Anda di halaman 1dari 29

Reklamasi

Penyusunan Reklamasi
Rencana Reklamasi Tahap Eksplorasi
Rencana Reklamasi Tahap Operasi Produksi

Penyusunan dan Tata laksana Rencana Reklamasi


Tahap Eksplorasi
IUP/IUPK EKSPLORASI
PENYELIDIKAN UMUM
Rencana Reklamasi
Tahap Eksplorasi

Pengajuan

Disusun berdasarkan
Dokumen LH yang telah
disetujui

Penyusunan RR mengacu
Pada Pedoman Penyusunan
Tahap Eksplorasi

EKSPLORASI
Sebelum melakukan kegiatan
Eksplorasi yang menyebabkan
lahan terganggu meliputi al.
Lubang pengeboran, sumur uji,
Parit uji, dan/atau sarana
Penunjang eksplorasi

Rencana Reklamasi tahap


Eksplorasi, meliputi :
a. Tata guna lahan
b. Rencana pembukaan lahan
untuk
kegiatan eksplorasi
c. Program Reklamasi
d. Rencana biaya reklamasi tahap
Eksplorasi
f. Kriteria keberhasilan reklamasi,
meliputi standar keberhasilan
penataan lahan, revegetasi dan
penyelesaian akhir

FS
Rencana biaya reklamasi tahap
Eksplorasi dihitung berdasarkan
Biaya:
a. Biaya langsung
1. Penatagunaan lahan
2. Revegetasi
b. Biaya tidak langsung
1. Mobilisasi dan demobilisasi
2. Perencanaan kegiatan
3. Administrasi dan keuntungan
pihak ketiga sebagai kontraktor
4. Supervisi

Penyusunan dan Tata laksana Rencana Reklamasi


Tahap Operasi Produksi
IUP/IUPK OPERASI PRODUKSI
FS
Rencana Reklamasi
Tahap OP

OPERASI PRODUKSI
Pengajuan

Sesuai dengan jangka waktu 5


Tahun dengan rincian tahunan
Mempertimbangkan :
a. Prinsip reklamasi
b. Sistem dan metode :
penambagnan berdasarkan
hasil studi FS :
Tambang terbuka dan
Tambang bawah tanah
c. Kondisi spesifik wilayah
setempat
d. Ketentuan peraturan
perundangan

Bersamaan dengan pengajuan permohonan IUP Operasi Produksi atau IUPK


Operasi produksi kepada Menteri melalui Dirjen, Gubernur, atau
bupati/walikota sesuai kewenangannya
Kegiatan operasi penambangan yang
dapat mengakibatkan lahan
terganggu meliputi al. areal
penambangan, areal penimbunan
tanah penutup, areal penimbunan
komoditas tambang, jalan tambang
dan non tambang, pabrik atau
instalasi pengolahan dan pemurnian,
dan/atau sarana penunjan.
a. Status lahan
b. Bentuk ekosistem
c. Kondisi keaneka ragaman hayati
dan
d. Kondisi sosial dan budaya

Rencana reklamasi tahap Operasi


Produksi meliputi :
a. Tataguna lahan sebelum dan
sesudah kegiatan OP
b. Rencana pembukaan lahan untuk
kegiatan OP
c. Program reklamasi
d. Rencana biaya reklamasi tahap OP
dan
e. Keberhasilan reklamasi, meliputi
standar keberhasilan penataan
lahan , revegetasi, pekerjaan sipil
dan penyelesaian akhir

PROGRAM REKLAMASI TAHAP


OPERASI PRODUKSI

Program reklamasi dapat dilaksanakandalam bentuk revegetasi dan/atau


peruntukan lainnya, berupa :

Dalam hal pelaksanaan kegiatan tambang secara teknis meninggalkan lubang


bekas tambang meliputi :

Area pemukiman
Pariwisata
Sumber air atau
budaya

Stabilisasi lereng
Pengamanan lubang bekas tambang
Pemulihan kualita dan pengelolaan air sesuai peruntukannya
Manfaat
Pemeliharaan dan pemantauan

Dalam hal kegiatan reklamasi berada di laut maka rencana reklamasi tahap OP
wajib disampaikan dengan memuat kegiatan yang meliputi :
Pengelolaan kualitas air laut
Penanggulangan terhadap abrasi dan/atau pendangkalan pantai dan
Perlindungan keanekaragaman hayati

