Anda di halaman 1dari 30

PROSEDUR PASIEN

RAWAT INAP
Disusun untuk memenuhi Tugas Mata Kuliah PSRM I

Dosen : Mrs. Saly Setiatin

by

LATIFAH A. (13400001)

ANIKA R.M. (1340003)

SITI FAJAR f. (13400015)

Definisi rawat inap


Playanan kesehatan perorangan meliputi observasi,
diagnosa, pengobatan, keperawatan, rehabilitasi medik
dengan menginap diruang rawat inap pada sarana
kesehatan RS pemerintah maupun swasta, pusksmas
dll

Defenisi Pasien Rawat Inap


Pasien rawat inap adalah pasien yang dinyatakan oleh
dokter yang memeriksa, baik yang masuk melalui rawat
jalan maupun gawat darurat, untuk diobservasi dan atau
mendapatkan tindakan medis lebih lanjut sehingga
perlu dirawat inap.

Proseiur Rawat Inap Secara Umum

Prosedur Lengkap

Pasien

Jenis Pasien

Umum
Menggunakan
Asuransi

Prosedur Rawat Inap


1. Dokter menganjurkan pasien untuk rawat inap.
2. Atas persetujuan pasien/keluarga/penanggungjawab
pasien, perawat IGD/POLI memberitahu receptionist
bahwa pasien akan dirawat inap.
3. Perawat mengarahkan keluarga / penanggungjawab
pasien untuk mendaftarkan pasien rawat inap ke
receptionist.
4. Untuk pasien yang masuk melalui IGD, receptionist
menanyakan Kartu Berobat pasien (untuk pasien lama)
atau mencatat data / identitas pasien dengan lengkap
(untuk pasien baru).

Untuk Pasien Umum


4.1.

Receptionist menawarkan tarif jasa Rawat Inap secara


jelas kepada pasien.
4.2. Apabila sudah ada kesepakatan dari keluarga /
penanggungjawab pasien, maka receptionist memberikan
form Surat Pernyataan Pembayaran kepada keluarga /
penanggung-jawab pasien untuk diisi dan ditanda tangani
4.3. Receptionist meminta jaminan rawat inap kepada keluarga
/ penanggungjawab pasien berupa KTP/SIM atau tanda
pengenal lainnya
4.4 Setelah form Surat Pernyataan Pembayaran diisi dan
ditanda
tangani oleh pasien, berikan form tersebut
ke bagian Rekam Medis untuk dicarikan berkas Status
Pasien Rawat Inap sesuai dengan Nomor Rekam
Medik dan selanjutnya Status Pasien Rawat Inap
diantarkan oleh petugas Rekam Medis ke IGD/POLI yang
dituju.

Untuk Pasien dengan


Menggunakan Asuransi
5.1.
5.2.

5.3.
5.4.
5.5.

Resepsionis Menanyakan kepemilikan asuransi kesehatan


yang dimiliki pasien
Bila pasien masuk pada jam kerja, minta pasien untuk
mengambil jaminan yang dikeluarkan oleh Perusahaan /
Asuransi terkait. Bila pasien masuk diluar jam kerja,
jaminan diambil keesokan harinya, pada saat jam kerja.
Meminta lembar jaminan, photo copy kartu asuransi, dan
surat rujukan dari Puskesmas (kecuali kasus emergency)
sebagai pelengkap tagihan.
Meminta pasien melengkapi persyaratan lainnya yang
berhubungan dengan tagihan asuransi yang dimiliki.
Bila syarat adiminstrasi belum lengkap, keluarga /
penanggung-jawab pasien diberi waktu maksimal 2x24 jam
untuk memenuhi persyaratannya (selama pasien rawat
inap). Jika tidak dipenuhi, pasien dianggap UMUM.

5.6.

Tentukan dan beritahu keluarga / penanggungjawab


pasien tentang kamar yang akan ditempati oleh
pasien sesuai dengan jatah yang telah ditentukan
asuransi yang terkait, dengan mengelompokan
Dewasa ( Pria / Wanita ) dan atau Anak.
5.7. Bila pasien meminta untuk naik kelas perawatan
(kecuali JAMKESMAS dan JAMKESDA), berikan Surat
Pernyataan Kesediaan Pembayaran Selisih Biaya untuk
diisi dan ditandatangani oleh pasien/keluarga pasien.
5.8. Receptionist meminta jaminan rawat inap kepada k
eluarga / penanggungjawab pasien (khusus kepada pasien
yang minta naik kelas perawatan) berupa KTP/SIM atau
tanda pengenal lainnya
5.9. Setelah form Surat Pernyataan kesediaan Pembayaran
Selisih Biaya diisi dan ditanda tangani oleh keluarga /
penanggungjawab pasien (khusus pasien yang minta naik
kelas perawatan), berikan form tersebut ke bagian Rekam
Medis.

