Anda di halaman 1dari 69

Intra-Cranial Space Occupying

Lesion

Pembimbing:
Dr. M. Taufiq Regia
Oleh:
Arnelli Hutagalung
Arnella Hutagalung
Lucyana Carolina S
Indah Khairani Nst
David

100100169
100100173
100100213
100100237
100100313

BAB 1 PENDAHULUAN
SOL ( Space Occupying Lesion ) intrakranial merupakan
merupakan istilah yang digunakan untuk generalisasi masalah
tentang adanya lesi misalnya neoplasma, dan masalah lain
seperti parasit, abses, hematoma, kista, ataupun malformasi
vaskular

SOL Intra Kranial


9% dari seluruh tumor primer
Gejala tergantung dari jenis lesi, ukuran dan lokasi
Gejala yang paling umum adalah gejala peningkatan TIK

BAB 2 LAPORAN KASUS


ANAMNESIS:
Identitas Pribadi:

Nama
Jenis Kelamin
Usia
Suku bangsa
Agama
Alamat
Status
Pekerjaan
Tanggal Masuk
Tanggal Keluar

: Tn. SR
: Laki-laki
: 72 tahun
: Jawa/Indonesia
: Islam
: Pasar XII Marendal
: Menikah
: Pensiunan
: 1 Desember 2014
:-

KU : Hoyong
T : Hal ini telah dialami os sejak 2 minggu sebelum
masuk rumah sakit. Os juga mengeluhkan lemas dan
nafsu makan berkurang. Mual (+), Muntah (+). Hal ini
dialami memberat 1 hari Sebelum masuk rumah
sakit. Os juga mengeluhkan nyeri kepala. Nyeri kepala
sudah dialami os sejak usia muda. Riwayat trauma (-).
Riwayat hipertensi dan DM (+). Batuk berdahak (+).
BAK dan BAB normal
RPT : Hipertensi, DM
RPO : Tidak Jelas

ANAMNESA KELUARGA

Faktor herediter
Faktor familier
Lain-lain

:
:
:

Tidak jelas
Tidak jelas
Tidak jelas

ANAMNESA SOSIAL

Kelahiran &pertumbuhan :Tidak jelas


Imunisasi
:Tidak jelas
Pendidikan
:Tamat SMA
Pekerjaan
:Pensiunan
Perkawinan & anak
:Menikah

PEMERIKSAAN JASMANI

PEMERIKSAAN UMUM

Tekanan darah

160/100 mmHg

:
:
:
:

68 x/i
20 x/i
37,0 0C
Dalam batas

Dalam batas

Dalam batas

Nadi
Frekuensi nafas
Temperatur
Kulit & selaput lendir
normal
Kelenjar & getah bening
normal
Persendian
normal

KEPALA & LEHER

Bentuk & posisi


Pergerakan
Kelainan panca indera
Rongga mulut & gigi
Kelenjar parotis
Desah

:Bulat &Medial
:Dalam
batas normal
:(-)
:Dalam batas
normal
:Dalam batas
normal
:(-)

RONGGA DADA & ABDOMEN

Inspeksi :
Palpasi
:
Perkusi :
Auskultasi:

Rongga dada
Rongga abdomen
Simetris fusiform
Simetris
Stem Fremitus, Ka=Ki
Soepel
Sonor
Timpani
Sp:Vesikuler
Peristaltik
(+) Normal
St:Ronki basah (-)

GENITALIA

Toucher

Tidak dilakukan pemeriksaan

PEMERIKSAAN NEUROLOGIS
SENSORIUM
KRANIUM

Compos mentis

Bentuk
Fontanella
Palpasi

:
:
:

Perkusi
Auskultasi
Transluminasi
pemeriksaan

:
:
:

Bulat
Tertutup
Pulsasi a.temporalis,
a.carotis teraba
Cracked Pots Sign (-)
Bruit (-)
Tidak dilakukan

PERANGSANGAN MENINGEAL

Kaku Kuduk
:
Tanda Kerniq
:
Tanda Laseque
Tanda Brudzinski I/II

(-)
(-)
:
:

(-)
(-)/(-)

PENINGKATAN TEKANAN INTRAKRANIAL

Muntah
Sakit kepala
Kejang

:
:
:

(+)
(+)
(-)

