Anda di halaman 1dari 15

ORGANISASI MANAJEMEN

RUMAH SAKIT

IKE RAHMADANI
RIDA PERTIWI
ELVIA RAISSA VANIA
DIYAH PUTRI P. S.
HILLARI DITA REGI
ANGGRIANI SEPTIANA

25010113120094
25010113120095
25010113120096
25010113120097
25010113120098
25010113120099

1. Definisi Rumah Sakit


Permenkes RI, 2010, Rumah Sakit adalah institusi pelayanan kesehatan
yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan secara
paripurna yang menyediakan pelayanan rawat inap, rawat jalan, dan
gawat darurat.

Menurut WHO, rumah sakit adalah suatu badan usaha yang menyediakan
pemondokan yang memberikan jasa pelayanan medis jangka pendek
dan jangka panjang yang terdiri atas tindakan observasi, diagnostik,
terapetik dan rehabilitative untuk orang-orang yang menderita sakit,
terluka, dan untuk mereka yang mau melahirkan.

2. Dasar Hukum RS
Hukum rumah sakit dapat disebut sebagai: semua ketentuan hukum yang
berhubungan langsung dengan pemeliharaan/pelayanan kesehatan dan
penerapannya serta hak dan kewajiban segenap lapisan masyarakat sebagai
penerima pelayanan kesehatan maupun dari pihak penyelenggara pelayanan
kesehatan (rumah sakit; catatan penulis) dalam segala aspek organisasi, sarana,
pedoman medis serta sumber-sumber hukum lainnya.

Permenkes RI No. 920/menkes/Per/1986 tentang Upaya Pelayanan Kesehatan


Swasta.
Permenkes RI No. 159.B/Menkes/per/II/1988 tentang Rumah Sakit
Keputusan Direktur jenderal Pelayanan Medik Depkes RI No. 00.06.1.5.787 Tahun
1999 tentang Perubahan Keputusan Direktur Jenderal Pelayanan Medik Depkes RI
No. HK.00.06.3.5.5797.
Kep Men Kes RI Nomor 983/Menkes/SK/XI/1992.tentang Pedoman Organisasi
Rumah sakit Umum.
UU RI No. 44 tahun 2009 tentang Rumah Sakit.
Kep Men Dagri Nomor 22 tahun 1994.tentang pedoman Organisasi dan Tata kerja
Rumah Sakit.

3. Tupoksi RS
Undang Undang Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit
Tugas : Rumah Sakit mempunyai tugas memberikan pelayanan kesehatan
perorangan secara paripurna.
Fungsi :
a. Penyelenggaraan pelayanan pengobatan dan pemulihan kesehatan
sesuai dengan standar pelayanan rumah sakit;
b. Pemeliharaan dan peningkatan kesehatan perorangan melalui
pelayanan kesehatan yang paripurna tingkat kedua dan ketiga sesuai
kebutuhan medis;
c. Penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan sumbe daya manusia
dalam rangka peningkatan kemampuan dalam pemberian pelayanan
kesehatan; dan
d. Penyelenggaraan penelitian dan pengembangan serta penapisan
teknologi bidang kesehatan dalam rangka peningkatan pelayanan
kesehatan dengan memperhatikan etika ilmu pengetahuan bidang
kesehatan;

4. Klasifikasi Rumah Sakit


A.

Berdasaran Kepemilikan
Rumah Sakit Pemerintah (Government Hospital),
Rumah Sakit Non Pemerintah (Non Goverment Hospital),

B.

Berdasarkan Afiliasi Pendidikan


Rumah sakit pendidikan,
Rumah sakit non pendidikan

C. Berdasarkan Status Akreditasi


Hasil status akreditasi rumah sakit terdiri dari :
Tidak akreditasi (gagal)
Akreditasi bersyarat
Akreditasi penuh
Akreditasi istimewa
ISO (Taraf Internasional)

D.

Klasifikasi Tipe Rumah Sakit Umum


Rumah Sakit Umum Kelas A
Rumah Sakit Umum Kelas B
Rumah Sakit Umum Kelas C
Rumah Sakit Umum Kelas D

E. Klasifikasi Rumah Sakit Swasta


Rumah sakit swasta Pratama, yang memberikan pelayanan medis
bersifat umum
Rumah sakit swasta Madya, yang memberikan pelayanan medis
bersifat umum dan spesialistik dalam empat cabang.
Rumah sakit swasta Utama, yang memberikan pelayanan medis
bersifat umum, spesialistik dan subspsialistik

5. Jenis Pelayanan Rumah Sakit


A. Pelayanana medis

Dilaksanakan oleh tenaga Medis


Pelayanan Penyakit Dalam
Pelayanan Penyakit Bedah
Pelayanan Penyakit Anak
Pelayanan Kebidanan dan penyakit kandungan
Pelayanan Penyakit Mata
Pelayanan Penyakit THT,dll.

B. Pelayanana Non Medis

Pelayanan yang diberikan kepada pasien di rumah sakit yang


secara tidak langsung berkaitan dengan pelayanan medis
antara lain hostel, administrasi, laundry, dan lain-lain.
C. Pelayanana Penunjang Medis

Menunjang menegakan diagnosis dan terapi

Pelayanan Laboratorium
Pelayanan Radio Diagnostik
Pelayanan Diagnostik Elektro Medis
Pelayanan Diagnostik Khusus
Pelayanan Radioterapi

6. Sarana dan Prasarana


RumahSakit
A. Sarana

Ruang pasien rawat inap


Ruang pos perawat
Ruang konsultasi
Ruang tindakan
Ruang adminitrasi
Ruang dokter
Ruang perawat
Ruang loker
Ruang kepala rawat inap
Ruang linen bersih

Ruang linen kotor


Ruang spoolhoek
Kamar mandi/toilet
Pantri
Ruang janitor
Gudang bersih
Gudang kotor
Bangunan gedung
Bangunan instalasi
rumah sakit

B. Prasarana
Instalasi air;
Instalasi mekanikal dan elektrikal;
Instalasi gas medik;
Instalasi uap;
Instalasi pengelolaan limbah;
Pencegahan dan penanggulangan kebakaran;
Petunjuk, standar dan sarana evakuasi saat terjadi keadaan darurat;
Instalasi tata udara;
Sistem informasi dan komunikasi; dan
Ambulan.

7. Pola Organisasi RS

Pola organisasi RS terdiri dari :

Badan pengurus yayasan


Dewan Pembina
Dewan Penyantun
Badan Penasehat
Badan Penyelenggara
direktur, wakil direktur,
komite medik, satuan pengawas, dan berbagai again
dari instalasi