Anda di halaman 1dari 87

Mesin-Mesin Listrik 1

TKE 1504
REFERENSI :
A.E. Fitzgerald, Charles Kingsley, Stephen D.Umans

12/29/2014

PS S1 Teknik Elektro

Materi
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Rangkaian Magnetik
Prinsip Konversi Energi Elektromekanis
Konsep Dasar Mesin Berputar
Aspek Teknis
Mesin DC Keadaan Tetap
Pengaturan dan Dinamika Mesin DC

12/29/2014

PS S1 Teknik Elektro

BAB 1. Rangkaian Magnetik


Hubungan antara intensitas medan
magnetik H dan rapat fluks
magnetik B merupakan sifat dari
daerah yang di dalamnya terdapat
medan tersebut

Gambar 1. Rangkaian Magnetik Sederhana


Pada gambar 1, sumber medan magnetik
dalam inti adalah hasilkali ampere lilitan Ni.
Dalam rangkaian magnetik istilah Ni adalah
arus gerak magnet / agm (magnetomitive
force = mmf).

12/29/2014

Fluks magnetik yang menembus


suatu permukaan adalah integral
permukaan dari komponen normal
B, jadi

PS S1 Teknik Elektro

Bila Fluks diluar inti diabaikan,


diperoleh persamaan skalar

Rangkaian Magnetik

Gambar 2. Rangkaian magnetik dengan celah udara.

Alat konversi energi yang bersatu dengan elemen


yang bergerak harus mempunyai celah udara (air
gaps) dalam rangkaian magnetiknya. Gambar 2
adalah suatu rangkaian magnetik yang
mempunyai celah udara dengan panjang g sangat
kecil dibanding dengan ukuran muka inti yang
berdekatan. Fluks magnetik dipaksa untuk berada
didalam inti dan celah udara.
12/29/2014

PS S1 Teknik Elektro

Gambar 2 dapat dianalisa


sebagai suatu rangkaian
magnetik dengan dua
komponen seri, yaitu inti
magnetik dengan dengan
permeabilitas serta panjang
rata-rata lc dan suatu celah
udara dengan permeabilitas
0 serta panjang g. Jadi

Jika efek pinggir diabaikan,


maka Ac = Ag

Rangkaian Magnetik

Dari persamaan:

Suku yang mengalikan fluks dalam persamaan


ini dikenal sebagai reluktansi (reluctance )

12/29/2014

PS S1 Teknik Elektro

Suku yang mengalikan


mmf dikenal sebagai
permeansi

Rangkaian Magnetik

Gambar 3. Analogi rangkaian listrik (a) dan


rangkaian magnet (b).

12/29/2014

PS S1 Teknik Elektro

Rangkaian Magnetik
Contoh soal 1:
Rangkaian magnetik seperti yang ditunjukkan pada gb.2
mempunyai ukuran-ukuran Ac=9 cm2; Ag=9 cm2; g = 0.05 cm;
lc = 30 cm; N = 500 lilitan. Misalkan nilai R = 70000 untuk besi,
tentukan: a) arus i untuk Bc = 1 T; b) Fluks dan fluks yang
dilingkupi (linkage) = N.

12/29/2014

PS S1 Teknik Elektro

Rangkaian Magnetik
Contoh soal 2:
Rangka magnetik suatu mesin
serempak (synchrounous
machine) diperlihatkan seperti
gambar disamping. Dengan
anggapan bahwa besi rotor dan
stator mempunyai permeabilitas
tak terhingga (=) tentukanlah
fluks celah udara dan rapat
fluksnya Bg.
Untuk contoh ini I = 10 A; N =
1000 lilitan; g = 1 cm dan Ag =
2000 cm2.
Gambar 4. Mesin Serempak Sederhana
12/29/2014

PS S1 Teknik Elektro

1.2 Gandengan Fluks, Induktansi dan Energi


Bila suatu medan magnetik berubah
terhadap waktu, maka didalam ruang
akan timbul medan listrik. Pada
gambar 2, rangka magnetik dengan
kumparan dimana medan magnetik
yang berubah-ubah didalam inti
menimbulkan tegangan induksi e
pada ujungnya yang besarnya
ditentukan dengan hukum Faraday:

12/29/2014

Definisi hubungan antara


dan i dengan induktansi L
dinyatakan

PS S1 Teknik Elektro

Dimana = N adalah fluks yang


dirangkum dinyatakan dalam
weber-lilitan

Gandengan Fluks, Induktansi dan Energi


Contoh soal 3:
Tentukan induktansi kumparan pada rangkaian magnetik gambar 2,
abaikan efek pinggir celah udara.