NERVUS KRANIALIS
NERVUS I
Meatus Nasi Dextra

Normosmia:
sdn

Anosmia :
sdn

Parosmia :
sdn

Hiposmia :
sdn

Meatus Nasi Sinistra

sdn
sdn
sdn
sdn

NERVUS II
Visus
Lapangan pandang
Normal
Menyempit
Hemianopsia
Scotoma
Refleks ancaman
Fundus okuli
Warna
Batas
Ekskavasio
Arteri
Vena

:
:
:
:
:
:
:
:
:
:

Okuli Dextra
1/300

sdn
sdn
sdn
sdn
(+)
TDP
TDP
TDP
TDP
TDP

Okuli Sinistra
1/60

sdn
sdn
sdn
sdn
(+)
TDP
TDP
TDP
TDP
TDP

NERVUS III, IV, VI


Gerakan bola mata
Nistagmus
Pupil
Lebar
Bentuk
RC Langsung
RC Tidak langsung
Rima palpebra
Deviasi konjugasi
Dolls eye phenomena
Strabismus

:
:

Oculi Dextra
(+)
(-)

:
:
:
:
:
:
:
:

isokor, 5mm
bulat
(+)
(+)
7mm
(-)
TDP
(-)

Okuli Sinistra
(+)
(-)
isokor, 3mm
bulat
(+)
(+)
7mm
(-)
TDP
(-)

NERVUS V
Kanan
Motorik
Membuka & Menutup mulut
:DBN
Palpasi otot masseter & temporalis :DBN
Kekuatan gigitan
:
DBN
Sensorik
Kulit
:
DBN
Selaput lendir
:
DBN

Refleks kornea
Langsung
Tidak langsung
Refleks masseter
Refleks bersin

Kiri
DBN
DBN
DBN
DBN
DBN

:
+
+
:
+
+
:
+
+
:Tidak dilakukan pemeriksaan

NERVUS VII
Kanan
Motorik
Mimik
:sudut mulut simetris
Kerut kening
:
+
Menutup mata
:
+
Meniup sekuatnya
:
+
Memperlihatkan gigi :
+
Tertawa
:
+
Sensorik
Pengecapan 2/3 depan lidah : sdn
Produksi kelenjar Ludah
: sdn
Hiperakusis
: sdn
Refleks stapedial
: sdn

Kiri

+
+
+
+
+
sdn
sdn
sdn
sdn

NERVUS VIII
Auditorius
Pendengaran
Test rinne
Test weber
Test schwabach
Vestibularis
Nistagmus
Reaksi kalori
Vertigo
Tinnitus

Kanan

Kiri

:
:
:
:

+
tdp
tdp
tdp

+
tdp
tdp
tdp

:
:
:
:

tdp
tdp
tdp
tdp

tdp
tdp
tdp
tdp

NERVUS IX,X

Pallatum mole

Uvula
:
Disfagia
:
Disartria
:
Disfonia
:
Reflek muntah
:
Pengecapan 1/3 belakang

Terangkat
Medial
(-)
(-)
(-)
tdp
:tdp

NERVUS XI
Kanan
Mengangkat bahu
:+
Fungsi otot Sternocleidomastoideus : +

NERVUS XII
Lidah
Tremor
Atropi
Fasikulasi
Ujung lidah sewaktu Istirahat
Ujung lidah sewaktu Dijulurkan

:
:
:
:
:

Kiri
+
+

(-)
(-)
(-)
Medial
Medial

SISTEM MOTORIK
Tropi
:Eutrofi
Tonus otot
:Normotonus
Kekuatan otot
:ESD : 55555 ESS : 44444
55555
44444
EID : 55555 EIS : 44444
55555
44444
Sikap
:Berbaring

GERAKAN SPONTAN ABNORMAL


Tremor
:
(-)
Khorea
:
(-)
Ballismus
:
(-)
Mioklonus
:
(-)
Atetosis
:
(-)
Distonia
:
(-)
Spasme
:
(-)
Tic
:
(-)

TEST SENSIBILITAS
Eksteroseptif
:
Propioseptif
:
Fungsi kortikal untuk sensibilitas
Stereognosis
:
Pengenalan 2 titik
:
Grafestesia
:

sdn
sdn
sdn
sdn
sdn

REFLEKS
REFLEKS FISIOLOGIS

Biceps
Triceps
Radioperiost
APR
KPR
Strumple

:
:
:
:
:
:

