Anda di halaman 1dari 44

PSIKIATRI FORENSIK UNTUK

DOKTER UMUM

DEFINISI
Psikiatri
Cabang ilmu
kedokteran yang
berhubungan dengan
pemeriksaan,
pengobatan, dan
pencegahan gangguan
jiwa

Forensik
Asal dari kata Foro = forum,
berarti pasar, pada zaman
Romawi pasar disamping
tempat untuk jual-beli juga
sebagai tempat aktivitas
peradilan
Dalam bahasa Yunani
FORENSIS berarti Debat atau
Perdebatan

Definisi Psikiatri Forensik


Cabang ilmu psikiatri yang berhubungan
dengan evaluasi gangguan jiwa untuk
keperluan hukum; membebaskan seseorang
dari tanggung jawab perbuatan kejahatan,
proses peradilan kejahatan, hukuman yang
terus menerus, membatalkan kesaksian,
transaksi, aktivitas lain dan mendorong
seseorangg untuk medapatkan berbagai
bentuk pengobatan

HUBUNGAN ANTARA KONSEP


PSIKIATRI DENGAN KONSEP HUKUM
Psikiatri dan hukum merupakan dua hal yang penting dalam hal
eksistensi yang berpengaruh terhadap kehidupan manusia
Psikiatri tidak bisa diabaikan pasien gangguan jiwa sering
menunjukkan penyimpangan yang harus diarahkan kembali ke
keadaan sosial yang konstruktif sesuai dengan kebutuhan
masyarakat memberikan pencegahan, pengobatan, dan
rehabilitasi
Bidang hukum melakukan perubahan terhadap eksistensi yang
berpengaruh jelek terhadap masyarakat lebih mengadakan kontrol
sosial pemberian sangsi

Sebagai contoh konsep mengenai gangguan


jiwa yang dipakai oleh psikiatri dan hukum
terhadap tingkah laku kejahatan
Psikiatri mengenal adanya
tingkah laku yang dikontrol
Hukum memandang tingkah
oleh 2 faktor, yaitu faktor
laku dari data dan keadaan
yang disadari dan yang tidak
yang disadari tingkah laku
diasadari sering faktor
ini menjadi tanggung jawab
yang tidak disadari sangat
kriminalitas
berpengaruh terhadap
tingkah laku manusia

Bidang psikatri
menganggap tingkah
laku yang melanggar
hukum tidak hanya
dilandasi oleh faktor
yang disadari, tetapi
mungkin oleh hal-hal
lain bahkan bisa juga
tingkah laku tersebut
manifestasi dangkal
dari keadaan atau
gangguan psikis yang
lebih dalam

Psikiater selalu akan


menyelidiki dan
menilai kepribadian
seseorang secara
seluruhnya baik
yang disadari maupun
yang tidak disadari

KUHP PASAL 44
(1)

Barang siapa melakukan perbuatan yang tidak dapat


dipertanggungkan kepadanya karena daya akalnya (zijner
verstandelijke vermogens) cacat dalam pertumbuhan
atau terganggu karena penyakit, tidak dipidana

(2)

Jika ternyata perbuatan itu tidak dapat dipertanggungkan


kepada pelakunya karena pertumbuhan jiwanya cacat
atau terganggu karena penyakit, maka hakim dapat
memerintahkan supaya orang itu dimasukkan dalam
rumah sakit jiwa, paling lama satu tahun sebagai waktu
percobaan

(3)

Ketentuan dalam ayat 2 hanya berlaku bagi Mahkamah


Agung , Pengadilan Tinggi, dan Pengadilan Negeri

TUGAS DOKTER/PSIKIATER DALAM


PSIKIATRI FORENSIK

Melakukan
Pemeriksaan
Psikiatrik
Sebelum
Pemeriksaan
Psikiatrik

Sesudah
Pemeriksaan
Psikiatrik

Jadi saksi
ahli di
Pengadilan

Sebelum Pemeriksaan Psikiatrik


Mempelajari kasus yang dihadapi
Berbicara dengan ahli hukum
Kumpulkan bahan tertulis (surat tuduhan, laporan
polisi, hasil interogasi)
Yakin mengenai
Mengapa diminta untuk memeriksa
Laporan apa yang diharapkan untuk ditulis
Untuk keperluan apa hal ini digunakan