6.

Seluruh berkas administrasi rawat inap yang telah


rampung diberikan ke bagian rekam medik untuk
dicarikan berkas Status Pasien Rawat Inap sesuai dengan
Nomor Rekam Medik dan selanjutnya Status Pasien Rawat
Inap diantarkan oleh petugas Rekam Medis ke IGD/POLI
yang dituju.
7.
Petugas Rekam Medik mencatat di buku kunjungan pasien
dan memberi tanda Rawat Inap.
8.
Receptionist menginformasikan ke bagian rawat inap
mengenai kamar yang akan dipergunakan pasien guna
mempersiapkan segala kelengkapan dan fasilitasnya.
9.
Perawat mempersiapkan ruangan pasien baru.
10. Setelah ruang rawat inap siap, perawat memberitahu
receptionist bahwa ruangan telah siap untuk ditempati.
11. Receptionist memberitahu perawat POLI/IGD ruangan yang
telah dipersiapkan.
12. Perawat POLI/IGD mengantar pasien ke ruangan rawat inap

Unit Terkait

Unit yang Terkait


Receptionist
Rekam Medis
Poliklinik
Ruang Rawat
Inap

MEDIS
TINDAKAN
MEDIS

PERAWATAN

DOKTER

TINDAKAN
KHUSUS

REKAM
MeDIS

THERAPI

RADIOLOGI
GIZI

Alur Rekam Medis Rawat Inap.

Pasien datang ke TPPRI, apakah itu ada surat permintaan dari dokter,
unit gawat darurat, atau rujukan dari Rumah Sakit lain. Alur rekam
medisnya sebagai berikut :
Petugas rekam medis mencatat dalam buku register penerimaan pasien rawat inap; nama,
nomor rekam medis, identitas dan data sosialnya. Serta menyiapkan/mengisi data identitas
pasien pada lembaran masuk

Berkas rekam medis dikirim oleh petugas bersama-sama dengan


pasiennya ke ruang yang dimaksud
Pasien diterima oleh petugas diruangan dan dicatat pada buku
register
Dokter yang bertugas mengisi riwayat penyakit, dan hasil pemeriksaan
lainnya dicatat pada lembaran rekam medis dan ditanda tangani
Perawat/bidan menambah lembaranlembaran rekam medis sesuai pelayanan
yang diberikan

Perawat/bidan membuat sensus harian gambaran mutasi pasien mulai jam 00.00 sampai
jam 24.00. Ini dibuat 3 rangkap satu untuk dikirim keruang rawat inap sebagai arsip. Satu
dikirim ke unit rekam medis, dan satu di tempat penerimaan pasien rawat inap

Petugas ruangan memeriksa rekam medis sebelum dikirim ke unit rekam medis

Setelah pasien pulang petugas mengirim berkas rekam medis, dikembalikan ke unit
rekam medis paling lambat 24 jam setelah pasien pulang

Petugas unit rekam medis mengolah berkas yang sudah lengkap dimasukkan ke dalam
kartu indeks penyakit, indeks operasi, indeks kematian untuk membuat laporan dan
statistik Rumah Sakit

Petugas rekam medis merekapitulasi


setiap bulan

Unit rekam medis menyimpan berkas


rekam medis menurut nomornya. Apabila
menganut sistem sentralisasi, berkasnya
untuk tiap-tiap pasien disatukan

2
ASEMBLING

INDEXING

ANALISING
&
REPORTING
5

FILLING
4

SISTEM PENGOLAHAN RM

CODING

Assembling

Assembling yaitu salah satu bagian di unit


rekam medis yang berfungsi sebagai peneliti
kelengkapan isi dan perakitan dokumen rekam
medis sebelum disimpan

coding

Koding adalah pemberian penetapan kode dengan


menggunakan huruf atau angka atau kombinasi huruf
dalam angka yang mewakili komponen data. Fungsi
pengkode rekam medis bertanggung jawab terhadap
penemuan dan penulisan kode penyakit, dan operasi
yang tertulis pada dokumen rekam medis berdasarkan
kode yang telah ditetapkan pada ICD-X dan ICOPIM
atau ICD 9 CM

Indexing

filling

Indexing adalah membuat tabulasi sesuai


dengan kode yang sudah dibuat ke dalam
indeks-indeks (dapat menggunakan kartu
indeks atau komputerisasi). Didalam kartu
indeks tidak boleh mencantumkan nama
pasien.