RENCANA BIAYA REKALAMASI


Rencana Biaya Reklamasi Tahap
Eksplorasi

Rencana Biaya Reklamasi Tahap Operasi


Produksi

Biaya Langsung
1. Penatagunaan lahan
2. Revegetasi

Biaya Langsung
1. Penatagunaan lahan
2. Revegetasi
3. Pencegahan dan penanggulangan Air
Asam tambang
4. Pekerjaan Sipil

Biaya Tidak Langsung


1. Mobilisasi dan Demobilisasi
2. Perencanaan kegiatan
3. Administrasi dan keuntungan pihak
ketiga sebagai kontraktor pelaksana
reklamasi
4. Supervisi

Biaya Tidak Langsung


1. Mobilisasi dan Demobilisasi
2. Perencanaan kegiatan
3. Administrasi dan keuntungan pihak
ketiga sebagai kontraktor pelaksana
reklamasi
4. Supervisi

PELAKSANAAN DAN PELAPORAN REKLAMASI TAHAP


EKSPLORASI
Pelaksanaan reklamasi wajib dipimpin oleh KTT yang dibantu oleh petugas
yang berkompeten didalam pelaksanaan reklamasi dan pasca tambang
Pemegang IUP Eksplorasi dan IUP Operasi Produksi wajib melaksanakan
reklamasi tahap eksplorasi yang telah disetujui pada lahan terganggu
akibat kegiatan eksplorasi yang tidak digunakan lagi, al.
Lahan bekas eksplorasi(lubang pengeboran, sumur uji dan parit uji)
Lahan bekas sarana penunjang eksplorasi (akses jalan eksplorasi, base camp,
helipad, dan/atau workshop yang tidak digunakan lagi)

Pelaksanaan reklamasi wajib dilakukan paling lambat 30 (tiga puluh) hari


kalemder setelah tidak ada kegiatan eksplorasi pada lahan terganggu
Pemegang IUP/IUPK Eksplorasi wajib menyampaikan laporan pelaksanaan
reklamasi tahap eksplorasi dengan permohonan pencairan jaminan
reklamasi tahap eksplorasi setiap 1 (satu) tahun kepada Menteri melalui
Dirjen, gubernur, atau bupati/walikota sesuai dengan kewenangannya

PELAKSANAAN DAN PELAPORAN REKLAMASI TAHAP


OPERASI PRODUKSI (1)

Pelaksanaan reklamasi wajib dipimpin oleh KTT yang dibantu oleh petugas yang
berkompeten didalam pelaksanaan reklamasi dan pasca tambang
Pemegang IUP/IUPK Operasi Produksi wajib melaksanakan reklamasi tahap operasi
produksi yang telah disetujui pada lahan terganggu akibat kegiatan operasi
produksi meliputi lahan bekas tambang dan lahan diluar bekas tambang yang
tidak digunakan lagi.
Lahan diluar bekas tambang dengan sitem tambang terbuka antara lain :

Tempat penimbunan tanah penutup


Tempat penimbunan bahan tambang
Jalan tambang dan/atau jalan angkut
Pabrik/instalasi pengolahan dan pemurnian
Bangunan instalasi sarana penunjang
Kantor dan perumahan
Pelabuhan khusus/dermaga dan/atau
Lahan penimbunan dan/atau pengendapan tailing

Lahan bekas tambang dengan sistem tambang bawah tanah antara lain shaft,
raise, stope, adit, decline, pit, tunnel dan/atau final void

PELAKSANAAN DAN PELAPORAN REKLAMASI TAHAP


OPERASI PRODUKSI (2)

