Anda di halaman 1dari 30

BRONKIOLITIS

JONATHAN SINARTA KURNIAWAN


030.08.131

Tinjauan pustaka
2

penyakit infeksi dan inflamasi akut dari


saluran nafas bawah obstruksi pada
3
Bronkiolitis saluran nafas kecil

Etiologi

Klinis

penyebab utama hampir 90% kasus anak < 2


tahun dengan bronkiolitis RSV

gejala nasofaringitis, susah makan, demam


yang tidak terlalu tinggi, batuk, takipnea dan
episode pertama wheezing

ETIOLOGI
4

virus RNA yang memiliki 2


glikoprotein untuk
menginfeksi sel yaitu
protein G dan F, famili
Paramiksoviridae

- Tipe A
- Tipe B

EPIDEMIOLOGI
5

Epidemiologi

60% Virus RSV Bronkiolitis


40% pneumonia
Sering mengenai usia di bawah 2
tahun dengan insidens tertinggi
usia 6 bulan.
Makin muda umur bayi terkena
bronkiolitis maka makin berat
penyakitnya

Risiko yang memperberat dan


menyebabkan terjadinya komplikasi
6

riwayat atopik (asma) di keluarga,


prematuritas (
terinfeksi pada umur < 3 bulan,
penyakit paru kronik
penyakit jantung bawaan,
imunodefisiensi kongenital
penyakit neuromuskular berat,
frekuensi pernapasan > 70 x/menit
adanya gambaran atelektasis atau pneumonitis

pada foto toraks,


saturasi O2 < 95%

PATOFISIOLOGI
7

PATOGENESIS-PATOFISIOLOGI
Infeksi RSV

Kolonisasi & replikasi di mukosa (terminal bronkiolus : >>)


Nekrosis sel bersilia bronkioli

Proliferasi limfosit, sel plasma & makrofag


Edema submukosa

Kongesti

Plugging (debris & mukus)

Penyempitan lumen bronkioli (total/sebagian)


Respon paru
8

Kapasitas
10
fungsi residu

Dead
space &
shunt

Respon paru

tahanan

compliance

MANIFESTASI KLINIS

11

Kontak dengan penderita ISPA dewasa /anak besar


Didahului ISPA atas ringan (pilek encer, bersin,batuk)
Kondisi memberat : distres nafas (takipnu, retraksi, nafas
cuping hidung, sianosis, takikardi)
Terdapat wheezing, ekspirasi memanjang, crackles
Hepar & lien teraba karena pendorongan diafragma
Kadang-kadang : konjungtivitis ringan, otitis media,
faringitis

Diagnosis
12

Anamnesis

Pemeriksaan fisik

Umur<2thn
MIrewel, susah makan,
gejala respiratori atas
Batuk, sesak nafas,
wheezing, nafsu makan
PCH
Retraksi
Iritabilitas
sianosis

takipnea
Takikardia
Demam (38-39C)
Ronki halus
Retraksi
Wheezing

Pemeriksaan penunjang
13

hematologi
SO 2
AGDA
Foto toraks

Tes
virologi/bakteri
ologi
biokimia

14

hyperaerated

Patchy
atelectasis

Patchy
infiltrate

Skor RDAI
15
SKOR

0
Wheezing
- Ekspirasi
- Inspirasi
- Lokasi

Retraksi
- Supklav
- Interkos.
- Subkos.
TOTAL

(-)
(-)
(-)

(-)
(-)
(-)

Akhir

Sebagian Semua
2 dari 4 3 dari 4
LP
LP

all

Ringan
Ringan
Ringan

Skor
Maksimal

Sedang
Sedang
Sedang

Brt
Brt
Brt

4
2
2

3
3
3
17

Diferensial Diagnosis
ASMA
16
Penyebab

Umur

Hiperreaktivitas
bronkus

BRONKIOLITI
S
Virus

>2tahun

6 bulan-2 tahun

Onset sesak

akut

insidous

ISPA atas

+/-

Selalu +

Atopi keluarga

sering

jarang

Alergi lain

sering

Respon bronkodilator

cepat

Lambat

Normal

Sesak berulang

Eosinofil

Pneumonia vs Bronkiolitis
Pneumonia

Bronkiolitis

Umur

Semua umur

< 2 tahun

Penyebab

Bakteri / virus

Virus

Onset

Lebih lama

cepat

Pemeriksaan
fisis
Foto thoraks

Inspiratory
effort
Infiltrat

Expiratory effort

Tes RSV

Negatif

Positif

17

Hiperaerasi

Diferensial Diagnosis
18

Infeksi:
Bronkopneumonia, Pertussis

Non Infeksi :
Asma,
Gastroesophageal reflux,
Corpus Alienum Saluran
Napas,
Tracheoesophageal fistula,
Cystic Fibrosis

