Anda di halaman 1dari 37

Disusun oleh :

Ayu Theresia
Muhammad Noval
Sri Uminiyah
Junita Anastasia.L
Martua. A
Edwar Haris.M

A 0111 001
A 0111 004
A 0111 014
A 0111 015
A 0111 019
A 0111 024

FITOTERAPI
"Sistem Hormonal & Reproduksi"

DIABETES MELLITUS
Diabetes Melitus merupakan penyakit
kelainan metabolisme yang disebabkan
kurangnya produksi insulin,zat yang
dihasilkan oleh kelenjar pankreas atau
pula karena adanya gangguan pada fungsi
insulin,meskipun jumlahnya normal.

FAKTOR PENYEBAB
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.

Penyakit dan Infeksi pada pankreas


Pola hidup
Pola makan
Obesitas
Merokok
Kurang tidur
Kurang aktivitas fisik atau olahraga
Minum-minuman bersoda
Banyak mengkonsumsi makanan bergula

GEJALA
1. Poliuria
Yaitu penderita sering buang air kecil
dalam jumlah banyak.
2. Polidipsia
Yaitu penderita sering merasa haus yang
hebat.
3. Polifagia
yaitu penderita sering merasa cepat lelah
dan lemas.

PENGOBATAN

Tanaman Obat Tradisional

BUAH PARE
Momordica charantia fructus

Kandungan kimia : saponin, flavonoid, dan polifenol


(antioxidant kuat), serta glikosida cucurbitacin, momordisin,
momordin, karantin, asam trikosanik, resin, asam resinat,
saponin, vitamin A, dan C serta minyak lemak.

Efek farmakologis :

sebagai antiradang, menurunkan


kadar glukosa darah, untuk mengobati batuk, radang
tenggorok, radang mata merah, rematik dan sariawan
disentri. Momordicin dalam pare terbukti meningkatkan
sensitivitas insulin dengan mempengaruhi aktivitas
postreseptornya.

Efek Samping

: Pemberian sebanyak 250-500 gram

pare dapat menyebabkan penderita diabetes mengalami


nyeri perut dan diare dan jika berlebihan akan berbahaya
bagi kaum adam karena dapat mematikan sperma dan
mengakibatkan impoten.

Cara Pemakaian

: Ambil 2 buah pare, cuci dan


lumatkan lalu tambahkan setengah gelas air bersih. Aduk
dan peras. Minum sehari sebanyak 1 ramuan. Diulang
selama 2 minggu. Ekstrak biji pare sebanyak 150 mg/kg bb
selama 30 hari.10 gram bubuk biji pare dengan air matang
untuk diminum 3 kali sehari

Pemastian Mutu : KLT menggunakan silica gel GF254, Untuk panjang gelombang UV 450 nm.

Bagian yang Digunakan : Daun,buah, biji, bunga.

Bawang Merah
Cepae bulbus

Kandungan kimia : saponin, kuersetin, sikloalin,


metalialiin, dihidroaliin, flavonglikosida.

Efek Farmakologis : Bawang merah mempunyai efek


antidiabetik dan anti aterosklerotik yaitu menurunkan kadar
gula dan lemak darah, menghambat aggregasi trombosit,
meningkatkan aktivitas fibrinolitik serta memobilisir
kolesterol dari depositnya pada lesi aterosklerosis hewan
uji.

Efek Samping : Dapat menyebabkan migrain,


memusingkan kepala, mengakibatkan gas dan
menggelapkan penglihatan. Kebanyakan memakan bawang
merah akan mengakibatkan kelupaan, merusak akal,
mengubah bau mulut dan napas.

Cara pemakaian : Irisan satu siung (30 gram) bawang


merah menggunakan segelas air panas, atau memanaskan
dengan api kecil tapi tidak sampai mendidih atau cara lain
mengkonsumsi dengan berbentuk serbuk.

Dosis

: Bawang merah 250 mg/kg bb per/hari.

Biji klabet
Foenigraeci semen

Kandungan Kimia : Saponin, alkaloid, flavonoid dan


steroid, asam nikotinat serta kumarin.

Efek farmakologi : Mempunyai aktivitas hipoglikemik


(penurun kadar gula darah) ialah alkaloid.

Efek Samping

: Diare, rasa malas dan mengantuk,

muka bengkak.

Dosis

: 50 g biji klabet diminum 2 kali

sehari (DM tipe 1) dan 2,5 g serbuk biji klabet, dua kali
sehari secara oral (DM tipe 2).

