Anda di halaman 1dari 54

FE UNJ

PPN
PAJAK PERTAMBAHAN NILAI

Indra Pahala
Bahan Ajar Akuntansi Perpajakan
Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Jakarta
1

FE UNJ

DASAR HUKUM

UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN


1983

UNDANG-UNDANG NOMOR 11 TAHUN


1994
UNDANG-UNDANG NOMOR 18 TAHUN
2000
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR
42 TAHUN 2009, (TERAKHIR) TENTANG PAJAK
PERTAMBAHAN NILAI BARANG DAN JASA DAN
PAJAK PENJUALAN ATAS BARANG MEWAH

FE UNJ

PENGERTIAN

Daerah Pabean adalah wilayah Republik Indonesia


yang meliputi wilayah darat, perairan, dan ruang udara
di atasnya, serta tempat-tempat tertentu di Zona
Ekonomi Eksklusif dan landas kontinen yang di
dalamnya berlaku Undang-Undang yang mengatur

mengenai kepabeanan

FE UNJ

PENGERTIAN UMUM
PAJAK PERTAMBAHAN NILAI (PPN)

PPN adalah pajak yang dikenakan


karena adanya pertambahan nilai suatu
barang atau jasa

FE UNJ

PENGENAAN PPN

PPN dikenakan dengan syarat :

1. Syarat Subyek pajak:


Pengusaha Kena Pajak

2. Syarat Obyek Pajak :


a. Barang Kena Pajak(BKP)/Jasa
Kena Pajak (JKP)
b. Adanya aktivitas Penyerahan
Kena Pajak
5

FE UNJ

BARANG KENA PAJAK DAN JASA KENA PAJAK


(BKP/JKP)

1. Setiap barang adalah Barang


kena pajak/BKP kecuali yang
dikecualikan menurut
Undang-Undang

2. Setiap Jasa adalah Jasa

kena pajak/JKP kecuali yang


dikecualikan menurut
Undang-Undang

Apabila barang/jasa tersebut tidak dikecualikan berarti


termasuk Barang/Jasa Kena Pajak.
6

FE UNJ

BARANG
Ps. 1 angka 2

Barang adalah :

Barang Berwujud

Barang Tidak Berwujud

Barang Bergerak

Contoh :
Hak Atas Merek Dagang
Hak Paten
Hak Cipta

Barang Tidak Bergerak

FE UNJ

JASA
Ps. 1 angka 5

Setiap Kegiatan Pelayanan Berdasarkan Suatu


Perikatan/Perbuatan Hukum Yang Menyebabkan :

- Suatu Barang;
- Fasilitas;
- Kemudahan;
- Hak

Tersedia Untuk Dipakai Termasuk :

Jasa Yang Dilakukan Untuk Menghasilkan Barang Karena


Pesanan Atau Permintaan Dengan Bahan & Atas
Petunjuk Dari Pemesan

FE UNJ

JENIS BARANG YANG TIDAK


DIKENAKAN PPN
Ps. 4 A ayat (1) dan (2)

Jenis Barang Yang Tidak Dikenakan PPN Didasarkan Atas Kelompok


Barang sbb :
Barang Hasil Pertambangan Atau Hasil Pengeboran Yang Diambil Langsung
Dari Sumbernya Seperti Minyak Mentah, Gas Bumi, Biji Besi/Timah/Emas,
batu bara, Galian C (asbes, batu tulis, batu setengah permata,
batu kapur, batu apung, batu permata dll)
Barang-barang Kebutuhan Pokok Yang Sangat Dibutuhkan Oleh Rakyat Banyak,
Seperti Beras & Gabah, Jagung, Sagu, Kedelai, Garam Baik Yang Beryodium
Maupun Yang Tidak Beryodium, daging segar, Telur, susu, buah segar, sayur segar
Makanan Dan Minuman Yang Disajikan Di Hotel, Rumah Makan, Warung Dan
Sejenisnya, katering (Untuk Menghindari Pajak Berganda, Karena Sudah
Merupakan Obyek Pajak Daerah)
Uang, Emas Batangan, Dan Surat-surat Berharga
9

OBJEK PPN
PASAL 4 UU PPN

FE UNJ

PENYERAHAN BKP
DLM DRH PABEAN

IMPOR BKP/JKP

PENYERAHAN JKP
DLM DRH PABEAN

PEMANFAATAN
BKP TDK BERWUJUD
DR LUAR DRH PBN

EKSPOR BKP/JKP

PEMANFAATAN
JKP DR LUAR
DAERAH PABEAN

PENYERAHAN
AKTIVA BEKAS
(PASAL 16D UU PPN)

MEMBANGUN
SENDIRI
(PASAL 16C UU PPN jo.
KMK 554/2000 s.t.d.d.
KMK 320/2002)

