Anda di halaman 1dari 35

MENTAL RETARDASI

O
L
E
H
Dr. Yulizar Darwis Sp. KJ, MM

Inteligensi dan intelekt


Inteligensi (IQ = Intelligence Quotient, taraf kecerdasan)
Kemampuan individu untuk mencari penyelesaian
masalah yang baru secara efektif dan efisien melalui
suatu pemikiran dan pertimbangan
Intelekt (taraf pendidikan)
Kemampuan individu untuk menerima dan mencerna
pengetahuan di sekolah dan variasi pengalaman yang
diperoleh sepanjang hidup
Semakin tinggi IQ semakin mampu menyelesaikan
taraf pendidikan yang lebih tinggi intelekt tinggi

IQ

usia inteligensi
---------------------- x 100
usia khronologik

Usia inteligensi = ketrampilan yang dimiliki


seseorang sesuai dengan ketrampilan
anak normal umur berapa
Usia khronologik = usia sebenarnya

Tingkat tingkat Inteligensi

Sangat superior (Genious)


- IQ > 130
- terlalu pandai disekolah
- dapat menyelesaikan pendidikan perguruan tinggi
dengan cepat
- berpangkat / kedudukan tinggi dalam masyarakat

Superior
- IQ 110 130
- dapat menyelesaikan perguruan tinggi dengan mudah
- dapat berfungsi biasa

Normal (rata-rata)
- IQ 90 110
- dapat menyelesaikan SLTA, mengalami sedikit
kesukaran di PT
- merupakan rakyat golongan biasa

Borderline (Ambang, perbatasan


- IQ 70 89
- beberapa kali mengulang di SD
- tidak dapat bersaing dalam mencari nafkah
- bekerja sebagai buruh kasar

Mental Redardasi (keterbelakangan mental)


- IQ < 70

MENTAL RETARDASI

Keadaan dengan taraf kecerdasan (IQ) dibawah


normal (subnormal) sejak masa perkembangan
sehingga terdapat perkembangan mental yang
kurang secara keseluruhan

Pada mental retardasi perkembangan IQ tidak


pernah mencapai optimal (normal), pada
Demensia taraf kecerdasan menurun setelah
mencapai normal

Etiologi

Faktor Genetik (turunan)


Infeksi / Intoksikasi
Trauma
Gangguan metabolisme / Gizi
Penyakit otak
Kelainan Bawaan
Kelainan Kromosom
Prematuritas
Gangguan Jiwa Berat
Deprevasi Psikososial

Tingkat Mental Retardasi


MR
MR
MR
MR

Ringan (F 70)
Sedang (F 71)
Berat (F 72)
Sangat Berat (F 73)

MR Ringan (F.70)

Debilitas Mentis
Test psikometrik IQ 50-69
Pada usia 0-5 th
- dapat mengembangkan ketrampilan sosial dan komunikasi
- keterlambatan minimal dalam sensori-motor
- sukar dibedakan dari normal
Pada usia 6 20 th
- dapat belajar ketrampilan akademik setingkat kelas VI SD pada
umur mendekati 20 th
- Dapat dibimbing kearah komformitas sosial
Pada usia > 20 th
- Dapat mencapai keterampilan sosial dan pekerjaan cukup untuk
mencari nafkah
- Perlu bimbingan bila mengalami stres emosional dan ekonomi yang
luar biasa

MR Sedang (Imbesilitas) F 71
Test Psikometrik IQ 35-49
Pada Usia 0-5 th
- Dapat berbicara / belajar berkomunikasi
- Kesadaran sosial kurang
- Perkembangan motorik cukup
- Dapat belajar mengurus diri sendiri
- Perlu diatur dengan supervisi sedang
Pada usia 6-20 th
- Dapat dilatih keterampilan sosial dan pekerjaan
- Dapat belajar kemampuan akademik setingkat kleas II SD pada umur
mendekati 20 th
- Dapat belajar pergi sendiri ke tempat yang sudah dikenal
Pada usia > 20 th
- Dapat mencari nafkah dalam pekerjaan kasar atau setengah terlatih
- Memerlukan pengawasan dan bimbingan bila mengalami stres emosional
dan ekonomi ringan

