metabolism kolesterol
terjadi pada malam hari sehingga obat lebih cepat beerefek.
Obat lovastatin dikonsumsi sesudah makan atau bersama
makanan karena absorbsinya lebih besar jika diberikan
bersama makanan.

Studi kasus
Seorang pasien pria dengan tinggi badan 165 cm dan

berat badan 87 kg, mempunyai kebiasaan merokok 1 pak


sehari, tidak pernah berolahraga dan mempunyai riwayat
keluarga, yakni kakak pertama menderita hipertensi,
kakak kedua menderita diabetes dan ayah meninggal
karena myocardial infarction.
Data yang lain yaitu pasien tersebut mempunyai tekanan
darah 140/80 mmHg, random blood glucose level 5
mmol/L, dan hasil pemeriksaan lipid puasa : total
kolesterol : 6,7 mmol/L ; LDL - cholesterol : 3,6 mmol/L
; HDL-cholesterol : 1,2 mmol/L ; Trigliserida: 1,8
mmol/L.

SOAP
Subjektif

Seorang pasien pria mempunyai kebiasaan


merokok 1 pak sehari, tidak pernah berolahraga dan
mempunyai riwayat keluarga, yakni kakak pertama
menderita hipertensi, kakak kedua menderita
diabetes dan ayah meninggal karena myocardial
infarction.
Objektif
tinggi badan 165 cm dan berat badan 87 kg.

Hasil laboratorium

No

Pemeriksaan lipid puasa

Pasien
(mmol/L)

Normal
(mmol/L)

1.

total kolesterol

6,7

5,18

2.

LDL-cholesterol

3,6

<3,36

3.

HDL-cholesterol

1,2

4.

Trigliserida

1,8

<1,8

Assessment

Hiperlipidemia
Plan
Menurunkan kadar kolesterol total dan LDL
untuk mengurangi resiko pertama atau berulang dari
infark miokardiak, angina, gagal jantung, stroke
iskemia, atau kejadian lain ada penyakit arterial
perifer.