OLEH PENGUSAHA
PPn & PPnBm

OLEH ORANG
ATAU BADAN
10

JENIS JASA YANG TIDAKDIKENAKAN PPN


Ps. 4 A ayat (3

FE UNJ

Jasa Di Bidang Pelayanan Kesehatan Medik, Seperti Dokter Umum , Dokter Spesialis
Jasa Di Bidang Pelayanan Sosial, Seperti Panti Asuhan, Jasa Pemakaman,
Pemadam Kebakaran, Jasa Tempat Olahraga Non Komersial
Jasa Di Bidang Pengiriman Surat Dengan Perangko
JASA Keuangan Di Bidang Perbankan, Asuransi, Dan Sewa
Guna Usaha Dengan Hak Opsi, Termasuk sistem Syariah
jasa asuransi
Jasa Keagamaan, Seperti Pemberian Khotbah, Atau Dakwah
Jasa Pendidikan (sekolah maupun luar sekolah)
Jasa Kesenian Dan Hiburan
Jasa Di Bidang Penyiaran Yang Bukan Bersifat Iklan
Jasa Angkutan Umum Di Darat Dan Di Air, Angkutan Udara LN
Jasa Tenaga Kerja, termasuk Jasa Penyelenggaraan Latihan Bagi Tenaga Kerja
Jasa Perhotelan, Seperti Persewaan Kamar Di Hotel, Motel, Losmen Dan Hostel
Jasa Yang Disediakan Oleh Pemerintah Dalam Rangka
Menjalankan Pemerintahan Secara Umum
Jasa penyediaan tempat parkir
Jasa telepon umum dengan menggunakan uang logam
Jasa pengiriman uang dengan wesel pos
jasa boga atau katering

11

Obyek Pajak :
PENGERTIAN PENYERAHAN BKP
Ps. 1 A ayat (1)

FE UNJ
ADALAH :

PENYERAHAN HAK ATAS BKP Karena SUATU


Perjanjian, Mis : Jual Beli, Tukar Menukar, Jual Beli Dengan Angsuran
Pengalihan Bkp Oleh Karena Suatu Perjanjian
Sewa Beli, Atau Perjanjian Leasing Dgn Hak Opsi
Penyerahan Bkp Kepada Pedagang Perantara
(Komisioner), Atau Melalui Juru Lelang
Pemakaian Sendiri & Pemberian Cuma-cuma Atas Bkp, Seperti Pemberian Contoh
Barang Untuk Promosi Kepada Relasi Atau Pembeli
Persediaan Bkp & Aktiva Yg Menurut Tujuan Semula Tidak Untuk Diperjual Belikan
Yg Masih Tersisa Pada Saat Pembubaran Perusahaan,
Sepanjang Ppn Atas Perolehan Aktiva Tsb. Menurut Ketentuan Dapat Dikreditkan
Penyerahan Bkp Dari Pusat Ke Cabang Atau
Sebaliknya & Penyerahan Bkp Antar Cabang
Penyerahan Bkp Secara Konsinyasi

Penyerahan Barang Kena Pajak oleh Pengusaha Kena Pajak dalam rangka
perjanjian pembiayaan yang dilakukan berdasarkan prinsip syariah,
yang penyerahannya dianggap langsung dari Pengusaha Kena Pajak kepada
12
pihak yang membutuhkan Barang Kena Pajak

FE UNJ

Bukan Obyek Pajak


BUKAN PENGERTIAN PENYERAHAN BKP
Ps.1 A ayat (2)
ADALAH :

PENYERAHAN BKP KEPADA MAKELAR


SEBAGAIMANA DIMAKSUD DLM KUHD

PENYERAHAN BKP UNTUK JAMINAN UTANG PIUTANG


Penyerahan Bkp Dari Pusat Ke Cabang Atau Sebaliknya &
Penyerahan ANTAR Cabang, Dalam Hal Pkp Telah Memperoleh
Ijin Pemusatan Tempat Pajak Terutang Dari Direktur Jenderal Pajak
pengalihan Barang Kena Pajak dalam rangka penggabungan, peleburan,
pemekaran, pemecahan, dan pengambilalihan usaha dengan syarat pihak
Yang melakukan pengalihan dan yang menerima pengalihan
adalah Pengusaha Kena Pajak;
Barang Kena Pajak berupa aktiva yang menurut tujuan semula tidak untuk
diperjualbelikan, yang masih tersisa pada saat pembubaran perusahaan,
dan yang Pajak Masukan atas perolehannya tidak dapat dikreditkan 13

FE UNJ

Subyek Pajak adalah


PENGUSAHA
ORANG PRIBADI

BADAN

DALAM KEGIATAN USAHA ATAU


PEKERJAANNYA
- MENGHASILKAN BARANG;
- MENGIMPOR BARANG;
- MENGEKSPOR BARANG, termasuk ekspor barang
tidak berwujud;
- MELAKUKAN USAHA PERDAGANGAN;
- MELAKUKAN USAHA JASA, termasuk mengekspor
jasa;
- MEMANFAATKAN BARANG TIDAK BERWUJUD /
JASA DARI LUAR DAERAH PABEAN.

