Anda di halaman 1dari 14

Standar Profesi Sanitarian Menurut :

Kepmenkes 373 tahun 2007


Kepmenkes 32 tahun 2013
PP No 66 tahun 2014
Disusun oleh :

Ari Widiah Yanti Sari


Dani Febrianto
Fatikha Ratnawati
Isna Bakti Pertiwi
J.Erwin Sawan
Khanif Novianto

Mahendra Purnama
Muhammad Rizki
Suci Ardani
Umi Masrohatun
Vina Pratiwi

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Profesionalisme
tenaga
sanitarian/kesehatan
lingkungan
ditunjukkan dengan perilaku tenaga sanitarian/kesehatan lingkungan
yang memberikan pelayanan kesehatan berdasarkan standar pelayanan,
mandiri, bertanggung jawab dan bertanggung gugat, serta senantiasa
mengembangkan kemampuannya sesuai dengan perkembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi.

Sanitarian/Ahli Kesehatan Lingkungan adalah tenaga profesional di


bidang kesehatan lingkungan yang memberikan perhatian terhadap
aspek kesehatan lingkungan air, udara, tanah, makanan dan vector
penyakit pada kawasan perumahan, tempat-tempat umum, tempat
kerja, industri, transportasi dan matra.

BAB II
PEMBAHASAN
1. Kepmenkes 373 tahun 2007

Peran sanitarian profesional


1)

2)
3)
4)

Peran sebagai pelaksana kegiatan kesehatan


lingkungan sebagai pelaksana
Peran sebagai pengelola kesehatan
lingkungan
Peran Sebagai Pengajar, Pelatih, dan
Pemberdayaan Masyarakat
Peran sebagai peneliti kesehatan lingkungan

Kompetensi Sanitarian/Kesehatan
Lingkungan
A. Kompetensi Ahli Madya Kesehatan Lingkungan
1.
2.
3.
4.

Melakukan pemeriksaan kualitas fisik air dan limbah cair


Melakukan pemeriksaan kualitas kimia air dan limbah cair
Melakukan pemeriksaan kualitas mikrobiologi air limbah cair
Melakukan pemeriksaan kualitas fisik udara / kebisingan / getaran
/ kelembaban udara / kecepatan angin dan radiasi
5. Melakukan pemeriksaan kualitas kimia udara
6. Melakukan pemeriksaan kualitas mikrobiologi udara
7. Melakukan pemeriksaan kualitas fisik tanah dan limbah padat

Lanjutan ...
8) Melakukan pemeriksaan kualitas kimia tanah dan limbah padat
9) Melakukan pemeriksaan kualitas mikrobiologi dan parasitologi tanah
dan limbah padat
10) Melakukan pemeriksaan kualitas fisik makanan dan minuman
11) Melakukan pemeriksaan kualitas kimia makanan dan minuman
12) Melakukan pemeriksaan kualitas mikrobiologi dan parasitologi
makanan dan minuman
13) Melakukan pemeriksaan kualitas mikrobiologi dan parasitologi
sampel usap alat makanan minuman rectum
14) Melakukan survai vector dan binatang pengganggu
15) Melakukan pengukuran kuantitas (debit) air dan air limbah.
16) Mengidentifikasi makro dan miro bentos di badan air
17) Melakukan pemeriksaan sampel toksikan dan biomonitoring

Lanjutan ...
18) Melakukan analisis dampak kesehatan lingkungan.
19) Mengelola program keselamatan kerja. hygiene industri,
kesehatan, dan Mengoperasikan alat pengeboran air tanah.
20) Melakukan pengeboran air tanah untuk pembangunan
sarana air bersih
21) Melakukan pendugaan air tanah.
22) Mengoperasikan alat-alat aplikasi pengendalian vektor.
23) Mengelola alat-alat pengambil sampel udara.
24) Melakukan kegiatan penyuluhan dan pelatihan (komunikasi)
25) Mengawasi sanitasi pengelolaan linen.
26) Melakukan pengelolaan limbah padat sesuai jenisnya.

Lanjutan ...
27) Melakukan pengendalian vektor dan pengganggu.
28) Melakukan pengelolaan pembuangan tinja
29) Mengawasi sanitasi pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun
30) Melakukan surveilence penyakit berbasis lingkungan
Berwirausaha di bidang kesehatan pelayanan kesehatan lingkungan dan
Melakukan pemberdayaan masyarakat dalam bidang kesehatan lingkungan.
31) Menilai kondisi kesehatan perumahaan (kepadatan hunian, lantai, dinding,
atap, ventilasi, jendela, dan penataan ruangan/bangunan).
32) Mengawasi sanitasi tempat pembuatan, penjualan, penyimpanan,
pengangkutan & penggunaan pestisida.
33) Mengawasi Sanitasi Tempat-tempat Umum, Industri, Pariwisata,
Pemukiman dan Sarana Transportasi.
34) Melaksanakan penelitian yang berkaitan dengan kesehatan
lingkunganMelakukan intervensi administratif sesuai hasil analisis sampel
air, tanah, udara, limbah makanan dan minuman, vektor dan binatang
pengganggu.
35) Melakukan intervensi sosial sesuai hasil analisis sampel air, tanah, udara,
limbah makanan dan minuman, vektor, dan binatang pengganggu
36) Mengelola klinik snitasi

