Anda di halaman 1dari 25

Pembimbing :

dr. Sukardy, SpOG

Litta Septina MZ
2007730075

IDENTITAS PASIEN
Nama
Usia
Agama
Suku
Pendidikan
Pekerjaan
Alamat
Tanggal MRS
Jam masuk

: Nn. A
: 15 tahun
: Islam
: Sunda
: SMP
: Pelajar
: Ds. Songggom
Cianjur
: 01 Oktober 2011
: pukul 13.00 WIB

ANAMNESIS
KU : Benjolan di perut
RPS : P0A0 mengeluh ada benjolan di perut kiri bawah yang
dirasakan semakin hari semakin membesar sejak 1 bulan SMRS,
awalnya benjolan sebesar kepalan tangan kemudian membesar
menjadi 2x lipatnya. Benjolan dirasakan keras dan nyeri jika
ditekan. Pasien sempat tidak bisa BAK selama 1 hari, kemudian
berobat ke dokter dan dipasang selang setelah itu bisa BAK lagi.
Pasien juga sempat berobat ke dokter bedah dan didiagnosis kista
ovarium. Riwayat keluar darah dari kemaluan (-), riwayat sudah
pernah haid sebelumnya (-). Riwayat BAB (+) normal. Riwayat
demam (-). 10 hari SMRS pasien merasa benjolan semakin nyeri,
nyeri terus menerus dan nyeri menjalar ke punggung kiri. Muntah
(-), mual (-), pusing (-), nyeri ulu hati (-), pegal (+) di pinggang.

RPD

Riwayat penyakit kista disangkal


Riwayat penyakit tumor disangkal

RPK

Riwayat penyakit tumor/keganasan disangkal


Riwayat amenore disangkal

R. Perkawinan

R. Persalinan
R. Pengobatan

Belum pernah kawin

Belum pernah melahirkan

Tidak sedang mengkonsumsi obat-obatan

R. Operasi

Disangkal

R. Haid

Menarke
Lama haid

::-

Siklus haid
Nyeri haid

::-

PEMERIKSAAN FISIK
Keadaan Umum
Tampak sakit ringan
Kesadaran compos
mentis

Tanda Vital
TD
Nadi
RR
Suhu

: 110/70 mmHg
: 80 x/menit
: 20 x/menit
: 36,80 C

STATUS GENERALIS

Kepala
Mata
Leher
Paru-paru

Jantung
Abdomen

Ekstremitas

: normochepal
: konjungtiva anemis (-/-), sclera ikterik (-/-)
: pembesaran KGB (-/-), pembesaran kel.tiroid (-/-)
: VF simetris (+/+), vesikuler (+/+), ronki (-/-),
wheezing (-/-)
: Bunyi jantung murni regular
: cembung, lembut, BU (+) normal
Palpasi teraba massa at regio suprapubic sampai
hipokondrium sinistra, ukuran 10x5x3 cm
konsistensi kistik, terfiksir, permukaan rata, nyeri
tekan (+).
: RCT < 2 detik, akral hangat, sianosis (-), edema (-)

STATUS GINEKOLOGI
Vulva dan Vagina
Inspeksi
:
Tampak hymen menutupi seluruh introitus
vagina, warna kemerahan, hymen buldging (+),
darah (-)
Labia mayor : dalam batas normal
Labia minor : dalam batas normal
Klitoris
: dalam batas normal.
Inspekulo & VT
: Tidak diperiksa
RT
: Tidak diperiksa

PEMERIKSAAN PENUNJANG
Jenis Pemeriksaan

Nilai

Satuan

Nilai Normal

WBC

8,2

103/l

4,8 10,8

LY

32,7

20 40

MO

9,1

0 11

GR

58,2

40 70

LY

2,7

103/l

1,0 4,3

MO

0,7

103/l

0,0 1,2

GR

4,8

103/l

1,9 7,6

RBC

4,9

106/l

4,2 5,40

HGB

13,1

g/dl

12 16

HCT

40,3

37 47

MCV

81,9

Fl

80 94

MCH

26,6

Pg

27 31

MCHC

33

g/dl

33 37

PLT

370

103/l

150 450

RDW

12,7

10 - 15

PCT

12,2

Fl

9 - 14

MPV

9,5

Fl

8 12

PEMERIKSAAN PENUNJANG
PP test
Negatif

USG 1
Tampak masa kistik
Scanning perut bawah
Kesan Kista
Ovarium

USG 2
Kandung kemih terisi baik
Tampak gambaran hipoechoic di
dalam cavum uteri, kesan :
hematometra
Tampak gambaran hipoechoic pada
kanalis servikalis dan vagina,
Kesan : hematokolpos
Kedua adneksa dalam batas normal
Tidak tampak cairan bebas
Kesan : Hematometra +
Hematokolpos

RESUME
P0A0 mengeluh benjolan di perut kiri bawah semakin hari
semakin membesar sejak 1 bulan SMRS, awalnya benjolan
sebesar kepalan tangan kemudian membesar menjadi 2x
lipatnya, keras dan nyeri jika ditekan. Pasien tidak bisa BAK
selama 1 hari dan berobat ke dokter bedah, didiagnosis kista
ovarium. Riwayat keluar darah dari kemaluan (-), riwayat sudah
pernah haid sebelumnya (-). 10 hari SMRS benjolan semakin
nyeri terus menerus dan menjalar ke punggung kiri.
Pemeriksaan abdomen: Palpasi teraba massa at regio suprapubic
sampai hipokondrium sinistra, ukuran 10x5x3 cm, konsistensi
kistik, terfiksir, permukaan rata, nyeri tekan (+). Pemeriksaan
ginekologi : Tampak hymen menutupi seluruh introitus vagina,
warna kemerahan, hymen buldging (+), darah (-).
PP test (-). USG : Kesan Hematometra + Hematokolpos.

