Anda di halaman 1dari 21

Mengenal Penyakit Degeneratif

Oleh: Urip Santoso

Jenis-Jenis Penyakit
Penyakit yang menyerang hewan dan manusia
dapat digolongkan:
Penyakit infeksi
Penyakit non infeksi, yang dibagi: a) penyakit
kelebihan/kekurangan gizi; b) penyakit
degeneratif.; c) keracunan, d) penyakit karena
kecelakaan; e) dll.

Pengertian Penyakit Degeneratif


Penyakit degeneratif adalah istilah medis
untuk menjelaskan suatu penyakit yang
muncul akibat proses kemunduran fungsi sel
tubuh yaitu dari keadaan normal menjadi
lebih buruk.
penyakit yang mengiringi proses
penuaan.penyakit ini terjadi seiring
bertambahnya usia.

Beberapa Penyakit Degeneratif


Ada sekitar 50 jenis penyakit degeneratif antara lain:
diabetes melitus tipe 2, stroke, hipertensi, penyakit
kardiovaskular, dislipidemia.
Kanker prostat, kanker usus dan kanker kulit akan selalu
menjadi masalah kesehatan utama bagi pria, terutama
seiring bertambahnya usia.
Beberapa penyakit tertentu seperti stroke, diabetes, dan
kanker prostat biasanya dialami oleh pria ketika mencapai
usia 40 tahun ke atas.
Beberapa langka penyakit degeneratif otak palsy supranuclear
Progresif (PSP), Rasmussen's ensefalitis, Creutzfeltd-Jakob,
dan penyakit dan Wilson Alpers penyakit.

Beberapa Penyakit Degeneratif


Penyakit tulang yang termasuk degenerative: low back pain, cervical
pain, neck shoulder syndrome dll. Osteoartritis (OA) adalah
inflamasi persendian yang disebabkan oleh penipisan dan
kerusakan tulang rawan (penyakit sendi degenerative), Arthropathy
degeneratif adalah penyakit sendi, biasanya mempengaruhi sendi
pinggul.
Ataksia Friedreich merupakan penyakit menurun yang
menyebabkan kerusakan progresif terhadap sistem saraf sehingga
menyebabkan gangguan gait dan masalah berbicara sampai
penyakit jantung.
Ataksia Friedreich disebabkan kemunduran jaringan saraf pada urat
saraf tulang belakang (spinal cord) dan saraf yang mengendalikan
gerakan otot pada lengan dan kaki. Urat saraf menjadi tipis dan selsel saraf kehilangan serabut myelin.

Beberapa Penyakit Degenerative


Penyakit parkinson: sel-sel saraf pada ganglia
basalis mengalami kemunduran sehingga
pembentukan dopamin berkurang dan hubungan
dengan sel saraf dan otot lainnya juga lebih
sedikit.
Neurodegenerative disorders lainnya termasuk
Penyakit Alzheimers, penyakit Huntingtons, dan
amyotrophic lateral sclerosis, atau penyakit Lou
Gehrigs serta banyak penyakit mental lainnya.
Asam urat

Terjadinya Penyakit Degeneratif


Perubahan pola makan. Faktor gizi atau makanan memiliki
peranan yang cukup besar untuk memicu terjadinya
penyakit degeneratif,terutama Jenis makanan yang
mengandung lemak jenuh (saturated fat), garam dan gula,
serta bermacam-macam additive seperti monosodium
glutamate dan tartrazine dengan kadar yang tinggi. dengan
munculnya tempat-tempat makan junk food hampir di
seluruh sudut kota yang menyediakan jasa pelayanan cepat
saji dan menawarkan jasa pesan antar secara otomatis
merubah gaya hidup masyarakat ke dalam kebiasaan
makan makanan yang berlemak dan rendah serat .Junk
food adalah makanan tidak sehat karena memiliki
keseimbangan nilai nutrisi rendah.
Rendahnya aktivitas fisik.