14

TERMASUK PENGERTIAN
MENGHASILKAN
FE UNJ

Penjelasan Ps. 5 (1)

ADALAH KEGIATAN

MERAKIT = MENGGABUNGKAN BAGIAN-BAGIAN LEPAS DARI SUATU


BARANG MENJADI BARANG SETENGAH JADI ATAU BARANG JADI,
SEPERTI MERAKIT MOBIL, BRG ELEKTRONIK, PERABOT RUMAH
TANGGA, DSB.
MEMASAK = MENGOLAH BARANG DENGAN CARA MEMANASKAN
BAIK DICAMPUR BAHAN LAIN ATAU TIDAK
MENCAMPUR = MEMPERSATUKAN DUA ATAU LEBIH UNSUR (ZAT) UNTUK
MENGHASILKAN SATU ATAU LEBIH BARANG LAIN
MENGEMAS = MENEMPATKAN SUATU BARANG KE DALAM SUATU BENDA YANG
MELINDUNGINYA DARI KERUSAKAN DAN ATAU UNTUK MENINGKATKAN
PEMASARANNYA
MEMBOTOLKAN = MEMASUKKAN MINUMAN ATAU BENDA CAIR KE DALAM
BOTOL YANG DITUTUP MENURUT CARA TERTENTU
15

PENGUSAHA KENA PAJAK (PKP)


FE UNJ

Ps. 1 angka 15

PENGUSAHA

YANG MELAKUKAN PENYERAHAN


BKP/JKP

YANG DIKENAKAN PAJAK BERDASARKAN UU PPN

TIDAK TERMASUK PENGUSAHA KECIL yaitu Omzet per tahun


Maks 600 Jt, KECUALI PENGUSAHA KECIL YANG MEMILIH
UNTUK DIKUKUHKAN SEBAGAI PKP

FE UNJ

TARIF PAJAK

Selain Ekspor =
10% dari Dasar Pengenaan Pjk

Ekspor=
0% dari Dasar Pengenaan Pjk

17

FE UNJ

DASAR PENGENAAN PAJAK


(DPP)
Ps. 1 angka 17

HARGA JUAL
PENGGANTIAN
NILAI IMPOR
NILAI EKSPOR
NILAI LAIN YG
DITETAPKAN
OLEH MEN KEU

YANG DIPAKAI
SEBAGAI DASAR
UNTUK
MENGHITUNG
PAJAK YANG
TERUTANG

NILAI LAIN SEBAGAI DASAR PENGENAAN PAJAK


Ps. 1 angka 17 . Jo. KMK-567/KMK.04//2000
FE UNJ

Dalam Hal Harga Jual Atau Penggantan Sukar Ditetapkan,


Menteri Keuangan Dapat Menentukan Nilai Lain Sebagai Dasar
Pengenaan Pajak
Lain Yang Ditetapkan Menteri Keuangan Sebagai Dasar Nilai
Pengenaan Pajak, Adalah :
1. UNTUK PEMAKAIAN SENDIRI DAN PEMBERIAN CUMA-CUMA BKP/JKP ADALAH HARGA
JUAL/PENGGANTIAN SETELAH DIKURANGI LABA KOTOR
2. UNTUK PENYERAHAN MEDIA REKAMAN SUARA ATAU GAMBAR ADALAH PERKIRAAN HARGA JUAL
RATA-RATA
3. UNTUK PENYERAHAN FILM CERITA ADALAH PERKIRAAN HASIL RATA-RATA PER JUDUL FILM
4. UNTUK PERSEDIAAN BKP YANG MASIH TERSISA PADA SAAT PEMBUBARAN PERUSAHAAN,
SEPANJANG PPN ATAS PEROLEHAN AKTIVA TSB. DPT DIKREDITKAN ADALAH HARGA PASAR WAJAR
5. UNTUK AKTIVA YANG MENURUT TUJUAN SEMULA TIDAK UNTUK DIPERJUAL BELIKAN YANG MASIH
TERSISA PADA SAAT PEMBUBARAN PERUSAHAAN ADALAH HARGA PASAR WAJAR
6. UNTUK KENDARAAN BERMOTOR BEKAS ADALAH 10% DARI HARGA JUAL (s.d. Maret 2010)

7. UNTUK PENYERAHAN JASA BIRO PERJALANAN/PARIWISATA ADALAH 10% DARI JUMLAH TAGIHAN
ATAU JUMLAH YANG SEHARUSNYA DITAGIH
8. UNTUK JASA PENGIRIMAN PAKET ADALAH 10% DARI JUMLAH TAGIHAN ATAU JUMLAH YANG
SEHARUSNYA DITAGIH
9. UNTUK JASA ANJAK PIUTANG ADALAH 5% DARI JUMLAH TAGIHAN ATAU JUMLAH YANG
SEHARUSNYA DITAGIH (s.d. Maret 2010)
10. UNTUK PENYERAHAN YANG DILAKUKAN OLEH PKP PEDAGANG ECERAN EMAS PERHIASAN ADALAH
20% X JUMLAH SELURUH PENYERAHAN BARANG DAGANGAN ((s.d. Maret 2010)

19

FE UNJ

MEKANISME PENGHITUNGAN PPN

1. Mekanisme Nilai Lain

2. Mekanisme Pedoman
pengkreditan PM

3. Mekanisme PK PM

20

1. Mekanisme Nilai Lain


FE UNJ

(75/PMK.03/2010)

Dipergunakan untuk usaha :