Hymenotomy (insisi
silang)
Observasi KU, TTV,
perdarahan, dan
lab ulang post
hymenotomi
USG post
hymenotomy
Antibiotik dan
analgetik oral

PENATALAKSANAAN

RENCANA PENATALAKSANAAN

DIAGNOSIS

Hymen
Imperforata

Hymenotomy (insisi
silang)
Cefadroxil 2 x 500
mg
Asam mefenamat 3
x 500 mg
Pospargin 2 x 1

Laporan Tindakan

Jenis Operasi
: Hymenotomy
Tanggal
: 1 Oktober 2011
Jam Operasi mulai
: 13.00 WIB
Pasien dibaringkan di atas meja operasi gynecology.
Dilakukan anastesi spray menggunakan eter di sekitar
vagina
Dilakukan insisi silang arah jam 2 ke arah jam 8 dan
arah jam 4 ke jam 10
Keluar darah haid dengan volume + 600 cc
Pinggir septum / hymen diaproksimasi (dilipat keluar)
dengan mempergunakan catgut secara kontinyu
interlocking.
Evaluasi perdarahan
KU pasien post op : baik

FOLLOW UP
Tanggal

Perdarahan (+) Ku : CM

2 Nov
2011

A
Post

sedikit

TD : 110/80 mmHg Hymenotomi

nyeri perut (-)

N : 88 x/menit

nyeri panggul

P : 20 x/menit

(-)

S : afebris
Abdomen :
Massa (-), NT (-)
Vulva/vagina :
Perdarahan (-)

hari ke I

P
-

Pulang

Hymen
Imperforata
Diagnosis
Preoperatif

Diagnosis
Posoperatif

Post
Hymenotomy

EMBRIOLOGI

DEFINISI
Hymen imperforata/Atresia hymen merupakan hymen
dengan membran yang solid tanpa lubang, penyebab
Pseudoamenorrhea / Cryptomenorrhea (haid ada, tetapi
darah haid tidak keluar) yang bersifat kongenital.
Abnormalitas ini terjadi pada bagian distal saluran genitalia
wanita dan biasanya didiagnosis pada masa pubertas.
Pada Kasus :
- Tampak hymen menutupi seluruh introitus vagina, warna
kemerahan, hymen buldging (+), darah (-).
- Usia pubertas tapi belum menarche

EPIDEMIOLOGI
Insiden terjadinya hymen imperforata adalah
sebesar 0.1% dari seluruh wanita usia
pubertas.
1 kasus dari 1000 - 10.000 populasi.
Dari 147 gadis premenstruasi dengan usia 63
bulan, < 1% mengalami hymen imperforata dan
2% mengalami septa hymen

ETIOLOGI
Anomali traktus genitalia akibat
perkembangan embriologi yang abnormal
atau kurang sempurna.

GEJALA KLINIS
TEORI
Sakit perut bagian bawah, nyeri pelvis dan
punggung bagian belakang
Gangguan buang air kecil
Rasa sakit pada daerah supra pubik
bersamaan dengan gangguan buang air kecil
menimbulkan disuria, urgensi, inkontinensia
overflow, selain itu dapat disertai penekanan
pada rectum yang menimbulkan gangguan
defekasi
Teraba massa di daerah supra pubik karena
pembesaran uterus, hematometra, distensi
kandung kemih, hematoperitoneum, bahkan
dapat terjadi iritasi menyebabkan peritonitis
Hematokolpos menyebabkan hymen tampak
kebiru-biruan dan menonjol (hymen buldging)
akibat meregangnya membran mukosa hymen

KASUS
Benjolan di perut kiri bawah yang
dirasakan semakin hari semakin
membesar, keras dan nyeri jika ditekan
Benjolan semakin nyeri dan nyeri
menjalar ke punggung kiri
Pasien sempat tidak bisa BAK selama 1
hari
PF :
- Teraba massa at regio suprapubic
sampai hipokondrium sinistra, ukuran
10x5x3 cm, konsistensi kistik, terfiksir,
permukaan rata, nyeri tekan (+)
- Hymen buldging (+)

PEMERIKSAAN PENUNJANG
Pemeriksaan Laboratorium
- Pemeriksaan darah rutin
- Urinalisa

Pemeriksaan Imaging
- USG abdomen
- BNO IVP
- MRI

Pada Kasus :
USG II
:
Tampak gambaran hipoechoic di dalam
cavum uteri, kesan : hematometra
Tampak gambaran hipoechoic pada
kanalis servikalis dan vagina,
Kesan : hematokolpos
Kesan : Hematometra + Hematokolpos

Pemeriksaan Tambahan Lain


- Laparoskopi untuk
mengevakuasi menstruasi
retrograde yang memasuki
rongga pelvik dan intraabdominal

PENATALAKSANAAN

Insisi Silang

Insisi Stellate

HYMENOTOMY

KOMPLIKASI
Penanganan dengan teknik operasi yang baik
jarang menimbulkan komplikasi
Hematocolpos faktor resiko terjadinya PID yang
akan berimplikasi terhadap terjadinya infertilitas,
nyeri panggul dan kehamilan ektopik.

DAFTAR PUSTAKA
Derek, Llewellyn. 2001. Obstetri dan Ginekologi Edisi
6. Jakarta: Hipokrates
Prawirohardjo, Sarwono. 2005. Ilmu Kandungan.
Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono
Prawirohardjo.
Wim, de Jong dan Sjamsuhidayat. 2005. Buku Ajar
Ilmu Bedah. Jakarta:EGC
http://emedicine.medscape.com/article/269050workup#a0720