Anda di halaman 1dari 14

Haid Tidak Teratur

Ny. Cinta 25 tahun, PoAo, datang ke puskesmas


dengan keluhanHaid Tidak Teratur, kadang-kadang
40s/d 50 hari baru mendapat haid, telah menikah 3
tauhun belum mempunyai anak. Pada umur 20 tahun
haid selalau teratur tiap bulan,lama haid 5 hari,sejak 6
bulan terakhir sulit dipredediksi kapan datangnya.
Ny.Cinta tidak pernah menggunakan Kotrasepsi.

Identifikasi Istilah
Kontrasepsi adalah menghindari atau mencegah
terjadinya kehamilan,sebagai akibat pertemuan antara
sel telur yang matang dengan sel sperma tersebut, dan
juga pencegahan implantasi kedinding rahim.
Haid adalah peluruhan endometrium ditandai oleh
perdarahan secara periodik akibat pengaruh hormon
ovarium.
P0A0 adalah indikasi untuk menilai kesuburan
wanita,ditandai:
P0 adalah Paritas 0(belum pernah partus)
A0 adalah Abortus 0(Tidak ada riwayat abotus)

KONSEP:GANGGUAN SIKLUS HAID

IDENTIFIKASI MASALAH
1.Apasaja organ dan hormon yang terlibat dalam reproduksi
wanita?
2.Bagaimana fisiologi haid?
3.Apa saja gangguan-gangguan pada haid?

4.Apa diagnosis Ny.Cinta?


5.Etiologi,manifestasi
klinis,patofisiologi,pemriksaan
penunjang,penatalaksanaa,prognosis?
6.Apa yang harus anda lakukan di puskesmas
terhadap pasien ini?

Brainstroming
1. Organ reproduksi wanita:
serebrum
hipotalamus
hipofisis
alat genital
korteks adrenal
glandula tiroid

Sistem hormon wanita yang saling


berkaitan :
1.Hipotalamus, yang melepaskan
GnRH(Gonadotropin Releasing Hormone)
2. Hipofisis anterior, yang mensekresi
FSH(Follicle stimulating hormone) dan
LH(Luteinizing hormone)
3. Ovarium, yang mensekresi esterogen dan
progesteron

FISIOLOGI HAID
MENARKHE
Perubahan endrokinologi yang utama adalah bahwa
hipotalamus mulai mensekresi releasing hormone.
Hipotalamus mulai melepaskan GnRH secara berdenyut
episodik. GnRH menginduksi pelepasan FSH dan LH dari
kelenjar hipofisis anterior yang selanjutnya berikatan
dengan reseptor di ovarium dan menginduksi sekresi dan
pelepasan estrogen dan progesteron.
Kadar FSH mencapai puncak ketika gadis tersebut
berusia 13 tahun. Kadar LH meningkat cepat setahun
sebelum. Ketika itu, denyutan GnRH terjadi setiap 90 menit.
Perubahan-perubahan hormonal ini menetap hingga usia
40 tahun, ketika terjadi perubahan yang menandai saat
menopause.

MENSTRUASI DAN OVULASI


Pada masa pubertas, masing-masing ovarium
mengandung 200.000 oogonia yang dikelilingi sel lutein
teka. Setiap bulan sebanyak 15-20 folikel diransang untuk
tumbuh oleh FSH dan LH.
FSH berikatan dengan sel granulosa teka yang
mengelilinginya. Efeknya ialah sekresi cairan ke dalam
rongga folikel. Pada saat yang sama sel granulosa teka yang
mengelilingi folikel terpilih mensekresi lebih banyak
estrogen yang memasuki sirkulasi darah.
Peningkatan estrogen ini akan menimbulkan umpan
balik negatif pada hipofisis anterior dan hipotalamus.
Akibatnya sekresi FSH menururn sedangkan sekresi
estrogen mencapai puncak. Kira-kira 24 jam kemudian
terjadi lonjakan besar sekresi LH dan FSH yang lebih kecil.
Hal ini menyebabakan pelepasan satu ovem dari folikel
yang paling besar. Maka terjadilah ovulasi.

Folikel yang kolaps akibat pelepasan ovum


berubah menjadi korpus luteum. Sel-sel lutein
korpus luteum menghasilkan progesteron dan
estrogen. Sekresi progesteron mencapai puncak
kira-kira 4 hari setelah ovulasi. Jikatidak terjadi
kehamilan, sel lutein teka berdegenerasi sehingga
menghasilkan estrogen dan progesteron lebih
sedikit. Ini mengurangi feedback negatif pada
gonadotrof yang disertai dengan meningkatnya
sekresi FSH. Penurunan kadar estrogen dan
progesteron dalam sirkulasi darah menyebabkan
perubahan
dalam
endometrium
yang
menyebabkan terjadinya menstruasi.

SIKLUS ENDOMETRIUM
Fase Proliferatif
Setelah masing-masing daerah endometrium
mengelupas sewaktu menstruasi, mulai terjadi
proses perbaikan regeneratif, permukaan
endometrium dibentuk kembali dengan
metaplasia sel-sel stroma dan dengan
pertumbuhan keluar sel-sel kelenjar
endometrium. Dalam tiga hari setelah menstruasi
berhenti, perbaikan seluruh endometrium sudah
selesai.

- Fase Luteal
Perubahan ini mulai pada dua hari terakhir fase
proliferatif, tetapi meningkat secara dramatis setelah
ovulasi. Vakuol-vakuol sekretorik, yang kaya akan
glikogen, tampak di dalam sel-sel yang melapisi kelenjar
endometrium. Jumlahnya cepat meningkat dan kelenjar
menjadi berkelok-kelok. Pada hari keenam setelah
ovulasi, fase sekresi mencapai puncak.
Apabila tidak ada kehamilan, sekresi estrogen dan
progesteron menurun karena korpus luteum menjadi tua.
Menyebabkan endometrium mengelupas ke dalam
rongga uterus disertai dengan darah dan cairan jaringan.
Maka menstruasi mulai terjadi.

- Fase Menstruasi
Selama menstruasi lapisan superfisial dan
media endometrium dilepaskan, namun
lapisan basal profunda dipertahankan.
Pengelupasan ini terjadi secara tidak teratur,
serampangan, beberapa daerah tidak
terganggu, bagian lain mengalami perbaikan,
sedangkan tempat-tempat lain secara
serentak dilepaskan.

STRUKTURISASI

SISTEM
REPRODUKSI
WANITA

FISIOLOGI
MENSTRUASI

Gangguan
Perdarahan

Siklus Haid

Definisi

GANGGUAN
MENSTRUASI

Polimenorea

Oligomenorea

Amenorea

Hipomenorea

Etiologi

Patofisiologi

Manifestasi klinis

Penatalaksanaan

Perdarahan di luar
siklus haid

Hipermenorea
(Menoragia)

Metroragia

Keluahan yang
menyertai

PMS

Dismenorea

Mastodinia

mittleschmerz

Anda mungkin juga menyukai