Anda di halaman 1dari 45

VISI KOTA MALANG

2013 - 2018

TERWUJUDNYA KOTA MALANG


SEBAGAI KOTA BERMARTABAT
BERSIH, MAKMUR, ADIL, RELIGIUS-TOLERAN,
TERKEMUKA, AMAN, BERBUDAYA, ASRI, DAN TERDIDIK

MISI KOTA MALANG


2013 - 2018

MENCIPTAKAN MASYARAKAT YANG MAKMUR, BERBUDAYA DAN TERDIDIK


BERDASARKAN NILAI-NILAI SPIRITUAL YANG AGAMIS, TOLERAN DAN SETARA.

MENINGKATKAN KUALITAS PELAYANAN PUBLIK YANG ADIL, TERUKUR DAN


AKUNTABEL.

MENGEMBANGKAN POTENSI DAERAH YANG BERWAWASAN LINGKUNGAN


YANG BERKESINAMBUNGAN, ADIL, DAN EKONOMIS.

MENINGKATKAN KUALITAS PENDIDIKAN MASYARAKAT KOTA MALANG


SEHINGGA BISA BERSAING DI ERA GLOBAL

MISI KOTA MALANG


2013 - 2018
5

MENINGKATKAN KUALITAS KESEHATAN MASYARAKAT KOTA MALANG BAIK


FISIK, MAUPUN MENTAL UNTUK MENJADI MASYARAKAT YANG PRODUKTIF

MEMBANGUN KOTA MALANG SEBAGAI KOTA TUJUAN WISATA YANG


AMAN, NYAMAN, dan BERBUDAYA.

MENDORONG PELAKU EKONOMI SEKTOR INFORMAL DAN UKM AGAR LEBIH


PRODUKTIF DAN KOMPETITIF.

MENDORONG PRODUKTIVITAS INDUSTRI DAN EKONOMI SKALA BESAR


YANG BERDAYA SAING, ETIS DAN BERWAWASAN LINGKUNGAN.

MENGEMBANGKAN SISTEM TRANSPORTASI TERPADU DAN INFRASTRUKTUR


YANG NYAMAN UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS HIDUP MASYARAKAT.

Menuju Kota Malang


Tanpa Kumuh Tahun 2019

Kawasan Kumuh di Indonesia : 37.407 Ha


(12%)
Kawasan Kumuh di Kota Malang : 608,60 Ha
(5,53%) atau menyumbang 1,63% kumuh
Indonesia
Kawasan Kumuh prioritas di Kota Malang :
255,384 Ha (2,32%) atau menyumbang 0,68%
kumuh Indonesia
DATA

Kawasan Kumuh

Kawasan Kumuh di Kota Malang :


593,26 Ha (5,36%)
PENATAAN LINGKUNGAN
PERMUKIMAN BERBASIS
KOMUNITAS (PLPBK)
KAWASAN KUMUH
PRIORITAS (RP2KP)
Perda 13 Tahun 2014

PLATFORM PROGRAM

Surat Direktur Penataan


Bangunan & Lingkungan
PR/01/01.eb/350
tanggal 17 Mei 2014

Penanganan Kawasan Kumuh

memberikan akses air


minum 100%
mengurangi kawasan
kumuh hingga 0%
menyediakan akses
sanitasi layak 100%

TANTANGAN NASIONAL

untuk masyarakat Indonesia


pada 2019 (akhir RPJMN ke-3
tahun 2015-2019) yang disebut
dengan Key Performance
Indicator 100-0-100
mewujudkan pemukiman yang
layak huni dan berkelanjutan.