1. Usaha Jasa pengiriman paket
2. Usaha Jasa paket wisata
PPN yang dibayar = 10% x DPP Nilai lain
= 10% X (10% x nilai tagihan)
= 1% x nilai tagihan/penj.
Ex. Paket wisata ke Bali Rp. 100.000.000
PPN = 10% x 10% x 100.000.000 = Rp. 1.000.000
21

FE UNJ

2. Mekanisme Pengkreditan PM

Mekanisme penghitungan PPN terhadap usaha-usaha


tertentu atau penjualan batas tertentu dengan cara
mengkreditkan Pajak masukan terhadap pajak keluaran
namun pajak masukan berdasarkan prosentase dari
pajak keluaran :
1. Usaha Semata2 penjualan mobil bekas
2. Usaha semata2 pedagang emas perhiasan
3. Usaha dgn omzet s.d. 1,8 M

22

FE UNJ

2a. Usaha Mobil Bekas dan Emas


perhiasan (PMK 79/PMK.03/2010)

1.Mobil bekas :
PK = 10 x harga jual
PM = 90% x PK
PPN = PK PM = 10% - (90% x10%) x jual
= 1% x harga jual
2. Pedagang Emas Perhiasan :
PK = 10 x harga jual
PM = 80% x PK
PPN = PK PM = 10% - (80% x10%) x jual
= 2% x harga jual
Semua Pajak masukan atas perolehan BKP/JKP tidak dpt
dikreditkan
23

FE UNJ

2b. Omzet s.d. 1.8 M (PMK


74/PMK.03/2010)

Bagi PKP yang penyerahan BKP/JKP tidak lebih dari 1.8 M


setahun dapat menggunakan mekanisme ini :
1. Untuk usaha BKP :
PK = 10% x harga jual
PM = 70% x PK
PPN = PK PM = 3% x harga jual
2. Untuk usaha JKP :
PK = 10% x harga jual
PM = 60% x PK
PPN = PK PM = 4% x harga jual
Pajak masukan tidak dapat dikreditkan
24

FE UNJ

3. Mekanisme umum PK -PM

Yaitu mekanisme penghitungan PPN dengan cara


mengurangkan pajak masukan (PM) dengan Pajak
keluaran (PK) dalam masa yang sama

PPN = PK - PM

25

Mekanisme PK-PM PPN


FE UNJ

1. PENGENAAN PPN DILAKSANAKAN BERDASARKAN


SISTEM FAKTUR
2. SETIAP TERJADINYA PENYERAHAN BKP / JKP,
WAJIB DIBUATKAN FAKTUR PAJAK

FAKTUR PAJAK
MERUPAKAN
BUKTI PUNGUTAN PPN
FAKTUR PAJAK BAGI
PENJUAL
MERUPAKAN BUKTI PAJAK
KELUARAN

FAKTUR PAJAK BAGI


PEMBELI
MERUPAKAN BUKTI PAJAK
MASUKAN
26

FE UNJ

PAJAK KELUARAN
Ps. 1 angka 25

PPN Yang Terutang Yang Wajib


Dipungut Oleh PKP, Karena :

Penyerahan BKP / JKP, Atau


Karena Ekspor BKP

27

FE UNJ

PAJAK MASUKAN
Ps. 1 angka 24

PPN YG SEHARUSNYA SUDAH


DIBAYAR OLEH PKP

KARENA

PEROLEHAN BKP
PENERIMAAN JKP
PEMANFAATAN BKP
TIDAK BERWUJUD
PEMANFAATAN JKP

D
A
R
I

LUAR
DAERAH
PABEAN

IMPOR BKP
28

Contoh
FE UNJ

PT Aant bergerak dibidang distributor alat listrik,


transaksi dalam bulan Jan 2007 sbb:
1. Tgl 3/1 membeli barang dagangan Rp. 15.000.000
2. Tanggal 5/1 menjual barang dagangan Rp. 10.000.000
3. Tanggal 7/1 menjual barang dagangan Rp. 20.000.000
Harga tersebut tidak termasuk PPN,
Berapa Pajak Keluaran dan Masukannya?
** Pajak Keluaran (10% dari penjualan) yaitu
+ 10% X 10.000.000 (nomor 2) =
1.000.000
+ 10% X 20.000.000 (nomor 3) =
2.000.000
Jumlah Pajak Keluaran
=
3.000.000
29

FE UNJ

** Pajak Masukan (10% dari Pembelian) yaitu


+ 10% X 15.000.000 (nomor 1) =
1.500.000

***Jadi jumlah Pajak keluaran sebesar Rp. 3.000.000


Pajak Masukan Rp. 1.500.000
sehingga Pajak yang harus dibayar ke kas negara adalah
(PK-PM) yaitu Rp. 3.000.000 1.500.000 = Rp. 1.500.000,-

30

PM TIDAK DAPAT DIKREDITKAN


Ps. 9 ayat (8) / UU 42/2009
FE UNJ
UNTUK :