Filing merupakan suatu ruangan di unit rekam


medis yang bertanggung jawab terhadap
penyimpanan retensi dan pemusnahan
dokumen rekam medis. Selain itu filing juga
menyediakan dokumen rekam medis yang telah
lengkap isinya sehingga dapat memudahkan
penggunaan mencari informasi sewaktu-waktu.

Analizing
&
Reporting

Analizing dan Reporting merupakan Unit


Rekam Medis (URM) yang berfungsi sebagai
penganalisis dan pelapor dalam sistem
pelayanan rekam medis, sebagai penganalisis
semua data rekam medis yang masuk ke Unit
Rekam Medis (URM) untuk diolah menjadi
informasi yang disajikan dalam laporan guna
pengambilan keputusan manajemen dirumah
sakit.

A. TUJUAN PENYIMPAN DOKUMEN REKAM MEDIS


Menjaga kerahasiaan dokumen rekam medis.
Mempunyai arti penting sehubungan dengan riwayat

penyakit seseorang guna menjaga kesinambungan.


Mempermudah pengambilan kembali dokumen
rekam medis (retrieve)

Cara Penyimpanan Berkas Rekam Medis


Penyimpanan Sentralisasi
Sistem penyimpanan dokumen rekam medis secara sentralisasi yaitu
sistem penyimpanan dokumen rekam medis seorang pasien dalam satu kesatuan
folder atau map baik dokumen rawat inap, rawat jalan, gawat darurat yang
disimpan dalam satu folder, tempat, rak penyimpanan.
Kelebihan Sentralisasi :
Mengurangi terjadinya duplikasi pemeliharaan dan penyimpanan
Mengurangi jumlah biaya untuk peralatan dan ruangan
Tata kerja dan peraturan kegiatan pencatatan medis mudah distandarisasi
Memungkinkan peningkatan efesiensi kerja petugas penyimpanan
Mudah menerapkan sistem unit record
Kekurangan Sentralisasi :
Petugas lebih sibuk karena harus menangani unit rawat jalan dan unit rawat
inap
Petugas filing dokumen rekam medis harus jaga 24 jam
Tempat penerimaan pasien harus bertugas selama 24 jam

Penyimpanan Desentralisasi
Sistem penyimpanan dokumen rekam medis secara
desentralisasi yaitu sistem penyimpanan dengan cara memisahkan
dokumen rekam medis antara rawat jalan, rawat inap, gawat
darurat terpisah dengan tempat, folder, rak penyimpanan.
Kelebihan Desentralisasi :
Efesiensi waktu sehingga pelayanan pasien lebih cepat
Beban kerja yang dilaksanakan petugas lebih ringan
Kekurangan Desentralisasi :
Terjadinya duplikasi dalam pembuatan rekam medis
Biaya yang diperlukan untuk pengadaan peralatan dan ruangan
lebih banyak
Penyimpanan Satelit

Sistem Penyimpanan Satelit


Sistem penyimpanan dokumen rekam medis secara
satelit yaitu sistem penyimpanan dokumen rekam medis baik
rawat jalan, rawat inap, gawat darurat yang disimpan secara
terus menerus pada suatu unit tertentu untuk keperluan
pelayanan yang bersifat continue (terus menerus).
Kelebihan Penyimpanan Satelit :
Efesiensi waktu sehingga pelayanan pasien lebih cepat
Petugas filing rekam medis lebih ringan
Kekurangan Penyimpanan satelit :
Petugas unit yang bersangkutan lebih repot

Sistem Penjajaran Rekam Medis


PENGERTIAN SISTEM PENJAJARAN
Penjajaran adalah sistem penataan rekam medis dalam suatu sekuens
yang khusus agar rujukan dan pengambilan kembali (retrieve) menjadi mudah
dan cepat.
SISTEM PENJAJARAN DOKUMEN REKAM MEDIS
Terdapat 3 cara dalam sistem penjajaran rekam medis, yaitu :
1. Alphabetical
2. Alphanumerical
3. Numerical (penomoran)
Sistem penjajaran secara numerical terbagi menjadi 3, yaitu :
Sistem Penjajaran Berdasarkan Nomor Langsung (Straight Numerical Filing)
Sistem penjajaran nomor langsung yaitu suatu sistem penyimpanan dokumen
rekam medis dengan mensejajarkan folder dokumen rekam medis berdasarkan
urutan langsung nomor rekam medisnya pada rak penyimpanan.