Anda di halaman 1dari 86

Proses Sedimentasi

Transportasi Sedimen and Pengendapan


Media Transportasi

Air

Overland flow, Aliran alur (channel flow)


Gelombang, pasang surut (tides), Arus laut

Udara
Es
Campuran Sedimen dan air
Gravitasi

Jatuhan batuan (tidak ada media transportasi yang terlibat)


Aliran rombakan (debris flow), Arus turbit (turbidity currents)
(melibatkan air)

Air
Sebagai media transportasi yang paling
signifikan.
Media transportasi air dapat berupa
Sungai dan Laut.
Sungai gaya pembangkitnya berasal dari
aliran air sungai. Laut gaya pembangkitnya
berasal dari arus bawah permukaan dan
gelombang permukaannya.
Material sedimen yang dapat diangkut
dari partikel yang halus hingga kasar.
Jarak transportasinya bisa ratusan atau
ribuan kilometer.

Udara
Sebagai media transportasi untuk sedimen dengan ukuran halus
(debu atau pasir)
Sedimen dengan grain size besar hanya dapat ditransportasikan
dalam jarak dekat.
Kapasitas angin sebagai media transportasi dibatasi oleh densitas
angin/udara itu sendiri.

Es
Pergerakan material detritus hanya terjadi di dalam dan sekitar area
pegunungan es saja.
Material yang terkandung di dalam sebuah bongkahan es akan
ditransportasikan bersama bongkahan es itu sendiri.
Pergerakan sebuah volume es sering terjadi bersamaan dengan
proses glasiasi.

Gravitasi
Mekanisme sederhanya adalah pergerakan partikel sedimen pada
lereng lereng bukit

Campuran sedimen dan air


Jika sedimen dengan konsentrasi yang tinggi dicampur air, maka akan
menghasilkan fluida dengan viskositas tinggi.
Aliran fluida dengan viskositas tinggi ini disebut : DEBRIS FLOW.
Jika aliran Debris bergerak di bawah permukaan air, maka akan
menghasilkan ARUS TURBIDIT (TURBIDITE CURRENT).

PERILAKU FLUIDA DAN PARTIKEL DALAM


FLUIDA
Perilaku Fluida dapat dibedakan berdasarkan tipe alirannya :
Aliran Laminar
Aliran Turbulen

10

Aliran laminar (laminar flow)


Semua molekul dalam fluida bergerak sejajar satu sama lain
dalam arah transportasi.
Jika fluidanya hiterogen maka hampir tidak ada percampuran
selama aliran berlangsung.

11

Aliran turbulen (turbulent flow)


Molekul dalam fluida bergerak ke segala arah tapi tetap
menghasilkan aliran utama (mainstream) yang searah dengan
arah transportasinya.
Jika Fluidanya heterogen, maka semuanya akan bercampur
dalam aliran turbulen.

12

BILANGAN REYNOLD
Suatu aliran dapat ditentukan berdasarkan suatu parameter,
yang disebut : Bilangan Reynold (Re)
Bilangan Reynold tidak berdimensi, dan digunakan untuk
menentukan jenis aliran, Laminar atau Turbulen.
Bilangan Reynold dihasilkan dari hubungan sbb :
.
: Kecepatan aliran fluida
: viskositas kinematika fluida
: Diamater pipa atau kedalaman aliran pada chanel terbuka.

13

BILANGAN REYNOLD
Aliran fluida Laminar terjadi ketika rendah (<500)
Aliran fluida Turbulen terjadi ketika tinggi (>2000)
Aliran laminar terjadi pada : Aliran Debris, aliran lava dan semua yang
memiliki viskositas kinematika tinggi.
Aliran turbulen terjadi pada aliran fluida yang memiliki viskositas
kinematika rendah.
Aliran air akan laminar jika kecepatannya sangat rendah dan
kedalamannya sangat dangkal
Aliran yang berperan penting dalam proses deposisi adalah aliran
turbulen.
Aliran fluida pada air atau udara yang mungkin membawa
partikelpartikel sedimen adalah Aliran Turbulen.
14

Transportasi partikel dalam fluida


Partikel dari setiap ukuran dapat bergerak dalam fluida mengikuti
salah satu dari 3 mekanisme berikut :

15

Hubungan partikel dengan aliran fluida

16

Aplikasi prinsip bernoulli pada


transportasi sedimen

17

HUBUNGAN ANTARA KECEPATAN


ALIRAN DENGAN UKURAN BUTIR
SEDIMEN

18

PEMBENTUKAN STRUKTUR DASAR


SEDIMEN

19

PEMBENTUKAN STRUKTUR DASAR


SEDIMEN
Dipengaruhi oleh penurunan kecepatan aliran (Settling velocity).
Penurunan kecepatan tersebut dinyatakan dalam hukum Stokes :
: Kecepatan Terminal
: Percepatan Gravitasi
: Diameter butir sedimen.
: perbedaan densitas partikel dengan densitas fluida.
: Viskositas fluida.