100 - 0- 100 pada akhir 2019

Kawasan Kumuh Prioritas


(Perda 13 Tahun 2014 tentang Rencana Pembangunan dan Pengembangan
Kawasan Permukiman Kota Malang Tahun 2014 2034)
NO

KAWASAN

KECAMATAN

LUAS
(HA)

Kawasan permukiman Industri Tempe Sanan

Blimbing

24,460

II

Kawasan permukiman kampung Kebalen

Kedungkandang

III

Kawasan permukiman industri sanitair Klaseman

Sukun

24,920

IV

Kawasan permukiman kampung Sumbersari dan


sekitarnya

Lowokwaru

36,078

Kawasan permukiman kampung Betek

Lowokwaru

24,572

VI

Kawasan permukiman kampung Embong Brantas dan


sekitarnya

Klojen

16,518

VII

Kawasan permukiman industri keramik Dinoyo

Lowokwaru

14,083

VIII

Kawasan permukiman kampung Kotalama/Kutobedah

Kedungkandang

49,584

IX

Kawasan permukiman kampung Jodipan

Kedungkandang

25,945

Kawasan permukiman kampung Ciptomulyo

Sukun

29,584

9,640

TOTAL LUAS 255,384

KAWASAN
KAWASAN

Sanan

Kebalen

Dinoyo

Kotalama/Kutobedah

Sumbersari

Ciptomulyo

Betek
Klaseman
Embong Brantas
Jodipan

Ilustrasi

Kawasan Kumuh Prioritas

Lokasi PLPBK Khusus kota Malang 2014


TULUSREJO
BALEARJOSARI

TLOGOMAS

PURWODADI

DINOYO
KIDUL DALEM
KESATRIAN

ORO-ORO
DOWO

POLEHAN

BARENG

TANJUNGREJO

JODIPAN

SUKUN

KOTALAMA

KASIN
MERGOSONO

CIPTOMULYO

Legenda :
Kec. Blimbing
Kec. Kedungkandang
Kec. Sukun
Kec. Klojen
Kec. Lowokwaru

Tujuan : Menciptakan permukiman yang lebih


layak huni, dengan kualitas pelayanan
infrastruktur yang lebih baik dan terintegrasi
serta tersedianya ruang-ruang pengembangan
sosial, ekonomi dan budaya dengan
mempertimbangkan karakteristik fisik dan
kearifan lokal

Konsep Penanganan

Kawasan Kumuh Prioritas

KEBUTUHAN
PENANGANAN
Musrenbang
Blusukan
Sarasehan

SKENARIO PENANGANAN
Peningkatan kualitas lingkungan
Peningkatan pelayanan
infrastruktur kawasan
Integrasi prasarana dan sarana
kawasan, antarkawasan, dan
sistem kota
Penyediaan ruang publik dan
ruang sosial
Partisipasi aktif masyarakat

Konsep Penanganan

IMPLEMENTASI
PROGRAM

Kawasan Kumuh Prioritas

Mengatur dan menata intensitas


bangunan di kawasan
Mengatur sirkulasi keluar masuk
kawasan
Memperbesar outlet pemasaran tempe
kripik yang terdapat di sepanjang pintu
masuk kawasan;
Memfungsikan secara optimal drainase
yang ada dengan melakukan
pembersihan terhadap sampah padat
yang tidak terurai oleh air;
Memfungsikan kembali IPAL kotoran sapi
dan mengembangkan teknologi untuk
pemanfaatan limbah kotoran sapi
sebagai sumber bahan bakar biogas;

Konsep Penanganan

Kawasan Permukiman Industri


Tempe Sanan

Pengembalian fungsi bantaran sungai


sebagai kawasan lindung, melalui
relokasi penduduk di bantaran,
Penyiapan permukiman baru bagi
penduduk yang direlokasi;
Penghentian fasilitasi infrastruktur
permukiman di bantaran;
Memperbaiki rumah yang tidak layak
huni, meningkatkan kualitas
lingkungan, serta memperbaiki saluran
drainase; dan
Menyediakan sistem pengolahan
limbah dan sampah terpadu untuk
usaha pemotongan ayam yang
berkembang sehingga tidak
mencemari sekitarnya.

