Anda di halaman 1dari 11

Glaukoma sudut tertutup

Farmitalia NT

122010101037

DEFINISI
Glaukoma berasal dari kata Yunani
glaukos yang berarti hijau kebirauan,
yang memberikan kesan warna tersebut
pada pupil penderita glaukoma.
glaukoma tanda
- meningkatnya tekanan bola mata,
- atrofi saraf optikus, dan
- menciutnya lapang pandang.

Glaukoma Sudut Tertutup


Peningkatan Tekanan Intara Okuler (TIO) tertutupnya sudut aliran
keluar humor akuos. Aposisi iris perifer terhadap trabekulum
menghambat aliran keluar humor akuos. Jika sudut tersebut terbuka
TIO normal sedangkan saat sudut tersebut tertutup TIO menigkat.
Aliran tbuka ttutup
TIO primer sekunder

PATOFISIOLOGI
Humor akuos produksi oleh badan
siliaris dan mengalir kedalam Camera Oculi
Posterior (COP) mengalir di antara
permukaan iris posterior dan lensa,
di sekitar tepi pupil, dan selanjutnya masuk
ke Camera Oculi Anterior (COA).
Humor akuos keluar dari COA pada sudut
COA yang dibentuk oleh dasar iris dan
kornea perifer,
selanjutnya mengalir melalui trabekulum
dan masuk ke kanal Schlemm.
Melalui collector channels, humor akuos
masuk ke dalam vena episklera dan
bercampur dengan darah. (Gambar 2)

Tekanan intra okuler (TIO) merupakan keseimbangan


antara kecepatan pembentukan humor akuos dengan
resistensi aliran kasus keluarnya dari COA.pada sebgian
besar kasus gloukoma, lebih banyak disebabkan karena
abnormalitas aliran keluarhumor akuos dari COA
dibandingkan peningkatan produksi humor akuos.

Patofisiologi dari glaukoma sudut tertutup dengan block


pupil meliputi factor

aposisi lensa dan iris yang mengakibatkan pencembungan iris


perifer
predisposisi anatomi mata yang menyebabkan bagian
anterior iris perifer menyumbat trabekulum.

Patofisiologi glaukoma sudut tertutup tanpa block pupil


terjadi melalui 2mekanisme

mekanisme penarikan anterior dan posterior.


Pada penarikan anterior, iris perifer ditarik kearah depan
menutup trabekulum karena kontraksi membrane eksudat
inflamasi atau serat fibrin.
Pada mekanisme penarikan posterior iris perifer mencembung
kearah depan karena lensa vitreus atau badan siliaris.

GX

ditemukan mata merah dengan penglihatan turun mendadak,


tekanan intraokuler meningkat mendadak,
nyeri yang hebat, melihat halo disekitar lampu yang dilihat,
terdapat gejala gastrointestinal berupa mual dan muntah.
Mata menunjukkan tanda-tanda peradangan dengan kelopak
mata bengkak,
Kornea suram dan edem,
iris sembab meradang, pupil melembar dengan reaksi
terhadap sinar yang lambat,
papil saraf optic hiperemis.
Glaukoma akut sudut tertutup primer

PEMERIKSAAN PENUNJANG
Funduskopi :
Papil saraf optik menunjukkan penggaungan dan atrofi,seperti pada glaukoma simpleks.

Tonometri :
Tensi intra okuler pada stadium kongestif lebih tinggi dari pada stadium non kongestif.

Tonografi :
Menunjukkan outflow yang baik. Tetapi bila sudah ada perlengketan antara iris dan trabekula
(goniosinekhia, sinekhia anterior perifer), maka aliran menjadi terganggu.

Gonioskopi :
Pada waktu tekanan intaokuler tinggi, sudut bilik mata depan tertutup, sedang pada waktu
tensi intraokuler normal sudutnya sempit. Bila serangan dapat dihentikan maka sesudah 24
jam, biasanya sudut bilik mata depan terbuka kembali, tetapi masih sempit. Kalau terjadi
serangan yang berlangsung lebih dari 24 jam, maka akan timbul perlengketan antara iris
bagian pinggir dengan trabekula (goniosinekhia, sinekhia anterior perifer).

DD
Serangan glaukoma akut
mungkin salah
terdiagnosis jika perhatian
kita hanya terpaku pada
gejala-gejala sistemik.
Hyperemia dari mata bisa
disalah tafsirkan
sebagaikojungtivitis (kedua
mata pupilnya normal) dan
irirtis (di sini pupil yang
terkena menciut).

TATALAKSANA

Segera menghentikan serangan akut dengan obat-obatan,


melakukan iridektomi perifer sebagai terapi definitif,
melindungi mata sebelahnya dari kemungkinan terkena serangan akut,
dan menangani sekuele jangka panjang akibat serangan serta jenis
tindakan yang
dilakukan.
Pertolongan pertama menurunkan TIO secepatnya dengan memberikan
serentak obat-obatan, asetazolamid HCl 500 mg, KCl 0,5 gr 3x/hari,
timolol 0,5% 2 x 1 tetes/hari, tetes mata kombinasi kortikosteroid +
antibiotika 4-6 x 1 tetes/hari, dan terapi simtomatik.

KOMPLIKASI

1. Sinekia Anterior Perifer


Iris perifer melekat pada jalinan trabekel dan menghambat aliran humour akueus

2. Katarak
Lensa kadang-kadang membengkak, dan bisa terjadi katarak. Lensa yang membengkak
mendorong iris lebih jauh ke depan yang akan menambah hambatan pupil dan pada
gilirannya akan menambah derajat hambatan sudut.

3. Atrofi Retina dan Saraf Optik


Daya tahan unsur-unsur saraf mata terhadap tekanan intraokular yang tinggi adalah buruk.
Terjadi gaung glaukoma pada papil optik dan atrofi retina, terutama pada lapisan sel-sel
ganglion.

4. Glaukoma Absolut
Tahap akhir glaukoma sudut tertutup yang tidak terkendali adalah glaukoma absolut.
Mata terasa seperti batu, buta dan sering terasa sangat sakit. Keadaan semacam ini

memerlukan enukleasi atau suntikan alkohol retrobulbar.

PROGNOSIS
Prognosis sangat tergantung pada penemuan dan pengobatan dini
Bila tidak mendapat pengobatan yang tepat dan cepat, maka
kebutaan akan terjadi dalam waktu yang pendek sekali.
Pengawasn dan pengamatan mata yang tidak mendapat serangan
diperlukan karna dapat memberikan keadaan yang sama seperti mata
yang dalamserangan.