Anda di halaman 1dari 17

BAGIAN ILMU KESEHATAN MASYARAKAT

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH UNDATA


FAK. KEDOKTERAN UNTAD
PALU
2014

NILAWATI
N 111 12 018
PEMBIMBING KLINIK :
dr. NURJANNAH A. BUDIANSYAH

PENDAHULUAN
Pembangunan
Kesehatan

Peningkatan Derajat
Kesehatan

DIARE

Program pencegahan
dan pengendalian
penyakit menular

Menurunkan
Morbiditas dan
Mortalitas

LINTAS Diare

URO/POJOK ORALIT

PERMASALAHAN
Bagaimana pelaksanaan program pojok oralit di Pukesmas Bulili

Bagaimana prosedur dalam program pojok oralit di Pukesmas Bulili

Bagaimana kelengkapan sarana prasarana dalam pelaksanaan program


pojok oralit di Pukesmas Bulili

Bagaimana pemanfaatan sumber daya yang terdapat di Puskesmas dalam


kaitan pelaksanaan rujukan intern pasien diare ke pojok oralit yang
berlangsung di Pukesmas Bulili

DISKUSI
Puskesmas adalah unit pelaksana teknis dinas kesehatan

kabupaten/kota yang menyelenggarakan pembangunan


kesehatan di suatu wilayah kerja
Secara nasional, standar wilayah kerja puskesmas adalah 1

kecamatan, apabila di satu kecamatan terdapat lebih dari


dari satu puskesmas, tanggungjawab wilayah kerja dibagi
antar puskesmas, dengan memperhatikan keutuhan
konsep wilayah (desa/kelurahan atau RW). Masingmasing puskesmas bertanggungjawab langsung kepada
Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota

Upaya pelayanan yang diselenggarakan Puskesmas

meliputi :

Pelayanan promotif dan preventif

Pelayanan kuratif dan rehabilitatif

Upaya untuk menurunkan angka


kesakitan diare :
Penggunaan zink

Meningkatkan penyuluhan pencegahan


Meningkatkan

kapasitas petugas kesehatan terhadap


tatalaksana kasus diare
Meningkatkan jumlah kabupaten/kota yang melaksanakan
sosialisasi tentang diare, upaya penatalaksanaan secara dini dan
rehidrasi oral
Membentuk dan terlaksanaanya secara aktif kegiatan pojok
oralit di puskesmas dan posyandu
Meningkatkan jumlah kabupaten/kota yang melaksanakan
Sistem Kewaspadaan Dini Kejadian Luar Biasa (SKD-KLB) Diare

POJOK URO/
POJOK ORALIT

Upaya terobosan untuk meningkatkan


pengetahuan, sikap dan perilaku
masyarakat/ibu rumah tangga, kader,
petugas kesehatan dalam tatalaksana
penderita diare.

Fungsi pojok oralit :


Mempromosikan upaya-upaya rehidrasi oral
Memberi pelayanan penderita diare

Memberikan pelatihan kader (Posyandu)

Tempat :
Pojok oralit adalah bagian dari suatu ruangan di

Puskesmas (ruangan tunggu pasien) dengan 1-2 meja


kecil. Seorang petugas puskesmas dapat mempromosikan
rehidrasi oral pada ibu-ibu yang sedang menunggu giliran
pemeriksaan. Bagi penderita diare yang mengalami
dehidrasi ringan-sedang diobservasi di Pojok Oralit
selama 3 jam. Ibu/keluarganya akan dianjurkan
bagaimana cara menyiapkan oralit dan berapa banyak
oralit yang harus diminum oleh penderita.

Puskesmas Bulili mempunyai pojok oralit yang terletak di


salah satu sudut ruangan yang bersebelahan dengan pojok
ASI. Ruangan tersebut berukuran luas 2,5x1,5 m2

Sarana Pendukung :
Tenaga pelaksana : dokter dan paramedis terlatih
Prasarana :
Tempat pendaftaran
Ruangan yang dilengkapi dengan meja, ceret, oralit 200
ml, gelas, sendok, lap bersih, sarana cuci tangan dengan
air mengalir dan sabun (wastafel), poster untuk
penyuluhan dan tatalaksana penderita diare.

Cara membuat pojok oralit :


Pilihan lokasi untuk pojok oralit
Dekat tempat tunggu (ruang tunggu), ruang periksa,

serambi muka yang tidak berdesakan


Dekat dengan toilet atau kamar mandi
Nyaman dan baik ventilasinya

Pengaturan Model di Pojok Oralit


Sebuah meja untuk mencampur larutan oralit dan menyiapkan
larutan
Kursi atau bangku dengan sandaran, dimana ibu dapat duduk
dengan nyaman saat memangku anaknya
Sebuah meja kecil dimana ibu dapat menempatkan gelas yang
berisi larutan oralit
Oralit paling sedikit 1 kotak (100 bungkus)
Botol susu/gelas ukur
Gelas
Sendok
Lembar balik yang menerangkan pada ibu, bagaimana
mengobati atau merawat anak diare
Leaflet untuk dibawa pulang ke rumah

Kegiatan Pojok Oralit


Penyuluhan upaya rehidrasi oral :
Demonstrasi cara mencampur oralit dan cara memberikannya
Menjelaskan cara mengatasi kesulitan dalam memberikan
larutan oralit bila ada muntah
Memberikan dorongan pada ibu untuk memulai memberikan
makanan pada anak atau ASI pada bayi
Mengajari ibu meneruskan pengobatan selama anaknya di
rumah dan menentukan indikasi kapan anaknya dibawa
kembali ke Puskesmas.
Memberikan penyuluhan dengan menjelaskan tatalaksana
penderita diare di rumah serta cara pencegahan diare.

Pelayanan Penderita
Setelah penderita diperiksa, tentukan diagnosis dan
derajat rehidrasi di ruang pengobatan, tentukan jumlah
cairan yang diberikan dalam 3 jam selanjutnya dan
bawalah ibu ke Pojok URO untuk menunggu selama
diobservasi serta :

Jelaskan manfaat oralit dan ajari ibu membuat larutan oralit


Perhatikan ibu waktu memberikan oralit
Perhatikan penderita secara periodik dan catat keadaanya
setiap 1-2 jam sampai penderita teratasi rehidrasinya (3-6 jam)
Catat/hitung jumlah oralit yang diberikan
Berikan pengobatan terhadap gejala lainnya seperti penurunan
panas dan antibiotika untuk mengobati disentri dan kolera.

Terima Kasih...