Anda di halaman 1dari 14

INTOKSIKASI

KARBAMAT

PENDAHULUAN
Penggunaan pestisida golongan karbamat di Indonesia relatif
baru terutama setelah pelarangan penggunaan dan peredaran
sebagian

besar

pestisida

golongan

organokhlorin

(OC).

Insektisida golongan karbamat yang umum digunakan dalam


kegiatan pertanian adalah karbofuran (Furadan), aldikarb (Temik)
dan karbaril (Sevin).

INTOKSIKASI
KARBAMAT
Keracunan atau intoksikasi adalah keadaan patologik
yang disebabkan oleh obat, serum, alkohol, bahan serta
senyawa kimia toksik. Baygon termasuk kedalam salah satu
jenis racun, yaitu racun serangga (insektisida).

Berdasarkan struktur kimianya insektisida dapat digolongkan


menjadi :
a)
Insektisida golongan fospat organic (IFO), seperti :
Malathoin, Parathion, Paraoxan , diazinon, dan TEP.
b)
Insektisida golongan karbamat, seperti : carboryl dan
baygon
c)
Insektisida golongan hidrokarbon yang diklorkan, seperti :
DDT endrin, chlordane, dieldrin dan lindane.

PATOFISIOLOGI
Masuk

ke

dalam

tubuh

dan

akan

mengikat

enzim

asetilkholinesterase sehingga AChE menjadi inaktif maka akan


terjadi akumulasi dari asetilkholin. Normalnya, enzim AChE bekerja
untuk menghidrolisis arakhnoid dengan jalan mengikat Akh AChE
yang bersifat inaktif. Bila konsentrasi racun lebih tinggi akibatnya
akan terjadi penumpukan AKH ditempat-tempat tertentu, sehingga
timbul gejala gejala berupa ransangan AKH yang berlebihan yang
akan menimbulkan efek muscarinik, nikotinik dan SSP.

a)

Muskarini, terutama pada saluran pencernaan, kelenjar

ludah dan keringat, pupil, bronkus dan jantung.


b)

Nikotinik, terutama pada otot-otot skeletal, bola mata,

lidah, kelopak mata dan otot pernafasan.


c)

SSP, menimbulkan nyeri kepala, perubahan emosi,

kejang-kejang (konvulsi) sampai koma

GAMBARAN KLINIK
a.

Keracunan Akut

Tanda dan gejala timbul dalam waktu 3060 menit dan mencapai
maksimum dalam 28 jam.
Keracunan ringan : Anoreksia, sakit kepala, pusing, lemah, ansietas,
tremor lidah dan kelopak mata, miosis, penglihatan kabur.
Keracunan Sedang : Nausia, Salivasi, lakrimasi, kram perut,
muntah muntah, keringatan, nadi lambat dan fasikulasi otot.

Keracunan Berat : Diare, pin point, pupil tidak bereaksi, sukar


bernafas, edema paru, sianons, kontrol spirgter hilang, kejang
kejang, koma, dan blok jantung.

b.

Keracunan Kronis

Untuk

karbamat

ikatan

dengan

AchE

hanya

bersifat

sementara dan akan lepas kembali setelah beberapa jam


(reversibel ) . Gejalagejala bila ada dapat menyerupai
keracunan akut yang ringan, tetapi bila eksposure lagi dalam
jumlah yang kecil dapat menimbulkan gejalagejala yang
berat.

PEMERIKSAAN
DIAGNOSTIK
1)

Pemeriksaan rutin tidak banyak menolong

2)

Pemeriksaan khusus, misalnya pengukuran kadar AChE

dalam sel darah merah dan plasma


3)

Pemeriksaan PA

TERAPI
1.

Dekontaminasi

Merupakan terapi intervensi yang bertujuan untuk menurunkan


pemaparan terhadap racun, mengurangi absorpsi dan mencegah
kerusakan. Ada beberapa dekontaminasi yang perlu dilakukan
yaitu:
a.

Dekontaminasi pulmonal

b.

Dekontaminasi mata

c.

Dekontaminasi kulit (rambut dan kuku)

d.

Dekontaminasi gastrointestinal

2.

Eliminasi

tindakan untuk mempercepat pengeluaran racun yang sedang


beredar dalam darah, atau dalam saluran gastrointestinal setelah
lebih dari 4 jam:

a.
Emesis, merangsang penderita supaya muntah pada
penderita yang sadar atau dengan pemberian sirup ipecac 15 30
ml.
b.
Katarsis, (intestinal lavage), dengan pemberian laksan bila
diduga racun telah sampai diusus halus dan besar.
c.
Kumbah lambung atau gastric lavage, pada penderita yang
kesadarannya menurun, atau pada penderita yang tidak kooperatif.

3. Antidotum
Pada kebanyakan kasus keracunan sangat sedikit jenis
racun yang ada obat antidotumnya dan sediaan obat antidot
yang tersedia secara komersial sangat sedikit jumlahnya.
Salah satu antidotum yang bisa digunakan adalah Atropin
sulfat (SA) yang bekerja menghambat efek akumulasi AKH
pada tempat penumpukannya.

PROGNOSIS
Prognosis
pengobatan

dari

kasus

dilakukan

ini

pada

secepat

umumnya

mungkin,

baik,

namun

bila
akan

berdampak fatal hingga pada kematian jika terjadi kesalahan


dalam pengobatan.

KOMPLIKASI
a.

Shock

b.

Henti nafas

c.

Henti jantung