Anda di halaman 1dari 38

PESTISIDA

Pestisida merupakan nama


generik untuk pembunuh
hama

Segenap bahan yang


ditujukan untuk mencegah,
membasmi, menghancurkan
atau mengusir semua hama

KEUNTUNGAN PESTISIDA
Dapat diaplikasikan secara mudah
Dapat diaplikasikan hampir disetiap tempat dan

waktu
Hasilnya dapat dilihat dalam waktu singkat
Dapat diaplikasikan dalam areal yang luas
dalam
waktu singkat
Mudah diperoleh, dapat dijumpai di kios-kios
pedesaan sampai pasar swalayan di kota besar

KERUGIAN PESTISIDA
Keracunan dan kematian pada manusia
Keracunan dan kematian pada ternak dan hewan

piaraan
Keracunan dan kematian pada satwa liar
Keracunan dan kematian pada ikan dan biota air
lainnya
Keracunan dan kematian pada biota tanah
Keracunan dan kematian pada tanaman
Keracunan dan kematian pada musuh alami OPT
Terjadinya resistensi, resurjensi dan perubahan status
OPT
Pencemaran lingkungan hidup
Residu pestisida yang berdampak negatif terhadap
konsumen

DAMPAK THD FLORA DAN FAUNA


timbulnya spesies hama yg resisten
timbulnya spesies hama baru atau ledakan hama
sekunder
resurgensi: jika s/ jenis hama setelah memperoleh
perlakuan pestisida berkembang mjd lebih banyak
dibanding dg yg tanpa perlakuan pestisida
merusak keseimbangan ekosistem

Dampak thd Kesehatan Masyarakat


residu pestisida pd produk pertanian.
bioakumulasi pd produk pertanian dan dpt
membiomagnifikasi pd mahluk hidup melalui
rantai makanan
keracunan pestisida.

GOLONGAN PESTISIDA
Penggolongan berdasarkan:
Target/ sasaran
Jalan masuk (Port dentry)
Menurut bentuk sediaan
Komposisi/ struktur kimia
Daya racun

GOLONGAN PESTISIDA
Penggolongan berdasarkan target
Insektisida (insekta)
Rodentisida (hewan pengerat)
Herbisida (gulma)

Molusisida (siput)
Fungisida (jamur)
Nematisida (nematoda)
Avisida (burung), dll

INSEKTISIDA
Merupakan racun pembunuh hama yang
berupa insekta
Semuanya bersifat Neurotoksik dan
meracuni sistem saraf organisme target.

Gejala biologik keracunan insektisida


ditentukan oleh DOSIS yaitu jumlah dan
waktu pemaparan

GOLONGAN PESTISIDA
Berdasarkan Portdentry
Pestisida perut
Pestisida kontak
Pestisida inhalasi
Berdasarkan bentuk sediaan
Larutan
Bubuk
Kristal, dll

GOLONGAN PESTISIDA
Berdasarkan komposisi kimia:
A. Insektisida
1. Anorganik
2. Organik
1. Berasal dari tanaman
2. Berasal dari minyak (petroleum derivatives)
3. Sintetis
1. Golongan organochlorine
2. Golongan carbamate
3. Golongan organophosphate
4. Golongan dinitrophenol
5. Golongan sulfonat, sulfide, sulfon & sulfit
6. Golongan thiocyanate

GOLONGAN PESTISIDA
B. Fungisida
1. Anorganik
2. Organik
1. Golongan dithiocarbamate
2. Golongan senyawa mercury organik
3. Golongan senyawa metal organik
4. Golongan chlor
C. Rodentisida
1. Anorganik
2. Organik
1. Berasal dari tanaman
2. Anti coagulant

GOLONGAN PESTISIDA
D. Herbisida

1. Anorganik
2. Organik
1. Golongan metal organik
2. Golongan aromatic carboxyl
3. Golongan aliphatic acid
4. Golongan derivat nitrogen heterocyclic
5. Golongan nitrogen organic aliphatic
6. Golongan dinitroaniline
7. Golongan nitrile

GOLONGAN PESTISIDA
Berdasarkan daya racun
Sangat beracun, beracun, kurang beracun &

kurang berbahaya.
Daya racun dapat dilihat dari LD50.
LD50 adalah dosis tertentu yang diberikan
pada kelompok hewan sejenis yang dapat
mematikan sebanyak 50% dari hewan tersebut.
Semakin rendah nilai LD50 berarti semakin
tinggi daya racunnya.
Dikenal 3 macam LD50, yaitu: LD50 oral,
LD50 dermal & LD50 inhalasi.

