Anda di halaman 1dari 48

Indah Nur Evi, drg.,Sp.

Ort

Rekam ortodotik yang sangat informatif

Pencetakan pada pasien harus baik


merupakan duplikasi keadaan dalam mulut
Lebih jelas dipelajari pada model daripada
langsung pada mulut pasien

Parabola, Lyra, Square/Lebar, v-shape

Normal parabola
Ada hubungan dengan bentuk muka / kepala

Jumlah lebar 4 insisivi atas untuk mengetahui


makro atau mikrodonti
Normal : 28 36 mm
Insisivus 1 : 8 10 mm
Insisivus 2 : 6 -- 8 mm

Tempat yang tersedia


(availabl space)
e

- tempat yang dibutuhkan


(required space)

Macam perawatan : pencabutan & tanpa


pencabutan

Tempat di sebelah mesial molar pertama


permanen (kiri sampai kanan) yang akan
ditempati gigi--gigi permanen (premolar
kedua kiri sampai kanan) dalam letak yang
benar (Salzmann)
Letak insisivi bawah normal : sumbu gigi
membentuk sudut 90 dengan garis mandibula

Jumlah lebar mesiodistal premolar dua kanan


sampai premolar dua kiri
Ukur pada model studi untuk gigi yang sudah
erupsi
Ukur pada foto ro untuk gigi yang belum
erupsi atau atas dasar jumlah lebar 4 insisivi
bawah hitung menurut rumus lebar mesiodistal C
permanen + P1 + P2 atau lihat pada tabel

Moyers telah membuat tabel untuk anakanak


orang kulit putih Amerika
Untuk mendapatkan tempat yang dibutuhkan
adalah dengan menggunakan perkiraan dari tabel
proporsional
Ada korelasi yang cukup baik antara ukuran
insisivi bawah yang telah erupsi dengan ukuran
benih kaninus dan premolar pertama dan kedua

Sitepu dalam tesisnya menemukan rumus


untuk memprediksi lebar mesiodistal kaninus
permanen, premolar pertama dan
kedua pada
satu sisi (Y) berdasar jumlah lebar mesiodistal
insisivi bawah (X) sebagai berikut :
Y rahang atas = 0,484263 X + 11,7181
Y rahang bawah = 0,460037 X + 10,9117

Rumus prediksi Tanaka dan Johnston :


Setengah jumlah

lebar insisivi rahang bawah + 10,5 mm


= perkiraan jumlah lebar kaninus dan premolar rahang
bawah (satu kuadran)
Setengah jumlah lebar insisivi rahang bawah + 11,0 mm
= perkiraan jumlah lebar kaninus dan premolar rahang
atas (satu kuadran)

Untuk

mendapat oklusi yang baik diperlukan


ukuran gigi yang proporsional

Bila

gigi-gigi atas besar sedangkan gigigigi


bawah kecil tidak mungkin untuk
mendapatkan oklusi yang ideal
Keadaan ini biasa disebut tooth size discrepancy
Insisivi lateral atas merupakan gigi yang paling
banyak mengalami anomali, meskipun
gigigigi lain juga mempunyai banyak variasi
ukuran

Tooth

size analysis atau lebih sering disebut


analisis Bolton (sesuai dengan yang
menemukan) dilakukan dengan mengukur lebar
mesiodistal setiap gigi permanen
Ukuran ini kemudian dibandingkan dengan tabel
standar jumlah lebar gigi anterior atas maupun
bawah (dari kaninus ke kaninus) dan juga jumlah
lebar mesiodistal semua gigi atas dan bawah
(molar pertama ke molar pertama) tidak
termasuk molar kedua dan ketiga.

Kekurangan tempat menurut Proffit :

Sampai dengan 4 mm tidak perlu


gigi permanen

pencabutan

Antara 5 9 mm Ekspansi/ slicing, bila perlu


dapat dilakukan pencabutan ?
10 mm perlu pencabutan gigi permanen

Tempat yang tersedia lebih besar daripada


tempat yang dibutuhkan
Bila semua gigi telah menempati tempat
yang
benar masih terdapat kelebihan tempat

Sesudah perawatan selesai

Kurva Spee adalah kurva


Lengkung yang menghubungkan insisal insisivi
dengan bidang oklusal molar terakhir di rahang
bawah
Kurva ini berkontak di empat lokasi yaitu
permukaan anterior kondili, daerah kontak
distooklusal molar ketiga, daerah kontak
mesiooklusal molar pertama dan tepi insisisal

Datar : berupa garis lurus ?

Negatif jarang
Positif

Supra posisi anterior


Infra posisi posterior
Kombinasi

Bandingkan simetri gigi senama dalam jurusan


sagital dan transversal
Molar yang lebih distal dianggap lebih benar
letaknya
Tendens pergerakan gigi

Versi
Gresi (gigi berpindah scr menyeluruh mahkota
dan akar ke dalam/ke luar lengkung geligi)
Rotasi : sentris & eksentris
Supra posisi
Infra posisi
Transposisi
Ektostema

Pada keadaan normal garis median muka


melewati /segaris dengan median lengkung geligi
(melewati titik kontak insisivi sentral)
Pergeseran ke kanan ke kiri dinyatakan
dalam mm

Neutroklusi
Distoklusi
Mesioklusi
End to end
Tidak ada relasi

Jarak gigit : mm ()
(dalam
Tumpang gigit : . mm ()
keadaan oklusi)
dalam keadaan istirahat
Freeway space

Bila tumpang gigit lebih besar daripada freeway


space diperlukan peninggian gigit posterior
untuk membebaskan halangan pada gigi
anterior

Diagnostik Ortodontik, Pambudi Rahardjo,


AUP, 2009