MR Berat (F 72)

Test Psikometrik IQ 20 34
Pada usia 0 5 th
- perkembangan motorik minimal
- bicara minimal
- tidak dapat dilatih mengurus diri sendiri
- ketrampilan komunikasi sedikit/tidak ada
Pada usia 6 20 th
- dapat bicara dan belajar berkomunikasi
- dapat dilatih dalam higiene dasar
- dapat dilatih secara sistematik dalam kebiasaan
Pada umur > 20 th
- mampu mengurus sebahagian diri sendiri dengan pengawasan
penuh
- dapat menjaga diri dalam lingkungan terkontrol

MR Sangat Berat (F 73)

Test psikometrik IQ < 20


Pada usia 0 5 th
- retardasi berat
- kemampuan minimal utuk berfungsi dalam bidang sensori-motor
- perlu pengaasan dan perawatan
Pada usia 6 20 th
- perkembangan motorik sedikit
- dapat bereaksi terhadap latihan mengurus diri sendiri secara
minimal dan terbatas
Pada usia > 20 th
- perkembangan bicara dan motorik sedikit
- dapat mengurus diri sendiri secara sangat terbatas
- membutuhkan perawatan terus-menerus

Diagnosis

Anamnesa terhadap orang tua tentang kehamilan,


persalinan dan perkembangan anak, pendidikan
orang tua, penyakit infeksi, gangguan gizi dan
riwayat MR dalam keluarga
Bila memungkinkan dilakukan test psikometrik
Pem. Lab dan test kromosom
Evaluasi pendengaran dan penglihatan
Observasi adanya gangguan psikiatrik

Diagnosis Banding
Anak dari keluarga miskin dengan
deprivasi rangsangan yang berat
anak dengan gangguan pendengaran dan
penglihatan
Cerebral Palsy gangguan bicara
Autisme
ADHD

Terapi
Neurotropika
Dapat diberikan neuroleptika bila gelisah,
hiperaktif dan destruktif.
Terapi belajar, bicara, dsb
Pendidikan di SLB bagian C
Pendidikan keterampilan untuk suatu
keahlian

Autisme Masa Kanak


(Autisme Infantil) F 84.0

Tergolong dalam Gangguan Perkembangan Pervasive (F 80)


Istilah autisme infantil didapatkan dari Leo Kanner (seorang
psikiater anak) pada tahun 1943 menulis laporan kasus 11 anak
yang memiliki gejala aneh yang sama, yaitu : tidak mampu
berkomunikasi, berinteraksi dan seolah-olah hidup dalam dunianya
sendiri. Ia memakai istilah autisme yang berarti hidup dalam dunia
sendiri. Infantil untuk membedakan dengan autisme pada orang
dewasa yang menderita skizofrenia. Istilah dipakainya Early Infantile
Autisme (dalam bhs Indonesia Autisme Masa Kanak)
Merupakan gangguan perkembangan sangat kompleks pada anak
Gejalanya sudah tampak sebelum usia 3 th
Gejala tampak dalam bentuk :
- ketidak mampuan berkomunikasi (verbal ataupun non verbal)
- ketidak mampuan dalam interaksi timbal-balik
- perilaku se-olah olah hidup dalam dunia sendiri
Lebih sering terdapat pada anak laki-laki (L : P = 4 : 1)

Kecerdasan bervariasi dari sangat rendah sp sangat tinggi


(> 50% dengan IQ < 70)
Prevalensi :
- th 1980 an 1 dalam 5000 anak
- th 2000
1 dalam 150 anak
Timbulnya gejala :
- sebahagian besar gejala autisme telah ada sejak lahir
Seorang ibu yang cermat akan melihat sejak usia 4 6 bulan,
karena anaknya kurang responsif thd ibunya (anak jarang menatap
mata ibunya, bila diaak bicara cuek, tidak memperlihatkan mimik
enang bila ibunya datang untuk menggendong dipanggil tidak
menoleh, lebih suka bermain sendiri dengan benda-benda
tertentu,dsb)
- sebahagian kasus gejala terlihat setelah anak mengalami
perkembangan yang normal, pada usia 18 24 bulan berhenti
berkembang dan kemudian terjadi kemunduran (regresi) autisme
regresif

