Anda di halaman 1dari 26

Tugas Konfrensi Klinik

PANGGUL SEMPIT
Lim Sulina Halim
Laode Tamsila
Nathalia V. M

Pembimbing
Dr. IMS. Murah Manoe, SpOG(K)

Dalam setiap persalinan harus diperhatikan 3


faktor berikut yaitu jalan lahir, janin dan
kekuatan yang ada pada ibu.

Struktur dinding pelvis terdiri :


Os Coxae
Os Sacrum
Os Coccygeus

Os Coxae

Terletak di sebelah depan dan samping dari


Pelvis wanita.
Os Coxae terdiri dari 3 buah tulang penyusun,
yaitu Os Ilium, Os Ischium, dan Os Pubis

Os Sacrum

Tulang ini berbentuk segitiga dengan lebar dibagian


atas dan mengecil dibagian bawahnya
Ciri-ciri : Os sacrum berbentuk baji, terdiri atas 5
vertebra sacralis.
Vertebra pertama paling besar, mengahadap ke
depan.
Pinggir atas vertebra ini dikenal sebagai
promontorium, merupakan suatu tanda penting
dalam penilaian ukuran-ukuran panggul

Os Coccygis

Berbentuk segitiga dengan ruas 3 sampai 5 buah


bersatu.
Pada saat persalinan, Os Coccygis dapat
didorong ke belakang sehingga dapat
memperluas jalan lahir

SENDI PELVIS

Terdapat 4 sendi pelvis yaitu: 2 Articulatio


Sacroiliaca, Symphisis Pubis, Articulatio
Sacrococygea.
Dalam kehamilan dan persalinan, Articulatio ini
dapat bergeser sedikit dan lebih longgar.
Pada disproporsi sefalovelvik 'ringan'
kelonggaran ini kadang-kadang dapat
memungkinkan janin lahir per vaginam

BAGIAN-BAGIAN PELVIS
Secara fungsional panggul
terdiri atas 2 bagian
yang disebut pelvis mayor
dan pelvis minor.
1. Pelvis Mayor
Bagian pelvis di atas linea
terminalis, yang tidak
banyak kepentingannya
dalam obsetri.

Pelvis Minor
Dibatasi oleh pintu atas
panggul (inlet) dan pintu
bawah panggul (outlet).
Pelvis minor berbentuk
saluran yang mempunyai
sumbu lengkung ke
depan (sumbu carus)

Pintu atas pelvis

Merupakan satu bidang yang dibatasi sebelah


posterior oleh promontrium, di lateral oleh linea
terminalis dan anterior oleh pinggir atas
symphisis.
Pada pelvis ginekoid pintu atas panggul hampir
bundar, kecuali di daerah promontrium agak
masuk sedikit

Ukuran pintu atas pelvis

Diameter anteroposterior yang di ukur dari


promontorium sampai ke tengah permukaan
posterior symphisis. Diameter anteroposterior disebut
juga konyugata obsetrika.
Konyugata diagonalis yaitu jarak bagian bawah
symphisis sampai ke promontorium, yang dapat
diukur dengan memasukkan jari tengah dan telunjuk
ke dalam vagina dan mencoba meraba
promontorium. Pada panggul normal promontorium
tidak teraba dengan jari yang panjangnya 12 cm.

Konyugata Vera yaitu jarak pinggir atas symphisis


dengan promontorium diperoleh dengan mengurangi
konyugata diagonalis dengan 1,5 cm.
Diameter tranversa adalah jarak terjauh garis lintang
pintu atas panggul, biasanya sekitar 12,5 - 13 cm.
Diameter Oblikua, yaitu garis yang dibuat antara
persilangan konyugata vera dengan diameter tranversa
ke articulation sacroiliaca yang panjangnya sekitar 13
cm.

Ruang Pelvis

Merupakan saluran di antara pintu atas panggul dan pintu bawah


panggul.
Dinding anteriornya sekitar 4 cm terdiri atas os pubis dengan
symphisisnya.
Dinding posteriornya dibentuk oleh os sacrum dan os coccygeus,
sepanjang kurang lebih 12 cm, Karena itu ruang panggul
berbentuk saluran dengan sumbu melengkung ke depan.
Sumbu ini adalah garis yang menghubungkan titik temu
konyugata vera dengan diameter transversa di pintu atas panggul
dengan titik-titik sejenis di Hodge II, III, dan IV.
Arah sumbu ini sesuai pula dengan arah tarikan cunam atau
vakum pada persalinan dengan tindakan.

Bidang-bidang Hodge ini bertujuan untuk menentukan


dimanakah bagian terendah janin turun dalam panggul
dalam persalinan.
Bidang Hodge I : bidang datar yang melalui bagian atas
simfisis dan promontorium. Bidang ini dibentuk pada
lingkaran pintu atas panggul.
Bidang Hodge II : bidang yang sejajar dengan bidang
Hodge I terletak setinggi bagian bawah simfisis.
Bidang Hodge III : bidang yang sejajar dengan bidang
Hodge I dan II terletak setinggi spina iskiadika kanan
dan kiri
Bidang Hodge IV : bidang yang sejajar dengan bidang
Hodge I, II, dan III, terletak setinggi os koksigis.