20

Densitas fluida dan ukuran partikel


Denistas fluida akan mempengaruhi kecepatan dari partikel yang
melaluinya.
Ukuran partikel sedimen juga berpengaruh terhadap pergerakan butir
sedimen di dalam fluida.
Dengan demikian, Densitas Fluida dan Ukuran Partikel menjadi
bagian penting dalam proses pengendapan suatu partikel.

21

Aliran satu arah dan


Transportasi Sedimen

Penurapan/pengambilan
(Discharge)
volume air yang mengalir sepanjang penampang alur per satuan waktu
Q=wdU

w = lebar aliran
d = kedalaman aliran rata-rata
U = kecepatan aliran rata-rata
X-S daerah aliran, a adalah lebar x kedalaman
Q=aU

23

Beberapa istilah aliran


Karakteristik aliran (kedalaman, lebar, kecepatan) tidak berubah dengan
waktu: steady flow
Karakteristik aliran (kedalaman, lebar, kecepatan) tidak berubah dari satu
tempat ke tempat yang lain: uniform flow
Garis alir (streamline) adalah garis imajiner yang digambarkan sejajar
arah aliran rata-rata lokal

24

Dianggap tetap, aliran non-uniform


Plan View
a1

streamlines

a2

Garisalir gambaran dari kecepatan aliran


Menunjukkan arah aliran dan kecepatan
(spasi garis aliran lebih dekat menggambarkan
aliran adalah lebih cepat
25

26

Kekentalan Fluida

Kekentalan Fluida
Kekentalan = daya hambat internal untuk mengalir
Kekentalan air menghasilkan friksi antara air dan lapisan (bed/banks)
Friksi dari bed/banks adalah dipancarkan sepanjang fluida
Hasil: kecepatan bertambah dengan jarak dari bed/banks

28

Persamaan Bernoulli
Dalam sistem yang tertutup energi total tidak berubah

2
2

u
1 ada friksi maka total head
2
Sebenarnya air
ideal;
menurun ke
p1adalah
gytidak

gy

1
2
2

arah hilir
2
2
Dalam beberapa kasus, friksi adalah kecil maka persamaan tersebut dapat
digunakan dengan baik.

29

u
t m
y

Velocity gradient, the rate of change of velocity with distance from


aboundary, can be written du/dy
Shear stress within the fluid, t, is proportional to the velocity
gradient. Viscosity, m, is the proportionality constant
30

Definition diagram for spatially-averaged bed


shear stress in steady, uniform flow

Fd

Fd
t0
A

W
Consider column of water with unit area (A=1)
31

Bed shear stress (for steady, uniform


flow)
Fd=Vgsin
V is volume; V=A x d;
is water density;
g is acc. due to gravity

t0 gdsin

t0 is bed shear stress


For small , sin=S, the water surface slope
t0 gdS DuBoys Equation

32

Transportasi Sedimen dan pengendapan


Efek Bernouilli adalah pengurangan tekanan, proportional
dengan bertambahnya kecepatan aliran sebagai encounters aliran
sebuah partikel sedimen, gaya angkat (leading to a lift force) dan
entrainment dari partikel
Gaya seret (Drag forces) and gaya angkat (lift forces) bertindak
bersama-sama menyebabkan entrainment dari butiran sedimen
Batas perlapisan (The boundary layer) adalah bagian dari aliran
dipengaruhi oleh efek friksi.

33

Transportasi Sedimen dan pengendapan


Parameter yang digunakan secara luas dalam konteks transportasi
sedimen adalah shear stress, dinyatakan dalam N m-2, yang
dapat ditentukan disembarang tempat dalam aliran atau lapisan

0 gdS

du
dd

=fluid density; d=flow depth; S=slope; m =dynamic viscosity;

u=flow velocity

Bed shear stress (0) harus lebih dari kritikal critical shear stress
(c) untuk butiran sedimen dapat tertransport

34

Dua Tipe Aliran:


Laminer & Turbulen

Bilangan Reynolds

Ud
Re
m
is fluid density
U is mean flow velocity
d is mean flow depth

m is fluid viscosity

36

Transportasi Sedimen dan pengendapan


Reynolds number (laminar vs. turbulent flow)
Re

ul

u=flow velocity; l=characteristic length (flow depth); =kinematic


viscosity (dynamic viscosity/fluid density)