Pemegang IUP/IUPK Operasi Produksi wajib menyampaikan laporan pelaksanaan


reklamasi tahap operasi produksi dengan permohonan pencairan jaminan
reklamasi tahap eksplorasi setiap 1 (satu) tahun kepada Menteri melalui Dirjen,
gubernur, atau bupati/walikota sesuai dengan kewenangannya.
Dalam hal areal yang sudah direklamasi akan dibuka kembali untuk kegiatan
penambangan, pemegang IUP/IUPK operasi produksi wajib menyampaikan
rencana kegiatan penambangan untuk mendapat persetujuan dari Direktur
Jenderal atas nama Menteri, gubernur, bupati/walikota sesuai dengan
kewenangannya
Rencana kegiatan penambangan wajib memperhitungkan nilai keekonomian
reklamasi yang telah dilaksanakan
Pelaksanaan reklamasi wajib dilakukan paling lambat 30 (tiga puluh) hari kalemder
setelah tidak ada kegiatan operasi produksi pada lahan terganggu
Bilaman tidak ada kegiatan namun akan direncanakan untuk dilanjutkan kembali,
maka reklamasi dilaksanakan dalam rangka pengendalian kualitas air permukaan,
erosi dan sedimentasi

PENINJAUAN LAPANGAN PELAKSANAAN REKLAMASI


TAHAP EKSPLORASI/OPERASI PRODUKSI
Dirjen atas nama Menteri, gubernur atau bupati/walikota sesuai dengan
kewenangannya memberikan persetujuan pencairan jaminan reklamasi
tahap eksplorasi/OP dalam jangka waktu paling lama 30 hari kalender
setelah diterimanya laporan.
Dirjen atas nama Menteri, gubernur atau bupati/walikota sesuai dengan
kewenangannya sebelum memberikan persetujuan pencairan jaminan
reklamasi tahap wajib melakukan evaluasi terhadap laporan pelaksanaan
reklamasi tahap eksplorasi.
Dirjen atas nama Menteri, gubernur atau bupati/walikota sesuai dengan
kewenangannya memberikan persetujuan pencairan jaminan reklamasi
tahap eksplorasi/OP dapat melakukan peninjauan lapangan paling lambat
15 hari kalender setelah diterimanya laporan pelaksanaan reklamasi tahap
eksplorasi
Hasil peninjauan harus dibuat berita acara yang memuat penilaian
keberhasilan reklamasi tahap eksplorasi sebagai mana tercantum dalam
lampiran.

JAMINAN REKLAMASI TAHAP OPERASI


PRODUKSI
BENTUK JAMINAN :

DEPOSITO BERJANGKA

Ditempatkan setiap tahun dalam bentuk rupiah atau dolar Amerika


Serikat
Dimuat dalam rencana kerja dan anggaran biaya eksplorasi tahunan
Penempatan jaminan reklamasi tahap eksplorasi dilakukan dalam
jangka waktu paling lambat 30 hari kalender sejak rencana kerja
dan anggaran biaya tahap eksplorasi disetujui
Ditempatkan pada bank pemerintah di Indonesia atas nama Dirjen,
gubernur, bupati/walikota qq. Pemegang IUP Eksplorasi yang
bersangkutan dengan jangka waktu penjaminan sesuai dengan
jadwal reklamasi
Jaminan reklamasi tidak menghilangkan kewajiban untuk
melaksanakan reklamasi

JAMINAN REKLAMASI TAHAP OPERASI


PRODUKSI (1)
BENTUK JAMINAN :

REKENING BERSAMA PADA BANK


PEMERINTAH
DEPOSITO BERJANGKA
BANK GARANSI YANG DITERBITKAN OLEH
BANK PEMERINTAH DI INDONESIA
CADANGAN AKUNTANSI (ACCOUNTING
RESERVE)

JAMINAN REKLAMASI TAHAP OPERASI


PRODUKSI (2)

Ditempatkan setiap tahun dalam bentuk rupiah atau dolar Amerika Serikat
Jaminan reklamasi tahap OP untuk periode 5 tahun pertama wajib ditempatkan
untuk jangka waktu 5 tahun sekaligus sesuai jangka waktu reklamasi
Jaminan reklamasi tahap OP untuk periode 5 tahun berikutnya dapat ditempatkan
untuk jangka waktu 5 tahun sekaligus sesuai jangka waktu reklamasi
Dimuat dalam rencana kerja dan anggaran biaya operasi produksi tahunan
Ditempatkan paling lambat 30 hari kalender sejak rencana reklamasi tahap OP
disetujui
Penempatan jaminan reklamasi setiap tahun untuk tahun berikutnya dilakukan
dalam jangka waktu paling lambat 14 hari kalender sejak dimulainya tahun
berjalan
Jaminan reklamasi tidak menghilangkan kewajiban untuk melaksanakan reklamasi