Kanan
(++)
(++)
(++)
(++)
(++)
(-)

Kiri
(++)
(++)
(++)
(++)
(++)
(-)

REFLEKS PATOLOGIS
Babinsky
:
(-)
Oppenheim
:
(-)
Chaddock
:
(-)
Gordon
:
(-)
Schaefer
:
(-)
Hoffman-Tromner :
(-)
Klonus lutut
:
(-)
Klonus kaki
:
(-)

-REFLEKS PRIMITIF:(-)

(-)
(-)
(-)
(-)
(-)
(-)
(-)
(-)

KOORDINASI

Lenggang
Bicara
Menulis
Percobaan apraksia
Mimik

Tes telunjuk-telunjuk :
Tes telunjuk-hidung :
Diadokhokinesia
:
Tes tumit-lutut
:
Tes Romberg
:

:
:
:
:
:

Dalam batas normal


Dalam batas normal
Dalam batas normal
Sudut mulut tertarik
ke kanan
Sulit dinilai
Dalam batas normal
Sulit dinilai
Sulit dinilai
Sulit dinilai

VEGETATIF
Vasomotorik
Sudomotorik
Pilo-erektor
Miksi
Defekasi
Potens & libido

:
:
:
:
:
:

Dalam batas normal


Dalam batas normal
Dalam batas normal
Dalam batas normal
Dalam batas normal
Tidak dilakukan
pemeriksaan

VERTEBRA
BENTUK
Normal
Scoliosis
Hiperlordosis
PERGERAKAN
Leher
Pinggang

:
:
:

(+)
(-)
(-)

:
:

Normal
Normal

TANDA PERANGSANGAN RADIKULER


Laseque
:
(-)
Cross laseque
:
(-)
Test Lhermitte
:
(-)
Test Naffziger
:
(-)

GEJALA-GEJALA SEREBRAL
Ataksia
:
Disartria
:
Tremor
:
Nistagmus
:
Fenomena rebound
:
Vertigo
:
Dan lain-lain
:

(-)
(-)
(-)
(-)
(-)
(-)
(-)

GEJALA-GEJALA EKSTRAPIRAMIDAL
Tremor
:
(-)
Rigiditas
:
(-)
Bradikinesia
:
(-)
Dan lain-lain
:
(-)

FUNGSI LUHUR

Kesadaran kualitatif
Ingatan baru
Ingatan lama
Orientasi
Diri
Tempat
Waktu
Situasi
Intelegensia
Daya pertimbangan
Reaksi emosi

:
:
:

Compos Mentis
Dalam batas normal
Dalam batas normal

:
:
:
:
:
:
:

Dalam batas normal


Dalam batas normal
Dalam batas normal
Dalam batas normal
Sulit Dinilai
Dalam batas normal
Dalam batas normal

Afasia
Ekspresif
Represif
Apraksia
Agnosia
Agnosia visual
Agnosia jari-jari
Akalkulia
Disorientasi kanan-kiri

:
:
:

:
:
:
:

KESIMPULAN PEMERIKSAAN

Telah dirawat seorang pasien laki-laki berusia 72 tahun


yang datang dengan keluhan hoyong. Hal ini telah
dialami os sejak 2 minggu sebelum masuk rumah
sakit. Os juga mengeluhkan lemas dan nafsu makan
berkurang. Mual (+), Muntah (+). Hal ini dialami
memberat 1 hari Sebelum masuk rumah sakit. Os
juga mengeluhkan nyeri kepala. Nyeri kepala sudah
dialami os sejak usia muda. Riwayat trauma (-). Riwayat
hipertensi dan DM (+). Batuk berdahak (+). BAK dan
BAB normal
Riwayat penyakit terdahulu : Hipertensi dan DM
Riwayat Penggunaan obat
: Tidak Jelas

KESIMPULAN PEMERIKSAAN
STATUS PRESENS
Sensorium

Compos Mentis

Tekanan Darah

160/100 mmHg

Heart Rate

68 x/i

Respiratory Rate

20 x/i

Temperatur

37,0 0C

STATUS NEUROLOGIS
Sensorium

Compos Mentis
Muntah (+)

Peningkatan TIK

Kejang (-)
Sakit kepala (+)

