Anda di halaman 1dari 16

ANGGARAN PENJUALAN

PENGANGGARAN PERUSAHAAN/
DHONA SHAHREZA, SE, M.Ec.

Pengantar
Anggaran penjualan merupakan anggaran yang
memuat secara terperinci tentang penjualan
perusahaan selama periode yang akan datang, yang di
dalamnya meliputi rencana tentang jenis barang yang
dijual, jumlah barang yang dijual, harga barang yang
akan dijual, waktu penjualan serta tempat (daerah)
penjualan.
Anggaran penjualan merupakan bagian penting dari
anggaran karena menjadi dasar bagi keputusan
manajemen tentang pemasaran dan keputusan
tersebut
menjadi
dasar
rencana
penjualan
komprehensif.

Kegunaan Anggaran Penjualan


1. Umum
a. Sebagai pedoman kerja
b. Sebagai alat pengkoordinasian
c. Sebagai alat pengawasan kerja
2. Khusus
- Sebagai dasar penyusunan semua anggaran
dalam perusahaan.
- Bagi perusahaan yang menghadapi pasar yang
bersaing, anggaran penjualan disusun paling
awal dari semua anggaran perusahaan.

Faktor-faktor yang mempengaruhi


penyusunan anggaran penjualan
Faktor internal
1. Penjualan tahun sebelumnya
2. Kebijaksanaan perusahaan yang berkaitan
dengan masalah penjualan
3. Kapasitas produksi yang dimiliki perusahaan
4. Tenaga kerja yang tersedia
5. Modal kerja yang dimiliki perusahaan
6. Fasilitas-fasilitas lain

Faktor eksternal
1. Keadaan persaingan di pasar
2. Posisi perusahaan dalam perusahaan
3. Tingkat pertumbuhan penduduk
4. Tingkat penghasilan masyarakat
5. Elastisitas permintaan terhadap harga barang yang
dihasilkan yang terutamanya akan mempengaruhi
perencanaan harga jual dalam anggaran penjualan yang
akan disusun
6. Agama, adat istiadat serta kebiasaan yang berlaku dalam
masyarakat
7. Kebijaksanaan pemerintah
8. Keadaan perekonomian nasional maupun internasional
9. Kemajuan teknologi, barang-barang substitusi, selera
konsumen dan kemungkinan perubahannya.

Untuk
menyusun
Anggaran
Penjualan,
diperlukan penaksiran (forecasting), khususnya
tentang kuantitas produk, yang masing-masing
dikaitkan dengan jenis produk, waktu serta
daerah penjualannya.

Teknik Forecasting
1. Judgmental method atau Non Statistical Method, yaitu
metode memproyeksikan penjualan yang berdasar
pada pendapat salesman, sales manager, para ahli dan
survei konsumen
2. Statistical Method, meliputi:
a. Analisis trend (trend bebas, trend semi average,
trend matematis).
b. Analisis regresi korelasi
c. Analisis growth
3. Specific Purpose Method
a. Analisis industri
b. Analisis lini produk
c. Analisis penggunaan akhir

Trend Bebas
Cara penerapan garis trend tanpa menggunakan
rumus matematika.
Penggambaran dilakukan dengan menarik garis
lurus di sekitar data-data yang ada
Cara ini praktis dan mudah, namun hasil
forecasting untuk masa mendatang akan bersifat
subyektif sehingga kurang akurat
Contoh: Hal 136

Analisis Trend Semi Average


Tahun
2006
2007
2008
2009
2010
2011

Y
425.000
500.000
575.000
650.000
670.000
720.000

Semi Total

Semi Average

(425.000+500.000+575.000)
=1.500.000

1.500.000/3
=500.000

(650.000+670.000+720.000)
=2.040.000

2.040.000/3
=680.000

Xa
-1
0
1
2
3
4

Xb
-4
-3
-2
-1
0
1

Persamaan Garis trend Y = a + bX


Dimana:
Y
= nilai trend periode tertentu
a
= nilai trend periode dasar (X1 atau X2) tergantung tahun dasar
b
= (X2-X1)/n
n
= jumlah tahun dihitung dari periode dasar (jarak periode X1 dan X2)

Perhitungan:
a
= 500.000 atau 680.000
b
= (680.000 500.000)/3 = 60.000
Persamaan Garis Trend menjadi:
2012Y = 500.000 + (60.000 x 5) = 800.000 (tahun dasar 1)
2012Y = 680.000 + (60.000 x 2) = 800.000 (tahun dasar 2)
Jadi, penjualan perusahaan tahun 2012 adalah 800.000 unit.

Analisis Trend Least Square


Tahun
2007
2008
2009
2010
2011
Total

Penjualan (Y)
900.000
920.000
950.000
980.000
1.000.000
4.750.000

X
-2
-1
0
1
2
0

Persamaan Y = a + bX
Dimana:
Y
= Variabel dependen
X
= Variabel independen
a
= Nilai konstan
b
= Koefisien regresi
n
= Jumlah data (periode)

X2
4
1
0
1
4
10

XY
-1.800.000
-920.000
0
980.000
2.000.000
260.000

Penyelesaian
a

= Y/n
= 4.750.000/5
= 950.000

= XY/X2
= 260.000/10
= 26.000

Sehingga
2012Y = 950.000 + (26.000 x 3)
= 1.028.000
Jadi, penjualan tahun 2012 adalah sebesar 1.028.000 unit

Anggaran Penjualan
Pada awal tahun 2012 perusahaan tekstil Gaya Baru menyusun
anggaran penjualan dengan data-data sebagai berikut:
Tahun

Volume penjualan

2007

900.000 unit

2008

920.000 unit

2009

950.000 unit

2010

980.000 unit

2011

1.000.000 unit

Komposisi penjualan terdiri dari 60% kain bermotif dan 40% kain
polos
Harga jual tahun 2011 untuk kain bermotif Rp 6.000/m dan kain
polos Rp 5.000/m. Pada 2012 direncanakan harga jual meningkat
10%

Perusahaan masih ingin tetap


pemasaran untuk 3 wilayah yaitu:

mempertahankan

Daerah pemasaran

Distribusi

Yogyakarta

50%

Semarang

25%

Surakarta

25%

daerah

Diminta: Buatlah anggaran penjualan 2012 berdasarkan daerah,


produk dan total omzet penjualan

Penyelesaian
Jenis Produk

Yogyakarta
Unit

Harga per unit

Jumlah

Kain motif

308.400

6.600

2.035.440.000

Kain polos

205.600

5.500

1.130.800.000

Total

514.000

Jenis Produk

3.166.240.000

Semarang

Unit

Harga per unit

Jumlah

Kain motif

77.100

6.600

508.860.000

Kain polos

51.400

5.500

282.700.000

Total

128.500

791.560.000

Jenis
Produk
Kain
motif
Kain
polos
Total

Unit

Semarang
Harga per
unit

Jumlah

Total omzet penjualan

77.100

6.600

508.860.000

3.053.160.000

51.400

5.500

282.700.000

1.696.200.000

791.560.000

4.749.360.000

128.500