Anda di halaman 1dari 26

Tumor Jinak

Non Odontogenik

OSSIFYING FIBROMA
Ossifying fibroma adalah tumor rahang
yang bersifat jinak dan tumbuh lambat,
dimana secara klinis dan mikroskopis
serupa tetapi tidak sama dengan
cementifying fibroma.
Etiologi
lesi fibroosseus rahang yang bersifat
jinak
Penyebab tidak diketahui
Presentasi Klinis
lesi meluas ke tulang
korteks utuh
Dapat menyebabkan terjadinya
deformitas (perubahan bentuk),
maloklusi, disfungsi
lebih sering terjadi pada mandibular
dibandingkan maxilla

Temuan radiografi
terlihat jelas, halus
Kualitas bervariasi dari radiolucent
ke radioopaque
Dapat ditemukan tepian/batas
sklerotik
Dapat meresorbsi akar dan merusak
gigi disebelahnya
Dapat merusak kanalis mandibula
Temuan mikroskopisis
Terdapat fibrovascular stroma
Terdapat bentuk Islands / trabekula
dari osteoid, anyaman tulang
Terlihat droplet sementum

Diagnosis Diferensial: radiografi


kista odontogenik
lesi sel raksasa
tumor odontogenik
Diagnosis Diferensial: histologis
displasia berserat (harus
memiliki korelasi klinis-patologis)

Pengobatan
Eksisi Konservatif
Enukleasi dengan kuretase tulang
perifer
Prognosis
Sangat baik
Jarang terjadi kekambuhan

FIBROUS DYSPLASIA
Perubahan kondisi tulang yang terjadi berupa
pembentukan jaringan mesenkim yang abnormal dimana
terjadi penggantian tulang spongiosa dengan jaringan
fibrous

Etiologi
pertumbuhan abnormal dan asimptonik yang
dijumpai tidak sengaja pada suatu pemeriksaan
radiografi.
reaksi abnormal karena peristiwa traumatik yang
terlokalisasi.
kelainan struktur kimia suatu protein tulang yang
mengakibatkan pembesaran sel-sel yang
menghasilkan jaringan fibrous. Kelainan kimiawi
tersebut terjadi karena mutasi struktur gen yang
memproduksi protein.
penyakit kongenital
fungsi hormonal dan sering dijumpai pada wanita.

KLASIFIKASI
1. Monoostotik (yang sering dijumpai)
2. Polistotik
3. Sindrom Albright`s
KLINIS
perubahan bentuk, pembengkakan atau
penipisan dari tulang-tulang panjang
Gejala pertama tersembunyi dan
membahayakan walaupun rasa sakit pada tulang
yang kambuh merupakan simptom skeletal yang
paling sering terjadi.
Menyebakan asimentris wajah yang jelas
Dijumpai pada maksila dan mandibula.
Manifestasi ekstraskeletal berupa pigmentasi
kulit, tampak seperti makula yang terang atau
coklat tua,berlokasi pada sisi yang terkena
kelainan endokrin terjadi sekitar 3 % dari seluruh
pasien fibrous displasia.

GAMBARAN RADIOGRAFI
gambaran radiolusen sampai massa
radiopaque yang padat.
gambaran difus atau berbentuk kista
dengan batas yang jelas
gambaran ground glass atau
orange pell .
Bila lesi lebih banyak mengandung
jaringan fibous, bagian korteks
kelihatan menipis dan pada rontgen
foto terlihat gambaran radiolusen.
Bila lesi berlanjut maka terjadi
penulangan jaringan ikat, dan pada
rontgen foto menunjukkan gambaran
yang lebih padat.
cenderung berbentuk kista, baik
unilokular maupun mulatilokular dan
pada perkembangan lebih lanjut
terlihat seperti ameloblastoma.

Dijumpai bentuk kista multilokular dan pada


tulang terlihat kelainan medulla dengan
trabekula yang tidak teratur.

jaringan fibrous menempati daerah tulang yang


mengalami resobsi dan trebekula menjadi
kasar kemudian diikuti proses klasifikasi pada
daerah yang mengalami degenerasi terlihat
seperti bercak-bercak
daerah radiolusen tampak bervariasi dengan
adanya komponen penulangan pada lesi dan
adanya jaringan tulang rawan diantaranya yang
akan memperlihatkan gambaran berawan yang
disebut clouds of smoke.