Turbulensi adalah dibentuk oleh tingginya kecepatan aliran dan


kedalaman aliran, dan kekentalan rendah (Re>2000); aliran
laminar terjadi kebalikannya (Re<500)
Udara dan air adalah selalu turbulen

37

Re = Ul/m
U = velocity of flow
L = depth or pipe diameter
density of fluid
m viscosity of fluid
Re< 500 is laminar, Re > 2000 turbulent

38

39
Allen, Earth Surface Processes, Blackwell Science

Aliran Laminer
Garis aliran hampir sejajar
Pikirkan bahwa aliran tersusun sebagai lapisan fluida yang saling bergeser
antara satu dengan yang lainnya.
Ada friksi diantara lapisan (fluida mempunyai kekentalan)
Momentum tertransfer dalam jarak yang sedikit

40

Aliran Turbulen
Aliran adalah TIDAK berlapis-lapis yang rata.
Pusaran Turbulen dapat mentransfer momentum melebihi kedalaman aliran.
Fluida kecepatan tinggi dapat menyapu ke bawah lapisan dan menambah
jumlah sedimen yang dipindahkan.
Aliran sungai adalah hampir selalu turbulen

41

Apakah yang menentukan aliran laminer atau


turbulen?
Aliran laminer terjadi pada kecepatan aliran rendah dalam.
Aliran Turbulen terjadi pada kecepatan tinggi dan dalam.
Bilangan Reynolds (Re) digunakan untuk menentukan apakah aliran
tersebut laminer atau turbulen.

42

Hukum Newton Viskositas untuk aliran


laminer
Viskositas mendominasi dalam sebuah aliran
laminer

t m du/dy

t is shear stress in fluid


m is fluid viscosity; dynamic viscosity

43

Profil Kecepatan Gambaran dari bertambahnya


dengan jarak dari lapisan

Allen, Principles of Physical Sedimentology, George Allen44


& Unwin

Profil Kecepatan Laminer


2

to
y
u( y) y
m 2d

u(y) is velocity, u, at height y above bed


to is shear stress
d is flow depth
m is fluid viscosity
mean velocity is at height above bed = 0.4d

45

Aliran Turbulen
Turbulensi menghasilkan perpindahan melebihi seluruh kedalaman
aliran dalam turbulent eddys
Membentuk shear stresses lebih tinggi
Therefore, for turbulent flows,

t m du/dy

46

Velocity Profile - Graph of velocity increase


with distance from bed

Allen, Principles of Physical Sedimentology, George Allen47


& Unwin

Profil Kecepatan Turbulen


Flow near bed obeys theLaw of the Wall

u( y )
ln
y

o
u*

u is the velocity at height y above the bed


is von Karmans constant
u* is the shear velocity
yo is the height above bed where velocity = 0
48

Aliran Kritis vs. Superkritis


Kecepatan aliran bertambah, aliran dapat memperlihatkan
gelombang berdiri aliran kritis.
Ketika aliran dangkal dan cepat, dapat terlihat meluncur dan
menggenang (cepat/rapids) aliran superkritis

49

Bilangan Froude, Fr
Bilangan tanpa dimensi digunakan untuk menentukan apakah aliran subkritis
atau superkritis.

U
Fr
Jika Fr>1, aliran adalah superkritisgd
Jika Fr<1, aliran adalah subkritis
Fr=1 untuk aliran kritis

50

Transportasi Sedimen dan pengendapan

Bilangan Froude (subcritical vs. supercritical flow)


Fr

u
gd

u=flow velocity; d=flow depth; gd=celerity (wave velocity)

Flow velocities exceeding wave propagation velocities (Fr>1) yield


supercritical flow, lower velocities (Fr<1) cause subcritical flow
A spatial transition from subcritical to supercritical flow (or vice
versa) is characterized by a hydraulic jump

51

52

53

Transportasi Sedimen dan pengendapan

Hukum Stokes (kecepatan mengendap dalam fluida statis)

gD2 (g f )
vg
18
vg=settling velocity; D=grain diameter; g=grain density;

f=fluid density; m=dynamic viscosity

Hukum Stokes hanya dipakai untuk butiran halus (<100 mm),


densitas butiran kuarsa dalam air

54

55

56

57

58

59

60

61

Transportasi Sedimen dan pengendapan


Kecepatan kritis adalah berbeda untuk pengangkutan sedimen dan
pengendapan, terutama untuk fraksi lebih halus
Densitas fluida dan viskositas memainkan peranan penting dalam
menentukan ukuran partikel mana yang dapat di transport
Jumlah transportasi sedimen tidak hanya berhubungan dengan
kecepatan aliran (atau bed shear stress) dan ukuran butir, tetapi
juga:
Densitas butiran
Bentuk butir

