Anda di halaman 1dari 11

PENATALAKSANAAN

(versi : digilib UNIMUS)

Secara umum penatalaksanaan gagal jantung adalah :


Tirah baring
Terapi oksigen untuk mengurangi kebutuhan jantung
Diberikan diuretik untuk menurunkan volume plasma sehingga
aliran balik vena dan peregangan terhadap serat-serat otot jantung
berkurang
Diberikan digitalis untuk meningkatkan kontratilitis, misalnya
digoxin, bekerja secara langsung pada serat-serat jantung untuk
meningkatkan kekuatan setiap kontraksi tanpa bergantung pada
serat otot. Hal ini akan menyebabkan peningkatan curah jantung
sehingga volume dan peregangan ruang ventrikel berkurang
Diberikan penghambat enzim pengubah angiotension (inhibitor ACE)
untuk menurunkan pembentukan angiostin II. Hal ini mengurangi
after load (TPR) dan volume plasma (preload). Nitrat juga diberikan
untuk mengurangi after load dan preload (Corwin, 2001 : 380)

PENATALAKSANAAN
(versi : arsip UII)

Secara umum tindakan dan pengobatan untuk gagal jantung


didasarkan pada 4 aspek, yaitu:
1. Mengurangi beban kerja.
2. Memperkuat kontraktilitas miokard.
3. Mengurangi kelebihan cairan dan gararn.
4. Melakukan tindakan dan pengobatan khusus terhadap
penyabab, factor-faktor pencetus, dan kelainan yang
mendasari.
( Lily, dkk, 1996)

Rekomendasi saat ini untuk gagal jantung kelas 2 dan 3 adalah :


a) Diuretik dalam dosis rendah dan menengah ( furosemid 4080 mg)
b) Digoksin pada penderita dengan fibrilasi atrium maupun
irama sinus
c) Penghambatan ACE ( kaptopril25-27 mg)
d) ISDN pada penderita dengan kemampuan aktivitas yang
terganggu atau adanya iskemia yang menetap. ISDN
diberikan bertahap mulai dari dosis kecil 10-15 mg 3 kali
sehari, dengan masa istirahat 8 jam sehari untuk mengurangi
efek toleransi

Different Diagnose
Gagal jantung kanan
Gagal jantung kongestif
asma bronchial, payah ginjal, sirosis hati.

KOMPLIKASI
Komplikasi gagal jantung meliputi :
Stroke
Penyakit katub jantung
Infark miokard
Emboli pulmonal
Hipertensi

PROGNOSIS
Prognosis dari gagal jantung akan jelek bila dasar atau
penyebabnya tidak dapat diperbaiki. 1/2 dari pasien
gagal jantung akan meninggal dunia dalam 4 tahun sejak
diagnosis ditegakkan dan pada keadaan gagal jantung berat lebih
dari 50 % akan meninggal pada tahun pertama