Lanjutan ...
2. Permenkes Nomor 32 Tahun 2013
Tenaga Sanitarian adalah setiap orang yang telah lulus
pendidikan di bidang kesehatan lingkungan sesuai ketentuan
peraturan perundangan-undangan. Fasilitas Pelayanan Kesehatan
adalah tempat yang digunakan untuk menyelenggarakan upaya
pelayanan kesehatan, baik promotif, preventif, kuratif maupun
rehabilitatif yang dilakukan oleh Pemerintah, pemerintah daerah,
dan/atau masyarakat. Surat Tanda Registrasi Tenaga Sanitarian
selanjutnya disingkat STRTS adalah bukti tertulis yang diberikan
oleh Pemerintah kepada Tenaga Sanitarian yang telah memiliki
sertifikat kompetensi sesuai ketentuan peraturan perundangundangan, dan Surat Izin Kerja Tenaga Sanitarian selanjutnya
disingkat SIKTS adalah bukti tertulis pemberian kewenangan
untuk menjalankan pekerjaan di bidang kesehatan lingkungan
pada Fasilitas Pelayanan Kesehatan.

Lanjutan ...
Pelaksanaan Pekerjaan Tenaga Sanitarian
Tenaga Sanitarian yang memiliki SIKTS dapat melakukan
pekerjaannya pada Fasilitas Pelayanan Kesehatan
Lingkup pekerjaan Tenaga Sanitarian merupakan pelayanan kesehatan
lingkungan yang meliputi pengelolaan unsur-unsur yang mempengaruhi
timbulnya gangguan kesehatan,
Lingkup pelayanan pengelolaan limbah cair
Lingkup pelayanan pengelolaan limbah padat
Lingkup pelayanan pengelolaan udara dan limbah
Lingkup pelayanan pengelolaan sampah yang tidak diproses sesuai
persyaratan pemerintah
Lingkup pelayanan pengendalian binatang pembawa penyakit
Lingkup pelayanan pengelolaan zat kimia dan limbah B3 termasuk
limbah medik
Lingkup pelayanan pengelolaan kebisingan yang melebihi ambang
batas

Lanjutan ...
Lingkup pelayanan pengelolaan radiasi sinar
pengion dan non pengion
Lingkup pelayanan pengelolaan air yang tercemar
Lingkup pelayanan pengelolaan udara yang
tercemar
Lingkup pelayanan pengelolaan makanan yang
terkontaminasi

Kewenangan/kompetensi yang dimiliki


Sanitarian meliputi:
merencanakan dan mengelola sumber daya di bawah
tanggung jawabnya;
mengevaluasi secara komprehensif dengan
memanfaatkan IPTEK untuk menghasilkan langkahlangkah pengembangan strategi organisasi yang menjadi
tanggung jawabnya;
memecahkan permasalahan berkaitan dengan bidang
sains, teknologi dan atau seni kesehatan lingkungan
melalui pendekatan multidisipliner; dan
melakukan riset, mengambil keputusan strategis dan
mengomunikasikan atas semua aspek yang terkait dengan
kesehatan lingkungan dan berada di bawah tanggung
jawabnya.

Lanjutan ...
3. Peraturan Pemerintah No.66 Tahun 2014
Kesehatan Lingkungan adalah upaya pencegahan
penyakit dan/atau gangguan kesehatan dari faktor
risiko lingkungan untuk mewujudkan kualitas
lingkungan yang sehat baik dari aspek fisik, kimia,
biologi, maupun sosial. Standar Baku Mutu Kesehatan
Lingkungan adalah spesifikasi teknis atau nilai yang
dibakukan pada media lingkungan yang berhubungan
atau berdampak langsung terhadap kesehatan
masyarakat. Persyaratan Kesehatan adalah kriteria
dan ketentuan teknis kesehatan pada media
lingkungan.

Lanjutan ...
disebutkan Standar Baku Mutu Kesehatan
Lingkungan dan Persyaratan Kesehatan
ditetapkan pada media lingkungan yang
meliputi: air; udara; tanah; pangan; sarana dan
bangunan; dan vektor dan binatang pembawa
penyakit. Sedangkan Media lingkungan yang
ditetapkan Standar Baku Mutu Kesehatan
Lingkungan dan Persyaratan Kesehatan
sebagaimana
berada
pada
lingkungan
Permukiman;Tempat Kerja;tempat rekreasi; dan
tempat dan fasilitas umum.

Anda mungkin juga menyukai