Perangsangan

meningeal

Kaku kuduk (-)


Kernig sign (-)
Brudzinski I/II (-/-)

NERVUS KRANIALIS
NI
N II, III

sdn
Visus OD 1/300,OS 1/60, RC -/+, pupil
anisokor OD 5mm, OS 5 mm

N III, IV, VI

Gerakan bola mata (+)

NV

Buka tutup mulut (+)

N VII

Sudut mulut simetris

N VIII

Dalam batas normal

N IX, X

Uvula medial

N XI

Angkat bahu (+) normal

REFLEKS FISIOLOGIS
Biceps / Triceps

KPR / APR

Kanan

Kiri

++/++

++/++

Kanan

Kiri

++/++

++/++

REFLEKS PATOLOGIS
Babinsky

Hoffman / Tromner

Kanan

Kiri

Kanan

Kiri

-/-

-/-

KEKUATAN MOTORIK

ESD: 55555/55555

ESS: 44444/44444

55555/55555

44444/44444

EID: 55555/55555

EIS: 44444/44444

55555/55555

44444/44444

Head CT-Scan

Hasil Pemeriksaan :
Sisterna ventrikel tampak melebar
Tampak lesi isodens batas tidak tegas berukuran sekitar 3,5 x 4,9 x 3
cm didaerah cerebellopontin angle kanan yang mendesak ventrikel
IV, yang pada pemberian kontras tampak enhacement inhomogen
Tampak lesi hipodens batas tegas di parenkim cerebri daerah
ganglia basalis kiri
Kesimpulan :
Massa solid batas tidak tegas berukuran sekitar 3,5 x 4,9 x 3 cm
didaerah cerebellopontin angle (CPA) kanan yang mendesak
ventrikel IV SOL
Hydrocephalus non komunikans
Infark lama didaerah ganglia basalis kiri

DIAGNOSA

Diagnosa Fungsional :Secondary Headhace +


Hemiparese sinistra Tipe UMN
Diagnosa Etiologik
:Tumor
Diagnosa Anatomik :Pons
Diagnosa Banding
:1. Stroke Iskemik

2. Stroke Hemoragik
Diagnosa Kerja
:Secondary Headhache +
Hemiparese sinistra tipe UMN e.c. SOL
Intracranial

PENATALAKSANAAN
Bedrest, head elevasi 30
IVFD R Sol 20 tetes/menit
Inj. Dexametason 2 amp bolus tap off 1 amp/ 12
jam selama 3 hari 1 amp/6 jam selama 3 hari
Inj. Ranitidin 1 amp/12 jam
Inj. Citicholine 1 amp/ 12 jam
Inj. Ondensartan / 8jam
Vastigo tab 3 x 1
Diovan tab 1 x 1
Ambroxol Syr 3 x CI

RENCANA PROSEDUR DIAGNOSTIK


EKG
Foto Thorax AP
Lab darah lengkap, LFT, RFT, Elektrolit, KGDS,
KGDN, lipid profile, asam urat
Head CT Scan dengan Kontras

STATUS PRESENS

Sensorium

13 November
2014
Compos Mentis

14 November
2014
Compos Mentis

Tekanan Darah

120/80 mmHg

130/60 mmHg

120/70 mmHg

Nadi

80 x/i

80 x/i

80 x/i

Laju Pernafasan

24 x/i

24 x/i

24 x/i

Temperatur

36,00C

36,30C

36,50C

TANGGAL

15 November 2014
Compos Mentis

STATUS NEUROLOGIS

Sensorium

Compos Mentis

Compos Mentis

Compos Mentis

Peningkatan TIK

Muntah (-)
Kejang (-)
Sakit kepala (-)

Muntah (-)
Kejang (-)
Sakit kepala (-)

Muntah (-)
Kejang (-)
Sakit kepala (-)

Perangsangan
Meningeal

Kaku kuduk (-)


Kernig sign (-)
Brudzinski i/ii (-/-)

Kaku kuduk (-)


Kernig sign (-)
Brudzinski i/ii (-/-)

Kaku kuduk (-)


Kernig sign (-)
Brudzinski i/ii (-/-)

