Anda di halaman 1dari 18

Mekanika Bahan

MKK. 308 MEKANIKA BAHAN (3 SKS)


Modul 2 : Regangan, Diagram Tegangan-Regangan Dan
Modulus Elastisitas Bahan

Zainuri, S.T., M.T.

Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik


Universitas Lancang Kuning Pekanbaru 2012

Daftar Isi
1. Regangan
1.1 Regangan dan Deformasi
1.2 Regangan Geser
1.3 Hubungan Tegangan dan Regangan (Hukum Hooke)
2. Diagram Tegangan-Regangan
3. Modulus Elastisitas Bahan
3.1 n
3.2 n

1. Regangan
1.1 Regangan dan Deformasi

Bentuk regangan dan deformasi ( = delta) keduanya menunjukkan


perubahan dimensi.
Sebuah benda yang mendapat gaya tarik atau gaya tekan akan
mengalami perubahan panjang. Benda akan mulur (bertambah
panjang) dengan gaya tarik dan mengkerut (memendek) dengan
gaya tekan.
Regangan ( = epsilon) adalah deformasi total diubah menjadi
satuan dasar dan dinyatakan dalam deformasi per satuan panjang.
Regangan dapat dihitung secara matematis :

= (deformasi total) / (panjang awal)


= /L

Regangan tidak memiliki satuan, untuk keperluan praktis regangan


dinyatakan dengan m/m atau mm/mm.
3

Contoh soal :
Hitung deformasi total pada tali kawat baja dengan panjang 18
m dan regangannya 0,017018 mm/mm :
Jawab :
L

= 18 m
= 0,017018 mm/mm
= /L

maka :

=
=
=
=

.L
(1,7018 . 10-5 m/m) (18 m)
0,000306 m
0,306324 mm
4

1.2 Regangan Geser

Regangan geser (s) adalah deformasi geser dibagi dengan panjang.

s = s / L

Apabila gaya geser bekerja pada benda, maka akan mengakibatkan


deformasi geser pada arah yang sama dengan gaya yang bekerja.
Hubungan antara distorsi sudut dengan regangan geser yaitu :
tan = s = s / L
Untuk sudut yang kecil, sudut tangensial pada umumnya sama
dengan sudut yang dinyatakan dalam radian.
Satu radian adalah sudut yang dibentuk sedemikian sehingga
panjang busur lingkaran sama dengan panjang jari-jari lingkaran.
Sudut dalam radian adalah panjang busur dibagi dengan jari-jari
lingkaran.
Jadi sudut tangensial adalah sama dengan sudut dalam radian
sehingga sudut dalam radian sangat mendekati regangan geser.
5

Contoh soal :
Gaya P bekerja pada bagian atas dua buah balok sehingga
terjadi pergeseran horizontal atas 0,06096 mm terhadap bidang
balok bawah. Diasumsikan tinggi balok atas 36 mm. Hitung
regangan geser yang terjadi :
Jawab :

= s / L
= (0,06096 mm) / (36 mm)
= 0,001693 mm/mm

1.3 Hubungan Tegangan dan Regangan (Hukum Hooke)

Pada bahan teknik terdapat hubungan antara tegangan dan


regangan. Dalam setiap peningkatan tegangan terjadi juga
peningkatan regangan yang sebanding, sebelum batas tegangan
dicapai.
Apabila tegangan mencapai nilai batas, hubungan regangan tidak lagi
proporsional dengan tegangan.
Hubungan proprsional tegangan dan regangan awalnya dinyatakan
oleh Robert Hooke pada tahun 1678 dan dikenal dengan hukum
Hooke.

A / A = B / B = konstan

Konstanta ini yang disebut modulus elastisitas (modulus Young pada


tahun 1807).
Modulus Young dinotasikan dengan simbol E dan berlaku untuk
tarik atau tekan. Dengan persamaan:
E = tegangan/ regangan = /
7

Modulus elastisitas (E) mempunyai satuan yang sama dengan


tegangan yaitu pascal (Pa) atau megapascal (MPa).
Modulus elastisitas baja (tarik atau tekan) umumnya dianggap antara
200.000 s/d 207.000 Mpa.
Apabila suatu benda diberi beban aksial (tarik/tekan), maka gaya
geser sebanding dengan regangan geser sepanjang batas
proporsional regangan belum tercapai. Konstanta ini dikenal dengan
modulus kekakuan (modulus of rigidity) yang disimbolkan G dan
dinyatakan sebagai :
G = (tegangan geser)/ (regangan geser) = s / s