INSEKTISIDA
SEBELUM PD II : DDT, murah efektif, mengandung klor
Bahaya :
Menggangu metabolisme kalsium
Dilarang di negara maju
Timbul resistensi pada serangga
Akumulasi pada tanaman dan air
MALATHION dan PARATHION
Senyawa fosfor organik, lebih beracun, efek 20X
DDT, racun syaraf

KARBAMAT : madu insektisida


Karbaril (Sevin) : toksisitas rendah
Karbofuran (Furadan) : toksisitas = parathion
Aldikarb (Temik)
Insektisida spektrum sempit : karbamat
Insektisida spektrum lebar : Hidrokarbon berklor,
fosfor organik

Karbamat terurai cepat, tetapi ternyata mematikan


lebah madu

Pestisida gol. Organoklorin :


sulit didegradasi o/ mikroba pengurai atau
mll reaksi biokimia dlm tubuh mans dan
hewan.
Pestisida gol. Organofosfat dan karbamat :
mudah terurai, dlm tubuh mans
bersifat inhibitor kerja enzim kolinesterase dg
efek keracunan akut.

FEROMON
Dikeluarkan oleh serangga

Berfungsi untuk memberi jejak


Mengirimkan tanda/ memikat pasangan
Pemikat seks serangga: identifikasi struktur

Pemikat seks untuk lalat:


CH3(CH2)7=CH(CH2)12CH3
(hidrokarbon tak jenuh)

Isolasi dan struktur dari 87000 ekor ngengat


1 ekor kupu ulat sutera jantan dapat mendeteksi
40 mol/detik

PEMBRANTASAN BIOLOGIS
Memberantas hama dengan menggunakan musuh
alami seperti bakteri dan virus
Bakteri : memusnahkan rayap, pada sarangnya
untuk menginfeksi koloni
Virus : Heliothis zea, pestisida ulat kapas, virus
dibiakan dan disemprotkan
Keuntungan : spesifik, tidak beracun bagi manusia
dan hewan, mudah terurai
Pemuliaan tanaman yang kebal serangga

HORMON JUVENIL
Hormon : pembawa pesan kimia yang mengatur fungsi
kehidupan dalam tumbuhan dan hewan,
jumlah sangat kecil dengan perubahan yang
cukup
Hormon Juvenil : mengatur laju perkembangan
serangga muda
Struktur telah diketahui dan dpt disintesis yaitu
metoprena
Tetapi bila stadia kupu dipertahankan pada tahap ulat
akan menghancurkan tanaman

STERILISASI
Pemandulan serangga jantan dengan :
radiasi, bahan kimia, persilangan
Kerugian : biaya terlalu besar dan sulit

HERBISIDA DAN DEFOLIAN


Herbisida :
Memberantas gulma
Misalnya : 2,4-Diklorofenoksi asetat
Defolian : gugurkan daun misalnya 2,4,5-T;
CaNCN (Kalsium sianamida): panen kapas
Paraquat: sebelum perkecambahan
Bahaya : DIOKSIN

Jenis Pestisida
dan Gejala Keracunan
Pestisida Golongan Organoklor
- bekerja mempengaruhi sistem syaraf pusat.
- Tanda dan gejala keracunan : sakit kepala, rasa pusing, mual,
muntah-muntah, mencret, badan lemah, gugup, gemetar,
kejang-kejang dan kesadaran hilang.

a.

b. Pestisida Golongan Organofostat

Apabila masuk kedalam tubuh, baik melalui kulit, mulut dan


saluran pernafasan maupun saluran pencernaan :

- berikatan dengan enzim dalam darah yang berfungsi mengatur


bekerjanya saraf, yaitu kholonesterase. Dalam keadaan demikian otototot tersebut senantiasa bergerak tanpa dapat dikendalikan.

c. Pestisida Golongan Karbamat


Cara kerja pestisida Karbamat sama dengan pestisida
organofosfat, yaitu menghambat enzim kholonesterase.
Tetapi pengaruh pestisida Karbamat terhadap
kholonesterase hanya berlangsung singkat karena pestisida
Karbamat cepat mengurai dalam tubuh.
d. Pestisida Golongan Senyawa dipiridil
Senyawa dipirindi dapat membentuk ikatan dan merusak
jaringan epithel dari kulit, kuku, saluran pernafasan dan
saluran pencernaan, sedangkan larutan yang pekat dapat
menyebabkan peradangan.

e. Pestisida Golongan Arsen


Keracunan pestisida Arsen pada umumnya melalui mulut
walaupun bisa juga diserap melalui kulit dan saluran
pencernaan.
Tanda dan gejala keracunan akut pestisida golongan Arsen
adalah nyeri pada perut, muntah, dan diare, sedang
keracunan sub akut akan timbul gejala seperti sakit kepala,
pusing dan banyak keluar ludah.

f. Pestisida Golongan Antikoagulan


Pestisida golongan koagulan bekerja menghambat
pembekuan darah dan merusak jaringan-jaringan
pembuluh darah. Hal ini mengakibatkan terjadinya
pendarahan, terutama di bagian dalam tubuh.