KEWAJIBAN MELAKSANAKAN REKLAMASI


Penempatan jaminan reklamasi tidak
menghilangkan kewajiban pemegang IUP/IUPK
untuk melaksanakan reklamasi
Kekurangan biaya untuk menyelesaikan
reklamasi dari jaminan yang telah ditetapkan,
tetap menjadi tanggung jawab pemegang
IUP/IUPK

TATA CARA PENCAIRAN


JAMINAN REKLAMASI
REKLAMASI TAHAP EKSPLORASI

Penyelidikan Umum
Penyampaian Rencana
Reklamasi Tahap Eksplorasi

Eksplorasi

Reklamasi dilaksanakan
Pada area yg tidak prospek

Penempatan Jaminan
Reklamasi

Studi
Kelayakan

Operasi Produksi
Evaluasi Reklamasi Tahap Eksplorasi
dan Pencairan Jaminan Reklamasi

Kegiatan reklamasi tahap eksplorasi dilaksanakan pada area yang tidak prospek
dan tidak diganggu kembali pada saat operasi produksi
Pelaksanaan evaluasi reklamasi baru dapat dilaksanakan setelah kegiatan
eksplorasi selesai dilaksanakan atau setelah memasuki tahap studi kelayakan
Jaminan reklamasi yang diperhitungkan untuk seluruh wilayah yang dibuka, akan
dicairkan dengan mengacu pada besaran lahan yang akan direklamasi sehingga
pelaksanaan reklamasi menunggu adanya kejelasan dari hasil eksplorasi

Pokok Bahasan
Laporan Pelaksanaan Reklamasi
Laporan Pelaksanaan Reklamasi Tahap Eksplorasi
Laporan Pelaksanaan Reklamasi Tahap Operasi
Produksi

Evaluasi Pelaksanaan Reklamasi


Pencairan Jaminan Reklamasi
Besaran Pencairan Jaminan Reklamasi
Penetapan Pencairan dan Sisa Jaminan Reklamasi

Perubahan Rencana Reklamasi

Laporan Pelaksanaan Reklamasi Tahap Eksplorasi


No.
1

Uraian
Lahan Dibuka (Ha)
a. Kegiatan Eksplorasi
- Lubang pengeboran
- Sumur uji
- Parit uji
b. Sarana Penunjang
- Camp
- Jalan
- dll

Reklamasi Tahap Eksplorasi (Tahun)


1
2
3
4

0.5
0.5
0.7

0
0.2
0.5

0.5
0.1
0.2

0
0
0

0.2
0.5
0

0
0.3
0

0.1
0.5
0

0
0
0

Total Lahan yang dibuka

2.4

1.4

Luas reklamasi (Ha)

2.4

1.4

Contoh
1. Total lahan yang akan dibuka seluas 4,8 Ha
2. Pada saat akan meningkat ke tahap OP luas lahan tidak prospek dan tidak diganggu kembali
seluas 1 Ha
3. Maka area seluas 3,8 Ha harus dimasukkan pada rencana penambangan dalam dokumen
studi kelayakan
4. Evaluasi pelaksanaan reklamasi dihitung berdasarkan luasan 1 Ha untuk jaminan seluas 4,8
Ha, atau dengan kata lain adalah pencapaian luas rencana reklamasi akan dinyatakan 100%
apabila reklamasi dilakukan pada luasan 1 Ha

TATA CARA PENCAIRAN


JAMINAN REKLAMASI
Penyampaian RR 5 tahunan periode II
Periode 5 tahunan ke I

Tahun
1
Penyampai
an Laporan
Reklamasi
Tahun ke 1

Tahun
2

Tahun
3

Penyampai
an Laporan
Reklamasi
Tahun ke 2

<90 Hari

Periode 5 tahunan ke II

Penyampai
an Laporan
Reklamasi
Tahun ke 3

<90 Hari

Tahun
4
Penyampai
an Laporan
Reklamasi
Tahun ke 4

<90 Hari

Tahun
5

Periode II
(5 tahunan)

