Anda di halaman 1dari 20

GIZI PADA ANAK

Periode setelah masa bayi akhir sampai masa


pubertas merupakan periode laten
Setelah melewati masa bayi (0-1 tahun) mulai
kehidupan ekplorasi masa "golden age" yaitu
usia balita (1-5 tahun)
Pada periode laten pertumbuhan fisik tidak
secepat pada masa bayi namun terjadi
perkembangan sosial, kognitif dan emosional
Masa ini merupakan puncak dari perkembangan
otak dan bersifat irreversible (tidak bisa diperbaiki
lagi), berbeda dengan pertumbuhan otot yang
bisa diperbaiki pada masa akan datang.

anak prasekolah (usia 4-6 tahun)


kebutuhan gizi relatif berkurang,
pertumbuhan melambat bila dibandingkan
dengan masa bayi satu tahun ke bawah,
dan aktivitasnya banyak
Pemberian makanan balita sebaiknya
beraneka ragam makanan yang telah
dikenalkan sejak bayi usia enam bulan
dikembangkan lagi dengan bahan
makanan sesuai makanan keluarga

Pembentukan pola makan perlu diterapkan


sesuai pola makan keluarga.
Peranan orangtua sangat dibutuhkan
untuk membentuk perilaku
makan yang sehat.
Seorang ibu dalam hal
ini harus mengetahui,
mau, dan mampu
menerapkan makan yang
seimbang atau sehat.

Makanan selingan tidak kalah pentingnya


yang diberikan pada jam di antara makan
pokoknya. Makanan selingan dapat
membantu jika anak tidak
cukup menerima porsi
makan karena anak
susah makan
tdk boleh berlebihan.

Jenis makanan selingan yang baik adalah


yang mengandung zat gizi lengkap yaitu
sumber karbohidrat, protein, vitamin dan
mineral, seperti arem-arem nasi isi daging
sayuran, tahu isi daging sayuran, roti isi
ragout ayam sayuran, piza, dan lain-lain
Fungsi makanan selingan adalah
1)Memperkenalkan aneka jenis bahan
makanan yang terdapat dalam bahan
makanan selingan.

2)Melengkapi zat-zat gizi yang mungkin


kurang dalam makanan utamanya (pagi,
siang dan malam).
3)Mengisi kekurangan kalori akibat
banyaknya aktivitas anak pada usia balita.
Makanan selingan yang baik dibuat sendiri
di rumah sehingga sangat higienis
dibandingkan jika dibeli di luar rumah.

Bila terpaksa membeli, sebaiknya dipilih tempat


yang bersih dan dipilih yang lengkap gizi,
jangan hanya sumber karbohidrat saja seperti
hanya mengandung gula saja. Makanan ini jika
diberikan terus-menerus sangat berbahaya.
Kebiasaan makan manis2 ini akan dibawa
sampai dewasa dan risiko mendapat
kegemukan menjadi meningkat.
Kegemukan merupakan faktor risiko pada usia
yang relatif muda dapat terserang penyakit

Cake Wortel Keju


Untuk : 20 buah
1 buah : 176 kalori
Bahan:
* 150 gr margarin
* 180 gr tepung terig* * 200 gr gula pasir
* 10 btr kuning telur
* 6 btr putih telur
* 100 gr wortel parut
* 100 gr keju parut
* 1 bks kaldu instan
Cara Membuat:
1. Mixer gula dan margarin hingga kental, masukkan kuning telur, mixer
hingga rata, masukkan tepung terigu, kaldu instan, dan keju, aduk rata.
2. Sementara itu kocok putih telur hingga kaku, campur dengan adonan di
atas, aduk rata.
3. Masukkan wortel parut, siapkan 9 buah cetakan bentuk ikan yang telah
diolesi margarin, tuang adonan ke dalam masing-masing cetakan dan
panggang dalam temperatur 180 derajat Celcius selama 30 menit, angkat

