Anda di halaman 1dari 9

KOKAS (COKE)

Definisi
Bila batubara di pirolisis (dekomposisi kimia
bahan organik melalui proses pemanasan tanpa
atau sedikit oksigen atau reagen lainnya, di mana
material mentah akan mengalami pemecahan
struktur kimia menjadi fase gas) dari bahan
organik dengan kandungan karbon yang sangat
tinggi yang mana setidaknya bagian di dalam
kokas tersebut telah melewati fase cair atau
kristal-cair selama proses karbonisasi dan terdiri

Karakteristik
Physic (Analitis)
Sifat Fisis
Warna
Strutur Sel Coke
Kekuatan

Kekerasan
Berat
Gas
Volume

Kimia

Proximate

Ultimate Analysis

Pembuatan
Pemanasan

Pendinginan Mendadak

Sizing

Setelah
proses
pemanasan
menghasilkan
distilasi sempurna, coke
yang
masih
membara
didinginkan
secara
mendadak dengan air.

Tahap akhir pembuatan


coke dengan memecah coke
dalam ukuran-ukuran yang
didinginkan pada crushing
screening.

Cooking Time 48 - 72 Jam


Produk-produk :
1. Padat : coke, sedikit
garam ammonium
2. Cair : uap air, tar,
minyak
3. Gas : uap air, H2, CH4,
CO, CO2, H2S, C2H4, NH3,
N2

Coking
Coking dilakukan dengan 2 cara:
1. Pemanasan yang digunakan 450o 750oC.
Low Temperatur
Coking

2. Hasilnya untuk fuel yang tidak berasap.


3. Dihasilkan semi coke, banyak mengandung
volatile matter yang tidak banyak mengandung asap.
4. Biaya lebih tinggi.

High Temperatur 1. Pemanasan yang digunakan 900o 1200oC


Coking
2. Hasilnya untuk industry metalurgi

Jenis-Jenis Kokas (Coke)


a. Green Coke adalah hasil karbonisasi padatan yang utama
yang dihasilkan dari pemanasan fraksi karbon pada
temperatur dibawah 9000K (juga disebut kokas baku)
b. Calcined Coke adalah kokas yang berasal dari minyak bumi
atau kokas dari hasil pengolahan batubara dengan sebuah
fraksi massa dari hidrogen kurang dari 0,1%. Kokas jenis ini
dihasilkan melalui pemanasan dari Green Coke hingga suhu
kira-kira 1600 K.
c. Petroleum Coke adalah hasil karbonisasi dari fraksi didih
karbon yang terbentuk dalam proses pengolahan minyak
bumi

d. Coal Derived Pitch Coke adalah hasil karbonisasi padatan


yang paling utama dalam industri yang dihasilkan dari coaltar-pitch atau ter (aspal).
e. Metallurgical Coke yang dihasilkan melalui karbonisasi
batubara atau campuran batubara pada temperatur hingga
diatas 1400 K untuk menghasilkan bahan karbon makroporos
yang kuat.
f. Delayed Coke adalah bentuk yang paling umum digunakan
untuk hasil karbonisasi utama pada fraksi didih hidrokarbon
melalui proses pemasakan kokas. Delayed Coke memiliki
tingkat grafit yang lebih baik dibandingkan dengan kokas
yang dihasilkan dengan proses lain bahkan dengan bahan
dasar yang sama.

Penggunaan Kokas (Coke)


Pada umumnya, kokas sebagai bahan bakar digunakan dalam
kombinasi dengan batubara bitumen memiliki keuntungan sebagai
berikut disamping batubara bitumen itu sendiri :
1. Grinding (penggilingan). Kokas lebih mudah untuk digiling
daripada batubara bitumen, dihasilkan dengan biaya penggilingan
yang lebih murah dan tidak perlu perawatan yang lebih.
2. Nilai Pemanasan (Heating Value). Nilai pemanasan dari
petroleum coke adalah lebih dari 14.000 Btu/lb, dibandingkan
dengan 9000 sampai 12.500 Btu/lb untuk batubara.
3. Kandungan abu. Kandungan abu yang sangat rendah (kurang
dari 0,5 persen berat) dari kokas menghasilkan biaya pengolahan
yang lebih murah.

Segi Pemakaian Coke


No.
Nama Coke
1.
Blast Afurnace Coke

Pemakaian
Digunakan dalam proses peleburan biji besi.

2.

Foundry Coke

Digunakan dalam proses pembuatan baja.

3.

Water Gas-Coke

Digunakan pada steam generator plant

4.
5.

Gas Producer Coke


Domestic COke

Digunakan pada generator plant


Digunakan pada keperluan rumah