Anda di halaman 1dari 32

KONSEP TEGANGAN (STRESS)

DAN
TEGASAN (STRAIN)

OLEH :
Ir.WARSITO ATMODJO, M.Si

Materi :
1.DEFINISI DAN PENGERTIAN UMUM
TEGANGAN
2.TEGANGAN (STRESS) ELIPSOID
3.LINGKARAN MOHR UNTUK TEGANGAN
4.PENGERTIAN UMUM TEGASAN
5.LINGKARAN MOHR UNTUK TEGASAN

DEFINISI DAN PENGERTIAN


UMUM TEGANGAN (STRESS)
Pengertian Tegangan
Billings, 1979, tegangan adalah suatu gaya yang bekerja
per satuan luas.
Spencer, 1969, definisi tegangan adalah gaya per
satuan luas. Gaya adalah hasil dari massa benda dan
percepatan.
F = m.a
F = gaya (N), m = massa benda (gr), a = percepatan
(gr/dt2)

Regan, 1976, tegangan merupakan harga limit dari


perubahan gaya dan luas permukaan

S = lim
A

1.
2.
3.

F
0

Gaya terhadap batuan ada 3 :


Gaya Tarik
Gaya Tekan
Gaya Kopel

a.Gaya taRik : arah saling berlawanan, bergerak


menjauhi.
b.Gaya Tekan : arah saling berlawanan, bergerak
mendekati.
c.Gaya Kopel : arah berlawanan, tidak segaris,
keduanya ada pada bidang yang sama.

Berdasarkan besar kecilnya gaya yang bekerja, maka


tegangan dapat dibagi menjadi :
1.

Tegangan Maksimum (1)


tegangan yang paling besar pengaruhnya terhadap
benda yang terkena tegangan.

2.

Tegangan Menengah (2)


tegangan yang harganya menengah dan tidak begitu
berpengaruh.

3.

Tegangan Minimum ((3)


tegangan yang harganya paling kecil dan pengaruh
terhadap benda yang terkena tegangan kecil/ tidak
ada.

Tegangan pada Bidang Miring


(Ramsay,1967)
1.Tegangan Normal ()
tegangan yang arahnya tegak lurus terhadap bidang
yang terkena tegangan.

2.Tegangan Geser ()
tegangan yang arahnya sejajar dengan bidang yang
terkena tegangan.

Pada pembahasan di atas menunjukkan tegangan dalam


dua dimensi dari suatu bidang miring yang terkena
tegangan. Bidang miring tersebut AB dan membentuk sudut
terhadap bidang vertikal OA (gambar 7).

Dari masalah di atas mendapatkan besarnya harga


tegangan normal dari tegangan geser dipergunakan
perhitungan secara geometris analitis.

Perhitungan untuk mencari harga tegangan normal dan


tegangan geser adalah :
Jika AB satuan panjang, maka hargaOA = cos dan OB =
sin , dari tegangan normal () dapat diuraikan menjadi 1
dan 2 sehingga akan didapatkan harga tegangan normal
dengan persamaan :

Oleh Ramsay, dari hasil perhitungan tersebut dibuat suatu


grafik veriasi tegangan normal , tegangan geser dengan
perubahan sudut (lihat gambar)

Pada gambar tersebut nampak bahwa harga tegangan geser


maksimum pada 1 - 2 : 2, pada perubahan sudut 45
dan kelipatannya. Sedangkan harga tegangan normalnya
adalah cos = 1 + 2, pada perubahan sudut dari 0.
1 - 2
Pada grafik tersebut nampak pula bahwa tegangan geser
berupa grafik sinus dan tegangan normal berupa grafik
cosinus.

TEGANGAN (STRESS) ELIPSOID


Dalam konsep ini digunakan konsep 3 dimensional
yaitu x, y, dan z. Dalam hal ini yang digunakan
adalah tegangan normal , yang dituliskan dalam
x , y dan z serta ketiga tersebut posisinya
sejajar dengan tegangan maksimum, tegangan
menengah, dan tegangan minimum yaitu 1 , 2
dan 3.

Segmen Tegangan pada Bidang Miring

Pada gambar di atas nempak bahwa dari P membentuk


sudut terhadap sumbu x, terhadap sumbu y dan
terhadap sumbu z. Arah-arah tersebut mempunyai harga
cos terhadap P adalah l = cos , m = cos dan n = cos .
Bidang P akan membentuk suatu tetrahedron dari P. Untuk
dapat mengetahui tegangan dalam 3 dimensi tersebut
digunakan tiga pandangan (pandangan 1,2,3).

Tegangan yang memotong bidang P merupakan komponen


tegangan normal yang harganya :

x = l. 1
y = m. 2
z. = n. 3.