Bagian yang Digunakan : Biji.

Obat konvensional
1. Glibenklamid
Glibenklamida adalah hipoglikemik oral derivat sulfonil urea yang bekerja
aktif menurunkan kadar gula darah. Glibenklamida bekerja dengan
merangsang sekresi insulin dari pankreas. Oleh karena itu glibenklamida
hanya bermanfaat pada penderita diabetes dewasa yang pankreasnya masih
mampu memproduksi insulin.

2. Metformin
untuk pengobatan penderita diabetes yang baru terdiagnosis setelah dewasa,
dengan atau tanpa kelebihan berat badan dan bila diet tidak berhasil.
Metformin menurunkan kadar gula darah dan tidak meningkatkan sekresi
insulin.

HIPERTIROID
Hipertiroidi adalah suatu keadaan klinik
yang ditimbulkan oleh sekresi berlebihan
dari hormon tiroid yaitu tiroksin (T4) dan
triiodotironin (T3). Didapatkan pula
peningkatan produksi triiodotironin (T3)
sebagai hasil meningkatnya konversi
tiroksin (T4) di jaringan.

Faktor penyebab hipertiroidi


1. Faktor penyebab hipertiroidi
2. Umur penderita
3. Berat ringannya penyakit
4. Ada tidaknya penyakit lain yang menyertai
5. Tanggapan penderita terhadap pengobatannya

PENGOBATAN

Tanaman Obat Tradisional

Daun Kemuning
Murraya paniculata folium

Kandungan Kimia :
Daun kemuning mengandung cadinene, -caryophyllene, geraniol,
eugenol, citronellol, methyl-salicylate, tannin.
Bunga kemuning mengandung scopoletin, dan buahnya mengandung
semi--carotenone.

Efek Farmakologis : Pemati rasa (anestisia), penenang


(sedatife), antiradang, anti-rematik, anti-tiroid, penghilang bengkak,
pelancar peredaran darah, dan penghalus kulit.

Bagian Yang Digunakan : Daun,akar,ranting

Cara Pemakaian : Akar dan daun kering sebanyak 9-15


g atau daun segar sebanyak 30-60 g, direbus atau direndam
arak, lalu minum. Untuk pemakaian luar, daun segar dipipis
lalu diletakkan pada tempat yang sakit, atau direbus, airnya
untuk cuci.

Pemastian Mutu : KLT, ekstrak di kromatografi dengan


menggunakan fase gerak : petroleum eter 100%, petroleum
eter : etil asetat (90:10)v/v, Untuk panjang gelombang UV
254 nm.

Ciplukan
Physalis angulata fructus

Kandungan Kimia : antara lain saponin, flavonoid,


polifenol.

Efek Farmakoligis : Hipertyroid, obat cacing dan


penurun demam. Daunnya digunakan penyembuhan patah
tulang, busung air, bisul, borok, penguat jantung, keseleo,
nyeri perut, dan kencing nanah. Buah ciplukan sendiri
sering dimakan; untuk mengobati epilepsi, tidak dapat
kencing, dan penyakit kuning.

Bagian Yang Digunakan : Daun,akar,herba,biji

Cara Pemakaian : dilayukan dan direbus dengan 3 gelas


air sampai mendidih hingga tingga 1 gelas, kemudian
disaring dan diminum 1 kali sehari.

Daun Sirsak
Annona muricata folium

Kandungan Kimia : mengandung senyawa acetogenin,


minyak esensial, reticuline, loreximine,,loreximine,
annomurine.
Efek Farmakologis : Untuk penyakit kanker, hipertiroid,
depresi, penyakit ginjal.

Bagian yang digunakan: Daun


Cara pemakaian : memblender 3-5 lembar daun sirsak
basah dengan menambahkan gelas air (50 cc) air hangat
daun sebaiknya dipotong menjadi 3-4 bagian agar lebih
cepat hancur. Setelah hancur, lalu tambahkan 1 gelas air
panas ke dalamnya dan aduk sampai rata & diminum.

Obat Konvensional
1. Propiltiourasil /PTU
Propiltiourasil dapat menghambat sintesis hormon tiroid dengan
menghambat oksidasi dari iodin dan menghambat sintesistiroksin dan
triodothyronin.