Nugget Ikan
Untuk : 10 porsi
1 porsi : 127 kalori
Bahan:
* 250 gr ikan kakap
* 2 lbr roti tawar
* 2 btr telur ayam
* Garam secukupnya
* Sedikit pala
* Sedikit thyme (jika suka)
* 2 btr putih telur
* Tepung panir
* Minyak untuk menggoreng
Cara membuat:
1. Blender ikan, roti tawar dan telur, angkat.
2. Masukkan semua bumbu, aduk rata.
3. Ambil loyang, minyaki terlebih dulu, alasi dengan kertas roti lalu tuang
adonan dan kukus selama lebih kurang 30 menit, angkat.
4. Setelah dingin dipotong-potong seperti bentuk jari atau bentuk binatang
(sesuai selera) kemudian dipanir lalu celup ke putih telur dan dipanir lagi,
setelah itu goreng dalam minyak panas sampai berwarna kecoklatan, angkat

Karakteristik anak sekolah :


Pertumbuhantdk secepat bayi
Gigi susu tanggal gigi permanen
Lebih aktif memilih makanan yg disukai
Kebutuhan energi tinggi kren aktivitas
meningkat
Pertumbuhan lambat pertumbhn otot &
tulang nafsu makan turun
Pertumbuhan meningkat lagi selama pra
remaja (wanita > cepat daripada laki2)

3. Pilihan terhadap makanan pengaruh


ortu, teman, iklan
Masalah pemberian makan pd anak
sekolah :
1. Konsumsi makanan tidak cukup
2. Kurang nafsu makan
3. Karies gigi

Penyebab kebiasaan jajan anak


sekolah :
Tdk sempat makan di rumah
Ibu tdk sempat menyiapkan makanan
Ingin sama dg temannya
Biasa mendapat uang saku
Kebutuhan gizi meningkat aktivitas
tinggi

Lebih individualis pengaruh kehidupan sosial


di luar keluarga ketergantungan dg ortu <
Lebih aktif

Faktor-faktor yg mempengaruhi pemilihan


makanan :
1. Lingkungan keluarga kebiasaan makan di
rumah
2. Tren sosial tingkat sosial ekonomi keluarga,
lingkungan sekolah, teman bermaian
3. Pesan Media iklan

Implikasi kebiasaan jajan anak sekolah


Pengeluaran ekstra thd ekonomi klga
Pengenalan ragam jenis jajanan
Kebersihan kurang kes. terganggu
Mengurangi nafsu makan
Meningkatkan gengsi
Memberi nafkah pedagang

Indikator status gizi :


KMS anak sekolah index BB/TB
Antropometri
Biokimia
Food dietary
Arti KMS Anak Sekolah :
Kartu yg berisi grafik perkembangan BB & TB
Tdpt cttn kesehatan anak :imunisasi yg
diperlukan
Berisi anjuran berperilaku hidup sehat

Tujuan penggunaan KMS anak sekolah:


Untuk memantau keadaan gizi & kes anak
Untuk pendidikan gizi & kesehatan
Menyadarkan anak ttg pentingnya imunisasi
Meningkatkan partisipasi guru & ortu dlm
memelihara & meningkatkan kes anak
Arti titik dlm KMS:
Bila . berada di atas P97 = gizi lebih/gemuk
Bila . berada diantara P3-P97= gizi baik
Bila . berada di bawah P3 = gizi kurang

Masalah gizi yg biasa dijumpai pd anak :


Gizi lebih/gizi kurang
Anemia
Anoreksia/bolimia
Usaha utk mengatasai masalah gizi anak:
Sarapan pagi
Bawa bekal ke sekolah
Makan bersama di sekolah
Pemeriksaan kesehatan

Kebutuhan gizi :
Kalori utk memenuhi aktivitas
Protein utk pemebntukan otot &
darah
Ca, P dan Vit D

TERIMA KASIH