Karena harga cos2 +cos2 dan cos2 = 1 maka harga l +


m + n = 1 sehingga didapatkan persamaan :

x + y + z. = 1
1
2
3
Persamaan diatas adalah suatu persamaan ELIPSOIDA.
Sumbu utama elipsoida tersebut merupakan sumbu utama
dari tegangan,. seperti digambarkan dalam gambar di
bawah ini :

Gambar tersebut jika dijabarkan menjadi 2 dimensional


menjadi :

Gambar di atas menunjukkan potongan dari


tegangan elipsoida, diungkapkan sebagai garis OP, OX
sebagai sumbu utama terbesar dari elips. Dari garis OX
dibuat garis tegak lurus melalui titik P, sehingga akan
memotong lingkaran di titik A. Jika sudut antara OA dan
OX, maka harga OY = 1 cos .
Dengan cara yang sama dari sumbu minimum OZ,
OZ dan OB membentuk sudut . Untuk itu digunakan
persamaan OQ = 2 cos . dari persamaan tersebut,
didapatkan persamaan elips dari P yaitu :
OY + OQ
=1
1
2
Dalam hal ini O,B, dan A terletak pada satu garis
OB=OA.

Dari konstruksi tersebut apabila diterapkan pada


ketiga potongan dari elips tersebut, maka didapatkan
bentuk tiga dimensinya yaitu bentuk elipsoida dari
tegangan (stress).

LINGKARAN MOHR UNTUK TEGANGAN


Untuk mengungkapkan tegangan dalam sistem
lingkaran Mohr digunakan sistem koordinat dengan absis
tegangan normal dan ordinat tegangan geser .
Menurut Hubert, 1951, harga tegangan normal dan
tegangan geser mempunyai harga sbb:
= 1 + 3 + 1 - 3 cos 2
2
2

= 1 - 3 sin 2
2

Penggambaran tegangan dengan lingkaran Mohr dari


persamaan di atas adalah :

Pusat lingkaran dari gambar di atas terletak pada absis dari


tegangan normal yaitu harganya 1 + 3
2
dan jari-jarinya 1 - 3
2

PENGERTIAN UMUM TEGASAN


Spencer, 1969, tegasan merupakan suatu perubahan
bentuk ataupun ukuran dari benda yang terkena
tegangan. Perubahan posisi suatu benda yang terkena
gaya tersebut termasuk dalam pembahasan tegasan.

Berdasarkan perubahan yang terjadi akibat tegangan,


tegasan dibagi menjadi :
1. Distorsi
2. Dilatasi
3. Deformasi

1.Distorsi : Benda berubah bentuk tanpa adanya


perubahan volume akibat tegangan yg
bekerja.
2.Dilatasi : Perubahan volume benda tanpa perubahan
bentuk akibat tegangan.
3.Deformasi : Perubahan bentuk dan volume benda
akibat tegangan yg bekerja.

Berdasarkan suatu bidang /garis sebelum dan sesudah


terjadi deformasi tegasan dibagi menjadi :
1.Tegasan Homogen
Suatu garis/bidang sejajar setelah terdeformasi akan
tetap lurus dan tetap sejajar.
2.Tegasan Tidak Homogen
Suatu garis lurus akan berubah menjadi tidak lurus dan
garis yang sejajar menjadi tidak sejajar setelah
deformasi.

TEGASAN ELIPSOID
Dalam tegasan elipsoid juga digunakan koordinat x,
y, dan z. Bentuk tegasan elipsoid berbeda dengan bentuk
tegangan elipsoid, dimana sumbu terpanjang dari tegangan
elipsoid akan menjadi sumbu terpendek dalam tegasan
elipsoid.
Jika dihubungkan dengan tegasan elipsoid maka
bentuk tegasan elipsoid akan berupa elipsoida dengan
sumbu terpanjang arahnya vertikal dan berimpit dengan
tegangan terkecil. 3 . Sumbu terpendek elipsoida dalam
tegasan arahnya horisontal dan berhimpit dengan
tegangan terbesar 1.

Apabila digambarkan secara 2 dimensi berupa elips, maka


bentuk elips tersebut berasal dari bentuk lingkaran yg
berubah karena terdeformasi :

Gambar diatas menunjukan bahwa sebelum


terdeformasi berbentuk lingkaran dengan jari-jari r dan
sumbu elips didalamnya 1 dan 2 serta sudutnya .
Namun, setelah terdeformasi berubah menjadi bentuk
elips dengan sumbu panjangnya r i dan sumbu
pendeknya r ii dan sumbu dari elips didalamnya
berubah pula menjadi r 2t sebagai sumbu pendeknya
dan sumbu panjangnya it serta sudutnya berubah
menjadi t. Pada gambar tersebut sumbu panjang dari
elips sejajar dengan sumbu x dan sumbu pendeknya
sejajar dengan sumbu y.

LINGKARAN MOHR UNTUK TEGASAN


Untuk mengungkapkan tegasan dengan cara ini
digunakan sistem koordinat absis dan ordinat serta
sudut geser .
Menurut Ramsay, 1967, lingkaran tersebut jika dihitung
harga absis dan ordinatnya adalah :
= 1 + 2 - 2 - 1 cos 2
2
2
= 2 - 1 sin 2
2

Dalam penggambaran tegasan dengan lingkaran Mohr


sebagai pusatnya adalah harga dari absis 1 + 2

2
dan jari-jari 2 - 1
2
serta tegasan gesernya sudutnya berubah. Hal ini
berpengaruh terhadap harga sudut 2 , lihat gambar di
bawah ini :