ATAS

PENGELUARAN
PEROLEHAN BKP/JKP SEBELUM PENGUSAHA DIKUKUHKAN SEBAGAI PKP

PEROLEHAN BKP/JKP YG TDK MEMPUNYAI HUBUNGAN LANGSUNG DG KEGIATAN USAHA


PEROLEHAN & PEMELIHARAAN KENDARAAN BERMOTOR SEDAN, JEEP, STATION
WAGON, VAN& KOMBI, KECUALI MERUPAKAN BARANG DAGANGAN ATAU DISEWAKAN

PEMANFAATAN BKP TDK BERWUJUD ATAU PEMANFAATAN JKP DARI LUAR DAERAH
PABEAN SEBELUM PENGUSAHA DIKUKUHKAN SEBAGAI PKP
PEROLEHAN BKP/JKP YANG FAKTUR PAJAKNYA TIDAK MEMENUHI KETENTUAN
U/ PEMANFAATAN BKP TDK BERWUJUD ATAU PEMANFAATAN JKP DARI LUAR DAERAH
PABEAN YG FAKTUR PAJAKNYA TDK MEMENUHI KETENTUAN SEBAGAIMANA DIMAKSUD
DLM PASAL 13 (6)
PEROLEHAN BKP/JKP YG PM-NYA DITAGIH DG PENERBITAN KETETAPAN PAJAK
PEROLEHAN BKP/JKP YG PM-NYA TDK DILAPORKAN DLM SPT MASA PPN YG
DIKETEMUKAN PADA WAKTU DILAKUKAN PEMERIKSAAN
Perolehan Barang Kena Pajak selain barang modal atau Jasa Kena Pajak
sebelum Pengusaha Kena Pajak berproduksi
31

FAKTUR PAJAK
FE UNJ

Setiap PKP wajib membuat faktur pajak untuk setiap :


1. Penyerahan BKP/ JKP
2. Ekspor BKP
Fungsi faktur pajak :
Bagi yang membuat disebut faktur pajak keluaran (PK)
Bagi yang menerima (pembeli) disebut faktur pajak masukan
(PM)

Bentuk faktur pajak : (Sesuai Per-13/PJ./2010 Mulai 1 April


2010)
- Bentuk Faktur Pajak Disesuaikan Menurut Kepentingan PKP
(boleh kecil/besar)
- Dokumen Seperti Invoice/nota dll, asal mencantumkan isi
persyaratan miniman F.P. Bisa dipersamakan sbg F.P.
32

1.
FE UNJ

FAKTUR PAJAK
Ps. 13 ayat (5)

HARUS DICANTUMKAN PALING SEDIKIT :


NAMA, ALAMAT, NPWP YANG MENYERAHKAN BKP/JKP
NAMA, ALAMAT, NPWP PEMBELI BKP / PENERIMA JKP
(kecuali kepda yang tidak jelas identitasnya/konsumen akhir)
JENIS BARANG/JASA, JUMLAH HARGA JUAL
ATAU PENGGANTIAN & POTONGAN HARGA
PPN YG DIPUNGUT
PPn BM YG DIPUNGUT (jika ada)

KODE, NO. SERI & TGL. PEMBUATAN FAKTUR PAJAK


NAMA, & TANDA TANGAN YG BERHAK
MENANDATANGANI FAKTUR PAJAK (kecuali pedagang eceran)

FAKTUR PAJAK HARUS DIISI DENGAN LENGKAP, JELAS, DAN BENAR BAIK
FORMAL MAUPUN MATERIIL & DITANDATANGANI OLEH PEJABAT YANG
DITUNJUK
OLEH PKP UNTUK MENANDATANGANINYA
33

FE UNJ

KODE, NO. SERI & FAKTUR PAJAK

34

FE UNJ

KODE,
NO. DAN
SERI FAKTUR
KODE
NOMORPAJAK
SERI

FAKTUR PAJAK STANDAR


0 0 0.0000 0.0 0 0 0 0 0 0 0
Kode Transaksi

Kode Cabang

Tahun Penerbitan

Nomor Urut

Kode Status

Kode FP Standar

Nomor Seri FP Standar

Kode Faktur Pajak


FE UNJ

Kode Transaksi
(2 DIGIT PERTAMA):

Kode Status :

01-kpd (penjualan biasa)/Selain Pemungut PPN


02-kpd Pemungut Bendaharawan
03-kpd Pemungut PPN lainnya
04-yg menggunakan DPP Nilai Lain kpd selain Pemungut
PPN
05-yg Pajak Masukannya di Deemed kpd selain Pemungut
PPN
06-pnyrhn Lainnya kpd selain Pemungut PPN
07-yg PPN-nya Tidak Dipungut kpd selain Pemungut PPN
08-yg dibebaskan dr pengenaan PPN kpd selain Pemungut
PPN
09-pnyrhn Aktiva Psl 16 D kpd selain Pemungut PPN