RENCANA PERAWATAN
Perawatan fibrous displasia
monoostotik kuretase lesi
tulang dan jika diperlukan
pembalutaan dengan chip
(keeping) tulang.
Perawatan tipe poliototik dapat
memerlukan adanya prosedur
ortopedik untuk menstabilisasi
fraktur dan memperbaiki atau
mencegah deformitas
Pembedahan adalah perawatan
yang terbaik sedangkan
penyinaran adalah berbahaya
karena dapat merangsang
timbulnya sarcoma.

CEMENTOOSSEUS DISPLASIA
Kondisi non-neoplastik di mana
tulang normal diganti dengan
matriks jaringan ikat fibrosa yang
mengandung tulang abnormal atau
sementum.

3 presentasi klinis OD / COD 5:


periapikal OD / COD: lesi displastik
terjadi pada anterior rahang bawah
dan hanya melibatkan beberapa
gigi yang berdekatan
focal OD / COD: mirip dengan
periapikal OD / COD, namun
dengan terbatasnya jumlah lesi
yang terjadi di kuadran rahang
posterior (bukan pada anterior
rahang bawah)

florid OD/ COD dan keluarga


gigantiform cementoma: bentuk yang
lebih luas, terjadi bilateral pada
mandibula atau di semua kuadran
rahang

RENCANA PERAWATAN
Tidak ada pengobatan yang diperlukan
Diagnosis ini penting agar dokter yang
menangani tidak bingung untuk
penyakit lain periapikal seperti
rarefying osteitis atau kondensasi
osteitis. Diagnosa yang salah dapat
menyebabkan perawatan saluran akar
yang tidak diperlukan

OSTEOBLASTOMA/ OSTEOID OSTEOMA


Tumor jinak yg membentuk tulang
dengan osteoid vascular dan
jaringan terklasifikasi yang tidak
menyebar dan jarang terjadi pada
rahang.
75% pasien berusia dibawah 20
tahun dan 90% pasien dibawah usia
30 tahun, pada manula pada
sebagian besar kasus yang
dilaporkan laki-laki sering terkena
kasus ini dari pada perempuan
dengan perbandingan 2:1
Secara sitologi ditandai dengan
keberadaan osteoblas yang sangat
banyak merupakan lesi primer
tulang yang jarang, biasanya muncul
pada rahang atas atau rahang
bawah.

GAMBARAN KLINIS

Pembengkakan pada wajah sehingga


mengakibatkan asimetris wajah
nyeri, mengeras dan tidak terlalu
responsi terhadap salisilat
nyeri digambarkan seperti tumpul,
sakit, dan intensitasnya kerap
progesif dan biaanya terlokalisir
ditempat tumor.
Pada korteks tulang bisa membesar
dan nyeri bila dipalpasi, ukuran lesi
sebesar 2 cm dan dapat pula
berukuran ebesar 12 cm.
Dapat terjadi dekat akar gigi dan
dapat mnyebabkan mobilitas gigi,
tetapi lesi ini tidak menyebabkan
ulserasi mukosa

dapat tumbuh hingga mencapai


ukuran yang lumayan besar
yang dapat menyebabkan
ekspansi tulang dan
kehancuran tulang kortikal,
dikenal dengan istilah
osteoblastoma agresif
RENCANA PERAWATAN
Bedah : Reseksi

OSTEOMA
Osteoma adalah tumor jinak yang menyerang
jaringan tulang, yang terbatas dengan
karesteristik dengan proliferasi dari pada tulang
kompak atau consellous dan umumnya pada
endosteal atau periosteal.
Tumor ini bukan tumor yang umum pada
rongga mulut
Tumor ini benigna, tumbuh lambat sekali dan
biasanya mulai tumbuh pada usia muda.
ETIOLOGI :
factor trauma iritasi kronis,
kelainan congenital dimana terjadi
pertumbuhan tulang pada garis tengah dari
palatum,
infeksi,
kebiasaan-kebiasaan makan yang aneh
seperti halnya orang yang mengunyah
tembakau bisa menyebabkan suatu keadaan
hyperostosis dan perkembangan yang tidak
normal dari gigi.

GAMBARAN KLINIS

Asymptomatis
Pertumbuhan lambat, sehingga pasien
datang ke dokter sudah dalam keadaan
yang lanjut. Perabaan keras seperti tulang
dan bertangkai.
Tidak nyeri pada tumor.
Tidak terjadi perubahan pada bentuk
wajah kecuali jika lesi tersebut telah
meluas dan membesar .