Konsep Penanganan

Kawasan Permukiman Kampung


Kebalen

Sempadan sungai perlu dikembalikan fungsinya dan permukimanyang


berkembang disekitarnya perlu untuk dipindahkan ke lokasi yang sesuai
dengan peruntukannya;
Penataan dan perbaikan kualitas lingkungan, prasarana, sarana, serta utilitas
umum kawasan;
Pemenuhan kebutuhan rumah melalui peningkatan intensitas pemanfaatan
ruang kawasan;
Permukiman yang berkembang di sekitar jalan utama perlu didorong sebagai
kawasan mix used (perdagangan jasa dan permukiman); dan
Perbaikan kualitas jalan lingkungan yang dilengkapi dengan drainase dan
penerangan jalan, serta peningkatan aksesibiltas kawasan

Konsep Penanganan

Kawasan Permukiman Industri


Sanitair Klaseman

Bantaran sugai dikembalikan


fungsinya sebagai kawasan lindung
melalui relokasi penduduk, penyiapan
permukiman baru, dan penghentian
fasilitasi infrastruktur permukiman di
bantaran;
Perbaikan jalan lingkungan eksisting
yang dilengkapi dengan drainase dan
penerangan jalan umum;
Perlunya penertiban perumahan yang
dimanfaatkan sebagai kos-kosan; dan
Pemenuhan sarana pelayanan umum
serta fasilitas perdagangan dan jasa
skala kawasan melalui pemberian izin
aktivitas pelayanan umum,
perdagangan dan jasa di zona
permukiman

Konsep Penanganan

Kawasan Permukiman Kampung


Sumbersari & sekitarnya

Sempadan sungai perlu dikembalikan


fungsinya dan permukimanyang
berkembang disekitarnya perlu untuk
dipindahkan ke lokasi yang sesuai
dengan peruntukannya;
Permukiman yang berkembang perlu
untuk ditata lingkungannya melalui
perbaikan jalan lingkungan, perbaikan
drainase, pemberdayaan masyarakat
untuk pengolahan sampah secara
mandiri, dan penyediaan penerangan
jalan umum; dan
Pemenuhan sarana pelayanan umum
serta fasilitas perdagangan dan jasa
skala kawasan melalui pemberian izin
aktivitas pelayanan umum,
perdagangan dan jasa di zona
permukiman .

Konsep Penanganan

Kawasan Permukiman Kampung


Betek

Sempadan sungai perlu dikembalikan


fungsinya dan permukiman yang
berkembang disekitarnya perlu untuk
dipindahkan ke lokasi yang sesuai dengan
peruntukannya;
Pemenuhan sarana pelayanan umum
serta fasilitas perdagangan dan jasa skala
kawasan melalui pemberian izin aktivitas
pelayanan umum, perdagangan dan jasa
di zona permukiman; dan
Permukiman yang berkembang perlu
untuk ditata lingkungannya melalui
perbaikan jalan lingkungan, perbaikan
drainase, pemberdayaan masyarakat
untuk pengolahan sampah secara
mandiri, dan penyediaan penerangan
jalan umum.

Konsep Penanganan

Kawasan Permukiman Kampung


Embong Brantas & sekitarnya

Bantaran sungai dikembalikan fungsinya


sebagai kawasan lindung, melalui relokasi
penduduk di bantaran, penyiapan
permukiman baru bagi penduduk yang
direlokasi, dan penghentian fasilitasi
infrastruktur permukiman di bantaran;
Jalan lingkungan eksisting yang rusak perlu
diperbaiki dan dilengkapi dengan drainase
dan penerangan jalan umum;
Penataan kawasan;
Pemenuhan sarana pelayanan umum serta
fasilitas perdagangan dan jasa skala kawasan
melalui pemberian izin aktivitas pelayanan
umum, perdagangan dan jasa di zona
permukiman; dan
Pemeliharaan infrastruktur permukiman.