Tips Menghindari Penyakit Degeneratif


Makanlah aneka ragam makanan/4(empat) sehat 5(lima) sempurna
Makanlah makanan untuk memenuhi kecukupan energi
Makanlah makanan sumber karbohidrat, setengah dari kebutuhan
energi
Batasi konsumsi lemak dan minyak
Gunakan garam beryodium
Makanlah makanan sumber zat besi
Berikan ASI saja pada bayi sampai umur 4 bulan
Biasakan makan pagi
Minumlah air bersih, aman yang cukup jumlahnya
Lakukan kegiatan fisik dan olahraga secara teratur
Hindari minum minuman beralkohol dan rokok
Makanlah makanan yang aman bagi kesehatan
Bacalah label pada makanan yang dikemas

Tes Usia di Atas 40 Tahun


Kesehatan Jantung
Aneurisma aorta perut (pembengkakan pembuluh
aorta perut)
Skrining kanker kolon
Tes prostat
Diabetes
Kesehatan mata
Catatan: Gemuk belum tentu obesitas & sebaliknya.

Obesitas
Adalah kelebihan berat badan dari berat badan ideal/normal dengan standar
BMI/IMT (Index Massa Tubuh) > 30 kg/m2
Rumus IMT :BB (kg)/TB2 (m) ( WHO EXPERT COMITTE 1995)
Kriteria status gizi menurut rumus IMT:
Normal
-Laki-laki : 20-24,9 kg/m2
-Perempuan : 18,5-22,9 kg/m2
ebih : 25-29,9 kg/m2
Obesitas : 30 kg/m2
Rumus Broca :BB Ideal (BBI) = (TB 100) - 10%
Kriteria status gizi menurut rumus Broca:
Kurang : < 90% BBI
Normal : 90-110% BBI
Lebih : 110-120% BBI
Obesitas : >120% BBI

Hiperlipidemia
Kadar normal
- Kolesterol total : < 200 mg/dL
- Kolesterol LDL : < 160 mg/dL
- Kolesterol HDL : > 60 mg/dL
- Trigliserida : < 150 mg/dL
Kelebihan kolesterol meningkatkan risiko:
Penyumbatan pembuluh darah
Strok
Penyakit jantung koroner
Hipertensi
Obesitas

Penyakit Jantung Koroner


Paling sering adalah penyakit jantung koroner (PJK).
-Koroner adalah arteri-arteri yang melingkari jantung seperti mahkota
(crown/coroner) yang berfungsi menyuplai nutrisi dan oksigen bagi otot
jantung. PJK timbul jika 1 atau lebih arteri koroner mengalami
penyempitan akibat penumpukan kolesterol dan komponen lain
(pembentukan plak) pada dinding pembuluh darah (aterosklerosis).
- Akibat aliran darah terganggu, maka akan timbul nyeri atau rasa tidak
nyaman di dada (angina), terutama selama olahraga dimana otot jantung
banyak membutuhkan oksigen. Proses aterosklerosis dapat mulai
terbentuk mulai usia anak-anak, sehingga pencegahan PJK harus
diperhatikan sejak dini.

Pengaruh pemberian ekstrak daun katuk terhadap konsentrasi


total lipid, fraksi lemak dan glukosa dalam serum pada ayam
broiler (mg/100 ml)
Variabel

