Anda di halaman 1dari 28

REFERAT

Diagnosis dan Tatalaksana TB Abdomen


Oleh:
Nisrina Karima
Lisdianingtyas
1102010208

Pembimbing:
dr. Yanti Widamayanti, Sp.PD

DIBAWAKAN DALAM RANGKA TUGAS KEPANITERAAN KLINIK


BAGIAN ILMU PENYAKIT DALAM
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS YARSI

RSUD dr. Slamet GARUT


NOVEMBER 2014

TUBERCULOSIS
Penyakit yang disebabkan
oleh infeksi
Mycobacterium
tuberculosis complex.

EPIDEMIOLOGY

Sumber: WHO. Global Tuberculosis Control 2011.

DIAGNOSIS
Suspek TB Paru
Pemeriksaan dahak mikroskopis - Sewaktu, Pagi, Sewaktu (SPS), Foto Toraks atas indikasi

Hasil BTA
+ + +/ + + -

Hasil BTA
- - -

Hasil BTA
+ - -

Antibiotik Non-OAT
Tidak ada
perbaikan
Hasil Foto toraks dan
pertimbangan dokter

pemeriksaan dahak mikroskopis

Hasil BTA
+++
++ + - -

TB

Ada
perbaikan

Hasil BTA
- - Hasil Foto toraks dan
pertimbangan dokter

BUKAN TB

KLASIFIKASI
Lokasi
Bakteriologi
Riwayat
Berobat

Status HIV

TB Paru
TB Ekstra Paru
BTA (+)
BTA (-)
Kasus Baru
Dengan Riwayat Pengobatan

TB EKSTRA PARU
Tuberkulosis yang menyerang
organ tubuh lain selain paru.

TB EKSTRA PARU
Ringan

Berat

TB kelenjar limfe
TB Pleuritis
eksudatif
unilateral
TB tulang (kecuali
tulang belakang),
sendi dan kelenjar
adrenal

TB meningen
TB milier
TB perikard
TB peritoneal
TB pleura eksudatif
dupleks
TB tulang belakang
TB usus
TB saluran kencing
dan alat kelamin.

TB ABDOMINALIS
TB ekstra paru berat
yang menyerang
organ-organ di
daerah abdomen,
yaitu:
-Saluran pencernaan
-Peritoneum
-Omentum
-Mesenterium
-KGB

Epidemiologi
Jarang ditemukan di negara maju
Negara berkembang masih memiliki

frekuensi yang cukup tinggi, karena kasus


TB ekstra paru meningkat disebabkan
oleh immunodefisiensi virus dan kelainan
immunosupresif lainnya.
Ditemukan pada orang dengan usia 21-31
tahun.
Perbandingan pria dan wanita (1:1)

Patofisiologi

Primer

Sekunder

Memakan makanan atau


meminum susu yang telah
terinfeksi oleh M.bovis.

Menelan dahak yang terinfeksi pada


penderita TB Paru aktif.
Penyebaran TB Paru primer di massa
kecil
Hematogen dari fokus aktif TB paru atau
TB milier
Limfatik dari KGB mesenterik yang
terinfeksi
Mycobacteria menyebar ke organ yang
berdekatan dengan organ yang terinfeksi
Cairan empedu (tubercular granuloma
pada hati)

Gejala Klinis
Konstitusional : demam, malaise, keringat dingin,

anemia, lemas, dsb


Lokal

Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan darah dan biokimia serum
PPD Test/ Mantoux
Tehnik Pencitraan
Ascitic Tap (parasentesis)
Serodiagnosis

Laparoscopy
Soft Tissue and Culture

Tehnik Pencitraan
Plain X-Ray abdomen and chest

Abd: dapat menunjukkan adanya multiple air


fluid dan pelebaran usus, serta kalsifikasi
KGB abdominal.
Dada: TB paru sembuh maupun aktif

Tehnik Pencitraan
Barium studies

Berguna untuk
mendiagnosis TB
intestinal lesi
intestinal. Dapat
ditemukan:
-Multiple stricture
distended pada caecum
atau ileum terminal
-Mucosal irregularity
-Segmentation of barium
column
-Pembesaran KGB

Tehnik Pencitraan
USG

Berguna untuk mendiagnosis


TB ekstraintestinal
(peritoneal dan KGB). Dapat
ditemukan:
-Cairan yang bebas atau
terlokalisasi dalam rongga
abdomen
-Abses dalam rongga
abdomen
-Masa didaerah ileosaecal
-Pembesaran kelenjar limfe
retroperitoneal
-Penebalan mesenterium

Tehnik Pencitraan
CT Scan

Baik untuk mendeteksi:


-High density ascites
-Limfadenopati dengan
kaseasi
-Penebalan dinding usus
-Irregular soft tissue density di
daerah omentum.

Tehnik Pencitraan
Endoscopy

Memvisualisasikan lesi TB
secara langsung, oleh
karenanya pemeriksaan ini
berguna dalam
mendiagnosis TB kolon dan
gastro-duodenum, serta
membantu mengkonfirmasi
diagnosis dengan
mendapatkan bukti
histopatologi tuberkulosis.

Ascitic Tap (Parasentesis)


Cairan asites dalam kasus TB biasanya

bersifat eksudatif (protein > 3 g%) dengan


gradien serum albumin asites <1,1 g%.
Adanya aktivitas adenosine deaminase
(ADA) dalam cairan asites merupakan
penanda sensitif dan spesifik untuk
tuberculosis.
Tingginya kadar INF- dapat ditemukan
pada cairan ascites akibat tuberkulosis nontubercular.
Ditemukannya ADA dan INF- dalam cairan
asites meningkatkan sensitivitas dan

Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan darah dan biokimia serum
PPD Test/ Mantoux
Tehnik Pencitraan
Ascitic Tap (parasentesis)
Serodiagnosis

Laparoscopy
Soft Tissue and Culture

Penatalaksanaan
Pengobatannya sama dengan TB

Paru,yaitu dengan terapi antitubercular


selama minimal 6 bulan, 2 bulan awal
HREZ (isoniazid, rifampisin, etambutol dan
pirazinamid) diikuti oleh 4 bulan HR
direkomendasikan pada semua pasien
dengan TB abdominal
Kortikosteroid sudah jarang digunakan saat
ini.
Terapi pembedahan