Anda di halaman 1dari 25

MODUL

PEMBENGKAKAN PADA WAJAH


DAN PERUT

Nama-nama kelompok
Pembimbing
:

dr. Nurhaedah Tangim, Sp.A

Nama-nama
kelompok :

Fatur Rahman

dr. Mayalisa Diantamaela

033
Riska Soraya
060
Ade Indra Ari Utama
012
Inayah NafisZaizafun
013
Meisel Adelin Ngkuno
021
Elpis Husain
Novi Herman
030

12 777
12 777
12 777
12 777
12 777
12 777 029
12 777

SKENARIO
.

Seorang anak laki-laki, 12 tahun, datang ke


puskemsmas dengan bengkak pada wajah dan
perut. Keadaan ini dialami sejak 3 minggu yang
lalu dan saat ini semakin bertambah. Tidak ada
demam dan tanda-tanda infeksi lain

Key word
Anak laki-laki 12 tahun
2. Bengkak pada wajah dan perut
3. Dialami 3 minggu lalu
1.

4. Saat ini semakin bertambah


5.

Tidak demam dan tanda-tanda infeksi

Pertanyaan
1. Bagaimana anatomi, fisiologi, histologi dan

2.
3.

4.
5.
6.

biokimia dari skenario?


Bagaimana patofisiologi bengkak pada wajah
dan perut?
Mengapa edema pada wajah dan perut?
Bagaimana anamnesis tambahan dan pemfis
dari skenario?
Mengapa udema semakin lama bertambah?
Diagnosis diferensial?

Mind Map

Anatomi
Sistem Urinarius
Ginjal
Ureter
Vesica Urinaria
Uretra

Histologi
Korpuskula renalis

Ansa henle
DUCTUS
HENLE TIPIS

PARS
PARS
DESCENDENS ASCENDENS

TUBULUS
COLLIGENS

T. Kontortus proksimal

T. Kontortus distal

Fisiologi
Filtrasi
Reabsorpsi

Sekresi

Biokimia
Komposisi urine, Komponen organik

Komponen Anorganik

Kompensasi Ginjal
Urin
basa

Keseimbangan asam
& basa

Menghilang basa
dari cairan
ektraseluler

Menghilang
basa dr darah

Me

jumlah asam
dlm cairan
ekstravaskular

Mekanisme
eksreksi urin asam
& basa

Ion bikarbonat
banyak eksresi

Ion hidrogen
banyak
dieksresi

Menghilang
asam dr
darah

Ion hidrogen

Ion
bikarbonat

Kehilangan
asam dr cairan
ekstraseluler

Reabsorbsi
bikarbonat
H2CO3

Urin
asam

Kehilangan
basa
Sekresi ion
hidrogen oleh
tubulus
Ginjal gagal
mereabsorbsi
semua bikarbonat

Ekskresi ion
hidrogen
Me konsentrasi ion
hidrogen cairan
ekstraseluler

ETIOLOGI EDEMA SECARA UMUM


Penurunan tekanan osmotik koloid
Peningkatan tek. hidrostatik kapiler
Peningkatan permeabilitas kapiler
Obstruksi saluran limfe
Kelebihan air tubuh dan natrium

Hiipoalbuminemia
Tekanan Koloid Onkotik
Menurun
Cairan Bergeser dari
Intravaskular ke
Jaringan Intertisial

Perut

Edema
Hipovolemia
Wajah
Kompensasi Ginja

Retensi Na & H2O


meningkat
Memperbaiki Volume
Intravaskuler

Eksaserbasi Terjadinya
Hipoalbuminemia

Jaringan Ikat Longgar

Diagnosis Diferensial
No

PENYAKIT

Syndrom
Nefrotik

GNA (GNAPS)

Kwasiokor

UMUR

>3
tahun
37
tahun
Anakanak

JK

Bengkak
wajah
dan
perut

Demam

Infeksi

P>W +

+/-

+/-

P>W +

+/-

+/-

P<W +

SINDROM
NEFROTIK

DEFINISI
Kumpulan GK yang disebabkan oleh
kelainan atau injury pd gromerulus,
terdiri
dari
proteinuria
masih,
hipoalbuminemia,
hiperkolesterolemia,
kadang-kadang terdapat hematuria dan
hipertensi
ETIOLOGI
Sindrom
nefrotik
primer
Sindrom
nefrotik
a.
Penyakit:metabolik
sekunder
b. Infeksi
c. Penyakit
sistemik

bermediasi imunologi

EPIDEMIOLOGI
Insiden sindrom nefrotik (SN) di Amerika

serikat dan Inggris : 2-7 kasus baru/100.000


anak/tahun, dengan prevalensi berkisar 12-16
kasus/100.000 anak. Dinegara berkembang
insidennya lebih tinggi.
Indonesia : dilaporkan 100.000/tahun (Usia
anak <14 tahun)

PATOFISIOLOGI
Kerusakan
glomerulus

Permeabilitas
MBG thd protein

Kenaikan filtrasi
protein

proteinuria

Katabolisme
albumin
meningkat

Tek. Osmotik
kapiler

Hipoalbuminemi
a

Sintesis albumin
dihati meningkat

Cairan begeser
ke interstisium

Hipovolemia

Edema

Retensi Na dan
H2O

CES meningkat

Memperbaiki
volume
intavaskular

GEJALA KLINIS
Respon terhadap pengobatan

kartikosteroid
Edema bisanya dari ringan sampai
berat
Penurunan jumlah urine
Anoreksia

PENEGAKAN DIAGNOSIS
Anamnesis
2. Pemeriksaan Fisis
3. Pemeriksaan Tambahan
4. Pemeriksaan Radilogi
1.

PEMERIKSAAN PENUNJANG
Pemeriksaan LAB
Pemeriksaan Urinalisis :
Proteinnuria > 3,5 g/hari
Hipoalbumunemia < 3,5g/dl
Hiperkolestrolemia
Lipidurin
1.

PENATALAKSANAAN
Diberikan albumin : Plasbumin 1gr/kgBB
Kortikosteroid

- Prednison/Prednisolon
60 mg/m2 LPB/hari atau
2mg/kgbb/hari (max 80 mg/hari)
Diuretik
- Furosemid
1-3 mg/kgbb/hari

MANAGEMENT NUTRISI SINDROM


NEFROTIK
GEJALA

PENGATURAN NUTRISI

Proteinuria

Asupan protein 0,8-1 g/kg BB/hari


Memberikan asupan kedelai karena kurang
berbahaya daipada protein kualitas tinggi

Edema

Pembatasan Ciaran
Ditambahkan diet garam (80-100 mmol/hari)

Hiperlipidemi Total dietrendah lemak (<30% dari total kalori)


Rendah lemak jenuh (lemak takjenuh tunggal)
a

PROGNOSIS
Padaumumnya baik namun 5% kasus dapat

menjadi buruk bila:


1. Pasien pertama kali menderita pada usia 2
s/d 6 thn
2. Disertai hipertensi
3. Disertai hematuria
4. Sindroma nefrotik sekunder
5. Kelainan pada histologinya bukan minimal
change