Anda di halaman 1dari 11

KRISIS ADRENAL

Muh. Syahrul Al Aqzah MS

Krisis Adrenal atau krisis Addison atau Acute


Adrenal Insuffiency adalah Suatu keadaan gawat
darurat yang berhubungan dengan menurunnya
ataukekurangan hormon yang relatif dan terjadinya
kolaps sistem kardiovaskuler danbiasanya gejala
gejalanya non spesifik, seperti muntah dan nyeri
abdomen.

Krisis terjadi bila kebutuhan fisiologis terhadap


hormon tersebut melebihi kemampuan kelenjar
adrenal untuk menghasilkan hormon tersebut.

PATOFISIOLOGI

Hormon
Kortisol : keseimbangan
glukokortiko metabolik & sist. imun
id

Korteks
adrenal

Hormon
mineralokortikoi
d

Hormon
androgen

Aldosteron : volume
darah, keseimbangan
cairan & elektrolit
11-deoxycorticosteron

Dehydroepiandrosterone:
Prekursor androgen &
estrogen yang lebih patent

kortisol

aldosteron

mengatur kadar glukosa dalam darah


glukosa hepatik, sintesis hepatik RNA
dan protein
Mengurangi penyerapan dan metabolisme
glukosa mngrangi sintesis protein dan
mningkatkan pembebasan asam amino.
Dpt terjadi hipoglikemik dan hiperglikemik

Stimulasi dari angiotensin II, melalui


angiotensin, hiperkalemi, hiponatremi dan
antagonis dopmin
ginjal meningkatkan
reabsorbsi dari natrium dan kalium dan
hidrogen

ETIOLOGI

Primer

Sekunder

Perdarahan kelenjar
adrenal bilateral
Trombosis atau nekrosis

Peripartrum pituitary infark


(sheehans syndrom)
Pituitary apoplexy (
perdarahan pd kel. Pituitary)
Trauma kepala

GEJALA KLINIK

Gejala klinis yang mendukung suatu diagnosis krisis


adrenal adalah sebagai berikut :
Syok yang sulit dijelaskan etiologinya biasanya tidak
ada pengaruh dengan pemberian resusitasi cairan atau
vasopresor.
Hipotermia atau hipertermia
Yang berhubungan dengan kekurangan kortisol yaitu
cepat lelah, lemah badan, anoreksia, mual mual dan
muntah , diare, hipoglikemi, hipotensi, hiponatremi.
Yang berhubungan dengan kekurangan hormon
aldosteron yaitu hiperkalemia dan hipotensi berat yang
menetap
Lain lain tergantung dari penyebab, mungkin didapatkan
panas badan, nyeri abdomen dan pinggang yang
berhubungan dengan perdarahan kelenjar adrenal

FAKTOR RESIKO
Penggunaan steroid 20 mg sehari dari prednison
atau persamaannya sekurang2nya 5 hari pada 1
tahun terakhir
Stres fisiologi yang berat ( sepsis, trauma, luka
bakar, tindakan pembedahan)
Organisme yang berhubungan yaitu haemaphilus
influenza, staphilokokkus aureus, streptokukkus
pneumonia, jamur.
Penggunaan obat-obatan ketokonazole, phenitoin,
rifampisin

PEMERIKSAAN PENUNJANG
Pemeriksaan kadar ACTH dan kortisol
Pengukuran ACTH untuk mngetahui adanya
disfungsi hipofisis-adrenal menggunakan
immunoradiometric assay sensitif ( n: 10-50 pg/ml
atau 2,2-11,1 pmol/L)
Kortisol 20 mcg tetapi harus menungu pasien
stabil
Foto thoraks
Ct- scan
EKG
Histologi

PENATALAKSANAAN

1. Cairan isotonik seperti NaCl 9% diberikan untuk menambah


volume dan garam.
2. Jika penderita hipoglikemi dapat di berikan cairan dextrose
50%
3. Steroid IV secepatnya : dexametason 4 mg atau
hydrokortisone 100 mg. Setelah penderita stabil lanjutkan
dengan dexametasone 4 mg IV tiap 12 jam atau hydrokortison
100 mg IV tiap 6-8 jam.
4.Obati penyakit dasarnya seperti infeksi dan perdarahan,
untuk infeksi dapat diberikan antibiotik. 13-14
5.Untuk meningkatkan tekanan darah dapat diberikan
dopamin atau norepineprin.
6.Terapi pengganti mineralokortikoid dengan fludricortisone
7.Penderita harus dikonsultasikan dengan endokrinologist,
spesialis penyakit Infeksi, ahli critical care, kardiologis, ahli
bedah.

Terimakasih