Anda di halaman 1dari 20

Kromatografi Kolom

Kelompok 2:

PENDAHULUAN
Arti Kata Kromatografi
chroma berarti warna dan graphien berarti menulis

Sejarah Kromatografi
Sejarah kromatografi dimulai sejak pertengahan abad ke 19 ketika penggunaan
teknik pemisahan pigmen tanaman seperti klorofil.
Hasilnya berupa pita-pita berwarna yang terlihat sepanjang kolom sebagai hasil
pemisahan komponen-komponen dalam ekstrak tumbuhan.

Sejarah Kromatografi Kolom


Sebenarnya kromatografi kolom merupakan teknik kromatografi yang paling
awal yang pertamakali di lakukan oleh D.T.Davy (1987) yaitu untuk
membedakan komposisi minyak bumi.
Michael Tswett di tahun 1901, ketika dia mencuci larutan organik dari pigmen
tumbuhan melalui kolom gelas vertical yang diisi dengan materi yang dapat
mengabsorbsi.

Definisi Kromatografi Kolom


Kromatografi kolom adalah kromatografi yang menggunakan kolom sebagai alat
untuk memisahkan komponen-komponen dalam campuran.
Pada dasarnya kromatografi kolom digunakan sebagai teknik pemurnian untuk
mengisolasi komponen yang diinginkan dari suatu campuran.

Apa sih isi persentasi kali ini ?


1. Bagaimanakah mekanisme pemisahan yang terjadi dalam
menggunakan teknik kromatografi kolom?
2. Bagaimana kelemahan dan keunggulan analisis dengan
menggunakan kromatografi kolom?
3. Bagaimana aplikasi atau penerapan teknik pemisahan
kromatografi kolom dalam berbagai keilmuan?

Sasaran Setelah Persentasi


Mahasiswa mengetahui proses mekanisme pemisahan dalam
kromatografi kolom.
Mahasiswa memahami kelemahan dan keunggulan analisis
menggunakan kromtografi kolom.
Mahasiswa mengetahui aplikasi kromatografi kolom secara
langsung dalam berbagai bidang keilmuan.

Pengertian Kromatografi
Kromatografi secara umum.
Kromatografi adalah teknik untuk memisahkan
campuran menjadi komponennya dengan bantuan
perbedaan sifat fisik masing-masing komponen.

Jenis-jenis Kromatografi
Berdasarkan Teknik Kerja yang digunakan, antara lain :
1. Kromatografi
2. Kromatografi
3. Kromatografi
4. Kromatografi

Kertas
Kolom
Lapis Tipis
Gas

Kromatografi Kolom
Menurut Siti Rohayati (2007), kromatografi kolom merupakan suatu teknik
pemisahan yang didasarkan pada peristiwa adsorpsi.

Menurut Estien Yazid (2005), Kromatografi kolom adalah kromatografi yang


menggunakan kolom sebagai alat untuk memisahkan komponen-komponen dalam
campuran.
Menurut Soebagio (2000), kromatografi kolom merupakan teknik kromatografi yang
paling awal ditemukan dari mekanismenya, kromatografi kolom merupakan terapan
atau absobsi yang tidak boleh larut dalam fasa gerak, ukuran partikel fasa diam
harus seragam.
Secara Umum, kromatografi kolom adalah kromatografi yang menggunakan kolom
sebagai alat untuk memisahkan komponen-komponen dalam campuran.

Prinsip Kerja Kromatografi Kolom


Didasarkan pada absorbsi komponen2 campuran dengan
afinitas berbeda terhadap permukaan fase diam.
Absorben bertindak sebagai fase diam dan fase geraknya
adalah cairan yang mengalir membawa komponen
campuran sepanjang kolom.
Sampel yang mempunyai afinitas besar terhadap absorben
akan secara selektif tertahan dan afinitasnya paling kecil
akan mengikuti aliran pelarut.

Klasifikasi Kromatografi Kolom


1.

Berdasarkan Interaksi Komponen dengan Adsorben


a. Kromatografi Adsorbsi
b. Kromatografi Partisi
c. Kromatografi Pertukaran Ion
d. Kromatografi Filtrasi Gel

2.