12/29/2014

PS S1 Teknik Elektro

10

Gandengan Fluks, Induktansi dan Energi

Gambar 5. Suatu rangkaian magnetik


dengan satu celah udara dan dua
kumparan

adalah resultan dari arus gerak magnetik 1 dan 2.


Dan yang dirangkum oleh kumparan 1 adalah:

12/29/2014

L11 adalah induktansi diri (self


induktance) kumparan 1. L11i1
adalah fluks yang dirangkum oleh
kumparan 1 yang disebabkan oleh
arusnya sendiri i1.

L12 adalah Induktansi saling


(mutual induktance) antara
kumparan 1 dan 2. Dan L12 i2
adalah fluks yang dirangkum oleh
kumparan 1 yang disebabkan
oleh arus i2.

PS S1 Teknik Elektro

11

Gandengan Fluks, Induktansi dan Energi


yang dirangkum oleh kumparan 2 adalah:

L22 adalah induktansi diri


(self induktance) kumparan 2.
L22i2 adalah fluks yang
dirangkum oleh kumparan 2
yang disebabkan oleh
arusnya sendiri i2.

12/29/2014

L21 adalah Induktansi saling


(mutual induktance) antara
kumparan 1 dan 2. Dan L21 i1
adalah fluks yang dirangkum oleh
kumparan 2 yang disebabkan
oleh arus i1.

PS S1 Teknik Elektro

12

Gandengan Fluks, Induktansi dan Energi


Dari hukum Faraday:

Jadi perubahan pada energi tersimpan


magnetik W dalam rangkaian magnetik
dengan selang t1 hingga t2 adalah:

Dalam peralatan konversi energi


elektromekanik induktansi sering
berubah terhadap waktu sehingga

Daya ditentukan dari perkalian


arus dan tegangan

12/29/2014

Untuk sistem kumparan tunggal yang


induktansinya konstan, perubahan
energi magnetik tersimpan dinyatakan:

Total energi magnetik yang tersimpan


pada suatu nilai tertentu dapat
ditentukan dengan mengambil 1 sama
dengan nol:

PS S1 Teknik Elektro

13

12/29/2014

PS S1 Teknik Elektro

14

2.Prinsip Konversi Energi Elektromekanis


2.1. Gaya dan Kopel Dalam Sistem Medan Magnetik
- Gaya dan Torsi dalam sistem Medan Magnetik
Berdasarkan Hukum gaya Lorentz:

Aturan tangan kanan utk menentukan


arah gaya Lorentz:
12/29/2014

PS S1 Teknik Elektro

15

Gaya dan Kopel Dalam Sistem Medan Magnetik

T=2IB0Rl sin

12/29/2014

Contoh soal 1:
Suatu rotor yang bukan magnetik
terdiri dari suatu kumparan berlilitan
tunggal ditempatkan dalam suatu
medan magnetik serbasama B0
seperti gambar disamping. Sisi
kumparan tersebut berjari-jari R dan
kawatnya dialiriarus I. Tentukan arah
torsi sebagai fungsi dari posisi
rotor , apabila I=10A, B0=0.5 T
dan R=0.1 m. Misalkan panjang
rotor 0.6 m.
PS S1 Teknik Elektro

16

Gaya dan Kopel Dalam Sistem Medan Magnetik

Gambar skema peralatan konversi


energi elektromekanis.

Gambar Peralatan penghasil gaya sederhana.


12/29/2014

PS S1 Teknik Elektro

17

2.2 Kesetimbangan Energi


Input Energi
Dari Sumber
Listrik

Output
Energi
Mekanik

Kenaikan
Energi Yang
Disimpan
Dalam
Medan
Magnetik

Energi
Yang
Dirubah
Kedalam
Kalor

Untuk sistem penyimpan


energi magnetik tanpa rugi
dinyatakan sbb:

12/29/2014

PS S1 Teknik Elektro

18

2.3 Energi dan gaya dalam sistem medan


magnetik yang dieksitasi tunggal

12/29/2014

PS S1 Teknik Elektro

19

Energi dan gaya dalam sistem medan magnetik yang dieksitasi tunggal

Jalur integrasi Wfld

12/29/2014

PS S1 Teknik Elektro

20

Contoh Soal 2
Relai pada gambar dibawah terbuat dari bahan magnetis yang
permeabilitasnya tak terhingga dilengkapi dengan suatu torak yang dapat
bergerak yang terbuat dari bahan dengan permeabilitasnya tak terhingga.
Tinggi torak jauh lebih besar dari panjang celah udara (h>>g). Tentukan
energi magnetik Wfld sebagai fungsi dari kedudukan torak (0<x<d) untuk
N=1000 lilitan, g=0.002 m, d=0.15 m, l=0.1 m dan I=10 A.