62

Transportasi Sedimen dan pengendapan


Current ripples
Once movement of sand grains (<0.7 mm) occurs, current ripples
are formed as a result of boundary layer separation, commonly
accompanied by a separation vortex
Current ripples have a stoss side (erosion and transport) and lee
side (deposition), the latter with a slope of ~30 (angle of repose)
Current ripples only form under moderate flow velocities, with a
grain size <0.7 mm
Height: 0.53 cm; wavelength: 540 cm

63

Transportasi Sedimen dan pengendapan


Dunes
Dunes are distinctly larger than current ripples
There is a relationship between boundary-layer thickness ( flow
depth in rivers) and the dimension of dunes
Dunes only form in grain sizes >0.2 mm
Low flow velocities (bed shear stresses) yield straight-crested
bedforms (valid for both dunes and current ripples); higher shear
stresses result in sinuous to linguoid crest lines
Sand waves constitute the largest category of subaqueous dunes

64

Transportasi Sedimen dan pengendapan


Plane beds and antidunes
In coarse sands (>0.7 mm) lower-stage plane beds develop
instead of current ripples
At high (but still subcritical) flow velocities upper-stage plane
beds are formed in all sand grain sizes
Supercritical flow conditions (Fr1 or higher) enable the formation
of antidunes, characterized by bedform accretion in an upstream
direction

65

Transportasi Sedimen dan pengendapan


Waves
Waves are wind-generated oscillatory motions of water
Wave height is dependent on wind strength and fetch
The depth to which the oscillatory motion due to wave
action extends is known as the wave base; shallow
water leads to breaking waves
Wave ripples are distinct from current ripples due to
their symmetry, and include low-energy rolling grain
ripples and high-energy vortex ripples
66

Transportasi Sedimen dan pengendapan


Tides
Tides are formed by the gravitational attraction of the Moon and
Sun on the Earth, combined with the centrifugal force caused by
movement of the Earth around the center of mass of the EarthMoon system
Semi-diurnal or diurnal tidal cycles
Neap-spring tidal cycles
Annual tidal cycles

67

Transportasi Sedimen dan pengendapan


Ocean currents
The circulation of sea water in the worlds oceans is driven by wind
and contrasts in density due to variable temperature and salinity
(thermohaline circulation), combined with the Coriolis effect
Ocean currents transport clay and silt in suspension, and sand as
bed load, and their effects are especially important in deep waters,
where storms and tides are less important

68

Transportasi Sedimen dan pengendapan


Gravity flows
Debris flows have a high (>50%) proportion of sediment to
water and can be both subaerial and subaqueous
Low Reynolds numbers

Turbidity currents have a higher proportion of water, are always


subaqueous, and move due to density contrasts
Higher Reynolds numbers

69

Konsep-konsep Sedimentologi
Fluid flow and bedforms
Unidirectional flow leads predominantly to asymmetric
bedforms (two- or three-dimensional) or plane beds
Current ripples
Dunes
Plane beds
Antidunes

Oscillatory flow due to waves causes predominantly symmetric


bedforms (wave ripples)
Combined flow involves both modes of sediment transport and
causes low-relief mounds and swales

70

Struktur Sedimen
Lower plane beds (planar laminae)
Ripples
Dunes
Upper plane beds (also planar laminae)
Antidunes
See your handout

71

Lower plane beds


Fine to coarse sand, low flow velocity
Sand grains like to make ripples
So this means a really slow velocity!

72

Lower plane beds

73

Ripple marks
Fine silt to fine sand
Slow to fast flow velocity

74

Ripple
marks

75

Dunes
Fine to coarse sand
Medium to high flow velocities
Sand loves to make dunes!

76

Modern Dunes

77

Ancient Dunes

78

Upper planar beds (laminae)


Fine silt
High flow velocity
Hard to tell apart from lower planar beds
Use grain size

79

Antidunes
Fine silt to coarse sand
High flow velocity
Rarely seen in rocks!

80

Antidunes

81

Flow direction
You can tell which way the water was flowing by looking at the
structures, even if the rock is millions of years old!

82

Flow directions
You can also tell when water flow has changed direction!
These structures are called crossbeds

83

Crossbeds

84

Crossbeds

85

Konsep-konsep Sedimentologi
Sedimentary structures
Planar stratification is primarily the product of aggrading plane
beds
Cross stratification is formed by aggrading bedforms
Planar and trough cross stratification are the result of
straight-crested (2D) and linguoid (3D) bedforms, respectively
Small-scale cross stratification (current ripples)
Large-scale cross stratification (dunes)
Wave cross stratification (wave ripples)
Hummocky cross stratification (mounds and swales)

A single unit of cross-stratified material is known as a set; multiple


stacked sets of similar nature form co-sets
86

Anda mungkin juga menyukai