Kepandaian yang diperoleh hilang dan mulai timbul autisme


Dahulu autisme sejak lahir jumlahnya lebih banyak, tetapi sejak th
1985 autisme regresif meninggkat dan saat ini jumlahnya jauh lebih
banyak

Gejala-gejala :
1. Gangguan komunikasi
Bicaranya lambat berkembang dn anak tidak berusaha untuk
komunikasi bahasa tubuh atau mimik muka
Kalau belajar bicara hanya bersifat meniru (membeo) tanpa
mengerti
Tidak memahamipembicaraan orang dan tidak mampu
berkomunikasi

2. Gangguan ineraksi sosial


- tidak mampu bermain dengan teman sebaya, bahkan
menghindar berteman
- tidak mau menatap mata orang lain dan tidak menoleh bila
dipanggil
- tidak mampu ber-empati (tertawa terbahak-bahak melihat
orang jatuh dan kesakitan)

3. Gangguan perilaku
- sikap sangat cuek terhadap lingkungan, semau-maunya, tidak
mau diatur dan asyik dengan diri sendiri
- seringkali mondar-mandir tidak terarah, lompat-lompat,
berjalan berjinjit-jinjit, mengepak-ngepakan tangan, berteriakteriak, dsb
- bisa menyakiti diri sendiri, spt : menggigit tangan, mencakar
muka atau membenturkan kepala, terutama diwaktu marah

- bisa agresif terhadap orang lain, spt :


memukul, mencakar, menggigit atau
menendang orang lain
- bisa merusak benda-benda disekitarnya
- dapat menjadi hiperaktif, pendiam, bingung
atau terpukau oleh benda-benda tertentu
- perilaku kaku, ritualistik dan tidak menyukai
perubahan

4. Gangguan emosi
- gejala gangguan emosi yang menonjol
pada autisme berupa mendadak
tertawa/menangis, marah-marah tanpa sebab
yang jelas
- sukar mengendalikan emosi dan mengamuk
berlebihan bila kemauannya tidak ditutruti
- ketakutan tidak wajar, spt : takut,
menangis atau bersembunyi melihat iklan
tertentu

Etiologi

Penyebab dasar adanya faktor genetik


Faktor genetik (predisposisi genetik) saja tanpa ada faktor pencetus
(presipitasi) maka autisme tidak akan terjadi
Faktor pencetus
Pencetus dapat prenatal (selama kehamilan), perinatal (pada saat
persalinan) dan postnatal (selama 3 th pertama)
Prenatal (berasal dari ibu), spt : keracunan logam berat (merkuri),
infeksi virus rubella, herpes, toxoplasma, jamur atau minum obatobat keras
Perinatal (pada saat melahirkan), spt trauma menyebabkan otak
anak kekurangan oksigen

Postnatal :
- keracunan logam berat (Pb, Hg, Cd, As, Sb)
- gangguan pencernaan
- pertumbuhan jamur dan bakteri >> dalam usus
- peradangan dinding usus
- alergi terhadap makanan
- gangguan kekebalan tubuh
- banyaknya exorphin (casomorphin dan gliadorphin)
masuk otak

Faktor-faktor pencetus seringkali saling berkaitan

Misalnya :
Keracunan logam berat (Hg, Pestisida)
immunodefeciency kekebalan tubuh menurun anak
sering sakit kedokter AB membunuh semua
kuman (jahat dan baik) diusus jamur tumbuh subur
merambat didinding usus menghambat
pengeluaran enzym pencernaan jamur mengeluarkan
enzym sendiri mematikan sel dinding usus lebih
permiabel mudah dilalui zat makanan peptida dari
casein (protein susu sapi) dan gluten (protein gandum)
aliran darah keotak disergap penerima opioid
morphin perubahan perilaku, perhatian, kecerdasan
dan emosi

Logam berat yang sering didapatkan pada anak


autisme di Indonesia adalah Pb dan Hg
Logam berat masuk ketubuh melalui makanan,
air dan udara
Air laut dan sungai sudah banya terkontaminasi
limbah industri ikan laut dan sungai tidak
aman untuk dikonsumsi anak-anak

