Anda di halaman 1dari 43

Skillab

Kolik Abdomen
Senoadji Pratama,S.Ked
NIM. 102011101030
Dokter Pembimbing:
dr. Hudoyo Sp PD

Definisi
Rasa nyeri pada abdomen yang sifatnya

hilang timbul dan bersumber dari organ


berongga yang terdapat di dalamnya.

Nyeri abdomen
Nyeri abdomen dapat,dapat berupa:
nyeri visceral: bila berasal dari rangsangan
pada organ viseral. Nyeri bersifat tumpul dan
kurang terlokalisir.

nyeri somatik: berasal dari jaringan seperti


kulit, otot, tulang atau sendi.

sifat nyerinya seperti di sayat/ ditusuk

Etiologi
Inflamasi peritoneum parietal

Kelainan mukosa viseral


Obstruksi viseral
Regangan kapsula organ

Gangguan vaskular
Ekstra abdominal herpes, trauma

muskuloskeletal, infark miokard, paru dll.

Anamnesis
Tanyakan :

- Onset dan durasi?


-Dari letaknya(menetap atau berpindah)
- Seberapa parah dan sifatnya(seperti
ditusuk,terbakar atau irisan)
- Hubungan dengan makan dan buang air
besar?
- Apakah disertai muntah? demam?
- Faktor pemicu termasuk alkohol, trauma ?
- Adakah riwayat gastritis/dispepsia?

Pemeriksaan fisik
Tujuan pemeriksaan fisik abdomen yaitu

untuk mencari atau mengidentifikasi kelainan


sistem GI, Ginjal, saluran kemih dan
genetalia (perineum).
Pemeriksaan fisik abdomen adalah
pemeriksaan abdomen dibawah arkus costa
kanan-kiri sampai garis lipat paha atau
daerah inguinal

Inspeksi
Kulit jaringan parut,striae,pelebaran vena

Umbilikus hernia, inflamasi


Kontur untuk bentuk, kesimetrisan, pembesaran

organ, atau massa penonjolan pinggang,


penonjolan supra pubik, pembesaran hati, tumor

Auskultasi
Bising Usus peningkatan atau penurunan motilitas
Bruit bruit stenosis arteri renalis
Friction rub tumor hati, infark limpa

Auskultasi
Peningkatan bising

usus
Penurunan bising usus
kemudian tidak ada
Bising usus nada tinggi
dan kasar + kram

Diare, Obstruksi usus


Peritonitis

Obstruksi usus

Ca hepar, hepatitis
alkoholik

Perkusi
Untuk mengetahui adanya massa atau cairan

intra abdominal
Asites, obstruksi GI, tumor ovarium

Palpasi
Tekanan ringan nyeri otot, nyeri lepas, nyeri

tekan inflamasi peritoneal


Tekanan lebih dalam massa atau nyeri tekan
tumor, viskus terdistensi
Perinci masa tumor yang ditemukan (lokasi,
ukuran, bentuk, permukaan (rata/ireguler),
konsistensi (lunak/keras), pinggir (halus/ireguler)

Epigastrik : Foregut (lambung, duodenum, hati,

pancreas, empedu)
- Periumbilikal : Midgut ( usus halus dan usus
besar termasuk apendiks)
- Suprapubik : Hindgut ( rectum dan organ
urogenital)

Pemeriksaan organ abdomen


HATI
Dinding usus diusahakan lemas dengan
cara kaki ditekuk sehingga membentuk
sudut 45-60 dan pasien diminta untuk
menarik nafas panjang
Palpasi hati dimulai dari fossa iliaka kanan
dan bergerak keatas tiap respirasi
Palpasi menggunakan sisi palmar radial
jari tangan dengan posisi ibu jari terlipat
dibawah palmar manus

.Hati

Deskripsi adanya pembesaran hati :


Berapa lebar jari tangan dibawah

lengkung iga kanan?


Bagaimana keadaan tepi hati?
Bgaimana konsistensinya?