HASIL ANALISA RESIDU PESTISIDA


No

Komoditas

Asal Contoh

Pakcoy

Cabai merah Kec. : Pacet, Kab. : Cianjur

1,59125

Cabai
keriting

0,67074

Buncis

Sawi putih

Cabai rawit

Tomat

Kec. : Pacet, Kab. : Cianjur

0,53708

Bayam

Kec. : Pacet, Kab. : Cianjur

0,00166

Sawi hijau

Kec. : Cicendo,
Kota : Bandung

Kec. : Pacet, Kab. : Cianjur

Hasil Analisa (mg/kg)


0,28802

0,56279
Kec. : Pacet, Kab. : Cianjur

0,08738
0,58066

Tidak terdeteksi dengan


Batas Penetapan (BP) 0,001

No

Komoditas

Asal Contoh

HASIL .

Hasil Analisa (mg/kg)

10

Bawang
merah

Tidak terdeteksi dengan


Batas Penetapan (BP)
0,001

11

Salada

0,00216

12

Brokoli

Desa : Cibodas, Kec. :


Lembang

0,13861

13

Kaelan

Kec. : Pacet, Kab. : Cianjur

0,26007

14

Cabai paprika

15

Caisin

Kec. : Pacet, Kab. : Cianjur

16

Kacang kapri

Kec. : Pacet, Kab. : Cianjur

0,00104

17

Wortel

Desa : Cibodas, Kamp


Cibeunying, Kec. : Lembang

0,01889

18

Lobak

Desa : Cibodas, Kamp.


Cibeuying, Kec. Lembang

0,02791

HASIL ANALISA RESIDU PESTISIDA


PADA BUAH-BUAHAN
No. Komoditas

Asal Contoh

Hasil Analisa (mg/kg)

Pir sandong

Kelurahan Mulyaraya, Kec.


Kawaluyaan, Kota Bandung

0,08956

Pir yali

Kel. Cicendo, Kec. Cicendo,


Kota Bandung

0,00195

Apel merah

Jeruk
murkot

Semangka

Strawberi

Manggis

0,00312
Tidak terdeteksi dengan Batas
Penetapan (BP) 0,001
0,01537
Desa Cibodas, Kamp.
Cibeuying, Kec. Lembang

0,15419
Mengandung kadar gula =
5,40 %, serat kasar = 45 %,
air = 78,26 %, pati = 0,24 %,
Vit.C = 0,22 %

HASIL ANALISA BERAS ORGANIK


No.

Parameter

Satuan

Standar Nasional /
BMR

Hasil
Pemeriksaan

Residu Deltamterin

mg/kg

Tidak terdeteksi

Kadar Air

11,7

Kadar Lemak

1,01

Kadar kalori

Kkal

210,7872

Kadar Protein

0,0395

Kadar Karbohidrat

50,3848

Kadar Gula Pereduksi

Kadar Serat

1,914

Kadar Abu

1,11

10

Kadar besi (Fe)

mg/kg

9,38

11

Kadar Kalium (K)

mg/kg

241,53

12

Kadar Kalsium (Ca)

mg/kg

32,06

13

Kadar Magnesium (Mg)

mg/kg

31,54

14

Kadar Seng (Zn)

mg/kg

Maks. 40,0

13,04

15

Kadar Timbal (Pb)

mg/kg

Maks. 1,0

13,9958

HASIL ANALISA BERAS ANORGANIK


No.