2. Karbimazole
bekerja dengan cara mencegah perubahan Yodium ke bentuk yang dapat
digunakan. Carbimazole juga bekerja dengan memblokade penggabungan
antara yodium yang telah berubah dengan komponen lainnya untuk menjadi
hormon tiroid. Carbimazole hanya menurunkan produksi hormon tiroid
setelah diminum, tetapi tidak dapat menurunkan kadar tiroid dalam darah
karena pengaruh produksi hormon terdahulu. Hormon tiroid yang diproduksi
sebelumnya harus dipakai oleh tubuh dahulu sebelum kadarnya dalam darah
menjadi berkurang. Hal ini memerlukan waktu tiga hingga empat minggu.

Sistem Reproduksi
Sistem reproduksi adalah sistem yang berfungsi untuk
berkembang biak. Terdiri dari testis, ovarium dan
bagian alat kelamin lainnya. Reproduksi secara
fisiologis tidak vital bagi kehidupan individual dan
meskipun siklus reproduksi suatu manusia berhenti,
manusia tersebut masih dapat bertahan hidup, sebagai
contoh saat mencapai menopause dan andropouse
tidak akan mati. Setiap bulan wanita melepaskan satu
sel telur dari salah satu ovariumnya. Bila sel telur ini
tidak mengalami pembuahan maka akan terjadi
perdarahan (menstruasi).

Menstruasi terjadi secara perfodik satu bulan sekali. Saat


wanita tidak mampu lagi melepaskan ovum karena sudah habis
tereduksi, menstruasi pun menjadi tidak teratur lagi, sampai
kemudian terhenti sama sekali. Masa ini disebut menopause.
Haid atau menstruasi merupakan peluruhan dinding rahim
yang terdiri dari darah dan jaringan tubuh. kejadian ini
berlangsung tiap bulan pada perempuan . Dengan kata lain,
haid merupakan suatu proses pembersihan rahim terhadap
pembuluh darah , kelenjar-kelenjar dan sel-sel yang tidak
terpakai karena tidak ada pembuahan. siklus haid normal : usia
normal 12 atau 13 tahun atau lebih awal (usia 8 tahun) dan
lebih lambat (18 tahun). siklus haid yang normal terjadi setiap
21-35hari sekali, dengan lama hari haid berkisar 3-7 hari.
jumlah darah haid normal berkisar 30-40 ml.

Pengobatan

Tanaman obat Tradisional

Daun Bayam
Amaranthi tricoloris folium

Kandungan kimia : mengandung protein, lemak,


karbohidrat, kalium, zat besi, amarantin, rutin, purin, dan
vitamin (A, B, dan C).

Efek farmakologis : meningkatkan kadar besi serum,


haemoglobin, dan hermatokrit kelinci yang dibuat anemia
secara nyata. Peningkatan tersebut tidak berbeda jika
dibandingkan dengan kelompok kelinci yang diberi sulfas
ferosus. Sebagai pembanding, digunakan air suling.
Bagian Yang Digunakan : Daun dan Akar.

Cara pemakaian : 1 genggam, batang bayam 6 jari, dan


akarnya 1/7 genggam. Semua bahan ramuan tersebut kita
giling atau ditumbuk sampai halus, tambahkan dengan dua
sendok madu dan air matang dua gelas. Peras dan saring
lalu diminum.

Dosis : Dua kali sehari dengan dosis satu gelas.

Daun seribu
Achillea millefolium folium

Kandungan Kimia : Minyak atsiri, akilein, stakidrin


(alkaloida), kolin, poliin, inulin, asam askorbat (vitamin C),
minyak lemak, harsa, glikosida dan flavon. Sedangkan
bunganya mengandung minyak atsiri, akilein, dan zat
samak.

Efek farmakologi : Haid, antispasmodik, saluran kemih


dan empedu, meningkatkan diuresis dan dapat
menghentikan rasa sakit yang disebabkan oleh kejang dalam
usus.

Bagian yang digunakan : Daun dan bunga.

Cara Pemakaian : Mengatasi haid yang tak teratur : Satu


genggam daun seribu yang masih segar direbus dengan 3
gelas air. Biarkan terus mendidih hingga air rebusan tinggal
satu gelas. Air rebusan ini di minum 3 kali sehari
menjelang datang haid. Kalau untuk mengurangi ganguan di
atas, resep yang pertama bisa diminum 3-4 hari sebelum
datang menstruasi. Atau air rebusan/seduhan diminum
hingga rasa nyeri berkurang.
Dosis
: Untuk mengatasi haid tidak teratur
diminum 3-4 hari sebelum datang menstruasi dalam 1
gelas.