Bagaimana permukaannya?
Apakah terdapat nyeri tekan?

.Pemeriksaan organ abdomen

LIMPA
Pembesaran limpa diukur dengan
menggunakan garis schuffner yaitu garis
yang dimulai titik lengkung iga kiri
melewati umbilikus sampai regio iliaka
kanan
Deskripsi :
Berapa jauh lengkung iga kiri pada garis
schuffner (SI-SVIII)?
Bagaimana konsistensinya ?

.Pemeriksaan organ abdomen

.Pemeriksaan organ abdomen

GINJAL
Ginjal terletak retro peritoneal sehingga
pemeriksaannya harus secara bimanual
Pembesaran ginjal akan teraba diantara
kedua tangan bila salah satu tangan
digerakkan akan teraba benturan ditangan
lain fenomena ini disebut ballotement
positif
Pada keadaan normal ballotement
negatif

Nyeri Abdomen

Klasifikasi Kolik Abdomen

1. Kolik Bilier
Definisi merupakan gejala tidak nyaman yang

dirasakan pasien dan sering tidak disertai tandatanda klinis lain.


Gejala dari penyakit batu empedu
(kolelitiasis/koledokolitiasis)
Sifat nyeri : Paroksismal dan meningkat progresif
terutama setelah makan.

Anamnesis : Nyeri datang tiba-tiba tanpa fluktuasi

dan menghilang secara bertahap 2-6 jam.


Pemeriksaan fisik: berkeringat, pucat, nyeri
pantul, terdapat tahanan, sering terjadi pada
orang dengan fitur fisik kelebihan berat badan.

Tatalaksana
Nyeri hebat diberikan analgesik golongan

narkotik Meperidine ( pethidine) dosis 1-1,5


mg/kgBB IM setiap 3 jam.
Jika muntah dapat diberikan metoklopramid.

2. Kolik Renal
Kolik ginjal yang terutama disebabkan pelebaran

dan peregangan oleh arena obstruksi saluran


kemih akut.

Sifat Nyeri:

Fase Akut : serangan pada pagi hari dan malam


hari kemudian perlahan rasa sakit meningkat
setelah 30 menit dari onset awal dan nyeri
maksimum 1-2 jam.
2. Fase Konstan : setelah mencapai intensitas
maksimum cenderung menetap 1-4 jam bahkan 12
jam sampai diobati.
3. Fase Mereda: nyeri berkurang cukup cepat setelah
diberi analgesik kuat.
1.

Distribusi Nyeri renal dan urethral

Ureter 1/3 proksimal dan pelvis ginjal : batu saluran


kemih dari atas cenderung memancarkan ke
daerah panggul dan lumbar.
2. Ureter 1/3 medial : Midureteral menyebabkan rasa
sakit memancar anterior dan kaudal.
3. Distal ureter : batu ureter distal menyebabkan rasa
sakit yang memancarkan ke pangkal paha atau
testis pada laki-laki atau labia mayora pada wanita.
1.

Pemeriksaan
Urine lengkap terutama pemeriksaan Mikroskopis

dan Makroskopis Urin serta PH urin.

Tatalaksana
Pemberian cairan melalui akses vena jika

ditemukan tanda-tanda dehidrasi karena mual


muntah.
Analgesik
Antiemetik

3.Kolik Intestinal
Terjadi karena obstruksi usus halus parsial atau

total.
Obstruksi pada usus halus menyebabkan dilatasi
proksimal karena akumulasi sekresi GI dan udara
yang tertelan sehingga meningkatkan gerak
peristaltik baik diatas maupun di bawah obstruksi

Manifestasi Klinis:

Nyeri kram dan intermitten(obstruksi parsial)