GAMBARAN RADIOLOGI
Gambaran osteoma pada medula tulang
rahang densitas yang tinggi yang
dikelilingi oleh gambaran radioopak yang
berbentuk bundar / lonjong dengan
batas tegas.
Ukurannya kurang dari 2,5 cm Gambaran
ini dapat ditemui sejak pertumbuhan dan
sebelum adanya perluasan korteks.
RENCANA PERAWATAN : Bedah

OSTEOCHONDROMA
Chondroma merupakan satu
dari tumor benigna yang lebih
sering pada dinding dada.
Chondroma terutama dijumpai
pada anak-anak dan dewasa
muda dan muncul pada
persambungan costochondrial
anterior.
GAMBARAN KLINIS
Wajah asimetri, sakit kepala,
TMJ sakit dan bising ketika
dibuka, bukaan mulut terbatas,
.

RENCANA PERAWATAN
Reseksi bedah
Satu yang harus dipastikan
bahwa lesi bukanlah
chondrosarcoma
Batas > 4 cm dibutuhkan untuk
mencegah rekurensi lokal.
Karenanya, chondroma yang
besar harus diterapi secara
sebagai chondrosarcoma
derajat rendah.
PROGNOSIS : FAIR

CENTRAL GIANT CELL GRANULOMA


CGCG ditandai oleh lesi besar yang
memperluas plat kortikal dan dapat
meresorbsi akar dan merusak gigi.
CGCG adalah kondisi jinak .
lebih sering untuk terjadi pada
perempuan dan lebih cenderung
terjadi pada orang berusia 20-40
tahun.
CGCG lebih sering terjadi pada
mandibula dan sering melibatkan
midline.
Radiografi tampak sebagai
multilokular radiolusen pada tulang.
DIFERENSIAL DIAGNOSIS
keratocyst odontogenik (OKC),
ameloblastoma, miksoma
odontogenik, hemangioma, fibroma
odontogenik, tumor hyperparathyroid,

RENCANA PERAWATAN
Kuretase menyeluruh.
Kekambuhan berkisar antara
15% -20%.
PROGNOSIS jangka panjang
granuloma-sel raksasa baik
dan metastasis tidak
berkembang.

GIANT CELL TUMOUR


PEMERIKSAAN RADIOLOGIS
GCT adalah proses neoplastik
berasal dari sel-sel mesenchymal
dari sumsum tulang.
Dianggap jinak tapi dapat
menyebabkan perusakan tulang
kadang-kadang tergantung pada
lokasi dan klinis dari tumor.
GCT biasanya mono-ostotic,
kadang-kadang dapat berbentuk
polyostotic
Menyebabkan rasa sakit
temporo-mandibula dan trismus.

Terdapat lesi litik berbatas tegas


dikelilingi oleh sedikit atau tidak
ada sclerosis.
Diagnosis akhir didirikan hanya
dpat diketahui dari hasil biopsi
DIAGNOSIS DIFERENSIAL
Osteoblastoma,
chondroblastoma, kista tulang
aneurismal, non-perkerasan
fibroma, reaksi benda asing, dan
osteosarkoma

Rencana Perawatan
Eksisi bedah
PROGNOSA
Terlepas dari situs presentasi,
reseksi parsial atau hasil
kuretase di tingkat kekambuhan
hingga 70%, sedangkan
kekambuhan setelah reseksi
lebar sekitar 7%

HAEMANGIOMA
Hemangioma merupakan tumor jinak
pembuluh darah yang berproliferasi
dari sel-sel endotelium pembuluh
darah diikuti involusi terus menerus
meyebabkan kelainan yang merupakan
hasil dari anomali perkembangan
pleksus vaskular.
Insiden hemangioma intraosseous
bervariasi yaitu 0,5 1,0 % dari
seluruh neoplasma intraosseous.
Tulang wajah yang paling sering
terkena adalah mandibula, maksila,
dan tulang hidung. Lesi intraosseous
lebih sering mengenai mandibula
dibandingkan maksila yaitu 2:1.
KLINIS : wajah bengkak, warna
ekstraoral normal, tidak ada keluhan
dari pasien

