Anda di halaman 1dari 17

TERAPI CKD

PENATALAKSANAAN
KONSERVATIF

Ditujukan untuk meredakan atau


memperlambat gangguan fungsi ginjal
progresif.
Dimulai bila penderita mengalami azotemia
(BUN >28 mg/dl) dan creatinine (Cr >1.5mg/dl).
Didasarkan pada pemahanan mengenai batasbatas ekskresi yang dapat dicapai oleh ginjal
yang terganggu

Pengaturan Diet

Penderita dengan azotemia dibatasi asupan


proteinnya kadar BUN , memetabolisme
hasil protein toksik, kalium , fosfat , ion
hidrogen .
Pembatasan asupan protein telah terbukti
menormalkan kembali kelainan dan
memperlambat terjadinya gagal ginjal.

Protein
Sebelum dialisis dilakukan maka berdasarkan laju filtrasi
glomerulus dianjurkan untuk dilakukan pembatasan
asupan protein sebagai berikut :
GRF, ml/menit

Pembatasan protein (gr)

10

40

25 sampai 30

3 atau kurang

20

Kalium

Hiperkalemia asupan kalium juga harus


dikurangi. Diet yang dianjurkan adalah 40-80
mEq/hari.
Jangan sampai makan makanan atau obat
yang tinggi kadar kaliumnya, termasuk semua
garam pengganti (yang mengandung
amonium klorida dan kalium klorida).

Natrium

Jumlah natrium yang dianjurkan adalah 40


sampai 90 mEq/hari (1 sampai 29 natrium)
Asupan natrium yang terlalu longgar dapat
mengakibatkan retensi cairan, edema perifer,
edema paru-paru, hipertensi dan gagal
jantung kongestif.

Cairan

Cairan yang diminum penderita gagal ginjal kronik


harus diawasi dengan seksama.
Asupan yang terlalu bebas beban sirkulasi
berlebih, edema dan intoksikasi air.
Asupan yang terlalu sedikit dehidrasi, hipotensi
dan gangguan fungsi ginjal.
Aturan umum yang dapat digunakan untuk
menentukan banyaknya asupan cairan adalah
jumlah kemih yang dikeluarkan selama 24 jam
terakhir 500 ml, ini untuk menggantukan
kehilangan air yang tidak disadari.

Pencegahan dan pengobatan


komplikasi
Hipertensi
Fungsi ginjal akan lebih cepat mengalami
kemunduran jika terjadi hipertensi berat. Selain
itu komplikasi ekstra renal, seperti retinopati dan
ensefalopati dapat timbul.
Hipertensi dapat dikontrol secara efektif dengan
pembatasan natrium dan cairan serta melalui
ultrafiltrasi bila sedang mengalami hemodialisis.

Terapi Farmakologi Hipertensi

Metildopa, propanolol, dan klonidin


Diuretik : furosemid
ACE inhibitor : tekanan darah , tekanan
intraglomerulus dengan dilatasi selektif pada
arteriola eferen.
Bila pasien HD, stop obat anti hipertensi
karena dapat mengakibatkan hipotensi dan
syok.

Hiperkalemia

Hiperkalemia sering terjadi dan merupakan


komplikasi yang serius pada gagal ginjal kronik
dengan uremia.
K+ serum 7 mEq/L aritmia serius dan henti
jantung.
Hiperkalemia akut dapat diobati dengan
pemberian glukosa dan insulin IV yang akan
memasukkan K+ KO dalam sel atau dengan
pemberian kalsium glukonat 10% IV dan EKG
harus diawasi.
Bila kadar K+ tidak dapat diturunkan dengan
dialisis maka dapat digunakan resin penukaran
kation natrium polistiren sulfonat.

Anemia

Pengobatan ideal penggantian hormon, dan


rekombinan eritropoeten (r-EPO)
Yang sering dilakukan: memperkecil kehilangan
darah, pemberian vitamin, androgen dan tranfusi
darah.
Multivitamin dan asam folat diberikan setiap hari
karena vitamin yang larut dalam air habis selama
proses dialisis.
Besi peroral atau kompleks besi dapat diberikan
parenteral.
Androgen untuk wanita dan (depo-testosteron untuk
pria) dapat merangsang aktivitas penerimaannya.

Asidosis

Asidosis ginjal biasanya tidak diobati kecuali


bila HCO3- plasma turun dibawah angka 15
mEq/L, dimana gejala-gejala asidosis dapat
mulai timbul.
Bentuk pengobatan yang paling logis adalah
dialisis.

Hiperurisemia

Obat pilihan untuk mengobati hiperurisemia


pada penyakit ginjal lanjut adalah alopurinol.
Obat ini mengurangi kadar asam urat dengan
menghambat biosintesis sebagian asam urat
total yang dihasilkan oleh tubuh. Untuk
meredakan gejala-gejala artritis gout dapat
digunakan kolkisin (obat anti radang pada
gout).

Neuropati Perifer

Pengobatan yang dilakukan dialisis,


perkembangan neuritis sensorik merupakan
tanda bahwa dialisis tidak boleh ditunda lagi.
Uji kecepatan konduksi saraf biasanya
dilakukan setiap 6 bulan untuk memantau
perkembangan neuropati perifer.

Osteodistrofi Ginjal

Pengobatan sebaiknya dimulai pada awal


perjalanan gagal ginjal progresif dimana GFRnya turun sampai sepertiga normal.
Obat yang sering digunakan sebagai pengikat
fosfat adalah gel antasida aluminium diberikan
dalam bentuk tablet dan cairan.

Metode lain yang digunakan untuk mencegah


osteodistrofi ginjal antara lain meningkatkan
asupan kalisum 1,2 sampai 1,5 g/hari dalam
diet, atau dengan kalsium tambahan (hanya
setelah kadar fosfat serum diturunkan sampai
keadaan norma), dan mempertahankan
konsentrasi kalsium dalam dialisat antara 6,5
sampai 7,0 mEq/L.

Indikasi Hemodialisis
Indikasi absolut(kronik)
GFR < 15 ml Stage 5
Creatinine > 8, BUN >100
K > 7.0 meq persisten
Refractory CHF, Diuretic F
Accelerated Hypertension
Uremic pericarditis
Uremic encephalopathy
Uremic Bleeding, Vomiting