Gambar 2-7 (a). Relay dengan torak


bergerak. (b) detail dari celah udara.

12/29/2014

PS S1 Teknik Elektro

21

Contoh Soal

12/29/2014

PS S1 Teknik Elektro

22

2.4 Penentuan Gaya Magnetik Dan Torsi Dari Energi


Sistem penyimpanan energi magnetik
tanpa rugi-rugi Wfld adalah fungsi
keadaan yang ditentukan oleh
variabel keadaan bebas dan x
secara bebas.
(1)
Untuk setiap fungsi F(x1,x2) diferensial total
dari F terhadap kedua variabel keadaan
bebas x1 dan x2 dituliskan sebagai

Untuk Wfld berlaku persamaan


(2)
12/29/2014

PS S1 Teknik Elektro

Karena dan x adalah variabel


bebas maka persamaan 1 dan 2
harus sama untuk semua nilai dari
d dan dx. Dengan menganggap
x konstan

Dengan menganggap konstan

Untuk sebuah sistem dengan


terminal mekanik berputar,
variabel terminal mekanik menjadi
pergeseran sudut dan torsi Tfld
Persamaan (1) menjadi
23

2.4 Penentuan Gaya Magnetik Dan Torsi Dari Koenergi


Koenergi Wfld adalah fungsi keadaan
yang didefinisikan sebagai fungsi dari
i dan x.

dan
12/29/2014

PS S1 Teknik Elektro

24

Contoh Soal 3
Tentukan gaya pada plunyer (torak pompa) sebagai fungsi dari x,
untuk relai pada contoh sebelumnya. Apabila arus kumparan dibuat
konstan 10. Gunakan pernyataan energi dan koenergi.

koenergi

energi

12/29/2014

PS S1 Teknik Elektro

25

Penentuan Gaya Magnetik Dan Torsi Dari


Koenergi

Penafsiran grafis dari


energi dan koenergi

12/29/2014

Efek dari x pada energi


dan koenergi peralatan
yang dieksitasi tunggal

PS S1 Teknik Elektro

26

Sistem Medan Magnetik yang Dieksitasi Ganda

energi

12/29/2014

koenergi

PS S1 Teknik Elektro

27

Sistem Medan Magnetik yang Dieksitasi Ganda


Contoh soal
Dalam sistem seperti gambar dibawah, induktansi dalam henry
diberikan sebagai L11=(3+cos 2) x 10-3; L12=0.3 cos 2); L22=30 +
10 cos 2. Temukan torsi Tfld() untuk arus i1=0.8 A dan i2=0.01 A

12/29/2014

PS S1 Teknik Elektro

28

BAB 3. Konsep Dasar Mesin Berputar


3.1. Konsep Dasar

Dari hukum Faraday

Kumparan Jangkar
pada bagian diam

Kumparan Jangkar
pada bagian bergerak
12/29/2014

PS S1 Teknik Elektro

29

Konsep Dasar Mesin Berputar


Untuk mengurangi rugirugi arus eddy, inti
stator dibuat berlapislapis

12/29/2014

PS S1 Teknik Elektro

30

3.2. Pengantar Mesin AC dan DC


Mesin Serempak
Kerapatan fluks celah udara B tampak
pada gambar (a) sebagai fungsi dari sudut
ruang disekitar keliling celah udara.
Pada gambar (b) saat rotor berputar, fluks
bergerak melalui sisi kumparan a dan a
sehingga diperoleh tegangan kumparan
yang merupakan fungsi dari waktu.
Lilitan jangkar berisi N lilitan, berupa
2 sisi kumparan a dan a. Lilitan
medan dieksitasi oleh arus searah.
12/29/2014

Besarnya frekwensi = kecepatan rotor


sehingga disebut sebagai mesin serempak.
Mesin serempak 2 kutub berputar pada
kecepatan 3600 putaran/menit untuk
menghasilkan tegangan 60 Hz.