Pintu bawah pelvis

Batas atas pintu bawah panggul adalah segitiga spina


ischiadika.
Jarak antara kedua spina ini disebut diameter
bispinosum adalah sekitar 9.5 10 cm.
Batas bawah pintu bawah panggul berbentuk segi
empat panjang, di sebelah anterior dibatasi oleh arkus
pubis, di lateral oleh tuber ischii, dan di posterior oleh
os coccygeus dan ligamen sacrotuberosum.
Pada panggul normal besar sudut (arkus pubis) adalah
kurang lebih 90o, lahirnya kepala janin lebih sulit karena
ia memerlukan lebih banyak tempat ke posterior.
Diameter anteroposterior pintu bawah panggul diukur
dari aspeks arkus pubis ke ujung os coccygeus

Jenis Pelvis menurut Caldwell-Moloy

Pelvis Ginekoid : ditemukan pada 45% wanita.


Panjang diameter anteroposterior hampir sama
dengan diameter tranversa.
Pelvis Android : bentuk pintu atas panggul hampir
segitiga. Walaupun diameter anteroposterior hampir
sama dengan diameter tranversa, tetapu diameter
tranversa dekat dengan sacrum. Bagian dorsal dari
pintu atas panggul gepeng, bagian ventral menyempit
ke muka. Ditemukan 15% pada wanita.

Jenis Pelvis menurut Caldwell-Moloy

Pelvis Antropoid : ditemukan pada 35%


wanita. Bentuk pintu atas panggul agak lonjong
seperti telor. Diameter anteroposterior lebih
besar daripada diameter tranversa.
Pelvis Platipelloid : Ditemukan pada 5%
wanita. Diameter tranversa lebih besar
daripada diameter anteroposterior.

Jenis Pelvis menurut Caldwell-Moloy

Ukuran-ukuran luar panggul

Ukuran-ukuran luar panggul ini dapat digunakan


bila pelvimetri radiologik tidak dapat dilakukan.
Cara ini dapat ditentukan secara garis besar jenis,
bentuk dan ukuran-ukuran panggul apabila
dikombinasikan dengan pemeriksaan dalam.
Alat-alat yang dipakai antara lain jangka panggul
Martin, Oseander, Collin dan Boudeloque

Ukuran-ukuran luar panggul

Distansia spinarum (24cm-26cm); jarak antara


kedua spina iliaka anterior superior sinistra dan
dekstra.
Distansia kristarum (28cm-30cm); jarak yang
terpanjang antara dua tempat yang simetris pada
krista iliaka sinistra dan dekstra. Umumnya
ukuran-ukuran ini tidak penting, tetapi bila
ukuran ini lebih kecil 2-3 cm dari nilai normal,
dapat dicurigai panggul itu patologik.

Ukuran-ukuran luar panggul

Distansia oblikua eksterna (ukuran miring luar); jarak


antara spina iliaka posterior sinistra dan spina iliaka
anterior superior dekstra dan dari spina spina iliaka
posterior dektra ke spina iliaka anterior superior
sinistra. Kedua ukuran ini bersilang. Jika panggul
normal, maka kedua ukuran ini tidak banyak berbeda.
Akan tetapi, jika panggul itu asimetrik (miring), kedua
ukuran itu jelas berbeda sekali.
Distansia intertrokanterika : jarak antara kedua
trokanter mayor.

Ukuran-ukuran luar panggul

Konjugata eksterna (Boudeloque) 18 cm : jarak antara


bagian atas simfisis ke prosesus spinosus lumbal 5.
Distansia tuberum (10,5 cm) : jarak antara tuber iskii
kanan dan kiri. Untuk mengukurnya dipakai jangka
Oseander. Angka yang ditunjuk jangka harus bertambah
1,5 cm karena adanya jaringan subkutis antara tulang
dan ujung jangka, yang menghalangi pengukuran secara
tepat. Bila jarak ini kurang dari normal, dengan
sendirinya arkus pubis lebih kecil dari 90o.

Indikasi yang mengharuskan pemeriksaan yaitu


1.

2.

3.

4.

Ada dugaan disproporsi atau ketidaksesuaian besar bayi dan


ukuran panggul ibu. Khususnya jika ukuran bayi besar,
sedangkan panggul ibu sempit. Biasanya bayi berbobot 4 kg ke
atas sulit dilahirkan secara normal. Selain kepala tidak bisa
memasuki rongga panggul, ukuran bahu bayi yang juga lebar
menghambat bayi turun ke panggul.
Kelainan panggul, karena trauma kecelakaan yang merusak
bentuk panggul. Kondisi ini boleh jadi kurang ideal bagi ibu
untuk melahirkan secara normal.
Ibu memiliki riwayat penyakit perusak panggul, seperti TBC
tulang, rakhitis, atau polio. Bakteri TBC tulang mampu merusak
bentuk panggul, menjadi bengkok ataupun tidak beraturan.
Kelainan letak bayi, misalnya posisi wajah bayi yang langsung
menghadap jalan lahir. Posisi yang benar, adalah ubun-ubun
bayilah yang menghadap jalan lahir

Peluang calon ibu agar bisa melahirkan


normal berdasarkan berat badan bayi
1.

2.

3.

Panggul sempit, panggul jenis ini hanya bisa


mengeluarkan bayi dengan berat badan lahir 2,5 kg ke
bawah.
Panggul sedang, bisa mengeluarkan bayi dengan berat
badan lahir 2,5 kg s/d 3,5 kg.
Panggul luas, panggul jenis ini bisa mengeluarkan bayi
berukuran besar 3,5 kg s/d 3,9 kg.