Mencari keterangan apakah dokter akan tampil sebagai


saksi ahli

Melakukan Pemeriksaan Psikiatrik


Melakukan pemeriksaan psikiatrik baku
Melakukan pemeriksaan dengan teliti
Membuat catatan penting yang lengkap
Melakukan pemeriksaan lebih dari satu kali

Bahan saat melakukan pemeriksaan psikiatrik yang


penting dalam proses peradilan dan dipertanyakan

Apakah yang diperiksa ada dibawah pengaruh bahan


racun, dan sampai taraf mana?
Apakah orang tersebut seorang dengan defek mental,
sampai sejauh mana parahnya?
Apakah orang tersebut punya sejarag epilepsi, fugue
histerik atau amnesia lain?

Apakah pernah mengalami cidera kepala?


Bagaimana pengobatan dan prognosisnya?
Apakah orang tersebut berpura-pura?
Bagaimana kemampuan fungsi maksimal orang
tersebut sebelumnya?

Kesalahan dalam evaluasi psikiatrik forensik


Berusaha mengevaluasi
seseorang tanpa tahu persis
kegunaan dari hasil
pemeriksaan yang kita lakukan
sebelumnya

Membuat pendapat yang


terlalu dini

Saat menjelang persidangan perlu perundingan


dengan orang dari instasi hukum yang meminta
pemeriksaan

Beberapa kasus yang memerlukan


pemeriksaan pendahuluan karena mempunyai
kecenderungan adanya kelainan jiwa
kita ragukan kesehatan jiwa pelanggar
pernah mengalami mental break down
pelanggaran menjurus ke tindakan dimana
faktor kejiwaan mengambil peranan penting
Pelanggaran bersifat seksual
Usia 17-20 tahun

Beberapa kasus yang memerlukan observasi


selanjutnya setelah pemeriksaan pendahuluan
Kerusuhan yang sifatnya jahat
Pembakaran
Perilaku yang sangat dipengaruhi oleh perasaan hati
sukar menerangkan sebab musabab
Pencurian tidak berarti oleh orang yang pantas
dihormati
Mengganggu orang tertentu terus menerus
terutama lawan jenis
Penyerangan yang tanpa provokasi
Melarikan diri dari rumah
Pelanggaran seksual kecuali prostitusi

Setelah Pemeriksaan Psikiatrik


Direncanakan apakah perlu pemeriksaan khusus yang
bisa lebih memperjelas keadaan pasien

persiapan diri apabila ada sanggahan dari pengacara


tentang apa yang sudah dilakukan

Data
dikumpulkan

Tulis laporan
singkat dengan
masukan bahan
yang relevan

Berikan
pendapat
dan
alasannya

Jadi Saksi Ahli Di Pengadilan


Bersikap mampu dalam bidangnya yang
berhubungan dengan kasus tanpa menunjukkan
sebagai orang yang serba tahu
profesional

percaya diri

tenang

tidak
memihak

Membantu hakim dan juri untuk mencari keadilan


KUHAP pasal 184

KUHAP pasal 186

KUHAP
pasal
184

KUHAP
pasal
186
Keterangan ahli
merupakan alat
bukti yang sah
selain
keterangan
saksi, surat,
petunjuk, dan
keterangan
terdakwa

Keterangan ahli
sendiri adalah
apa yang
seorang ahli
nyatakan di
sidang
pengadilan

PERSOALAN HUKUM YANG


MENYANGKUT KESAKSIAN PSIKIATRIK
Tindakan biasa yang menyangkut
kemampuan
Tindakan kejahatan yang
menyangkut kemampuan
Tindakan kejahatan yang
menyangkut pertanggungan jawab

Tindakan biasa yang menyangkut


kemampuan
Kontrak

Surat wasiat

Kemampuan
untuk
menjalankan
suatu urusan

Kemampuan
untuk jadi saksi
di pengadilan

Hendaya
Psikiatrik

Kontrak
Perjanjian lisan maupun tertulis antara 2 orang
atau lebih melakukan suatu atau tidak
melakukan sesuatu hal
Saling mengetahui asal usul transaksi tersebut
Bila salah satu dari yang mengadakan kontrak
tidak setia pada kontraknya bisa dituntut oleh
lawan kontraknya