KERACUNAN MERKURI (Hg)


Hg masuk ketubuh anak melalui :
- ibu keracunan merkuri selama kehamilan
- waktu menyusui melalui ASI
- waktu vaksinasi (DPT, Hepatitis B, HIB)
- memberikan ikan laut (protein tinggi)
- melalui dokter gigi memakai amalgam utk penambal gigi
- pemakaian merkuri pada alat-alat kedokteran dan obat-obatan
(obat jamur, obat luka, tetes mata, pemutih, dsb)
Keracunan Hg menahun gejala autisme
Anak autisme karena keracunan logam berat dikeluarkan
gejala autisme membaik

Diagnosis
Anamnesa orang tua
Gambaran klinik
Pem. Lab
Pem. Logam berat (rambut)

Penatalaksanaan
Obat-obatan
Diberikan Resperidon (dosis disesuaikan dengan umur
dan BB) untuk menghilangkan gajala autisme
Diet susu sapi (ganti dengan susu kedelai)
Diet makanan berasal dari gandum dan terigu
Hindari makan ikan laut
Terapi perilaku
- terapi bicara
- terapi kesulitan belajar
- dsb

GANGGUAN PERILAKU DAN EMOSIONAL DENGAN


ONSET BIASANYA PADA MASA KANAK DAN
REMAJA

F90 : Gangguan Hiperkinetik (Hiperaktif, ADHD)


F91 : Gangguan Tingkah Laku
F92 : Gangguan Tingkah Laku dan Emosi
F93 : Gangguan Emosional dengan onset khas pada
Masa Kanak
F94 : Gangguan Fungsi Sosial dengan onset khas pada
Masa Kanak dan Remaja
F95 : Gangguan Tic
F96 : Gangguan Perilaku dan Emosional Lainnya dengan
onset biasanya pada Masa Kanak dan Remaja

GANGGUAN HIPERKINETIK
Gangguan ini mempunyai ciri-ciri :
- onset dini (sebelum 6 th, biasanya pada
usia 5 tahun pertama)
- kurangnya perhatian (attention deficit)
dan hiperaktifitas (aktifitas berlebihan)
Sering juga disebut : Hiperaktif atau
ADHD (Attention Deficit Hyperactive
Disorders)

Kurang perhatian,ditandai :
- meninggalkan tugas sebelum tuntas
- beralih dari satu kegiatan kepada kegiatan lain
- kurang tekun dan kurang perhatian

Hiperaktifitas, ditandai :
- kegelisahan berlebihan dalam situasi yang dituntut tenang
- berlari atau melompat-lompat sekeliling ruangan
- terlalu banyak berbicara atau ribut
- bangkit dari duduk/kursi dalam situasi anak tetap duduk
Hiperaktifitas tsb terjadi pada 2 atau lebih situasi (dirumah dan
disekolah, dirumah dan ditempat keluarga, dsb)

Diduga hiperkinetik terjadi karena lemah/kurang berkembangnya


fungsi inhibisi otak gerak berlebihan

Diagnosis
Anamnesa denan orang tua adanya
gangguan perhatian dan tidak bisa
tenang/diam (hiperaktif)
Gambaran klinik :
- ganguan pemusatan perhatian
- hiperaktif

Komplikasi
Gangguan dalam sosialisasi
Dihindari oleh teman-teman
Dianggap guru nakal
Gangguan perkembangan lain (bicara)
Gangguan/kesulitan belajar
Cedera fisik

Terapi
- Diberikan Stimulansia (metil fenidat) untuk merangsang
pusat inhibisi diotak.
Diberikan pada ADHD diatas usia 6 tahun, dibawah 6 th
kurang dianjurkan, karana ADHD bisa hilang dengan
berkembangnya pusat inhibisi
Pada usia < 6 tahun bila perlu diberikan Psikotropika,
seperti : Haloperidol (dosis disesuaikan dengan
umur/BB)
- Terapi perilaku untuk gangguan bicara dan
gangguan/kesulitan belajar

TERIMA KASIH