PS S1 Teknik Elektro

31

Mesin AC

Karena terdapat P/2 panjang gelombang dalam


satu putaran penuh, maka terdapat hubungan
Kumparan jangkar terdiri dari 2
kumparan a1, -a1 dan a2, -a2.
Tegangan yang mencapai 2 daur
penuh setiap putaran rotor. Besarnya
frekwensi juga menjadi 2 kali
kecepatan
dalam putaran tiap detik.
12/29/2014
PS S1 Teknik Elektro

32

Mesin AC

12/29/2014

PS S1 Teknik Elektro

33

Mesin AC

Generator 3 fasa
12/29/2014

PS S1 Teknik Elektro

34

Mesin AC

Motor serempak
12/29/2014

PS S1 Teknik Elektro

35

Mesin AC
Mesin Induksi Dasar

12/29/2014

PS S1 Teknik Elektro

36

Mesin DC

Pada mesin dc pembagian fluks celah


udara tidak berupa sinus seperti pada
mesin ac.
12/29/2014

PS S1 Teknik Elektro

37

3.3. MMF Pada Lilitan Terbagi


Dari struktur yang simetris,
intensitas magnetik H dalam
celah udara pada sudut
dibawah sebuah kutub,
mempunyai magnitude yang
sama dengan + dibawah
kutub yang berlawanan dan
medannya mempunyai arah
berlawanan.

12/29/2014

PS S1 Teknik Elektro

38

a. Mesin AC

Lilitan terbagi menghasilkan


gelombang agm yang lebih
mendekati sinus.

12/29/2014

Bentuk persamaan untuk suatu lilitan kutup P


terbagi yang mempunyai lilitan sebanyak N
deret tiap fasa. Dimana faktor 4/ timbul dari
analisa deret Fourier suatu gelombang agm
gigi gergaji dari kumparan langkah penuh
terpusat dan faktor lilitan kw
memperhitungkan pembagian dari lilitannya.
PS S1 Teknik Elektro

39

Contoh Soal

Kumparan jangkar 2 kutup fasa a seperti gambar atas ditinjau terdiri dari 8 Nc-turn,
full-pitch coils terhubung secara seri, dengan setiap slot terdiri 2 coil. Terdapat total 24
slot-slot jangkar, dan setiap slot terpisah oleh 360/24 = 15 . Asumsikan sudut a
diukur dari sumbu magnetik fasa a sedemikian hingga 4 slot-slot berisi sisi-sisi coil
bernotasi a adalah pada a = 67.5 , 82.5 , 97.5 , dan 112.5 . Sisi-sisi berlawanan
setiap coil dalam slot-slot pada -112.5 , -97.5 , -82.5 , dan -67.5 masing-masing.
Asumsikan kumparan ini sedang membawa arus ia.
a. Tulislah persamaan untuk mmf ruang-dasar yang dihasilkan oleh 2 coil-coil yang sisisisinya adalah dalam slot pada a = 112.5 dan -67.5 .
b. Tulislah persamaan untuk mmf ruang-dasar yang dihasilkan oleh 2 coil-coil yang sisisisinya adalah dalam slot pada a = 67.5 dan -112.5 .
c. Tulislah persamaan untuk mmf ruang-dasar pada kumparan jangkar lengkap.
d. Tentukan faktor kumparan kw untuk kumparan yang terdistribusi ini.
12/29/2014

PS S1 Teknik Elektro

40

Contoh Soal

12/29/2014

PS S1 Teknik Elektro

41

b. Mesin AC (Bagian Rotor)

12/29/2014

PS S1 Teknik Elektro

42

b. Mesin DC
Karena adanya pembatasan
komutator dalam
menyusun lilitan, maka
gelombang mmf mesin dc
menyerupai gigi gergaji.

12/29/2014

PS S1 Teknik Elektro

43

b. Mesin DC

12/29/2014

PS S1 Teknik Elektro

44

3.4. Medan Magnet Pada Mesin Berputar


a. Mesin dengan celah udara seragam

12/29/2014

PS S1 Teknik Elektro

45

a.

12/29/2014

Mesin dengan celah udara tak seragam

PS S1 Teknik Elektro

46

Contoh Soal

12/29/2014

PS S1 Teknik Elektro

47

3.5. Gelombang MMF Berputar Pada Mesin AC


a.Lilitan Fasa-Tunggal

12/29/2014

PS S1 Teknik Elektro

48

b. Lilitan Fasa-Banyak

Dalam arus fasa 3 seimbang,

12/29/2014

PS S1 Teknik Elektro

49

b. Lilitan Fasa-Banyak

12/29/2014

PS S1 Teknik Elektro

50

c. Analisa Grafis MMF Fasa Banyak

12/29/2014

PS S1 Teknik Elektro

51

Tegangan Yang Dibangkitkan


a) Mesin ac

12/29/2014

Pada Rotor:

PS S1 Teknik Elektro

52

Tegangan Yang Dibangkitkan

Pada Stator:

12/29/2014

PS S1 Teknik Elektro

53

Tegangan Yang Dibangkitkan

12/29/2014

PS S1 Teknik Elektro

54

Contoh Soal

12/29/2014

PS S1 Teknik Elektro

55

Contoh soal

12/29/2014

PS S1 Teknik Elektro

56

b) Mesin dc

12/29/2014

PS S1 Teknik Elektro

57

b) Torsi pada mesin kutub tak tonjol (silindris)


Pandangan rangkaian tergandeng

12/29/2014

PS S1 Teknik Elektro

58

Pandangan rangkaian tergandeng

12/29/2014

PS S1 Teknik Elektro

59

Pandangan rangkaian tergandeng

12/29/2014

PS S1 Teknik Elektro

60

Pandangan medan magnet

12/29/2014

PS S1 Teknik Elektro

61

Pandangan medan magnet

12/29/2014

PS S1 Teknik Elektro

62

Pandangan medan magnet

12/29/2014

PS S1 Teknik Elektro
63

Pandangan medan magnet

12/29/2014

PS S1 Teknik Elektro

64

Mesin DC Keadaan Ajek


5.1 Pengantar

12/29/2014

PS S1 Teknik Elektro

65

Pengantar

12/29/2014

PS S1 Teknik Elektro

66

Pengantar

12/29/2014

PS S1 Teknik Elektro

67

5.2 Cara Kerja Komutator

12/29/2014

PS S1 Teknik Elektro

68

12/29/2014

PS S1 Teknik Elektro

69

5.3 Efek Dari AGM Jangkar

12/29/2014

PS S1 Teknik Elektro

70

12/29/2014

PS S1 Teknik Elektro

71

Dasar-Dasar Analisa Dari Segi Rangkaian Listrik


Torsi dan tegangan yang dibangkitkan pada
suatu mesin dc adalah:

12/29/2014

PS S1 Teknik Elektro

72

Gambar pembagian daya mesin dc


EaIa sering
disebut sebagai
daya
elektromagnet

Pembagian Daya Pada Generator DC

12/29/2014

PS S1 Teknik Elektro

Pembagian Daya Pada Motor DC

73

Diagram hubungan motor-generator

Tanda + : motor
Tanda - : generator
12/29/2014

PS S1 Teknik Elektro

74

5.5. Dasar-Dasar Analisa Dari Segi Rangkaian Magnit


a. Reaksi Jangkar Diabaikan

b. Pengaruh Reaksi Jangkar (MMF Jangkar)

12/29/2014

PS S1 Teknik Elektro

75

Motor

12/29/2014

PS S1 Teknik Elektro

76

Motor

12/29/2014

PS S1 Teknik Elektro

77

Pengaturan Dan Dinamika Mesin

12/29/2014

PS S1 Teknik Elektro

78

12/29/2014

PS S1 Teknik Elektro

79

Motor

12/29/2014

Generator

PS S1 Teknik Elektro

80

12/29/2014

PS S1 Teknik Elektro

81

12/29/2014

PS S1 Teknik Elektro

82

12/29/2014

PS S1 Teknik Elektro

83

12/29/2014

PS S1 Teknik Elektro

84

Multiquadrant Operation
For each electric drive application, the mechanical load to be driven has a specific set
of requirements. The torque/speed possibilities of the electric drive can be represented
as a speed versus torque graph consisting of four quadrants. In the first quadrant, the
electric torque and the speed signs are both positive, indicating forward motoring since
the electric torque is in the direction of motion. In the second quadrant, the electric
torque sign is negative and the speed sign is positive, indicating forward braking since
the electric torque is opposite to the direction of motion. In the third quadrant, the
electric torque and speed signs are both negative, indicating reverse motoring. In the
fourth quadrant, the electric torque sign is positive and the speed is negative,
indicating reverse braking. The drive braking is handled either by a braking chopper
(dynamic braking) or by bidirectional power flow (regenerative braking).
The following figure illustrates the four-quadrants operating region of an electric drive.
Each quadrant has a constant torque region from 0 to +/- nominal speed b and a
region where the torque decreases inversely with the speed from b to the maximum
speed max. This second region is a constant power region and is obtained by
decreasing the motor magnetic flux.
12/29/2014

PS S1 Teknik Elektro

85

Four-Quadrant Operation of an
Electric Drive
12/29/2014

PS S1 Teknik Elektro

86

REFERENSI
AE Fitzgerald, Charles Kingsley, Jr., Stephen D. Umans, Electric Machinery.

12/29/2014

PS S1 Teknik Elektro

87