Konsep Penanganan

Kawasan Permukiman Industri


Keramik Dinoyo

Bantaran Sungai Brantas dikembalikan


fungsinya sebagai kawasan lindung,
melalui relokasi penduduk di bantaran,
penyiapan permukiman baru bagi
penduduk yang direlokasi, dan
penghentian fasilitasi infrastruktur
permukiman di bantaran;
Jalan lingkungan eksisting yang rusak
perlu diperbaiki dan dilengkapi dengan
drainase dan penerangan jalan umum;
Rumah yang tidak layak huni diperbaiki
dan lingkungan permukimannya
ditingkatkan kualitasnya;
Kawasan kumuh yang ada perlu
ditangani, baik dari sisi bangunan
maupun lingkungannya; dan
Pemenuhan sarana pelayanan umum
serta fasilitas perdagangan dan jasa
skala kawasan melalui pemberian izin
aktivitas pelayanan umum,
perdagangan dan jasa di zona
permukiman.

Konsep Penanganan

Kawasan Permukiman Kampung


Kotalama/Kutobedah

Sempadan rel perlu dikembalikan fungsinya


dan permukiman yang berkembang
disekitarnya perlu untuk dipindahkan ke
lokasi yang sesuai peruntukannya;
Pemenuhan sarana pelayanan umum serta
fasilitas perdagangan dan jasa skala
kawasan melalui pemberian izin aktivitas
pelayanan umum, perdagangan dan jasa di
zona permukiman; dan
Permukiman yang berkembang perlu untuk
ditata lingkungannya melalui perbaikan
jalan lingkungan, perbaikan drainase,
pemberdayaan masyarakat untuk
pengolahan sampah secara mandiri, dan
penyediaan penerangan jalan umum.

Konsep Penanganan

Kawasan Permukiman Kampung


Jodipan

Sempadan rel perlu dikembalikan fungsinya


dan permukiman yang berkembang
disekitarnya perlu untuk dipindahkan ke
lokasi yang sesuai peruntukannya;
Permukiman yang berkembang perlu untuk
ditata lingkungannya melalui perbaikan
jalan lingkungan, perbaikan drainase,
pemberdayaan masyarakat untuk
pengolahan sampah secara mandiri, dan
penyediaan penerangan jalan umum; dan
Lingkungan permukiman di sekitar industri
perlu untuk ditingkatkan kualitasnya.

Konsep Penanganan

Kawasan Permukiman Kampung


Ciptomulyo

TANTANGAN MENJAWAB
PERMASALAHAN RIVERSIDE KEL.
SUKUN

Banyak warga menempati lokasi di


sepadan DAS sungai sukun dan
sungai kutuk
Lokasi kawasan cukup padat
penduduk .
Sarana jalan lingkungan yang
berundak
Kurangnya fasilitas sanitasi dan air
bersih
Kurangnya fasilitas dan pengelolaan
sampah yang berakibat sampah
dimana-mana (sungai)
Kondisi geografis wilayah curam dan
rawan
bencana,
diperlukan
penataan yang baik
Kurangnya ruang terbuka hijau
Kondisi
jalan lingkungan
dan
drainase perlu pembangunan
Kondisi rumah warga miskin yang
tidak layak huni sesuai standart
kesehatan
Banyak rumah yang tidak memiliki
sarana MCK

Konsep
Penanganan

Kelurahan Sukun

TANTANGAN MENJAWAB PERMASALAHAN SANITASI SEPANJANG ALIRAN


DRAINASE
1. Kondisi jalan lingkungan masih tanah
dan jika hujan becek/licin
2. Kondisi kampung yang padat dan tidak
tertata
3. Fasilitas MCK umum kurang layak (tidak
ada septic tank)
4. Sarana perbelanjaan lokal masih belum
tertata rapi (kumuh)
5. Banyak warga melakukan aktivitas BAB
di sungai
6. Limbah rumah tangga masih banyak
yang dibuang di sungai
7. Jembatan lingkungan sudah rusak dan
perlu perbaikan

Konsep Penanganan

Kelurahan Tulusrejo

TANTANGAN MENJAWAB PERMASALAHAN KAWASAN CEKUNGAN YANG


SERING TERGENANG BANJIR
Kondisi
rumah
tinggal
saling
berhimpitan, tidak sesuai dengan
standart kualitas kesehatan
Kurangnya sumber air bersih untuk
warga
Sarana Drainase sangat buruk
Kondisi Jalan lingkungan yang
buruk
Ketersediaan sarana MCK terbatas
Banyak warga menderita penyakit
diare dan muntaber
Jaringan listrik belum tertata rapi