Surat Wasiat
Pernyataan tertulis oleh seseorang (testator)
untuk tujuan pemindahan harta kekayaan
sesudah dia meninggal
Disaksikan oleh 2 atau 3 orang
Bila diantara kerabat tidak puas menuntut untuk
membatalkan surat wasiat dengan alasan bahwa
testator tidak mampu melakukannya
kesaksian dokter/psikiater dibutuhkan

Kemampuan untuk Jadi Saksi


di Pengadilan
Diperlukan pemeriksaan psikiatrik menilai
kemampuan
mengartikan pertanyaan
menyaksikan dan mengingat kembali situasi

membedakan realitas dan fantasi


menyatakan fikiran dalam ucapan

Kemampuan untuk Menjalankan


Suatu Urusan
Kemampuan secara umum

Dokter/psikiater tidak menentukan bahwa


seseorang tidak mampu, mereka hanya
mengajukan bukti-bukti dalam persidangan

Hendaya Psikiatrik
Dalam hal ganti rugi seseorang akan
menyatakan adanya hendaya psikiatrik

Dokter/psikiater sebagai saksi ahli


memastikan adanya hendaya tersebut

Tindakan kejahatan yang menyangkut


kemampuan
Kesanggupan untuk
jadi terdakwa
dalam pemeriksaan
pengadilan

Kesanggupan untuk
menjalani hukuman
atau hukuman mati

Kesanggupan untuk
melakukan
kejahatan dengan
niat

Kesanggupan untuk jadi terdakwa


dalam pemeriksaan pengadilan
Tertuduh harus mampu mengerti
asal-usul tindakan yang dikenakan
kepadanya
Harus bekerjasama dengan
ketajaman fikirannya untuk membela
diri

Kesanggupan untuk menjalani


hukuman atau hukuman mati
Seseorang secara hukum tidak boleh
dipenjarakan atau dihukum mati bila dia
menderita penyakit jiwa yang mencolok
dia harus dikirim ke RSJ sampai sembuh
hukuman bisa dijalankan

Kesanggupan untuk melakukan


kejahatan dengan niat
Niat untuk melakukan kejahatan unsur penting
dalam ketentuan kebanyakan tindak kejahatan
Saat pelanggaran terdakwa tidak berniat jahat
tidak bersalah
Niat sering digunakan pembelaan dalam
pemeriksaan pengadilan

Tindakan Kejahatan yang Menyangkut


Tanggung Jawab

Tidak bersalah dengan


alasan sakit jiwa

Keringanan hukuman
sesudah diputuskan
bersalah

Tidak bersalah dengan alasan


sakit jiwa
Hak hukum atas penyakit jiwa seseorang
dibebaskan dari tanggung jawab atas segala
perbuatannya bila terbukti menderita sakit
jiwa atau defek mental
Seseorang yang dinyatakan tidak bersalah oleh
alasan sakit jiwa dimasukkan ke RSJ

Keringanan hukuman sesudah


diputuskan bersalah
Berbagai faktor yang meringankan, termasuk
penyakit jiwa mempengaruhi hakim
meringankan hukuman
Dokter/psikiater dapat meyakinkan pengadilan
bahwa keadaan mental terdakwa kapasitasnya
menurun untuk membentuk niat jahat atau
mempersiapkan kejahatan hukuman
dikurangi

GANGGUAN JIWA YANG PENTING


PADA PSIKIATRI FORENSIK
Psikosis manik-depresif
Psikosis skizofrenik
Paranoia
Psikosis organik
Epilepsi
Psikoneurosis (neurosis)
Defek Mental (retardasi mental)

Psikosis manik-depresif
(gangguan afektif)
Episode
manik

Hiperaktif, euphoria, logorrhoe, flight of idea


Kejahatan yang dilakukan akibat aktivitas impulsif
jarang kejahatan berat

Episode
depresif

Hipoaktif, remming, sedih


Kejahatan berbahaya bunuh diri dan membunuh
orang lain extended suicide

Bila
melanggar Episode manik atau depresi tidak bersalah
hukum
Remisi bersalah

Psikosis skizofrenik
(gangguan skizofrenia)
Ketidakharmonisan antara isi pikir dengan hubungan
dunia luar kecenderungan secara mendadak
bertingakah laku yang tidak sesuai dengan keadaaan
sekitarnya