Penyampai
an Laporan
Reklamasi
Tahun ke 5

<90 Hari

Pemegang IUP Operasi Produksi dan IUPK Operasi Produksi wajib menyampaikan laporan pelaksanaan
kegiatan reklamasi tahap operasi produksi setiap 1 (satu) tahun kepada Menteri, gubernur, atau
bupati/walikota sesuai dengan kewenangannya melalui instansi yang membidangi pertambangan.
Laporan pelaksanaan kegiatan reklamasi tahap operasi produksi disertai dengan permohonan pencairan
atau pelepasan jaminan reklamasi tahap operasional produksi.
Laporan pelaksanaan reklamasi tahap operasi produksi paling lambat disampaikan 90 hari setelah
berakhirnya tahun yang dilaporkan.
Kemajuan tingkat reklamasi untuk sisa kewajiban pelaksanaan reklamasi tahun-tahun sebelumnya harus
dilaporkan dalam laporan pelaksanaan reklamasi tahap operasi produksi.

Evaluasi Pelaksanaan Reklamasi

Direktur Jenderal atas nama Menteri, gubernur, atau bupati/walikota sesuai


dengan kewenangannya melalui instansi yang membidangi pertambangan wajib
melakukan evaluasi terhadap laporan pelaksanaan reklamasi tahap eksplorasi dan
operasi produksi sebelum memberikan persetujuan pencairan jaminan reklamasi
tahap eksplorasi dan operasi produksi.
Jangka waktu persetujuan pencairan jaminan paling lama 60 (enam puluh) hari
kalender setelah diterimanya laporan pelaksanaan reklamasi.
Evaluasi dilaksanakan melalui peninjauan lapangan yang dilakukan paling lambat
45 (empat puluh lima) hari kalender setelah diterimanya laporan pelaksanaan
reklamasi.
Besaran nilai pencairan atau pelepasan jaminan reklamasi tahap eksplorasi dan
operasi produksi disesuaikan dengan hasil penilaian di lapangan.
Terdapat 2 (dua) variabel yang harus dievaluasi dalam pelaksanaan evaluasi
reklamasi, yaitu:

Terdapat 2 variabel yang harus dievaluasi dalam pelaksanaan evaluasi reklamasi :


A. Pencapaian Luasan Reklamasi Terhadap Rencana

Variabel capaian luasan sangat berpengaruh dikarenakan besaran jaminan


reklamasi yang ditempatkan oleh perusahaan diperuntukkan untuk luasan yang
ada dalam rencana, sehingga prosentase jaminan yang bisa dicairkan harus
proporsional dengan luasan yang telah dicapai. Besaran pencapaian reklamasi
dihitung dalam prosentase dengan perhitungan sebagai berikut:

% Capaian Luas Reklamasi (LR) = x 100%

1.
2.
3.

Terdapat 3 kondisi yang mungkin terjadi pada saat evaluasi ketercapaian luasan:
Pencapaian luas reklamasi lebih kecil daripada rencana
Pencapaian luas reklamasi sama dengan rencana
Pencapaian luas reklamasi lebih besar dari rencana

A.1. Pencapaian luas reklamasi lebih kecil daripada rencana

1.
2.
3.
4.
5.
6.

Pada kondisi ini maka tingkat keberhasilan luasan reklamasi akan lebih kecil dari 100%,
sehingga masih ada pekerjaan sisa reklamasi yang harus dikerjakan pada tahun
berikutnya. Tingkat pencapaian luas reklamasi di tahun-tahun berikutnya dihitung
secara proporsional berdasarkan tingkat pencapaian luasan.
Bila terdapat kendala non teknis (tertundanya proses pembebasan lahan, proses
perijinan yang menyebabkan menurunnya tingkat produksi, luas bukaan lahan dan
lahan yang siap untuk direklamasi), maka Direktur Jenderal atas naa Menteri, gubernur,
atau bupati/walikota sesuai dengan kewenangannya melalui instansi yang membidangi
pertambangan dapat menyatakan pencapaian luas reklamasi sebesar 100%. Keputusan
tersebut harus memperhatikan faktor-faktor berikut ini:
Tingkat produksi harus lebih kecil dari rencana;
Luas bukaan lahan harus lebih kecil dari rencana;
Volume tanah yang dipindahkan harus lebih kecil dari rencana;
SR tidak lebih besar dari rencana;
Ketersediaan lahan (mine out) aktual yang dibandingkan dengan rencana yang
ditampilkandalam peta; dan
Hasil verifikasi di lapangan atas ketersediaan lahan sebagaimana diinformasikan dalam
peta.

