Anda di halaman 1dari 17

AKUISISI ANTARPERUSAHAAN

DAN INVESTASI PADA ENTITAS LAIN


BAB 1

PENDAHULUAN
Banyak perusahaan melakukan ekspansi berdasarkan
pertumbuhan internal melalui pengembangan produk
baru dan melakukan perluasan lini produk.
Namun pada dekade belakangan ini, banyak
perusahaan memilih melakukan perluasan dengan
bergabung atau mengakuisisi perusahaan lain.
Sehingga perluasan dapat dilakukan melalui :
1. Perluasan dari dalam
2. Perluasan melalui penggabungan usaha

1. PERLUASAN DARI DALAM


Perusahaan yang hendak melakukan kegiatan
operasi melalui entitas usaha yang terpisah
biasanya memilih bentuk anak perusahaan,
perusahaan joint venture, atau persekutuan.

CONTOH KASUS :
Asumsikan PT. Alan menciptakan sebuah anak
perusahaan, PT. Bima, dan mentransfer aset dan
kewajiban berikut ke PT. Bima, serta sebagai
pertukaran memperoleh 100.000 lembar saham
biasa PT. Bima dengan nilai par Rp. 2000.
Item

Harga Perolehan

Kas

Nilai Buku
70.000.000

Persediaan

50.000.000

50.000.000

Tanah

75.000.000

75.000.000

BAngunan

100.000.000

80.000.000

Peralatan

250.000.000

160.000.000
435.000.000

PT. Alan mencatat transaksi dengan jurnal sebagai


berikut:
Inv pada Saham Biasa PT. Bima
Akumulasi Penyusutan
Kas
Persediaan
Tanah
Bangunan
Peralatan

435.000.000
110.000.000
70.000.000
50.000.000
75.000.000
100.000.000
250.000.000

Note : 110.000.000 = (100.000.000-80.000.000)+( 250.000.000-160.000.000)

PT. Bima mencatat transaksi dengan jurnal sebagai


berikut:
Kas
70.000.000
Persediaan
50.000.000
Tanah
75.000.000
Bangunan
100.000.000
Peralatan
250.000.000
Ak. Penyusutan
110.000.000
Saham Biasa, par 2 rb.
200.000.000
Tambahan Modal Disetor
235.000.000

2. PENGGABUNGAN USAHA
Suatu penggabungan usaha (business
combination) terjadi ketika dua atau lebih
perusahaan bergabung dalam satu kontrol yang
sama.
Suatu penggabungan usaha terkait dengan
penggabungan atas pengendalian kepemilikan
dua atau lebih perusahaan yang sebelumnya
merupakan entitas terpisah.

BENTUK-BENTUK PENGGABUNGAN USAHA


Ada 3 bentuk utama dalam penggabungan usaha:
1. Merger
:
penggabungan usaha dimana hanya akan
ada satu perusahaan yang bertahan dari berbagai
perusahaan yang bergabung dan perusahaan
yang lainnya dibubarkan.
2. Konsolidasi
:
penggabungan usaha dimana kedua
perusahaan yang melakukan penggabungan
usaha langsung dibubarkan dan aset serta
kewajiban dari kedua perusahaan ditransfer ke
perusahaan yang baru dibentuk

3. Akuisisi saham
:
Terjadi ketika sebuah perusahaan mengakuisisi
saham berhak suara perusahaan lain dan
perusahan-perusahaan yang terlibat tersebut
melanjutkan operasi perusahaannya sebagai
entitass legal terpisah, namun saling terkait.
Hubungan yang terjadi pada akuisisi saham disebut
hubungan induk-anak perusahaan.

Perusahaan
AA
Perusahaan
BB

Perusahaan
AA

------------ Merger

Perusahaan
cc

------------ Konsolidasi

Perusahaan
AA
Perusahaan
BB

Perusahaan
AA

Perusahaan
AA

------------ Akuisisi Saham


Perusahaan
BB

Perusahaan
BB

Menentukan Jenis Penggabungan Usaha


Perusahaan AA berinvestasi di Perusahaan BB

Memperoleh asset
bersih

Memperoleh
Saham

Ya

Perusahaan yang
diambil alih
dilikuidasi
Tidak

Mencatat sebagai
legal merger atau
konsolidasi

Mencatat sebagai
akuisisi saham dan
mengopersikan
sebagai anak
perushaan

Prosedur spesifik yang digunakan dalam akuntansi


penggabungan usaha bergantung pada proses
penggabungan usaha yang dilakukan dengan :
1. Akuisisi Asset
2. Akuisisi Saham

HAL-HAL LAIN DALAM AKUNTANSI


PENGGABUNGAN USAHA
Metode Akuntansi dalam penggabungan usaha :
1. Metode Pembelian (Purchase)
Dimana penggabungan usaha merupakan suatu
transaksi yang memungkinkan suatu entitas
memperoleh aktiva bersih dari perusahaanperusahaan lain yang bergabung.
Berdasarkan metode ini, perusahaan
memperoleh/membeli mencatat aktiva yang diterima
dan kewajiban yang ditanggung sebesar nilai
wajarnya.

2. Metode Penyatuan Kepemilikan (Pooling of interest)


Diasumsikan bahwa kepemilikan perusahaanperusahaan yang bergabung adalah satu kesatuan
dan secara relatif tetap tidak berubah pada entitas
akuntansi yang baru.
Karena tidak ada salah satupun dari perusahaanperusahaan yang bergabung dianggap telah
memperoleh perusahaan-perusahaan yang
bergabung lainnya, tidak ada pembelian, tidak ada
harga pembelian, sehingga karena hal tersebut tidak
ada dasar pertanggung jawaban yang baru.
Dengan demikian, nilai buku dari kedua
perusahaan akan dibawa.

Namun pada tahun 2001, di AS, FASB menghapuskan


metode penyatuan kepemilikan.
Walaupun metode penyatuan kepemilikan tidak lagi
diperbolehkan digunakan, namun penggunaan
metode ini sebelum metode tersebut dihapuskan
membuat pengaruh dari metode ini masih terlihat di
tahun-tahun mendatang.

TERIMA KASIH
---------------------------------

AKUNTANSI PEMBELIAN UNTUK


PENGGABUNGAN USAHA
1. PENGGABUNGAN USAHA MELALUI PEMBELIAN ASSET
Contoh soal :
Pada tanggal 1 Jan 20X1, PT. Intan membeli semua
asset dan kewajiban PT. Antara dalam suatu merger
dengan menerbitkan 10.000 lembar saham dengan
nilai nomianal Rp. 10.000,-. Saham yang diterbitkan
tersebut memiliki nilai pasar Rp. 600.000.000,-.
PT. Intan mengeluarkan biaya legal dan biaya penilai
sebesar Rp. 40.000.000,- sehubungan dengan
penggabungan usaha dan biaya penerbitan saham
Rp. 25.000.000,-