Anda di halaman 1dari 23

Dr.

Sahrun

Mengembalikan darah dari kapiler ke jantung


Reservoir darah
Mengatur kapasitas vaskuler
Bagian pompa perifier
Pengaturan suhu tubuh

Terdiri dari vena superfisial dan profundus


Vena superficial: diameter besar, tebal, bersifat
muskuler, berada dibawah kulit (saphena magna
dan parva)
Vena profunda: berdinding tipis, kurang
muskuler, berjalan bersama arteri
Antara otot skelet ada vena besar, dinding tipis
dikenal sebagai sinusoid, bagian dari pompa otot
Vena perforan: penghubung vena superficial dan
profunda
Katup bikuspid
Vena perforans membuka ke profunda, vena kaki
membuka kearah superficial

Membawa darah kotor (sisa metabolisme dan


CO2), kecuali vena pulmonalis
Mempunyai dinding yg tipis
Jaringannya kurang elastis
Mempunyai katup-katup sepanjang jalan yang
mengarah ke jantung, katup yang berbentuk
seperti bulan sabit (valvula semi lunaris) dan
menjaga agar darah tak berbalik arah.
Tidak menunjukkan adanya tempat
mendengar denyut jantung.

Pembuluh darah vena yang ukurannya besar


adalah vena kava dan vena pulmonalis.
Cabang dari vena disebut venolus/ venula
yang selanjutnya menjadi kapiler.

Yang dibedakan
Tempat

Vena
Dekat

Arteri
permukaan Agak
ke

dalam,

tubuh, tampak kebiru- tersembunyi


biruan
Dinding pembuluh
Aliran darah
denyut
katup
Jika terluka

Tipis, tidak elastis


Menuju ke jantung
Tidak terasa

Tebal, kuat dan elastis


Dari jantung
Denyut terasa
Hanya di satu tempat
Di sepanjang pembuluh
dekat jantung
Tidak memancar, hanya Darah memancar ke
menetes
luar.

Adalah jumlah darah yang kembali dari vena


masuk ke atrium per menit
64% total daral bearada dalam sistem vena
Dipengaruhi faktor intrinsik dan ekstrinsik
Kapasitas vena
Gradient tekanan
Stimulasi simpati
Kontraksi otot skelet
Katup vena
Pernapasan
Daya hisap jantung

1.

2.
3.

Trombosis vena akut, tromboflebitis


Inkompetensi katup, vena varikosa primer
Trombosis vena kronis dan sindroma paska
plebitis

Jarang menimbulkan defek fisiologis dan gejala


Kelainan timbul stelah emboli atau peradangan
Obstruksi hebat:
Peningkatan Vena Perifer
Kongesti vena
Sembab
Kadang syokcairan ke interstisiel
Obstruksi totaliskemia

Varikositas yang berkembang secara spontan


pada tungkai bawah tanpa trombosis
pembuluh
Tersering: vena saphena magna dan
cabangnya, 12% vena saphena parva
Gangguan inkompetensi vena
Berdiri diam, darah masih mampu mengalir
lambat ke proksimal
Saat berjalan/mengejangkan tungkai terjadi
perubahan berupa darah terdorong ke distal
dengan cepat

Darah dari vena superficialvena perforans


venavena profundavena superficial
(sirkuit parasitik)
Faktor penting: Gradient tekanan vena
superfisial rendah(vena superfisial<vena
profundus), vena saphena kehilangan fungsi
katup
Selama kerja fisik 20-25% total aliran darah
femoral masuk sirkulasi parasitik
Kadang mengalami ulkus superfisial

Gangguan berupa obstruksi aliran vena dan


inkompetensi vena
Obstruksi akibat trombus berkurang sejalan
dengan waktu (tromboemblism), sisanya
rekanalisasi
Pembesaran progresif saluran vena yang
mengalirkan sejumlah besar aliran
venapenurunan tahanan vena
Tahanan vena pasca flebitis tungkai meningkat
1,2-1,6 dari normal

Membaik sejalan dengan waktuinkompetensi katup


meningkat
Trombuskerusakan daun katup inkompetensi
katup
Rekanalisasisaluran kecil dan bertahanan tinggi
tanpa katup
Dilatasi vena kolateralinkompetensi refluks vena
meningkat pasca flebitis terutama vena profundus
Kelainan ringan memperlihatkan obstruksi yang jelas
ketika aliran darah meningkat
Kelainan beratnyeri betis saat kerja fisik (klaudikasio
vena) akibatinefisiensi pompa otot dan tekanan vena
yang tinggitekanan vena ortostatik
meningkatedemadermatitis stasisnekrosis
lemak, indurasi dan ulserasi50% ulkus kronis

suatu kondisi dimana pembuluh darah


kaki tidak mampu memompa cukup darah
kembali ke jantung beserta komplikasinya

Terutama pada pekerja


Eropa 40% dewasa
Inggris menghabiskan 600-800 juta euro pertahun,
sekitar 2% total biaya pemeliharaan kesehatan
Varicous vena 10-15%, IVK 5-15%, ulkus tungkai
1%
Meningkat sesuai usia
Amerika alasan ketujuh terbesar rujukan pasien
Wanita lebih sering dibanding pria

1.

2.
3.

Bawaan atau kerusakan pada katup vena


Vena inkompetensi dari trombi
Pembentukan trombus yang terutama disebabkan
oleh stasis vena, hiperkoagulabilitas, dan trauma
endotel, yang dikenal sebagai Virchow triad
sindrom pascatrombosis merupakan faktor utama
dalam terjadinya CVI atau ulkus vena tungkai
80 % pasien yang telah mengalami flebotrombosis
akan menderita CVI dan setidaknya 10 % pasien
akan menderita ulkus vena tungkai
pascatrombosis selama hidup mereka

Bertambahnya usia
Riwayat keluarga deep vein thrombosis
(DVT) yang menyebabkan inkompetensi
katup tekanan vena meningkat
Gaya hidup menetap, obesitas, dan berdiri
lama meningkatkan tekanan vena
individu yang merokok

ketidaknyamanan kaki karena hipertensi vena dari


berdiri terlalu lama.
sensasi terbakar, rasa nyeri, atau berat di kaki.
Edema kaki juga hadir karena kerusakan pada
membran kapiler.
Perubahan kulit di kaki akibat kapiler proliferasi,
nekrosis lemak, dan fibrosis dari jaringan kulit dan
subkutan.
Kulit tampak kemerahan atau cokelat karena deposisi
hemosiderin.
varises /vena-venanya membesar dan berkelok-kelok
Ulkus kulit sering terlihat akibat aliran darah yang
buruk ke ekstremitas bawah.

penggunaan stoking kompresi


Lama duduk atau berdiri dihindari
Sclerotherapy
Ablasi
Bedah debridement tanpa penutupan luka primer
dan terapi antibakteri.

Anda mungkin juga menyukai