Gejala waham dan halusinasi menyerang orang lain


atau percobaan bunuh diri

Pasien skizofrenia penanganan medik

Paranoia
(Gangguan Paranoid)
Waham sistematis tanpa halusinasi
perbuatan kejahatan dituda beberapa tahun
waham curiga menyiksa orang lain
ada kecurigaan tanpa bisa membuktikan
secara realitas
Putusan pengadilan bersalah, tetapi dalam
kenyataan kemampuan intelektual pasien
tidak cocok

Psikosis organik
Terutama yang ada hubungan dengan penyakit sifilis, zat adiktif,
kehamilan, dan trauma kelahiran
Demensia Paralitika infeksi sifilif menyerang otak dulu
sehat dan di hormati sekarang kehilangan segala interesnya
kasus: pemborosan, pengrusakan

Demensia Senilis kemunduran akibat penuaan membuat


kekacauan, pelanggaran seksual
Zat adiktif sampai pada tingkat dianggap gila Suicide,
homocide, pelanggaran seksual

Epilepsi
Pelanggaran hukum : kekerasan dan
pembunuhan
Epilepsi ekuivalen tidak bermotif
dilakukan dalam kesadaran menurun
Epilepsi diluar serangan menyadari
perbuatan memenuhi tuntutan
hukum

Psikoneurosis/neurosis
Histeria tindakan aneh keterangan palsu
menutupi perbuatannya yang salah
Psikopat (Gangguan Kepribadian Antisosial)
Pelanggaran bertingkat pencurian kecil
penyerangan suicide homocide
Intelegensi normal di pengadilan menyulitkan

Psikosis Purpueralis depresi saat masa kehamilan


suicide
Psikosis postraumatika benturan kepala sakit
kepala minum alkohol

Mental defek (Retardasi Mental)


tidak bisa menjaga diri terhadap bahaya
fisik yang biasa banyak kesukaran
tidak menunjukkan kemampuan untuk
mengatur dirinya jarang kenakalan
tidak menunjukkan diri untuk menerima
perintah yang biasa sering kenakalan
kecenderungan perbuatan kejahatan
bimbingan untuk melindungi orang lain

MALAPRAKTIK
Pengertian malapraktik antara pihak medis
dan masyarakat belum sepaham
Ketua Umum IDI

Masyarakat/Pasien

malapraktik adalah praktik


kedokteran yang salah atau
tidak tepat karena
menyalahi Undang-Undang
atau kode etik

Malapraktik diartikan
sebagai bentuk kelalaian
yang mengakibatkan
seseorang terluka bahkan
meninggal

Pelayanan
Operasional
prosedur
pelayanan medis

Kompetensi dokter
Ukuran
standar

Sesuai aturan

Pasien mengalami KTD


Dokter tidak bisa disalahkan

Studi Kasus
Kasus tiga dokter spesialis kandungan yang
dipidana 10 bulan penjara melalui putusan kasasi
karena tuduhan malapraktik atas meninggalnya
pasien J. Sebelumnya mereka diputus bebas oleh
PN.
Menurut Ketua Biro Hukum dan Pembelaan PB
IDI, ketiga dokter tersebut berusaha menolong
pasien yang sekarat setelah ketuban pecah.

Analisis Kasus
Ketua Biro Hukum dan Pembelaan PB IDI
Dalam sumpah kedokteran, dokter wajib melakukan
pertolongan dalam kondisi apapun, terutama pada
pasien sekarat

Mantan Wakil Ketua MK


Dokter bisa dipidanakan apabila melakukan tindakan
ilegal, semisal menjual organ tubuh atau praktik aborsi
Kasus tiga dokter tersebut bukan malapraktik, melainkan
risiko medis
Koordinator Penasihat Hukum Kemenkes
Kasus tersebut harap segera dituntaskan agar kasus ini
tidak dijadikan pedoman oleh hakim lain dalam
memutuskan perkara yang sama agar dokter tidak takut
menangani pasien sekarat sehingga praktik kedokteran
bisa maksimal

TERIMAKASIH