P0

P1

P2

P3

P4

P5

P6

Total lipid

657,7d

615,4c

664,1d

501,3a

544,9b

526,9b

519,2b

P<0,01

Trigliserid
a
Koleterol

144,6c

132,8b

122,6b

139,0c

123,3b

118,4ab

109,0a

P<0,05

159,0c

138,3b

127,1ab

116,3a

128,8ab

118,4a

115,1a

P<0,05

HDLkolesterol
LDLkolesterol
VLDLkolesterol
Glukosa

31,3a

40,8b

38,8b

51,2c

43,4b

41,7b

44,4b

P<0,01

79,7c

76,9c

72,7b

58,8a

66,6b

57,0a

53,6a

P<0,05

48,0c

20,6b

15,6b

6,3a

18,8b

19,7b

17,1b

P<0,01

125,0b

118,1ab

119,2ab

98,9a

110,0a

118,6ab

98,1a

P<0,05

2,39d

2,28d

1,27a

1,97c

1,84c

1,59b

P<0,01

Atherogen 4,08e
ic index

Asam Urat

Kelebihan kadar asam urat dalam plasma darah ini sering menjadi indikasi
adanya penyakit atau gangguan pada tubuh manusia.
Pada manusia, asam urat adalah produk terakhir lintasan katabolisme nukleotida
purina, sebab tiadanya enzim urikase yang mengkonversi asam urat menjadi
alantoin. Kadar asam urat yang berlebih dapat menimbulkan batu ginjal
dan/atau pirai di persendian.
Penyakit asam urat merupakan akibat dari konsumsi zat purin secara berlebihan.
Purin diolah tubuh menjadi asam urat, tapi jika kadar asam urat berlebih, ginjal
tidak mampu mengeluarkan sehingga kristal asam urat menumpuk di
persendian. Akibatnya sendi terasa nyeri, bengkak dan meradang.
Penyakit asam urat adalah jenis artritis yang sangat menyakitkan yang
disebabkan oleh penumpukan kristal pada persendian, akibat tingginya kadar
asam urat di dalam tubuh. Sendi-sendi yang diserang terutama adalah jari-jari
kaki, dengkul, tumit, pergelangan tangan, jari tangan dan siku. Selain nyeri,
penyakit asam urat juga dapat membuat persendian membengkak, meradang,
panas dan kaku.

Asam Urat
Sekitar 90% penyakit asam urat disebabkan oleh ketidakmampuan ginjal
membuang asam urat secara tuntas dari tubuh melalui air seni. Sebagian
kecil lainnya karena tubuh memproduksi asam urat secara berlebihan.
Penyakit asam urat kebanyakan diderita oleh pria di atas 40 tahun dan
wanita yang telah menopause. Penderita asam urat biasanya juga
memiliki keluhan lain seperti tekanan darah tinggi, penyakit ginjal,
diabetes dan aterosklerosis. Separuh dari penderita asam urat adalah
orang yang kegemukan. Bila dibiarkan, penyakit asam urat bisa
berkembang menjadi batu ginjal dan mengakibatkan gagal ginjal.
Kadar asam urat normal dalam darah adalah:
Laki laki: 3,5 mg/dl 7 mg/dl
Perempuan: 3 mg/dl 6 mg/dl
Anak anak : 2.0 mg/dL 5.5 mg/dL

Kencing Manis
Kencing manis (Diabetes Mellitus) adalah
suatu kumpulan gejala yang timbul pada
seseorang yang disebabkan adanya
peningkatan kadar gula (glukosa) darah secara
terus menerus (kronis) akibat kekurangan
insulin baik kuantitatif maupun kualitatif.

Tipe Kencing Manis


DM tipe 1 (Diabetes Mellitus Tergantung
Insulin / Insulin Dependent Diabetes Mellitus)
DM tipe 2 (Diabetes Mellitus Tidak Tergantung
Insulin /Non Insulin Dependent Mellitus)
DM tipe spesifik (karena penyakit penkreas,
infeksi virus dan lain-lain)
Gestational Diabetes (DM karena kehamilan).

Bahaya Kencing Manis

1.Hyperlipidemia (kolesterol dan trigliserida)


2.Hypertensi
3.Jantung
4.Ginjal
5.Kebutaan
6.Impotensi
7.Dan lain lain

Pengaruh Produk Fermentasi Ikan Mackerel terhadap


Kadar Lemak Serum pada Tikus Kencing Manis
Variabel

0% FCME

1% FCME

2% FCME

Total Kolesterol
(mg/dl)

90,7

98,6

98,0

Kolesterol Bebas
(mg/dl)

19,9

18,4

18,1

HDL-k (mg/dl)

59,4

72,9

72,7

LDL+VLDL-k (mg/dl)

31,1

25,7

25,2

Trigliserida (mg/dl)

86,8

53,0

81,4

Fosfolipid (mg/dl)

224,8

212,3

222,4

Atherogenic inde3x

16,0

15,2

19,9

Insulin (U)

Stroke
Terjadi saat aliran darah ke otak terganggu
atau berkurang secara hebat, sehingga otak
tidak mendapat oksigen dan makanan.

10 Tip Hidup Sehat

Batasi asupan gula (baik camilan, soft drink, coklat dll).


Kurangi asupan purin (dari bahan makanan, mis: jerohan,alkohol, sarden, burung
dara, unggas, kaldu daging, emping, tape).
Diet rendah lemak. (lemak tinggi pada kuning telur, keju, kepiting, udang, kerang,
cumi, susu dan santan).
Cegah kegemukan (untuk orang Asia BMI ideal = 8.5 22.9 kgm2 )
Hindari asupan garam yang berlebihan.
Berhenti merokok.
Latihan/olahraga harian sekitar 300 kkal perhari atau jalan 3 km.
Tidur 6 jam per hari.
Berhenti minum alkohol.
Medical check up teratur, terutama yang berusia > 40 th, lakukan tiap 3, 6 dan 12
bulanan.