Berdasarkan Gaya yang Bekerja pada Kolom


a. Kromatografi Kolom Gravitasi
b. Kromatografi Kolom Tekanan

Fasa Pada Kromatografi Kolom


1. Fasa Gerak
Fase yang mengalir melalui kolom dan merupakan fase yang akan melarutkan
zat komponen campuran
Fase gerak pada kromatografi kolom dapat berupa pelarut tunggal atau
campuran beberapa pelarut dengan komposisi tertentu
Contoh : Perfluorokarbon, Hidrokarbon jenuh, Hidrokarbon tak jenuh,
Halida & eter, Aldehid & keton, Alkohol & thiol, Asam & basa

2. Fasa Diam
Fase yang akan menahan komponen campuran.
Fasa diam berupa adsorben yang tidak boleh larut dalam fasa gerak, ukuran
partikel fasa diam harus seragam.
Contoh : Alumina, silika gel, arang, bauksit, magnesium karbonat, talk, pati,
selulosa, dll.

Cara Pembuatan Kromatografi Kolom


Cara kering yaitu silika gel dimasukkan ke dalam kolom yang telah
diberi kapas kemudian ditambahkan cairan pengelusi.

Cara basah yaitu silika gel terlebih dahulu disuspensikan dengan


cairan pengelusi yang akan digunakan kemudian dimasukkan ke
dalam kolom melalui dinding kolom secara kontinyu sedikit demi
sedikit hingga masuk semua, sambil kran kolom dibuka

Proses Elusi Kromatografi Kolom

E
B+E
E

kolom

Sp

Solvent

A+E
E

Elusi : proses terbawanya komponen


dlm suatu camp, shg ada pemisahan
komponen yg dibawa oleh fasa gerak
dari ujung atas kolom bawah
tR : waktu yg diperlukan oleh
komponen
untuk
bermigrasi
sepanjang kolom

signal

Vr : volume FG yg dibutuhkan untuk


membawa komponen dari titik awal
kolom akhir kolom

tR

Analisa dalam Kromatografi


Analisa kualitatif akan menjelaskan ada atau tidak adanya senyawa
tertentu dalam cuplikan.
Analisa kuantitatif digunakan untuk menunjukkan banyaknya masingmasing komponen campuran.

Analisa Kromatogram
1.
2.

Analisa profil puncak dan pelebaran puncak


Analisa puncak asimetris :
a. Metode tinggi puncak.

b. Metode luas puncak.


3. Analisa Faktor Retensi

Nilai Rf sangat berpengaruh pada karakterisitik untuk senyawa tertentu pada eluen
tertentu.

Mekanisme Kromatografi Kolom

Mekanisme pemisahan yang terjadi dalam menggunakan teknik kromatografi kolom


adalah sampel yang akan dipisahkan dimasukkan ke dalam kolom yang terdiri dari
fase diam (bahan penyerap) dan fase gerak (eluen). Masing-masing komponen akan
bergerak turun melalui kolom dan pada bagian atas kolom akan terjadi
kesetimbangan baru antara bahan penyerap, komponen campuran dan eluen. Maka
akan terbentuk pita-pita (zona-zona) yang setiap zona berisi satu macam komponen.
Setiap zona yang keluar dari kolom dapat ditampung dengan sempurna sebelum
zona yang lain keluar dari kolom.

Kelemahan dan Keunggulan Kromatografi Kolom


Kelebihan Kromatografi Kolom :
Dapat digunakan untuk analisis dan aplikasi preparatif
Digunakan untuk menentukan jumlah komponen campuran karena komponenkomponen penyusunnya akan terpisahkan pada saat elusi berlangsung.
Dapat digunakan untuk analisis dan aplikasi preparative
Digunakan untuk menentukan jumlah komponen campuran
Digunakan untuk memisahkan dan purifikasi substansi

Kekurangan Kromatografi Kolom :


Untuk mempersiapkan kolom dibutuhkan kemampuan teknik dan manual.
Membutuhkan waktu yang lama

Aplikasi Kromatografi Kolom

Analisis senyawa-senyawa kimia bahan alam


Bidang pertanian
Pemisahan molekul-molekul penting seperti asam nukleat,
karbohidrat, lemak, vitamin dan molekul penting lainnya

TERIMA KASIH