Konsep Penanganan

Kelurahan Balearjosari

TANTANGAN MENJAWAB PERMASALAHAN KUMUH KEL. POLEHAN


Banyak rumah tidak layak huni dan
padat dengan letak bangunan yang
tidak terkontrol
Banyak sampah yang tidak dikelola
secara terpadu
Banyak saluran air yang rusak dan tidak
terawat
Gorong-gorong yang sudah tidak bisa
menampung luapan air hujan dan perlu
di perlebar
Banyaknya warga miskin yang tidak
mempunyai septic tank dan resapan
Sumber air bersih (sumur) yang
dimanfaatkan tidak layak dikonsumsi/air
keruh
Tidak ada ruang terbuka hijau

Konsep Penanganan

Kelurahan Polehan

PRASARANA : Penataan dan Penyehatan Lingkungan


Infrastruktur jalan pavingisasi (untuk lebar jalan kurang dari 2
m), hotmix (untuk lebar jalan lebih dari 2 m)
Perbaikan dan penyediaan drainase lingkungan yang
terintegrasi dengan drainase kota
Perbaikan dan penyediaan sanitasi tanpa jamban menjadi
dengan jamban
Penyediaan bak septik komunal
Penyediaan IPLT
Peningkatan pelayanan air bersih

Program

Fisik Lingkungan

BANGUNAN :
Bangunan Liar (di sempadan sungai dan sempadan rel kereta
api) relokasi
Bangunan tidak liar Rumah Tidak Layak Huni menjadi
Rumah Layak Huni melalui BEDAH RUMAH

SARANA
Penyediaan ruang sosial berupa ruang terbuka (taman
aktif, taman lansia, dll)

Program

Fisik Lingkungan

NON FISIK (SOSIAL)


Pelatihan ekonomi kreatif
Sosialisasi sanitasi , penyehatan lingkungan, dan kesehatan
masyarakat melalui PKK, BKM, LPMK

Program

Non Fisik / Sosial

RENCANA TARGET
KOTA MALANG TANPA KUMUH 2019
TAHUN

TARGET
LUAS
KUMUH
(HA)

Target Kota Malang Tanpa Kumuh


2019

TARGET LOKASI

593.26

2014

593,26

Tuntas Kelurahan

2015

520,00

Tuntas Kelurahan

2016

360,00

Tuntas Kelurahan

2017

260,00

Tuntas Kelurahan

2018

80,00

Tuntas Kelurahan

2019

KOTA MALANG TANPA


KUMUH

520.00

360.00

260.00

80.00

2014

2015

2016

2017

2018

0.00
2019

APBN : DAU, DAK

APBD - Hibah
Program SKPD yang diarahkan untuk mendukung
kegiatan di kawasan prioritas
Dana Hibah Kelurahan
Pelibatan Swasta CSR

Rencana Investasi

Sumber Pembiayaan Program

sebelum

Target T0 2014 :
Tuntas Sanan, Sukun, dan Tulusrejo
seluas ....... Ha
sesudah

Program yang sedang berjalan :


Perbaikan Bangunan (Bedah Rumah)

T0 : 2014

0%

30%

100%

Rumah Tidak Layak Huni menjadi Rumah Layak Huni

0%

30%

100%

Program yang sedang berjalan :


Perbaikan Bangunan (Bedah Rumah)

T0 : 2014

0%

30%

100%

Bedah rumah menuju Rumah Layak Huni

0%

30%

100%

T0 : 2014

Program yang sedang berjalan :


Penyediaan Hunian

Hunian yang sehat, aman, nyaman, dan sesuai tata ruang

T0 : 2014

Program yang sedang berjalan :


Peningkatan Kualitas Permukiman

Infrastruktur untuk ekonomi yang lebih baik

Program yang sedang berjalan :