2. Distensi perut
3. Mual dan muntah (obs.proksimal)
4. Bising usus meningkat atau menurun.
1.

Pemeriksaan penunjang
Pemeriksaan DL dan UL

Pemeriksaan foto abdomen


Pemeriksaan USG

Penatalaksanaan
Pasien nyeri abdomen yang bersifat kolik

pengobatannya menggunakan
antikolinergik yang berguna untuk
menghambat motilitas lambung dan usus
sehingga pengosongan lambung menjadi
lebih lama dan waktu transit diperpanjang
Contoh obat antikolinergik : atropin sulfat
(0,25dan 0,50 mg, tab, inj), ekstrak
beladona (10 mg/tab), skopolamin (1
mg/tab)

.Penatalaksaanaan

Pada pasien kolik abdomen kita tentukan

perlu pembedahan atau tidak . Pemberian


penghilang rasa sakit sebelum diagnosa
ditegakkan masih menjadi perdebatan
karena dapat mempengaruhi evaluasi
Dosis sedang analgesik IV misalnya
fentonil 50-100 mg, morfin 4-6 mg tidak
akan mempengaruhi peritoneal sign

Apendisitis
Apendisitis adalah peradangan yang terjadi pada

apendiks vermiformis, dan merupakan penyebab


abdomen akut yang paling sering.
Bila tidak terawat, angka kematian cukup tinggi,
dikarenakan oleh peritonitis dan shock ketika
terinfeksi.

Bila letak apendiks retrosekal retroperitoneal, yaitu di


belakang sekum (terlindung oleh sekum), tanda nyeri
perut kanan bawah tidak begitu jelas dan tidak ada
tanda rangsangan peritoneal. Rasa nyeri lebih kearah
perut kanan atau nyeri timbul pada saat melakukan
gerakan seperti berjalan, bernapas dalam, batuk, dan
mengedan. Nyeri ini timbul karena adanya kontraksi
m.psoas mayor yang menegang dari dorsal.
2. Bila apendiks terletak di rongga pelvis, bila apendiks
terletak di dekat atau menempel pada rektum, akan
timbul gejala dan rangsangan sigmoid atau rektum,
sehingga peristalsis meningkat, pengosongan rektum
akan menjadi lebih cepat dan berulang-ulang
(diare).Bila apendiks terletak di dekat atau menempel
pada kandung kemih, dapat terjadi peningkatan
frekuensi kemih, karena rangsangannya dindingnya.
1.

1.

Inspeksi : pada apendisitis akut sering ditemukan adanya abdominal


swelling, sehingga pada pemeriksaan jenis ini biasa ditemukan distensi
perut.

2.

Palpasi : pada daerah perut kanan bawah apabila ditekan akan terasa
nyeri. Dan bila tekanan dilepas juga akan terasa nyeri. Nyeri tekan perut
kanan bawah merupakan kunci diagnosis dari apendisitis. Pada
penekanan perut kiri bawah akan dirasakan nyeri pada perut kanan
bawah. Ini disebut tanda Rovsing (Rovsing Sign). Dan apabila tekanan di
perut kiri bawah dilepaskan juga akan terasa nyeri pada perut kanan
bawah.Ini disebut tanda Blumberg (Blumberg Sign).

3.

Rectal touche: untuk menentukan letak apendiks, apabila letaknya sulit


diketahui. Jika saat dilakukan pemeriksaan ini dan terasa nyeri, maka
kemungkinan apendiks yang meradang terletak didaerah pelvis.
Pemeriksaan ini merupakan kunci diagnosis pada apendisitis pelvika.

4.

Pemeriksaan uji psoas dan uji obturator : untuk mengetahui letak


apendiks yang meradang.
Uji psoas dilakukan dengan rangsangan otot psoas lewat hiperektensi
sendi panggul kanan atau fleksi aktif sendi panggul kanan, kemudian
paha kanan ditahan. Bila appendiks yang meradang menempel di m.
psoas mayor, maka tindakan tersebut akan menimbulkan nyeri.
Uji obturator dilakukan gerakan fleksi dan endorotasi sendi panggul pada
posisi terlentang. Bila apendiks yang meradang kontak dengan

TERIMA KASIH