0-Normal
1-Penggantian

FE UNJ

DOKUMEN-DOKUMEN TERTENTU YG
DIPERLAKUKAN SEBAGAI FAKTUR PAJAK
STANDAR Ps. 13 ayat (6) jo. KEP DJP No. 522/PJ/2000
DOKUMEN TERTENTU SEBAGAI FAKTUR PAJAK HARUS MEMUAT SEKURANG KURANGNYA:
- IDENTITAS YANG BERWENANG MENERBITKAN DOKUMEN;
- NAMA & ALAMAT PENERIMA DOKUMEN;
- NPWP DLM HAL PENERIMA DOKUMEN ADALAH WP DALAM NEGERI
- JUMLAH SATUAN BARANG APABILA ADA;
- DPP; & JUMLAH PPN TERUTANG, KECUALI DLM HAL EKSPOR
DOKUMEN DI BAWAH INI DIPERLAKUKAN SEBAGAI FAKTUR PAJAK STANDAR
SEPANJANG MEMENUHI PERSYARATAN TERSEBUT DI ATAS
1. PIB YANG DILAMPIRI SSP / BUKTI PUNGUTAN PAJAK OLEH DJBC
2. PEB YG TLH DIFIAT MUAT OLEH DJBC YG DILAMPIRI INVOICE
3. SURAT PERINTAH PENYERAHAN BARANG (SPPB) YANG DIBUAT OLEH BULOG / DOLOG
UNTUK PENYALURAN TEPUNG TERIGU
4. PAKTUR NOTA BON PENYERAHAN (PNBP) YANG DIBUAT OLEH PERTAMINA UNTUK
PENYERAHAN BBM / NON BBM
5. TANDA PEMBAYARAN ATAU KUITANSI TELEPON
6. TICKET, TAGIHAN SURAT MUATAN UDARA (AIRWAY BILL) ATAU DELIVERY BILL YANG
DIBUAT/DIKELUARKAN UNTUK PENYERAHAN JASA ANGKUTAN UDARA DALAM NEGERI
7. SSP UNTUK PEMBAYARAN PPN ATAS PEMANFAATAN BKP TDK BERWUJUD DAN JKP DARI
LUAR DAERAH PABEAN

8. NOTA PENJUALAN JASA YANG DIBUAT/DIKELUARKAN UNTUK PENYERAHAN JASA


KEPELABUHANAN

37

FE UNJ

JENIS DAN SAAT PEMBUATAN


FAKTUR PAJAK

1. Faktur pajak (biasa):


1. Jika belum ada pembayaran Dibuat pada saat penyerahan
Contoh : tgl jual : 3 -11-2010 faktur dapat dibuat maks 3-11-2010
2. Jika sudah ada pembayaran tetapi belum terjadai penyerahan

Dibuat pada saat pembayaran


Contoh : tgl dibayar : 3-11-2010, dijual 10-11-2010, faktur dibuat
tgl 3-11-2010 (bukan tgl 10-11-2010)
2. Faktur pajak Gabungan Dapat dibuat kepada pembeli yang
sama dalam satu bulan. Paling lambat dibuat akhir bulan yang sama
dengan bulan penyerahan atau pembayaran.
38

FE UNJ

LARANGAN MEMBUAT
FAKTUR PAJAK Ps. 14 ayat (1), (2)
ORANG PRIBADI / BADAN YG
TIDAK DIKUKUHKAN SEBAGAI PKP
DILARANG MEMBUAT
FAKTUR PAJAK
DLM HAL FAKTUR
PAJAK TELAH DIBUAT
PAJAK YG TERCANTUM
DLM FAKTUR PAJAK
HARUS DISETORKAN
KE

KAS NEGARA
39

FE UNJ

CARA MENGHITUNG PPN


YANG TERUTANG
Ps. 9 ayat (1)

PPN TERUTANG
ADALAH

TARIF PPN X DPP

FE UNJ

CONTOH CARA MENGHITUNG PPN YANG


TERUTANG
Penjelasan Ps. 9(1)
1. PENJUALAN TUNAI BKP OLEH PKP A
- HARGA JUAL
= Rp. 25.000.000
- PPN TERUTANG 10% X Rp 25.000.000 = Rp. 2.500.000
PPN Rp. 2.500.000 MERUPAKAN :
* PAJAK KELUARAN YG DIPUNGUT OLEH PKP A DAN
* PAJAK MASUKAN YG DIBAYAR OLEH PEMBELI BKP

2. PENYERAHAN JKP OLEH PKP B


- NILAI PENGGANTIAN

= Rp. 20.000.000

- PPN TERUTANG 10 % X Rp. 20.000.000 = Rp. 2.000.000


PPN Rp. 2.000.000 MERUPAKAN : * PAJAK KELUARAN YG DIPUNGUT OLEH
PKP B DAN *PAJAK MASUKAN YG DIBAYAR OLEH PENERIMA JKP

3. IMPOR BKP
- NILAI IMPOR

= Rp.15.000000

- PPN TERUTANG 10 % X Rp.15.000.000

= Rp. 1.500.000

PPN Rp. 1.500.000 YANG DIPUNGUT MELALUI DJBC, MERUPAKAN PAJAK


MASUKAN YANG DIBAYAR OLEH PIHAK YANG MENGIMPOR BKP TSB.