A.2. Pencapaian luas reklamasi sama dengan rencana

Pada kondisi ini tidak terdapat hal yang menjadi catatan, proses evaluasi dapat
dilaksanakan sesuai capaian luasan sehingga faktor yang mempengaruhi pencairan
jaminan reklamasi hanya pada kualitas reklamasi.

A.3. Pencapaian luas reklamasi lebih besar dari rencana

Pada kondisi ini tingkat pencapaian luasan akan lebih besar 100%.
Jaminan reklamasi adalah dana yang ditempatkan oleh perusahaan untuk meyakinkan
Pemerintah bahwa perusahaan tersebut akan melaksanakan reklamasi setelah kegiatan
pertambangan selesai, sehingga kegiatan reklamasi tidak menggunakan biaya jaminan
tersebut.
Proses pencairan jaminan reklamasi bukan mengacu pada serapan biaya akan tetapi
berdasark evaluasi pelaksanaan reklamasi di lapangan, oleh karenanya apabila terdapat
pencapaian luasan reklamasi yang melebihi dari rencana bukan berarti kualitas
reklamasi yang dilaksanakan adalah di bawah spesifikasi karena biaya reklamasi aktual
belum tentu sama dengan dana jaminan atau dengan kata lain untuk luasan yang lebih
besar dapat diasumsikan bahwa biaya aktual yang digunakan bisa lebih besar dari nilai
jaminan.
Perusahaan dengan tingkat pencapaian luasan yang lebih besar telah berhasil
membuktikan bahwa kinerja reklamasi yang dicapai di atas apa yang diharapkan oleh
Pemerintah (beyond expectations).
Dalam hal kaitan dengan pencairan jaminan reklamasi tidak ada angka pencapaian
luasan di atas 1005, maka angka prosentase pencapaian luasan pada pencairan untuk
kondisi ini maksimal hanya dapat dinyatakan 100%.

Variabel kedua yang harus dievaluasi dalam pelaksanaan evaluasi reklamasi, yaitu:
B. Kualitas Reklamasi

Penilaian diberikan dengan membandinkan antara rencana dengan realisasi


sehingga diperoleh prosentase keberhasilan. Berikut adalah tata cara penilaian
untuk masing-masing kegiatan reklamasi:
Berdasarkan peraturan perundang-undangan penenutan kualitas keberhasilan
reklamasi tahap eksplorasi dan operasi produksi ditetapkan berdasar besaran
sebagai berikut:
a. Paling banyak 60% (enam puluh perseratus) dari besaran jaminan reklamasi tahap
operasi produksi apabila telah selesai melaksanakan penatagunaan lahan sesuai
dengan peruntukannya sebagaimana ditetapkan dalam rencana reklamasi tahap
operasi produksi yang telah disetujuai, yang terdiri dari:
1. Pengaturan permukaan lahan;
2. Penyebaran tanah pucuk (tanah zona pengakaran);
3. Pengendalian erosi dan pengelolaan air.
Setiap kegiatan penatagunaan lahan di atas mempunya bobot penilaian yang berbeda.

b. Paling banyak 80% (delapan puluh perseratus) dari besaran jaminan reklamasi tahap
operasi produksi apabila telah selesai melaksanakan kegiatan penatagunaan lahan dan
pekerjaan revegetasi, yang terdiri dari:
1. Penanaman tanaman penutup (cover crop);
2. Penanaman tanaman yang cepat tumbuh;
3. Penanaman tanaman jenis lokal; dan /atau
4. Pengendalian air asam tambang.
c. 100% (seratus persen) dari besaran jaminan reklamasi tahap eksplorasi dan operasi
produksi setelah kegiatan penyelesaian akhir reklamasi yang meliputi penyisipan
tanaman lokal dan perawatan telah memenuhi dari kriteria keberhasilan reklamasi
tahap eksplorasi dan operasi produksi.

