Anda di halaman 1dari 22

CHALAZION DAN HORDEOLUM

Muhibuddin Perwira Negara


208.121.0020

Anatomi konjungtiva

HORDEOLUM

Pengertian
Hordeolum merupakan peradangan
supuratif kelenjar kelopak mata.
Hordeolum biasanya merupakan infeksi
staphylococcus pada kelenjar sabasea
kelopak mata.
Biasanya sembuh sendiri dan dapat
diberi hanya kompres hangat.
Hordeolum secara histopatologik
gambarannya seperti abses (Bessette,
2002)

KLASIFIKASI
Hordeolum internum
atau radang kelenjar
meibom, dengan
penonjolan terutama ke
daerah konjungtiva
tarsal.
Hordeolum
eksternum atau
radang kelenjar zeis
atau moll, dengan
penonjolan terutama ke
daerah kulit kelopak
(Ilyas, 1996)

Gejala Klinis
Radang pada kelopak mata seperti bengkak,
mengganjal dengan rasa sakit, merah, dan
nyeri bila ditekan.
Hordeolum internum biasanya berukuran lebih
besar dibanding hordeolum eksternum.
Adanya pseudoptosis terjadi akibat bertambah
beratnya kelopak sehingga sukar diangkat.
Pada pasien dengan hordeolum, kelenjar
preaurikel biasanya turut membesar.
membentuk abses dan pecah dengan
sendirinya. (Ilyas, 1996)

Pengobatan
kompres hangat, 3 kali sehari selama 10 menit
sampai nanah keluar.
Pengangkatan bulu mata dapat memberikan
jalan untuk drainase nanah.
Diberi antibiotik lokal ataupun Antibiotik
sistemik eritromisin 250 mg atau 125-250 mg
diklosasilin 4 kali sehari, dapat juga diberi
tetrasiklin, bila rekuren atau terjadinya
pembesaran kelenjar aurikel.
Insisi hordeolum bila terdapat nanah dan
kantong nanah yang tidak dapat keluar. (Ilyas,
1998)

Teknik Insisi Hordeulum


Terlebih dahulu diberikan anestesia topikal
dengan pentokain tetes mata.
Dilakukan anestesi infiltrasi dengan prokain
atau lidokain di daerah hordeolum
dan dilakukan insisi yang bila :
Hordeolum internum dibuat insisi pada daerah
fluktuasi pus, tegak lurus pada margo palpebra.
Hordeolum eksternum dibuat insisi sejajar dengan
margo palpebra.

Setelah dilakukan insisi dilakukan ekskohleasi


atau kuretase seluruh isi jaringan meradang di
dalam kantongnya dan kemudian diberi salep
antibiotik.

Komplikasi
selulitis palpebra
abses palpebra.

Prognosis
Hordeulum adalah suatu keadaan selflimited dimana sembuh dalam 1-2
minggu
Akan lebih cepat sembuhnya dengan
menggunakan kompres hangat dan
menjaga kebersihan kelopak mata
Internal hordeulum dapat menjadi
suatu chalazion, dimana membutuhkan
topikal atau intralesi steroid atau
bahkan insisi dan kuretase

CHALAZION

Pengertian
Kalazion merupakan peradangan
granulomatosa kelenjar meibom yang
tersumbat. Pada kalazion terjadi
penyumbatan kelenjar meibom dengan
infeksi ringan yang mengakibatkan
peradangan kronis kelenjar tersebut.
(Ilyas, 1998)
Awalnya dapat berupa radang ringan dan
nyeri tekan mirip hordeolum-dibedakan
dari hordeolum karena tidak ada tandatanda radang akut. (Vaughan, 1996)

Penyebab
Kalazion disebabkan
oleh sumbatan pada
saluran kelenjar atau
sekunder dari
hordeolum internum.

Gejala klinis
Terdapat riwayat
kelopak mata tidak
nyaman diikuti denga
kemerahan, nyeri, dan
bengkak
Riwayat dahulu pernah
sakit yang sama
Biasanya pada kelopak
mata atas
Pada penekanan
didapatkan sekresi
seperti pasta gigi

Pengobatan
Menggunakan kompres hangat selama
kira-kira 15 menit, 2 - 4 kali sehari
Injeksi steroid untuk mengurangi
inflamasi
Tindakan bedah jika gumpalan tersebut
tidak dapat hilang. (Belden, 2002)

Penatalaksanaan Konservatif
Kompres air hangat 15 menit ( 4 kali
sehari). Lebih dari 50% kalazion
sembuh dengan pengobatan
konservatif.
Obat tetes mata atau salep mata jika
infeksi diperkirakan sebagai
penyebabnya.

Injeksi Steroid
Jika tidak ada bukti infeksi
Steroid menghentikan inflamasi dan
sering menyebabkan regresi dari kalazion
dalam beberapa minggu kemudian.
Injeksi 0,2 - 2 ml triamsinolon 5 mg/ml
secara langsung ke pusat kalazion, injeksi
kedua mungkin diperlukan.
Komplikasi dari penyuntikan steroid
meliputi hipopigmentasion, atropi, dan
potensial infeksi. (santen , 2001)

Eksisi kalazion
Jika perlu, buatlah insisi vertikal pada
permukaan konjungtiva palpebra.
Untuk kalazion yang kecil, lakukan kuretase
pada granuloma inflamasi pada kelopak mata.
Untuk kalazion yang besar, iris granuloma
untuk dibuang seluruhnya
Cauter atau pembuangan kelenjar meibom
(yang biasa dilakukan)
Untuk kalazion yang menonjol ke kulit, insisi
permukaan kulit secara horisontal lebih sering
dilakukan daripada lewat konjungtiva untuk
pembuangan seluruh jaringan yang mengalami
inflamasi. (Santen, 2001)

Eskokleasi Kalazion
Terlebih dahulu mata ditetes dengan anestesi
topikal pentokain.
Obat anestesia infiltratif disuntikkan di bawah
kulit di depan kalazion.
Kalazion dijepit dengan kelem kalazion dan
klem dibalik sehingga konjungitva tarsal dan
kalazion terlihat.
Dilakukan insisi tegak lurus margo palpebra
isi kalazion dikuret sampai bersih.
Klem kalazion dilepas dan diberi salep mata.
(Ilyas, 1998)

Komplikasi
Trichiasis
Kehilangan bulu mata
Astigmatism

Prognosis
Pasien yang mendapatkan terapi biasanya
berhasil dengan baik.
Jika lesi baru sering terjadi, drainage yang
kurang adekuat dihubungkan dengan
terjadinya rekurensi.
Kalazion yang tidak diobati kadang-kadang
terdrainase secara spontan, namun biasanya
lebih sering persisten menjadi inflamasi akut
intermitten. (Wessels 2002)
Bila terjadi kalazion berulang beberapa kali
sebaiknya dilakukan pemeriksaan
histopatologik untuk menghindari kesalahan
diagnosis dengan kemungkinan keganasan.

TERIMA KASIH