41

PENGKREDITAN PAJAK MASUKAN


Ps. 9 ayat (2), (2a), (3), (4)

FE UNJ

PM DIKREDITKAN DG PK
UNTUK MASA PAJAK YG SAMA
Ps. 9 (2)

PK > PM
SELISIH DIBAYAR
OLEH PKP
Ps. 9 (3)

PK < PM
SELISIH
DAPAT DIMINTA
KEMBALI ATAU
DIKOMPENSASI
KE MASA PAJAK
BERIKUTNYA
Ps. 9 (4)

DALAM HAL BELUM ADA PK DALAM


SUATU MASA PAJAK, PAJAK MASUKAN
TETAP DAPAT DIKREDITKAN
Ps. 9 ayat (2a)

42

FE UNJ

PENGKREDITAN PAJAK MASUKAN DLM SUATU MASA


PAJAK DALAM HAL PKP MELAKUKAN PENYERAHAN YANG
TERUTANG PAJAK DAN PENYERAHAN
YANG TIDAK TERUTANG PAJAK
Ps. 9 ayat (5), (6)
DLM HAL PENYERAHAN

TERUTANG PAJAK

PM DAPAT DIKETAHUI
DG PASTI DARI
PEMBUKUAN
PM YG TERKAIT
DG PENYERAHAN YANG
TERUTANG PPN
DAPAT DIKREDITKAN

TIDAK
TERUTANG PAJAK
PM = TIDAK DPT
DIKREDITKAN

PM TIDAK DAPAT
DIKETAHUI
DENGAN PASTI
PM YG DAPAT
DIKREDITKAN DIHITUNG
DG PEDOMAN YG
DITETAPKAN OLEH
MENTERI KEUANGAN

43

FE UNJ

CONTOH PENGKREDITAN PM DLM SUATU MASA PAJAK DLM


HAL PKP MELAKUKAN PENYERAHAN YG TERUTANG PAJAK
DAN PENYERAHAN YG TIDAK TERUTANG PAJAK (Ps. 9 ayat (5))
DALAM HAL PENYERAHAN TERUTANG PAJAK,
PM DAPAT
DIKETAHUI DENGAN PASTI DARI PEMBUKUAN PKP
PM YG DPT DIKREDITKAN ADALAH PM YG
BERKENAAN DG PENYERAHAN YG TERUTANG PPN

CONTOH :PKP MELAKUKAN BEBERAPA MACAM PENYERAHAN :


a. PENYERAHAN TERUTANG PPN

= Rp. 25.000.000

PAJAK KELUARAN = Rp. 2.500.000


b. PENYERAHAN TDK DIKENAKAN PPN

= Rp. 5.000.000

c. PENYERAHAN DIBEBASKAN DARI PPN = Rp. 5.000.000


PAJAK MASUKAN YG DIBAYAR ATAS PEROLEHAN :

BKP/JKP TERUTANG PPN

= Rp. 1.500.000

BKP/JKP TDK DIKENAKAN PPN

= Rp.

300.000

BKP/JKP DIBEBASKAN DARI PPN

= Rp.

500.000

PM YG DPT DIKREDITKAN DGN PK Rp. 2.500.000


1.500.000

HANYA SEBESAR Rp.


44

FE UNJ

CONTOH PENGKREDITAN PM DLM SUATU MASA PAJAK DLM


HAL PKP MELAKUKAN PENYERAHAN YG TERUTANG PAJAK
DAN PENYERAHAN YG TIDAK TERUTANG PAJAK
Penjelasan Ps. 9 ayat (6)
DALAM HAL PENYERAHAN TERUTANG PAJAK, PM TIDAK DAPAT
DIKETAHUI DENGAN PASTI
PM YG DAPAT DIKREDITKAN DIHITUNG DG PEDOMAN
YG DITETAPKAN OLEH MENTERI KEUANGAN

CONTOH : PKP MELAKUKAN DUA MACAM PENYERAHAN :


a. PENYERAHAN TERUTANG PPN

= Rp. 35.000.000

PAJAK KELUARAN = Rp. 3.500.000


b. PENYERAHAN TDK TERUTANG PPN

= Rp. 15.000.000

PM YG DIBAYAR ATAS PEROLEHAN BKP/JKP YG BERKAITAN DENGAN


SELURUH PENYERAHAN =
Rp. 2.500.000, SEDANGKAN PM ATAS
PENYERAHAN YG TERUTANG PPN TIDAK DIKETAHUI DGN PASTI.
PM SEBESAR Rp. 2.500.000 TDK SELURUHNYA DPT DIKREDITKAN DG
PK SEBESAR Rp. 3.500.000
BESARNYA PM YG DPT DIKREDITKAN DIHITUNG DG PEDOMAN YG
DITETAPKAN MENTERI KEUANGAN

45

FE UNJ

PENGKREDITAN PAJAK MASUKAN BAGI PKP YANG


DIKENAKAN PPh DENGAN MENGGUNAKAN NORMA
PENGHITUNGAN PENGHASILAN NETO
Ps. 9 ayat (7)