Tingkat keberhasilan reklamasi dinyatakan dalam prosentase Tingkat Keberhasilan


Reklamasi (TKR) sebagai hasil dari perkalian prosentase capaian Luasan Reklamasi
(LR) dan prosentase pencapaian Kualitas Reklamasi (KR), sebagaimana rumusan
berikut:
% TKR = LR x KR

Dimana,
TKR
= Prosentase Tingkat Keberhasilan Reklamasi
LR
= Prosentase Capaian Luasan Reklamasi
KR
= Prosentase Capaian Kualitas Reklamasi

Pencairan Jaminan Reklamasi

Pencairan jaminan reklamasi pada tahun pertama dihitung berdasarkan capaian Tingkat
Keberhasilan Reklamasi dikalikan dengan besaran jaminan reklamasi pada tahun tersebut atau
diformulasikan sebagai berikut:
Pencairan Tahun ke (1) = % TKRThn ke (1) x Besaran Jaminan
Dimana:
Pencairan Tahun ke-1 = Pencairan jaminan reklamasi tahun ke-1
% TKR
= Tingkat keberhasilan reklamasi tahun ke-1
Besaran Jaminan
= Besaran jaminan reklamasi

Pencairan jaminan reklamasi pada tahun berikutnya dihitung berdasarkan selisih Tingkat
Keberhasilan Reklamasi dengan tahun sebelumnya dikalikan dengan besaran jaminan reklamasi
atau diformulasikan sebagai berikut:
Pencairan Tahun ke (n) = [%TKR (n) - % TKR (n-1)] x Besaran Jaminan
Dimana:
Pencairan Tahun ke (n) = Pencairan jaminan reklamasi tahun ke-n
% TKR
= Tingkat keberhasilan reklamasi tahun ke-n
Besaran Jaminan
= Besaran jaminan reklamasi
% TKR (n-1)]
= Kumulatif pencapaian Tingkat Keberhasilan Reklamasi tahun sebelumnya

Perubahan Rencana Reklamasi


Perubahan Rencana Reklamasi dapat dilakukan apabila terdapat hal-hal sebagai berikut:
1. Perubahan sistem dan metoda penambangan, kepasitasproduksi, umur tambang, tata
guna lahan dan/atau dokumen lingkungan hidup yang telah disetujui
Perubahan atas dokumen Rencana Reklamasi selambat-lambatnya dilakukan 180 (seratus
delapan puluh) hari pada tahun berjalan yaitu tanggal 30 Juni dan jaminan reklamasi paling
lambat ditempatkan 14 hari setelah perubahan rencana reklamasi disetujui.

2. Tidak tercapainya reklamasi tahunan


- Rencana Reklamasi periode 5 tahunan tidak bersifat kaku (rigid), artinya masih dapat
diubah untuk disesuaikan dengan kondisi di lapangan apabila terdapat ketidaksesuaian
dengan rencana reklamasi yang disusun di awal tahun untuk periode 5 tahun.
- Kesempatan untuk mengubah/merevisi rencana reklamasi ini dibuka untuk
mengakomodir pelaku udaha pertambangan yang tidak dapat memenuhi target
reklamasi yang disebabkan oleh kesalahan dalam membuat rencana reklamasi atau
berubahnya sekuen penambangan dan pemodelan geologi baik saat menghitung
volume cadangan, volume batuan penutup ataupun saat mengestimasi sifat batuan
penutup.

Perubahan ini diperlukan karena Justifikasi pencapaian luasan sebagaimana


ketentuan pada poin A.1 tidak dapat diberikan sehingga setiap kekurangan luasan
reklamasi tetap menjadi kewajiban untuk direklamasi pada tahun-tahun
berikutnya.
Pelaku Usaha Pertambangan dengan kondisi seperti ini dapat diberikan
kesempatan untuk mengubah rencana reklamasi untuk disesuaikan dengan kondisi
di lapangan
Perubahan reklamasi untuk tahun berjalan paling lambat dilakukan 180 (seratus
delapan puluh) hari atau pada tanggal 30 Juni di tahun berjalan sekaligus dengan
perubahan rencana tahun-tahun berikutnya dalam rentang periode 5 tahunan.
Adapn tujuan dibukanya peluang untuk melakukan perubahan rencana reklamasi
adalah untuk mendistribusikan ulang beban reklamasi yang belum tercapai secara
proporsional pada tahun-tahun berikutnya dalam rentang periode 5 tahunan
sehingga beban reklamasi dapat didistribusikan sesuai dengan ketersediaan lahan.