Contoh soal :
Sebuah batang dengan panjang 300 mm dan luas penampang
25 mm2 diberi beban tarik sebesar 4500 N. Hitung tegangan,
regangan dan pertambahan panjang total, apabila bahan
batang (a) baja, dengan EST = 207 x 103 MPa; (b) alumunium,
dengan EAL = 70 x 103 MPa; (c) kayu, dengan EW = 10 x 103
Mpa. Batas proporsional masing-masing bahan adalah baja =
250 MPa, alumunium = 240 MPa dan kayu = 41 MPa :
Jawab :
1. Tegangan tarik untuk semua bahan :

= P/A
= (4500 N) / (25 x 10-3 m2)
= 180 kPa.
yang berarti lebih kecil dari pada batas roporsional semua
bahan sehingga hukum Hooke berlaku.
9

2. Hitung regangan untuk tiga bahan :


(a) Baja :

ST

= t / EST
= (0,180) / (207 x 103)
= 8,696 x 10-7 m/m = 0,000870 mm/mm
(b) Alumunium :

AL

= AL / EAL
= (0,180) / (70 x 103)
= 2,571 x 10-6 m/m = 0,002571 mm/mm

(c) Kayu :

= W / EW
= (0,180) / (10 x 103)
= 1,8 x 10-5 m/m = 0,0180 mm/mm

10

3. Hitung total pertambahan panjang masing-masing bahan :


(a) Baja :

ST

= ST x L
= (0,000870) x (300)
= 0,261 mm
(b) Alumunium :
AL

= AL x L
= (0,002571) x (300)
= 0,7713 mm

(c) Kayu :
W

= W x L
= (0,0810) x (300)
= 5,400 mm

11

2. Diagram Tegangan-Regangan
2.1 Diagram Tegangan-Regangan

Jika suatu benda ditarik maka akan mulur (extension), terdapat


hubungan antara pertambahan panjang dengan gaya yang diberikan.
Regangan tidak memiliki satuan, untuk keperluan praktis regangan
dinyatakan dengan m/m atau mm/mm.

Tegangan = P / A

Titik mulur

Kekuatan tertinggi
Kekuatan patah

Batas elastis
Batas proporsional

Regangan = / L

12

Batas proprsional (proporsional limit).


Dari titik asal o kesuatu titik yang disebut batas proporsional masih
merupakan garis lurus. Pada daerah ini berlaku hukum Hooke, bahwa
tegangan sebanding dengan regangan.
Batas elastis (elastic limit).
Batas elastis merupakan batas tegangan dimana bahan tidak kembali
lagi kebentuk semula apabila beban dilepas tetapi akan terjadi
deformasi tetap yang disebut permanent set. Batas elatis selalu
hampir lebih besar daripada batas proporsional.
Titik mulur (yield point)
Adalah titik dimana bahan memanjang mulur tanpa pertambahan
beban.
Kekuatan maksimum
Kekuatan patah

13

14

2.2 Sifat-sifat Mekanis Bahan


Ada beberapa sifat mekanis bahan adalah :
Kekakuan (stiffiness).
Adalah sifat bahan yang mampu renggang pada tegangan tinggi
tanpa diikuti regangan yang besar.
Kekuatan (strength)
Adalah sifat bahan yang ditentukan oleh tegangan paling besar
material mampu renggang sebelum rusak.
Elastisitas (elasticity)
Adalah sifat material yang dapat kembali ke dimensi awal setelah
beban dihilangkan.
Keuletan (ductility)
Adalah sifat bahan yang mampu deformasi terhadap beban tarik
sebelum benar-benar patah.
15

Kegetasan (brittleness).
Menunjukkan tidak adanya deformasi plastis sebelum rusak. Material
yang getas akan tiba-tiba rusak tanpa adanya tanda terlebih dahulu.
Kelunakan (malleability)
Adalah sifat bahan yang mengalami deformasi plastis terhadap beban
tekan yang bekerja sebelum benar-benar patah.
Ketangguhan (toughness)
Adalah sifat material yang mampu menahan beban impak tinggi atau
beban kejut.
Kelenturan (resilience)
Adalah sifat material yang mampu menerima beban impak tinggi
tanpa menimbulkan tegangan lebih pada batas elastis.

16

2. Modulus Elastisitas Bahan

Perbandingan antara tegangan dan regangan disebut modulus


elastisitas.
Gradien bagian linear awal kurva tegangan-regangan adalah
modulus elastisitas atau modulus Young.
Modulus elastisitas adalah ukuran kekakuan suatu bahan.
Makin besar modulus elastisitas makin kecil regangan elastis
yang dihasilkan akibat pemberian tegangan.
Modulus elastisitas biasanya diukur pada temperatur tinggi
dengan metode dinamik.
Modulus elastisitas dirumuskan :
E= /e

17

Terima Kasih

Anda mungkin juga menyukai