Penatalaksanaan
19

Minimal
handliing
Tunjangan
respirasi

cairan
Tatalaksana

nutrisi

suhu
O2

ALGORITMA TATALAKSANA BRONKIOLITIS


Penyebab : RSV, parainfluenze, influenza,adenovirus, mycoplasma.
Usia
: < 2 tahun
Gejala
: Panas , pilek, batuk disusul sesak napas, wheezing ekspiratoir, sianosis (Bayi kecil :
apnea)
Foto Dada : hiperinflasi, penebalan peribronkial, atelektasis , infiltrat
Periksa
: kesadaran , pernapasan, wheezing, warna kulit, status hidrasi, Skor RDAI

Ringan: RDAI <3


Makan/minum normal
Dehidrasi
Retraksi

Rawat Jalan
Suportif
Pastikan:
- pengetahuan orang tua
- transportasi ke RS

20

Sedang : RDAI 3-15


Retraksi +, Takipnea +,
Wheezing +
Sianosis Resiko tinggi +

Rumah Sakit
Oksigenasi
Salbutamol inhalasi : 0,1
mg/kg/dosis
Antibiotika : disesuaikan
Suportif

Berat: RDAI > 15


Sianosis +, Sesak hebat
Dehidrasi +, Hipoksia +,
Apnea +, Makan/minum -

ICU/ UPI
Cek : Foto Dada, Gas Darah,
EKG, Elektrolit.
Oksigen, ventilasi mekanik
Nebulasi Albuterol,
Steroid: deksametason 0,1-0,2
mg/kg/dosis IV,
Antibiotika spektrum luas
Suportif

TATA LAKSANA BRONKIOLITIS

Prinsip dasar : terapi suportif ( oksigen, cairan, nutrisi)


Bronkiolitis ringan ; rawat jalan
Bronkiolitis sedang-berat : MRS
Saturasi O2 <92% dengan udara ruangan

21

Usia < 3 bulan


Dehidrasi
Distres napas
Penyakit paru kronik : BPD, fibrokistik
Kelainan jantung
Defisiensi imun

Tata laksana

TERAPI OKSIGEN
Untuk kasus-kasus yang sedang-berat
Saturasi oksigen monitor: pulse oxymetry
Dapat berupa : nasal prong, masker, ventilasi mekanik

TERAPI CAIRAN
Jumlah sesuai berat badan, suhu, status hidrasi
Dapat peroral, naso gastrik atau intra vena
Koreksi terhadap kelainan elektrolit dan asam-basa

22

Tata laksana

ANTIBIOTIKA
Diberikan sesuai keadaan penderita
Dasar pemberian: keterlambatan mengetahui etiologi
virus penyebab , kemungkinan infeksi sekunder,
hambatan isolasi penderita
ANTIVIRUS

synthetic nucleoside analogue menghambat aktifitas


virus

23

Efektifitas masih kontroversi

Tata laksana

BRONKODILATOR

Telah lama diperdebatkan

Agonis 2 memiliki keuntungan:


Efek bronkodilatasi
Mengurangi pelepasan mediator
Mengurangi sembab mukosa
Menurunkan tonus kolinergik
Meningkatkan efektifitas mukosilier

24

Tata laksana

25

Racemic epinephrin nebulisasi:


Perbaikan skor klinik dan SaO2
Menurunkan efek epinefrin pada jantung
Aman dan cukup efektif untuk anak < 18 bulan

Tata laksana

KORTIKOSTEROID

26

Kortikosteroid sistemik : perbaikan gejala klinis & lama


rawat inap
Garrison, Pediatric 2000 (meta analisis)
Diberikan pada bronkiolitis berat
Deksametason i.v. 0,5 mg/kb BB/hari bolus ,
dilanjutkan dengan dosis 0,5 mg/kgBB/hari dibagi 3
4 dosis.

Pencegahan
27

Hindari
paparan
asap rokok
& polusi
udara

Biasakan
cuci
tangan

sarung
tangan

28

masker

Isolasi
penderita

Hindarkan
kontak
dgn
Penderita
ISPA

29

Hindarkan
bayi/anak
kecil dr
tmpt umum

ASI

Prognosis
30

40-50%
bronkiolitis

mengi