Anda di halaman 1dari 14

FARMAKOLOGI DAN TOKSIKOLOGI

OBAT-OBAT ANTIENDOPARASIT
Disusun oleh :
Pungky Umi Sadiyah
0661 12 070
Kelas : B

PROGRAM STUDI FARMASI


FAKULTAS METEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN
ALAM
UNIVERSITAS PAKUAN
BOGOR
2014

ANTIPARASIT
obat yang digunakan untuk mengobati infeksi
yang disebabkan oleh bakteri dan parasit.
Eksoparasit ex : pestisida
Endoparasit ex : antelmintika
antiprotozoa
anticoccida
antimalaria

ANTELMINTIKA
Obat yang digunakan untuk memberantas atau
mengurangi cacing dalam lumen atau jaringan
tubuh.
Ex : mebendazol dan pirantel pamoat.

1. MEBENDAZOL
Kimia : N-(5-benzoil-2-benzimidazol)
karbamat.
Spektrum luas.
Indikasi : infestasi cacing gelang, cacing kremi
dan cacing tambang serta infestasi campuran
cacing-cacing tersebut.
Mekanisme: menghambat ambilan glukosa
secara ireversibel.
ESO : mual, muntah, diare dan sakit perut
ringan yang bersifat sementara.

2. PIRANTEL PAMOAT
Indikasi : untuk memberantas cacing gelang,
caingkremi dan cacing tambang.
Mekanisme: menghambat enzim kolinesterase.
Farmakokinetik : absorpsi usus
ekskresi fases dan urin
ESO : keluhan saluran cerna, demam dan sakit
kepala ringan yang bersifat sementara.

ANTIPROTOZOA
Obat yang dapat membunuh berbagai macam
spesies protozoa.
Ex : Metronidazol dan klorokuin.

1. METRONIDAZOL
Berbentuk kristal kuning muda, sedikit larut
dalam air atau alkohol.
Indikasi : amubiasis, trikomoniasis, infeksi
bakteri anaerob dan abses hati.
Farmakokinetik : absorpsi : usus
ekskresi : urin, air susu,
dan air liur.
ESO : sakit kepala, mual dan mulut kering .
Muntah dan diare jarang terjadi.

2. KLOROKUIN
Indikasi : amubiasis hati.
Diberikan jika metronidazol tidak berhasil atau
ada kontraindikasi dalam penggunaanya.
ESO : sakit kepala ringan, gangguan
pencernaan, gangguan penglihatan, dan gatalgatal.

ANTIMALARIA
Obat yang digunakan menangani penyakit
malaria.
Diklasifikasikan menjadi : skizontosid jaringan
dan darah; gametosid dan sporotosid.
Skizontosid darah ex : pipimetamin dan
meflokuin.

1. PIRIMETAMIN
Turunan pirimidin.
Indikasi : untuk skizintosid darah, profilaksis
dan supresi malaria oleh P. falciparum.
Mekanisme : menghambat enzim dihidrofolat
reduktase plasmodia.
Farmakokinetik: absorbsi: saluran cerna
ekskresi : urin
ESO : anemia makrositik .

2. MEFLOKUIN
Indikasi : mencegah dan mengobati malaria
yang resisten kloroluin dan memiliki aktivitas
skizontosid darah kuat terhadap P. falciparum
dan P. vivax.
Mekanisme : belum diketahui secara jelas.
Farmakokinetik : absorbsi : saluran cerna
ekskresi : urin
ESO : mual, muntah, nyeri abdomen, diare dan
pusing.

ANTICOCCIDA
Obat yang digunakan untuk menangani infeksi
kandida.
Ex : amfoterisin B dan flusitosin.

1. AMFOTERISIN B
Merupakan antibiotik polien.
Indikasi : menghambat Histoplasma
capsulatum, Coccidioides immitis, dan
beberapa spesies kandida.
Mekaniseme : berikatan dengan ergosterol
pada membran jamur.
ESO : kulit panas, keringatan, sakit kepala,
demam, menggigil, lesu, anoreksia, nyeri otot
dan penurunan fungsi ginjal.

2. FLUSITOSIN
Derivat fluorinasi pirimidin.
Indikasi : infeksi sistemik akibat Cryptococcus
neoformans, beberapa spesies kandida dan
infeksi oleh kromoblastomikosis.
Mekanisme : menghambat sintesis protein sel
jamur.
Farmakodinamilk : absorbsi : saluran cerna
ekskresi : urin
ESO : anemia, leukopenia dan trobositopenia.