NERVUS KRANIALIS
NI
Normosmia
N II, III

N III, IV, VI
NV

Normosmia

Normosmia

RC+/+, pupil isokor


3mm/3mm

RC+/+, pupil isokor


3mm/3mm

RC+/+, pupil isokor


3mm/3mm

Gerak bola mata (+)


Buka tutup mulut
(+)

Gerak bola mata (+)

Gerak bola mata (+)

Buka & tutup mulut (+)

Buka & tutup mulut (+)

Sudut mulut simetris


(+)

Sudut mulut simetris


(+)

N VII

Sudut mulut
tertarik ke kanan

N VIII

Pendengaran (+) N

Pendengaran (+) N

Pendengaran (+) N

N IX, X

Uvula medial

Uvula medial

Uvula medial

Angkat bahu (+) N

Angkat bahu (+) N

Lidah dijulurkan medial

Lidah dijulurkan medial

N XI

SDN
Lidah dijulurkan
N XII
medial
REFLEKS FISIOLOGIS
Kanan
Kiri
Biceps / Triceps
++/++
++/++
Kanan
Kiri
KPR / APR
++/++
++/++

Kanan
++/++
Kanan
++/++

Kiri
++/++
Kiri
++/++

Kanan
++/++
Kanan
++/++

Kiri
++/++
Kiri
++/++

REFLEKS PATOLOGIS
Kanan
Kiri
Babinsky
+
+
Chaddock
Kanan
Kiri
Hoffman/
Tromner
Klonus Kaki
Klonus Lutut
ESD: 55555
55555
ESS: 11111
11111
Kekuatan
EID: 55555
Motorik
55555
EIS: 11111
11111

Kanan
+
Kanan
ESD: 55555
55555
ESS: 11111
11111
EID: 55555
55555
EIS: 11111
11111

Kiri
+
Kiri
-

Kanan
Kiri
+
+
Kanan
Kiri
ESD: 55555
55555
ESS: 11111
11111
EID: 55555
55555
EIS: 11111
11111

Lemah lengan dan


tungkai kiri
Sens :CM
TD : 120/80
mmHg
HR : 80 x/i
RR : 24x/i
T
: 36,00C

Hemipareses
sinistra + PN VII
UMN sinistra ec
Stroke Hemorragic
+ CHF fc II - III

Lemah lengan dan


tungkai kiri
Sens :CM
TD : 130/80
mmHg
HR : 80 x/i
RR : 24x/i
T
: 36,30C

Hemipareses
sinistra + PN VII
UMN sinistra ec
Stroke Hemorragic
+ CHF fc II - III

Lemah lengan dan


tungkai kiri
Sens :CM
TD : 120/80
mmHg
HR : 80 x/i
RR : 24x/i
T
: 36,50C
Hemipareses
sinistra + PN VII
UMN sinistra ec
Stroke
Hemorragic + CHF
fc II - III

Bed rest _+
Head up 30
NGT dan
Kateter
terpasang
02 2 4 l/i
IVFD R.Sol 20
tetes/menit
IVFD Manitol
250 cc loading
dose
selanjutnya
125 cc/6 jam
Inj. Citicholine
1 amp/ 12 jam
Flurosemide
1x40 mg
Digoxin 1 x
0,25 mg

Bed rest _+ Head


up 30
NGT dan Kateter
terpasang
02 2 4 l/i
IVFD R.Sol 20
tetes/menit
IVFD Manitol 125
cc/6 jam (H2)
Inj. Citicholine 1
amp/ 12 jam
Flurosemide 1x40
mg
Digoxin 1 x 0,25
mg

Bed rest _+ Head


up 30
NGT dan Kateter
terpasang
02 2 4 l/i
IVFD R.Sol 20
tetes/menit
IVFD Manitol
20% 125 cc/ 6
jam (H3)
Inj. Citicholine 1
amp/ 12 jam
Flurosemide
1x40 mg
Digoxin 1 x 0,25
mg

Rencana

Pemeriksaan laboratoriun

darah rutin

Pemeriksaan laboratorium
kimia darah dan elektrolit

Head CT Scan dengan kontras

EKG

STATUS PRESENS
TANGGAL

16 November 2014 17 November 2014 18 November 2014

Sensorium

Compos Mentis

Compos Mentis

Compos Mentis

Tekanan Darah

120/80 mmHg

130/60 mmHg

120/70 mmHg

Nadi

80 x/i

80 x/i

80 x/i

Laju Pernafasan

24 x/i

24 x/i

24 x/i

Temperatur

36,00C

36,30C

36,50C

STATUS NEUROLOGIS
Sensorium

Compos Mentis

Compos Mentis

Compos Mentis

Peningkatan TIK

Muntah (-)
Kejang (-)
Sakit kepala (-)