Parameter

Satuan

Standar Nasional /
BMR

Hasil
Pemeriksaan

mg/kg

0,05

0,08688

Residu Imidakloprid

Kadar Air

12,17

Kadar Lemak

0,9

Kadar Protein

8,3323

Kadar Karbohidrat

55,7603

Kadar Gula Pereduksi

Kadar Serat

2,01

Kadar Abu

0,51

Kadar Tembaga (Cu)

mg/kg

0,78

10

Kadar Besi (Fe)

mg/kg

2,47

11

Kadar Kalium (K)

mg/kg

166,33

12

Kadar Kalsium (Ca)

mg/kg

0,00

13

Kadar Magnesium (Mg)

mg/kg

15,79

14

Kadar Seng (Zn)

mg/kg

Maks. 40,0

5,08

Kadar Timbal (Pb)

mg/kg

Maks. 1,0

15,53

ANALISA RESIDU PESTISIDA PADA MAKANAN


No
.

Sampel makanan

Batas
Maksimum
Residu

Hasil Analiss

Nama
Pestisida

Nama Produk

Ikan Asin

0,2 mg/kg

0,25 mg/kg

Endosulfan

Thiodan

Pear Taiwan

0,1 mg/kg

0,13 mg/kg

Anggur Red
Globe

1 mg/kg

1,00 mg/kg

Jeruk Mandarin

0,03 mg/kg

0,02 mg/kg

Paprika Merah

Inhibisi residu
insektisida 2,660 %

Inhibisi

Paprika Kuning

Inhibisi residu
insektisida 2,660 %-

Inhibisi

Paprika Hijau

Inhibisi residu
insektisida 1,340 %

Inhibisi

Strawberi

1,34%

Insektisida

Inhibisi

9.

Beras, Umbi
Kentang, Tomat

Tidak terdeteksi

HASIL PEMERIKSAAN MAKANAN


No
.

Nama Makanan /
Minuman

Asal
Sampel

Parameter

Hasil Pemeriksaan

1.

Bolu Hongkong

MUI

Kadar
Benzoat
-Kadar
Alkohol

0,05 %
0,05 %

2.

Cheetos

MUI

Kadar MSG

0,34 %

3.

Terasi Udang Rebon


cap dua kepala sapi &
udang

MUI

Mikrobiolog
i

Pallatine Scarleti

4.

Delmonte Tomato
Sauce

MUI

5.

Bumbu Gulai Ikan

MUI

6.

Sambel cap Cabe


Gunung

MUI

Kapang
-Kamir

4,00 koloni/gr
3,8 x 101 koloni/gr

Kapang
-Kamir

6,00 koloni/gr
1,018 x 102
koloni/gr

Kapang
-Kamir

6,00 koloni/gr
8,6 x 101 koloni/gr

Keterangan

Logam berat
Cu (-)

GERAKAN ANTI BAHAN KIMIA:


Pertanian Organik
Bertanam secara alami tanpa pestisida dan pupuk
kimia
Pemakaian limbah manusia dan hewan dikembalikan
ke tanah

Keuntungan dan Kerugian :


Kurang menggunakan energi
Biaya lebih rendah
Tenaga kerja 12% lebih banyak
Produksi 10% lebih rendah
Pupuk organik harus diuraikan jadi anorganik

PEMUSNAHAN
Tempat pemusnahan
Aman & jauh dari tempat umum
Tempat penguburan harus berjarak 100 meter dari

sumber air sumur, kolam ikan, sungai dan saluran air.


Jarak antar lobang adalah 10 m.
Bahan diperlukan:
Kapur untuk menghidrolisa pestisida terutama golongan
organochlorida.
Pupuk kandang atau bahan organik lain untuk
menciptakan keadaan anaerobik, yang membantu
mempercepat perobahan.
Urea mempercepat perobahan pestisida golongan
organochlorida.
Kubur sesuai ketentuan

Klasifikasi Biopestisida
Biopestisida Mikrobial

Bacillus thuringiensis
Aspergillus flavus, strain AF 36
Aplikasi bioteknologi : Plant-incorporated
protectants
Rekayasa genetika : memasukkan zat kimia
faktor resistensi atau faktor pengontrol hama
dari mikroba, ke dalam jaringan tanaman
Biopestisida biokimiawi
zat kimia yang terbentuk secara alami
Sex pheromones

Biopestestisida :
Bacillus thuringiensis (Bt)
Pestisida yang digunakan &

dipelajari secara luas


Gram-positif, motil, bakteri batang
terjadi secara alami
di lingkungan : dalam bentuk spora
Membentuk kristal protein(Cry)

Cry proteins

Cry

proteins (produced by Bt
a.k.a. delta-endotoxin
Insecticidal properties are selective for the insect
Contrast with other insecticides
After ingestion, Cry proteins are cleaved to form
active insecticidal protein
Binds to receptors in insect midgut
Leads to cessation of insect feeding
Receptor selectivity (insects)
Alkaline environment required for cleavage to active protein