DIAGNOSIS BANDING
limfangioma, higroma, lipoma,
neurofibroma, malformasi vaskular
kongenital, venous stars, dan herediter
hemorragik telangiektasis (Rendu-OslerWeber Syndrome).
RENCANA PERAWATAN
Terapi secara konservatif (observasi)
secara alamiah lesi hemangioma akan
mengalami perubahan dalam bulan-bulan
pertama, kemudian mencapai besar
maksimum dan setelah itu terjadi regresi
spontan
Terapi aktif yaitu tindakan bedah, radiasi,
penggunaan kortikosteroid, dan,
elektrokoagulasi. Perawatan dengan
tindakan bedah beberapa diantaranya
adalah eksisi, laser, bedah krio, dan
skleroterapi

LANGERHANS CELL DISEASE


Etiologi
Tidak Diketahui
Proliferasi sel Langerhans (sel surveilans kekebalan tubuh)

Diagnosis Diferensial: Radiologic

Gambaran Klinis
Sebuah spektrum yang luas, biasanya dibagi menjadi tiga
himpunan bagian, sebagai berikut:
Penyakit kronis Unifocal atau multifokal tulang (eosinophilic
granuloma)
Banyak disebarluaskan penyakit kronis tulang dan jaringan
lunak (Hand-Schuller-Christian penyakit)
Akut, penyakit disebarluaskan dengan keterlibatan sumsum
tulang (Penyakit Letterer-Siwe)
Sebagian besar muncul di masa kanak-kanak; granuloma
eosinofilik sering muncul di remaja dan orang dewasa.
Lesi rahang dicatat dalam hingga 20% dari kasus dengan
kehilangan gigi (focal segmental), inflamasi gingiva, dan kerapuhan

Pada orang dewasa: myeloma

Temuan radiografi
Lesi tulang sering menekan keluar, berbatas tajam
"Floating teeth" penampilan dengan keterlibatan tulang alveolar
Pengecekan Skeletal harus dilakukan untuk menyingkirkan
keterlibatan tulang multiple

Bervariasi dengan bentuk penyakit, sebagai berikut:

Juvenile periodontitis, endocrinopathies, hypophosphatasia,

leukemia, keganasan tulang (primer / metastasis)

RENCANA PERAWATAN
varian terlokalisasi

kuretase bedah lesi tulang


terapi radiasi dosis rendah lesi tidak dapat diakses
varian luas
Kemoterapi termasuk methotrexate, vincristine, siklofosfamid
Transplantasi sumsum tulang untuk tahan / penyakit berulang
Prognosa
Localized varian: sangat baik
diseminata varian: meragukan sampai buruk

EXOSTOSIS
Etiologi
Diagnosis Diferensial
Tidak Diketahui
fibroma Peripheral
Kemungkinan dikarenakan fenomena reaktif
(stimulus belum ditentukan)
periostitis

Presentasi Klinis
Asimtomatik, tulang, massa nodular
pembesaran tulang kortikal dari rahang;
biasanya bilateral dan simetris
Biasanya beberapa (multi); tumbuh lambat
Paling sering di sepanjang bukal / aspek
wajah dari maksila dan mandibular ridge
alveolar melapisi mukosa utuh,
Biasanya berkembang pada orang dewasa
Diagnosa
terlihat sebagai gambaran opak yang
homogen pada gambaran radiografi

Periosteal / osteosarcoma parosteal


Rencana Perawatan
Tidak diperlukan
Mungkin perlu dihilangkan kecuali
jika menggangu untuk tujuan
prostdodonti/ gigi tiruan
Prognosa
Excellent

CORONOID HYPERPLASIA
Dominasi laki-laki ditandai (5: 1)
yang diketahui mewarisi xlinked.
Beberapa kemungkinan
penyebab hiperplasia
koronoideus unilateral meliputi;
trauma, proses neoplasic jinak
seperti osteochondroma dan
dukungan condylar tidak
seimbang menyebabkan
peningkatan aktivitas otot
temporalis unilateral.

PENUTUP
Tumor mandibula merupakan tumor yang cukup sering terjadi.
Tumor mandibula dapat bersifat benign dan malignant, dimana
etiologinya dapat berupa odontogenik maupun non-odontogenik.
Terdapat beberapa kemiripan gambaran klinis dan radiografi
pada tumor-tumor mandibular tersebut, kecermatan menentukan
kekhasan gejala dan kecermatan membaca hasil radiografi dari masingmasing suspect tumor mandibula yang dicurigai.