Muntah (-)
Kejang (-)
Sakit kepala (-)

Muntah (-)
Kejang (-)
Sakit kepala (-)

Perangsangan
Meningeal

Kaku kuduk (-)


Kernig sign (-)
Brudzinski i/ii (-/-)

Kaku kuduk (-)


Kernig sign (-)
Brudzinski i/ii (-/-)

Kaku kuduk (-)


Kernig sign (-)
Brudzinski i/ii (-/-)

NERVUS KRANIALIS
NI

Normosmia

Normosmia

Normosmia

N II, III

RC+/+, pupil isokor


3mm/3mm

RC+/+, pupil isokor


3mm/3mm

RC+/+, pupil isokor


3mm/3mm

Gerak bola mata (+)

Gerak bola mata (+)

Gerak bola mata (+)

Buka & tutup mulut


(+)

N III, IV, VI
NV

Buka tutup mulut (+)

Buka & tutup mulut (+)

N VII

Sudut mulut jatuh ke


kiri

Sudut mulut simetris


(+)

N VIII

Pendengaran (+) N

Pendengaran (+) N

Pendengaran (+) N

N IX, X

Uvula medial

Uvula medial

Uvula medial

N XI

SDN

Angkat bahu (+) N

Angkat bahu (+) N

Lidah dijulurkan medial

Lidah dijulurkan
medial

Lidah dijulurkan
N XII
medial
REFLEKS FISIOLOGIS
Kanan
Kiri
Biceps / Triceps
++/++
++/++
Kanan
Kiri
KPR / APR

Kanan
++/++
Kanan

Kiri
++/++
Kiri

Sudut mulut simetris


(+)

Kanan
++/++
Kanan

Kiri
++/++
Kiri

REFLEKS PATOLOGIS
Kanan
Kiri
Babinsky
+
+
Chaddock
Kanan
Kiri
Hoffman/
Tromner
Klonus Kaki
Klonus Lutut
ESD: 55555
55555
ESS: 11111
11111
Kekuatan
EID: 55555
Motorik
55555
EIS: 11111
11111

Kanan
+
Kanan
ESD: 55555
55555
ESS: 11111
11111
EID: 55555
55555
EIS: 11111
11111

Kiri
+
Kiri
-

Kanan
+
Kanan
ESD: 55555
55555
ESS: 11111
11111
EID: 55555
55555
EIS: 11111
11111

Kiri
+
Kiri
-

Lemah lengan dan


tungkai kiri
Sens :CM
TD : 120/80
mmHg
HR : 80 x/i
RR : 24x/i
T
: 36,00C

Hemipareses
sinistra + PN VII
UMN sinistra ec
Stroke Hemorragic
+ CHF fc II - III

Lemah lengan dan


tungkai kiri
Sens :CM
TD : 130/80
mmHg
HR : 80 x/i
RR : 24x/i
T
: 36,30C

Hemipareses
sinistra + PN VII
UMN sinistra ec
Stroke Hemorragic
+ CHF fc II - III

Lemah lengan dan


tungkai kiri
Sens :CM
TD : 120/80
mmHg
HR : 80 x/i
RR : 24x/i
T
: 36,50C

Hemipareses
sinistra + PN VII
UMN sinistra ec
Stroke
Hemorragic + CHF
fc II - III

Bed rest _+
Head up 30
NGT dan
Kateter
terpasang
02 2 4 l/i
IVFD R.Sol 20
tetes/menit
IVFD Manitol
20% 125 cc/ 6
jam (H4) AFF
Inj. Citicholine
1 amp/ 12 jam
Flurosemide
1x40 mg
Digoxin 1 x
0,25 mg

Bed rest _+ Head


up 30
NGT dan Kateter
terpasang
02 2 4 l/i
IVFD R.Sol 20
tetes/menit
Inj. Citicholine 1
amp/ 12 jam
Flurosemide
1x40 mg
Digoxin 1 x 0,25
mg
Vit B complex
3x1

