Anda di halaman 1dari 14

POLIP HIDUNG

Annurianisa L. Pekerti - 2010730013

Definisi

Massa lunak yang banyak mengandung


banyak cairan di dalam rongga hidung,
berwarna putih keabu-abuan yang terjadi
akibat inflamasi mukosa

Predisposisi

Adanya rhinitis alergi atau penyakit atopi,


namun banyak penelitian mengemukakan
belum diketahui dengan pasti etiologinya

Patogenesis

Pembentukan polip berhubungan dengan inflamasi


kroni, disfungsi saraf otonom, dan predisposisi genetik
Adanya perubahan mukosa hidung akibat peradangan
/ aliran udara yang bertutbulensi terutama di KOM
terjadi prolaps submukosa yang diikuti reepitalisasi
&pembentukan kelenjar baru& peningkatan
penyerapan natrium oleh permukaan sel epitel
retensi air polip
Selain itu, bisa karena ketidakseimbangan saraf
vasomotor peningkatan permeabilitas kapiler&
gangguan regulasi vaskular dilepasnya sitokin dari
sel mast edema polip
Bila proses terus berlanjut, mukosa yang sembab
membesat polip akan turun ke rongga hidung,
membentuk tangkai

Makroskopis

Massa bertangkai dengan permukaan licin,


bulat/ lonjong, berwarna putih keabu-abuan,
agak bening, lobular, bisa tunggal / multipel,
tidak sakit.
Warna pucat karena mengandung banyak
cairan dan sedikitya aliran darah ke polip
Tempat asal tumbuh dari KOM di meatus
medius dan sinus etmoid

Mikroskopis

Epitelnya sama dengan mukosa hidung, yaitu


epitel bertingkat semu bersilia dengan
submukosa yang sembab
Selnya terdiri dari limfosit, sel plasma,
eosinofil, netrofil, makrofag
Pembuluh darah, saraf dan kelenjars sedikit

Nasal Polyp

Grading of nasal polyp

Grade I

Grade II

Grade III

Nasal Polyp Grade IV Unilateral nasal


polyp extruding and completely
obstructing the right nostril.

Nasal Polyp with Sinusitis Nasal


polyps with chronic sinusitis. Note
mucopus in the nasal cavity

Anamnesis

Keluhan utama : hidung tersumbat ringan


berat, rinore jernih purulen, hiposmik /
anosmik.
Bersin,- bersin, nyeri pada hidung, sakit
kepala di frontal, post nasal drip, hingga rinore
purulen
Gejala sekunder : bernafas lewat mulut, suara
sengau, gangguan tidur, dapat juga
menyebabkan gejala saluran nafas bawah
seperti batuk kronik, mengi
Apakah ada riwayat rinitis alergi, asma,
intoleransi aspirin, dan alergi lainnya

Pemeriksaan Fisik

Polip nasi yang masif dapat sebabkan deformitas


hidung luar hidung mekar karena pelebaran
batang hidung
Rinoskopi anterior : massa pucat berasal dari
meatus media dan mudah digerakan
Stadium polip (Lund, 1997) :
1. Polip masih terbatas di meatus medius
2. polip sudah keluar dari meatus medius, tampak
di rongga hidung tapi belum memenuhi rongga
hidung
3. Polip masif

Pemeriksaan penunjang

Nasoendoskopi : sangat membantu pada kasus baru, polip


stadium 1&2 kadang tidak terlihat pada pemeriksaan
rinoskopi anterior, tapi nampak dengan endoskopi
Radiologi :
Foto polos sinus paranasal (posisi Waters, AP, Cadwell,
lateral) memperlihatkan penebalan mukosa& adanya batas
udara cairan udara dlm sinus, tapi kurang bermanfaat untuk
polip
CT Scan, Tomografi komputer sangat bermanfaat untuk
melihat keadaan hidung sinus paranasal apakah ada proses
radang, kelainan anatomi, polip, sumbatan pada KOM
TK terutama pada polip yang gagal diobati dengan
medikamentosa, jika ada komplikasi sinusitis& perencanaan
tindakan bedah terutama bedah endoskopi

Penatalaksanaan

Tujuan utama : menghilangkan keluhan, cegah


komplikasi, cegah rekurensi polip
Kortikosteroid untuk menghilangkan polip nasi,
dapat diberikan topikal/ sistemik
Bila tidak membaik dengan medikamentosa,
pertimbangkan terapi bedah. Dapat dilakukan
ekstraksi polip (Polipektomi) dengan senar polip/
cunam dengan analgesi lokal
Etmodektomi intranasal/ ekstranasal untuk polip
etmoid, operasi Caldwell untuk sinus maksila.
Yang terbaik bila tersedia BSEF (Bedah Sinus
Endoskopi Fungsional)

TERIMA KASIH