Anda di halaman 1dari 30

Abdul Basith, Ph.

D
Program Diploma 3 Geomatika
Universitas Gadjah Mada

Materi
1.
2.

Definisi
Pengukuran kedalaman
Desain lajur
Prinsip penarikan garis kontur
Teknik pengukuran kedalaman

a.
b.
c.
i.

ii.
iii.

3.

Metode mekanik
Metode optik
Metode akustik

Akustik bawah air untuk pemeruman


a.
b.
c.
d.

Sifat gelombang akustik


Alat perum gema
Sumber kesalahan dan kalibrasi
Pemeriksaan data pemeruman

Definisi
Pemeruman adalah proses dan aktivitas yang ditujukan untuk

memperoleh gambaran (model) bentuk permukaan (topografi)


dasar perairan (seabed surface).

Proses penggambaran dasar perairan (sejak pengukuran,

pengolahan hingga visualisasinya) disebut sebagai survei batimetri.

Gambaran dasar perairan dapat berupa garis-garis kontur atau

model permukaan digital.

Garis kontur kedalaman atau model batimetri diperoleh dengan

menginterpolasikan titik-titik kedalaman yang tersebar pada lokasi


yang dikaji

Syarat syarat kerapatan minimum titik-titik pengukuran kedalaman

Definisi
Titik titik pengukuran kedalaman berada pada lajur-lajur

pengukuran kedalaman yang disebut sebagai lajur perum


atau sounding line
Jarak antar titik fix pemeruman pada suatu lajur
pemeruman setidak-tidaknya sama dengan atau lebih
rapat daripada interval lajur perum.
Saat ini laju perekaman data kedalaman telah mencapai

kecepatan 1 titik per detik

Penyajian model batimetri


Model 3 dimensi

Model wireframe

Contoh lajur-lajur perum


Terdiri atas lajur utama dan lajur silang

Hydrographic surveys
in the past

1/4/2015

Pengenalan Survei Hidrografi - Abdul basith

7 of 9

1/4/2015

Pengenalan Survei Hidrografi - Abdul basith

8 of 9

Pengukuran Kedalaman
Pengukuran kedalaman dilakukan pada titik-titik yang

dipilih untuk mewakili keseluruhan daerah yang


dipetakan
Titik-titik tempat pengukuran kedalaman disebut sebagai
titik fix perum
Pada titik-titik fix perum dilakukan juga dilakukan
pengukuran posisi horisontal dan waktu
Metode penentuan posisi horisontal
Optik: teodolit, sextans
Elektromagnetik: transponder, GPS
Optik-elektromagnetik: total stations

Pengukuran di Darat/Pantai

Kerangka Kontrol Horisontal

Survei topografi

1/4/2015

Pengenalan Survei Hidrografi - Abdul basith

10 of 9

Sextan

Total Station for Hydrography

Metode EM
Menggunakan transponder

1/4/2015

LOP (Line of Position), hiperbolic, circle

13 of 9

Alat Transponder
1/4/2015

14 of 9

GPS for Hydrography

Pengukuran posisi horisontal dengan GPS

1/4/2015

Pengenalan Survei Hidrografi - Abdul basith

16 of 9

Differential GPS

1/4/2015

17 of 9

Desain Lajur
Pengukuran dilakukan denagn membuat profil (potongan)

pengukuran kedalaman
Lajur perum dapat berupa garis-garis lurus, lingkaran konsentris,
hiperbola dll sesuai metode yang digunakan dalam penentuan titiktitik fix perum
Lajur-lajur didesain sedemikian rupa sehingga memungkinkan
deteksi perubahan kedalaman ekstrim
Desain lajur-lajur memperhatikan kecenderungan bentuk dan
topografi pantai perairan yang disurvei
Agar mampu mendeteksi perubahan kedalaman ekstrim, lajur-lajur
pemeruman didesain tegak lurus terhadap kecenderungan arah
garis pantai
Nilai kedalaman pada titik-titik pemeruman dibuat menjadi garis
kontur kedalaman dengan terlebih dahulu membangun grid sebaran
data.

Prinsip penarikan garis kontur


Teknik sederhana: triangulasi, menggunakan interpolasi

linier.
Grid dengan interval seragam dibangun di atas sebaran
titik-titik kedalaman
Nilai kedalaman pada tiap grid dihitung dengan
menginterpolasikan nilai-nilai kedalaman di sekitarnya
dengan pembobotan menurut jarak
bila angka-angka kedalaman tiap grid sudah ditentukan,
garis kontur dapat mulai ditarik

Teknik pengukuran kedalaman


Metode:
Mekanik
Optik
akustik

Metode Mekanik/Pengukuran
kedalaman langsung
Menggunakan tali/tongkat

dengan simpul/bacaan, katrol,


pemberat.

Metode optik
Menggunakan transmisi sinar laser yang dipancarkan dari

pesawat terbang
Disebut sebagai:
Laser ariborne bathymetri (LAB)
Light Detecting and Ranging (LiDAR)
Airborne Oceanographic LiDAR (AOL)
Laser Airborne Depth Sounder (LADS)

Prinsip: sinar laser dipancarkan secara miring dengan

sudut datang tertentu, masuk kedalam perairan dengan


sinyal dibelokkan, sinyal menyentuh dasar perairan dan
dipantulkan, sinyal kembali ke alat penerima
1/4/2015

Pengenalan Survei Hidrografi - Abdul basith

22 of 9

Metode Akustik
Frekuensi yang digunakan 5 kHz atau 100 kHz
Frekuensi ini tahan terhadap kehilangan intensitas. Kehilangan

intensitas hanya sebesar 10%


Frekuensi 500 kHz mudah kehilangan intensitas mulai
kedalaman 100m
Antena GPS

Synchronous
Oscillator
Recorder

d
Trasmitter

Receiver

Transducer
h

Gelombang suara
yang dipancarkan

Gelombang suara
yang dipantulkan

Dasar laut

Dasar perairan

Pengukuran di Laut: posisi vertikal/kedalaman


Alat: echosounder
Single beam
multibeam

Prinsip pengukuran
kedalaman

1/4/2015

Pengenalan Survei Hidrografi - Abdul basith

24 of 9

Contoh Data kedalaman


Chart datum

Soundings - Reduction of Echo Sounder


Traces

Water line
Transmission Line
MLWS

PR: penjelasan metode akustik