Bed rest _+ Head


up 30
NGT dan Kateter
terpasang
02 2 4 l/i
IVFD R.Sol 20
tetes/menit
Inj. Citicholine 1
amp/ 12 jam
Flurosemide
1x40 mg
Digoxin 1 x 0,25
mg
Vit B complex
3x1

STATUS PRESENS
TANGGAL
Sensorium
Tekanan Darah
Nadi
Laju Pernafasan
Temperatur
STATUS NEUROLOGIS
Sensorium

19 November 2014
Compos Mentis
130/80 mmHg
80 x/i
24 x/i
36,60C

20 November 2014
Compos Mentis
130/60 mmHg
80 x/i
24 x/i
36,30C

Compos Mentis

Compos Mentis

Peningkatan TIK

Muntah (-)
Kejang (-)
Sakit kepala (-)

Muntah (-)
Kejang (-)
Sakit kepala (-)

Perangsangan
Meningeal

Kaku kuduk (-)


Kernig sign (-)
Brudzinski i/ii (-/-)

Kaku kuduk (-)


Kernig sign (-)
Brudzinski i/ii (-/-)

NERVUS KRANIALIS
NI
Normosmia
RC+/+, pupil isokor
N II, III
3mm/3mm
N III, IV, VI
Gerak bola mata (+)
NV
Buka tutup mulut (+)

Normosmia
RC+/+, pupil isokor
3mm/3mm
Gerak bola mata (+)
Buka & tutup mulut (+)

N VII

Sudut mulut jatuh ke kiri

N VIII
N IX, X
N XI

Pendengaran (+) N
Uvula medial
SDN

Pendengaran (+) N
Uvula medial
Angkat bahu (+) N

N XII

Lidah dijulurkan medial

Lidah dijulurkan medial

REFLEKS FISIOLOGIS
Kanan
Biceps / Triceps
++/++
Kanan
KPR / APR
++/++

Kiri
++/++
Kiri
++/++

Sudut mulut simetris (+)

Kanan
++/++
Kanan
++/++

Kiri
++/++
Kiri
++/++

REFLEKS PATOLOGIS
Babinsky
Chaddock
Hoffman/ Tromner
Klonus Kaki
Klonus Lutut

Kekuatan Motorik

Kanan
+
Kanan
ESD: 55555
55555
ESS: 11111
11111
EID: 55555
55555
EIS: 11111
11111

Kiri
+
Kiri
-

Kanan
+
Kanan
ESD: 55555
55555
ESS: 11111
11111
EID: 55555
55555
EIS: 11111
11111

Kiri
+
Kiri
-

Lemah lengan dan


tungkai kiri
Sens :CM
TD : 130/80
mmHg
HR : 80 x/i
RR : 24x/i
T
: 36,60C

Hemipareses
sinistra + PN VII
UMN sinistra ec
Stroke Hemorragic
+ CHF fc II - III

Lemah lengan dan


tungkai kiri
Sens :CM
TD : 130/80
mmHg
HR : 80 x/i
RR : 24x/i
T
: 36,30C

Hemipareses
sinistra + PN VII
UMN sinistra ec
Stroke Hemorragic
+ CHF fc II - III

Bed rest _+
Head up 30
NGT dan
Kateter
terpasang
02 2 4 l/i
IVFD R.Sol 20
tetes/menit
Inj. Citicholine
1 amp/ 12 jam
Flurosemide
1x40 mg
Digoxin 1 x
0,25 mg
Vit B complex
3x1

Bed rest _+ Head


up 30
NGT dan Kateter
terpasang
02 2 4 l/i
IVFD R.Sol 20
tetes/menit
Inj. Citicholine 1
amp/ 12 jam
Flurosemide 1x40
mg
Digoxin 1 x 0,25
mg
Vit B complex 3x1

Tinjauan Pustaka - DEFENISI

Istilah SOL ( Space Occupying Lesion ) intrakranial merupakan


merupakan istilah yang digunakan untuk generalisasi masalah
tentang adanya lesi misalnya neoplama, baik jinak maupun
ganas, primer atau sekunder, dan masalah lain seperti parasit,
abses, hematoma, kista, ataupun malformasi vaskular

Tinjauan Pustaka - Insidens


368 Kasus SOL =

32,1%
13,7%
13,2%
13,2%
5,5%

:
:
:
:
:

Glikoma
Meningioma
Abses
Tumor Pituitari
Tuberkuloma

Tinjaun Pustaka - Etiologi

Glioma

Lesi
Infektif

Penyebab

lainnya

Tinjauan Pustaka Manifestasi Klinis


Tergantung jenis lesi, luas dan lokasinya
Gejala yang umum = Peningkatan TIK
Papila edema pada anak-anak

Tinjauan Pustaka Manifestasi Klinis


Ataxia
Tremor
disdiadokokinesia

Gangguan
Hemisensorik
Gertsmanns
Syndrome

Gangguan emosi
Halusinasi
Aphasia
Lapangan
pandang

Gangguan Visual
Pupil anisokor
Penurunan
kesadaran

Anosmia
unilateral
Aphasia Broca

Tuli Ipsilateral,
tinnitus
Nistagmus
Berkurang refleks
kornea

Tinjauan Pustaka Prosedur diagnostik

Anamnesa
Pemeriksaan fisik
Pemeriksaan Neurologis
Radiologi (Head CT-Scan/ MRI)
Histologi

Tinjauan Pustaka Diagnosa Banding


1. Stroke
2. Trauma Kepala
3. Vaskulitis ( Lupus dan Sifilis )
4. Multiple Sclerosis
5. Encephalitis
6. Todds Palsy

Tinjauan Pustaka Penatalaksanaan


Penatalaksanaan SOL disesuaikan dengan lesi
penyebabnya
Keganasan dilakukan kemoterapi, radioterapi,
maupun operasi
Lesi infeksi dilakukan pemberian antibiotik,
antifungal, ataupun anti helminth sesuai
kuman penyebab

Tinjauan Pustaka Penatalaksanaan


Terapi suportif :
analgesik, steroid, antiemetik,
neuromodulator
Fisioterapi dan terapi okupasional
Neurorehabilitasi

Diskusi Kasus
TEORI

KASUS

Secara keseluruhan kejadian tumor otak adalah Pasien adalah seorang laki-laki Indonesia, berusia

sekitar 7-19.1 kasus per tahun namun prevalensi 72 tahun yang didiagnosis dengan SOL intrakranial.
internasional maupun nasional yang jelas tidak
diketahui secara pasti.

Gejala-gejala dapat timbul perlahan-lahan selama Pasien dirawat di rumah sakit dengan keluhan
berbulan-bulan.

utama hoyong, lemas, dan nyeri kepala. selain itu

Keluhan yang paling umum adalah sakit kepala, pasien juga mengalami beberapa defisit neurologi

muntah dan defisit neurologis sesuai dengan daerah seperti pupil anisokor, reflek cahaya (-), serta
yang mengalami penekanan oleh SOL.

berkurangnya kekuatan motorik.

Diskusi Kasus
Diagnosis pasien dengan SOL adalah

Pada pasien ini didapatkan keluhan neurologis yaitu

berdasarkan

mata kanan.

klinis

anamneses,

(gejala

temuan

neurologis)

dan

radiologi, dan kemudian dikonfirmasi

hemiparese sinistra, Pupil anisokor, reflex cahaya (-) pada

Pada hasil CT Scan didapatkan massa solid batas tidak tegas


berukuran sekitar 3,5 x 4,9 x 3 cm didaerah cerebellopontin
angle (CPA) kanan yang mendesak ventrikel IV SOL,
hydrocephalus non kumunikans, dan infark lama didaerah

dengan temuan histologis yang khas.

ganglia basalis kiri.

Ada dua jalur manajemen utama

Terapi pada pasien ini adalah:


-

Bed Rest, Head up 30

berkaitan dengan pengobatan SOL.

IVFD R Sol 20 gtt/i

Inj. Dexametason 2 amp bolus tap off 1 amp/ 12 jam

Yaitu terapi kausal penyebab SOL

selama 3 hari 1 amp/6 jam selama 3 hari

setelah menngetahui jenis massa

Inj. Ranitidin 1 amp/12 jam

Inj. Citicholine 250 mg/ 12 jam

yang menimbulkan desakan dan juga

Inj. Ondensartan / 8jam

Vastigo tab 3 x 1

Diovan tab 1 x 1

Ambroxol Syr 3 x CI

terapi supportif dan neuroprotektif.