PENGUSAHA YG DIKENAKAN PPh


DENGAN

MENGGUNAKAN
NORMA PENGHITUNGAN
PENGHASILAN NETO

PM DIHITUNG DENGAN
MENGGUNAKAN PEDOMAN
PENGHITUNGAN PENGKREDITAN
PM YG DITETAPKAN OLEH MENKEU
46

FE UNJ

PM YANG DAPAT DIKREDITKAN


TETAPI BELUM DIKREDITKAN DG PK
PADA MASA PAJAK YG SAMA
Ps. 9 ayat (9)
DAPAT DIKREDITKAN
PADA MASA PAJAK
BERIKUTNYA

SEPANJANG PM TSB. BELUM DIBEBANKAN SBG BIAYA ATAU


BELUM DIKAPITALISASIKAN DGN HARGA PEROLEHAN BKP/JKP
YBS. & BELUM DILAKUKAN PEMERIKSAAN

SELAMBAT-LAMBATNYA TIGA BULAN


SETELAH BERAKHIRNYA
MASA PAJAK

APABILA JANGKA
WAKTU TSB. DILAMPAUI

PENGKREDITAN PM DAPAT DILAKUKAN MELALUI PEMBETULAN


SPT MASA PPN YBS
47

PEMUNGUT PPN
FE UNJ

Ps. 1 angka 27

- BENDAHARAWAN PEMERINTAH;
- BADAN;
- INSTANSI PEMERINTAH.

YANG DITUNJUK OLEH MENTERI KEUANGAN


UNTUK

MEMUNGUT
MENYETOR
MELAPORKAN

PAJAK YG TERUTANG
OLEH PKP ATAS
PENYERAHAN BKP/
JKP KEPADA
PEMUNGUT PPN

48

OBYEK PPn BM
Ps. 5 ayat (1), (2)
FE UNJ

Ps. 5 (1)

PPn BM
DIKENAKAN ATAS
PENYERAHAN BKP YANG
TERGOLONG MEWAH

IMPOR BKP YANG


TERGOLONG MEWAH

OLEH PENGUSAHA YANG


MENGHASILKAN BKP
YANG TERGOLONG MEWAH
DALAM DAERAH PABEAN
DALAM KEGIATAN USAHA
ATAU PEKERJAAN PENGUSAHA
PPn BM DIKENAKAN HANYA SATU KALI PADA WAKTU PENYERAHAN BKP YANG
TRGOLONG MEWAH OLEH PKP YANG MENGHASILKAN BARANG MEWAH ATAU
PADA WAKTU IMPOR
Ps. 5 (2)

49

FE UNJ

DASAR PERTIMBANGAN
PENGENAAN PPn BM
Penjelasan Ps. 5 (1)

ATAS PENYERAHAN BKP YANG TERGOLONG MEWAH OLEH


PRODUSEN ATAU ATAS IMPOR BKP YANG TERGOLONG
MEWAH, DI SAMPING DIKENAKAN PPN, JUGA DIKENAKAN PPn
BM DENGAN PERTIMBANGAN

PERLU KESEIMBANGAN PEMBEBANAN PAJAK ANTARA


KONSUMEN YANG BERPENGHASILAN RENDAH DENGAN
KONSUMEN YANG BERPENGHASILAN TINGGI
PERLU ADANYA PENGENDALIAN POLA KONSUMSI ATAS BKP
YANG TERGOLONG MEWAH
PERLU ADANYA PERLINDUNGAN TERHADAP PRODUSEN KECIL
ATAU TRADISIONAL
PERLU UNTUK MENGAMANKAN PENERIMAAN NEGARA
50

TARIF PPN & PPn BM


FE UNJ

Ps. 7 & Ps. 8

TARIF
PPN

10 %

(Ps. 7)

ATAS EKSPOR BKP 0%

PALING RENDAH 10%

TARIF
PPn BM

PALING TINGGI 200 %

(Ps. 8)

ATAS EKSPOR BKP YG


TERGOLONG MEWAH 0%

51

FE UNJ

Contoh Soal

Berikut transaksi yang dilakukan oleh PT. Nusa bulan


November 2013:
1-Nov Membeli barang dagangan untuk dijual kembali
sebanyak 100 unit komputer senilai Rp. 5.000.000/ unit
4-Nov Menjual barang dagangan komputer sebanyak 70
unit dengan harga Rp. 6.000.000/unit
6-Nov Membayar sebesar Rp. 500.000 untuk
pemeliharaan komputer
10-Nov menjual barang dagangan sebanyak 30 unit
komputer seharga 5.500.000 per unit
52

Jawaban (Jurnal)
FE UNJ

1-Nov Persediaan Barang Dagangan


PPN Masukan
Kas

500,000,000
50,000,000
550,000,000

4-Nov Kas

462,000,000
42,000,000
420,000,000

PPN Keluaran
Pendapatan
HPP

350,000,000
Persediaan barang dagangan 350,000,000

6-Nov Biaya servis komputer


PPN Masukan
Kas

500,000
50,000
550,000
53

Continue
FE UNJ

10-Nov Kas

181,500,000
PPN Keluaran
Pendapatan

HPP

16,500,000
165,000,000

150,000,000
Persediaan Barang

PPN Keluaran
PPN Masukan
PPN Kurang dibayar

150,000,000

58,500,000
50,050,000
8,450,000

Jurnal Penyetoran PPN ke kas negara


PPN Keluaran
58,500,000
PPN Masukan
Kas

50,050,000
8,450,000
54