Kunyit
Curcuma domestica rhizoma

Kandungan Kimia : Kurkuminoid yang terdiri dari


kurkumin , desmetoksi kurkumin sebanyak 10% dan
bisdesmetoksi kurkumin sebanyak 1-5% dan zat- zat
bermanfaat lainnya seperti minyak atsiri.

Efek farmakologis : Untuk mendinginkan badan,


membersihkan, mempengaruhi bagian perut khususnya pada
lambung, merangsang, melepaskan lebihan gas di usus,
menghentikan pendarahan dan mencegah penggumpalan
darah.

Bagian yang digunakan : Rimpang.

Cara Pemakaian : Ambil segenggam kunyit, lalu kupas


dan diparut atau jus dengan blender (biasa ditambahkan air
secukupnya), didihkan 2-3 kali (biasa ditandai dengan
pemuaian), tambahkan garam sedikit (seujung sendok),
disaring dan peras, selanjutkan dituangkan perasan jeruk
nipis (1 - 3 biji, sesuai selera) di tambahkan gula atau madu
dan diminum (lebih baik dalam keadaan hangat).

Pemastian Mutu : KLT,dengan baku pembanding


kurkumin standar. Perbandingan pelarut metanol dan
kloroform (1:5) dengan RF Kurkumin standar 0,78 &
dietileter dan kloroform (1:1) dengan RF kurkumin standar
0,59.

Obat Konvensional
1. Magnesium, 360 mg
setiap hari selama 3 hari pada hari sebelum mulai menstruasi. magnesium
dapat membantu mengurangi nyeri haid. Terlalu banyak magnesium dapat
menyebabkan diare dan tekanan darah

2. Vitamin E, 500 IU
dapat membantu mengurangi nyeri haid. Vitamin E bisa meningkatkan
risiko perdarahan. Orang dengan penyakit jantung, diabetes, retinitis
pigmentosa, atau kanker kepala, leher, atau prostat.

KESIMPULAN & SARAN


1. Tanaman obat yang dapat digunakan untuk penyakit:
Diabetes adalah Momordica charantiA L (buah pare),
Allium cepa L (bawang merah),Trigonella foenumgraecum
L (biji klabet).
Gangguan tiroid adalah Murraya paniculata L (Kemuning)
,Ciplukan (Physalis angulata L.) , dan Daun sirsak (Annona
muricata L)
Gangguan menstruasi adalah Amaranthus tricolor L (daun
bayam), Achillea millefolium L (daun seribu), dan Curcuma
domestica rhizome (Kunyit).

2. Tanaman obat yang Dianjurkan :


Antidiabetes adalah Allium cepa L (bawang merah) karena
dilihat dari efek sampingnya bawang merah memiliki efek
samping yang tidak terlau berat daripada pare (dikonsumsi
berlebih menyebabkan impotensi) dan biji klebet yang dapat
menyebabkan wajah bengkak.
Gangguan tiroid adalah Daun sirsak (Annona muricata L)
karena bahannya mudah diperoleh dan banyak dipasaran
dan secara khasiat daun sirsak ini terdapat zat aktif
acetogenin untuk sekaligus mencegah sel kanker tumbuh.
Gangguan menstruasi adalah Curcuma domestica rhizome
(Kunyit) karena secara farmakologi kunyit dapat
menghentikan pendarahan asalkan sesuai dengan dosis yang
ditetapkan karena dosis yang tidak sesuai menimbulkan
pendarahan.Dari segi biaya tanaman ini murah, mudah
diperoleh dan ekonomis .

SARAN
Disarankan dalam memilih obat untuk penyakit diatas
didahulukan untuk menggunakan obat herbal karena obat herbal ratarata dalam penelitian menunjukkan keamanannya relatif besar
dibandingkan obat konvensional dimana efek samping yang tidak
begitu banyak bahkan tidak ada.Meskipun ada juga yang berpendapat
bahwa obat herbal yang tidak menimbulkan efek samping
kemungkinan tidak mempunyai efek terapi. Faktor lain juga
menyebutkan bahwa khasiat yang diperoleh cenderung lama didapat
dan harus kontinyu dibanding obat konvensional yang setelah
dikonsumsi langsung terasa khasiatnya. Sehingga pada saat ini orang
menganggap yang terbaik adalah obat yang cepat memberikan aksi.
Padahal jika dipertimbangkan lagi obat herbal juga mempunyai
aktivitas sebagai obat dan keamanan yang relatif besar. Apalagi
sekarang standar mutu dari simplisia yang digunakan telah
menggunakan standar tinggi sehingga diharapkan efikasi yang
dihasilkan akan secepat obat konvensional.