Peningkatan Kualitas Permukiman

T0 : 2014

Penambahan Layanan Jaringan


PDAM

Penyediaan tempat sampah


plastik dan kertas (bank
sampah) dan basah
(composting)

Penambahan gerobak
bermotor dan petugas pada
lokasi yang belum terjangkau
pasukan kuning

Sanitasi untuk generasi yang cemerlang

M C K

Pemanfaatan Biogas

Septic tank bio-filter

T0 : 2014

Program yang sedang berjalan :


Peningkatan Kualitas Permukiman

Ruang terbuka untuk hunian yang ramah lingkungan

Sinergi Melawan Kumuh


Menuju
KOTA MALANG TANPA KUMUH 2019

Pemerintah
(Pusat,
Provinsi,
Kota)

Pihak
Swasta

Akademisi ,
NGOs dan
Lembaga
Donor

Masyarakat

RENCANA TARGET
KOTA MALANG TANPA KUMUH 2019
TAHUN

TARGET LUAS
KUMUH (HA)

TARGET LOKASI

2014 awal

608,60

Tuntas Kelurahan Kotalama, Balearjosari,


Pandanwangi, Purwantoro, Sukun, Tulusrejo

2014 akhir

546,06

Tuntas Kelurahan Bandulan, Dinoyo, Jatimulyo,


Kiduldalem, Lowokwaru, Merjosari, Polehan,
Sukoharjo, Sumbersari, Tanjungrejo, Tlogomas

2015

431,29

Tuntas Kelurahan Bandulan, Jodipan, Mergosono,


Oro-oro Dowo

2016

330,19

Tuntas Kelurahan Blimbing, Ciptomulyo, Gadingkasri,


Kauman, Tanjungrejo

2017

221,17

Tuntas Kelurahan Bareng dan Kelurahan Samaan

2018

109,21

Tuntas Kelurahan Kasin dan


KelurahanPenanggungan

2019

KOTA MALANG TANPA KUMUH

RENCANA TARGET
KOTA MALANG TANPA KUMUH 2019
TAHUN KETAHUN
TARGET
PENANGANAN
KAWASAN
TARGET LUAS
KUMUH (HA)

2014 awal 2014 akhir

2015

2016

2017

2018

2019

608,6

70,54

114,77

101,1

109,02

111,96

101,21

608,6

546,06

431,29

330,19

221,17

109,21

Target Kumuh 2014 - 2019


Series1

608.6

546.06
423.29
322.19
213.17
101.21

2014

2014

2015

2016

2017

2018

0
2019

RENCANA TARGET
KOTA MALANG TANPA KUMUH 2019
Trend Anggaran DPU-PPB (milyar
Rupiah)
300

250

Axis Title

200

150

Series1

100

50

0
1

Asumsi 1 hektar
permukiman kumuh (KDB
90%) :
-90 rumah perbaikan
rumah @ Rp. 12.500.000,-PSU kawasan
(Rp. 3.000.000.000,-)
Rp. 4.125.000.000,-

RENCANA TARGET
KOTA MALANG TANPA KUMUH 2019
Tahun 2014
awal
TARGET
PENANGANAN

Tahun 2014
akhir

Tahun
2015

70,54

114,77

Tahun
2016
101,1

Tahun
2017
109,02

Tahun
2018
111,96

Tahun
2019
101,21

RUPIAH

290.977.500.000

473.426.250.000

417.037.500.000 449.707.500.000

461.835.000.000 417.491.250.000

ANGGARAN
DPU-PPB

203.250.000.000

206.250.000.000

206.250.000.000 206.250.000.000

206.250.000.000 206.250.000.000

SELISIH

(87.727.500.000)

(267.176.250.000)

(210.787.500.000) (243.457.500.000)

(255.585.000.000)

(211.241.250.000)

RENCANA TARGET
KOTA MALANG TANPA KUMUH 2019
Penanganan kumuh
-Perbaikan RTLH
-Perbaikan Kualitas Lingkungan
-Pembangunan Rusunawa
Kurang lebih Rp. 3,7 T

Terima kasih