Anda di halaman 1dari 26

01/14/10

Materi Mengenal Filsafat


Ilmu
Filsafat Ilmu ?
• Apa itu Filsafat Ilmu
• Apa itu Filsafat
– Pengertian etimologis
– Pengertian terminologis
– Ciri persoalan filsafat
– Ciri pemikiran filsafat
• Apa itu Ilmu
– Pengertian ilmu
– Ciri-ciri ilmu
• Kedudukan Ilmu di antara
pengetahuan lain2
Apa Filsafat itu ?
Ada banyak pengertian filsafat.
Untuk memudahkan kita bagi 2
saja, yaitu arti…

• Arti secara Etimologis


• Arti secara Terminologis

3
Pengertian Filsafat
(etimologis)
• Philosophy
philos (friend)/ philein (love) + sophia/sophos (wisdom)
Philos berarti sahabat atau kekasih, sedangkan sophia
memiliki arti kebijaksanaan, pengetahuan, kearifan.
• kata philosophia adalah cinta pengetahuan.
• orang yang senang mencari ilmu dan kebenaran
• Plato dan Socrates dikenal sebagai philosophos (filsuf)
yaitu orang yang cintai pengetahuan.

4
• pergeseran arti kata philosophos dari ‘
pencinta pengetahuan/ilmu ’ menjadi
seseoarang yang berpengetahuan tinggi.
• philosophia (filsafat) berubah menjadi
sinonim dengan ilmu.
• Filsafat menurut istilah umum adalah ilmu
pengetahuan yang  rasional,
• yang tidak umum filsafat adalah ilmu yang
oleh orang-orang kuno disebut sebagai
filsafat tinggi, filsafat utama, ilmu
tertinggi, ilmu istimewa

5
Pengertian Filsafat
(terminologis)
Filsafat sebagai …..
• Suatu sikap
• metode berpikir
• kelompok persoalan
• kelompok teori
• analisis kritis bahasa dan
istilah
• pemahaman yang
komprehensif

6
• Filsafat adalah pengetahuan metodis,
sistematis dan koheren tentang seluruh
kenyataan (realitas).
• Filsafat merupakan refleksi rasional (fikir)
atas keseluruhan realitas untuk mencapai
hakikat (= kebenaran) dan memperoleh
hikmat (= kebijaksanaan).
• "Kegiatan manusia yang bertingkat tertinggi
adalah filsafat yang merupakan pengetahuan
benar mengenai hakikat segala yang ada
sejauh mungkin bagi manusia ...
• Bagian filsafat yang paling mulia adalah
filsafat pertama, yaitu pengetahuan
kebenaran pertama yang merupakan sebab
dari segala kebenaran".

7
Menurut Witgenstein, Titus :
Filsafat : Usaha untuk menyatakan
kebenaran ilmiah secara menyeluruh
sejelas mungkin.
Menurut KattSoff (1963) :
Filsafat : Berpikir secara kritis, sistematis,
rasional, dan komprehensif hingga menghasilkan
suatu yang runtut dan benar

Jadi Filsafat adalah berpikir dengan cara yang


benar (teoritis) untuk menemukan keputusan
pengetahuan yang benar (praktis)

8
Filsafat
• Secara singkat, filsafat mencakup
“segalanya”.
• Filsafat datang sebelum dan
sesudah ilmu pengetahuan;
• disebut “sebelum” karena semua
ilmu pengetahuan khusus mulai
sebagai bagian dari filsafat dan
• disebut “sesudah” karena ilmu
pengetahuan khusus pasti
menghadapi pertanyaan tentang
batas-batas dari kekhususannya.

9
Mula Berfilsafat
• Adanya suatu kesadaran akan keterbatasan
manusia
• Adanya suatu keraguan
diawali oleh keheranan…. Apakah saya tidak
ditipu oleh panca indra?

• Adanya suatu kekaguman


diawali oleh penglihatan, pengamatan, dan
penyelidikan

10
Di manakah Anda ?

Ada orang yang tahu di


tahunya

Ada orang yang tahu di


ketidaktahuannya

Ada orang yang tidak


tahu di tahunya

Ada yang tidak tahu di


ketidaktahuannya

11
CIRI BERPIKIR KEFILSAFATAN
• RADIKAL -> berpikir sampai ke akar-akarnya sampai pada hakikat
atau substansi yang dikirkan.

• UNIVERSAL -> pemikiran sampai menyangkut pengalaman umum


manusia

• KONSEPTUAL ->merupakan hasil generalisasi dan abstraksi


pengalaman manusia

• KOHEREN DAN KONSISTEN (runtut). Koheren artinya sesuai


dengan kaidah berpikir logis. Konsisten artinya tidak
mengandung kontradiksi.

• SISTEMATIK -> pendapatnya saling berhubungan secara teratur


dan terkandung ada maksud dan tujuan tertentu.

• KOMPREHENSIF -> mencakup atau menyeluruh dalam


menjelaskan alam semesta secara keseluruhan.

• BEBAS -> sampai batas-batas yang luas bebas dari prasangka


sosial, historis, kultural, bahkab religius.

• BERTANGGUNG JAWAB -> hasil pemikirannya harus


dipertanggungjawabkan.

12
BERPIKIR FILSAFAT -> MENYELURUH
Contoh :
Seorang pendaki gunung berdiri di puncak gunung
Dia akan melihat semua yang ada di bawahnya.
Seorang ilmuwan tidak puas mengenal ilmu dari sudut
pandang ilmu itu sendiri. Dia ingin tahu kaitan ilmu
dengan moral, agama, dsb.

BERPIKIR FILSAFAT -> MENDASAR


Contoh :
Orang mampu membongkar fundamenl Ia tidak
Socrates percaya begitu saja ilmu itu benar, mengapa benar,
bagaimana proses penilaiannya, apa kreterianya
benar itu apa? Dsb.

BERPIKIR FILSAFAT -> SPEKULATIF


Keraguaan atas penemuan
Tugas utamanya menetapkan dasar-dasar yang dapat
diandalkan
13
Persoalan Filsafat
• Tentang ADA (bieng)  metafisika
meta = di balik
physika = benda fisik

kajian tentang sifat paling dalam dan radikal dari


kenyataan

Filusuf tidak mengacu ke ciri-ciri khusus tetapi


mengacu ciri-ciri universal

Dalam filsafat disebut Ontologi

14
Persoalan Filsafat
• Pengetahuan

Epistemologi

Mengkaji persoalan secara


mendalam dan radikal
tentang asal usul
pengetahuan, struktur,
metode dan validitas
pengetahuan

15
Kedudukan Ilmu di antara
Pengetahuan Lain
Jenis-jenis Pengetahuan
• P. biasa
• P. ilmiah (ilmu)
• P. teknologi
• P. ideologi
• P. filosofi
• P. mistis
• P. Agama
Jadi : Ilmu = bagian
pengetahuan

16
Apa Ilmu itu?
Pengertian Ilmu Secara
Etimologis
• ilmu: science <-- scio, scire
(Latin) = tahu
: ‘alima (Arab) = tahu
: ngelmu (Jawa)

• Ilmu tidak sama dengan


pengetahuan (knowledge,
Inggris)

• Jadi : ilmu = bagian dari


pengetahuan yang memiliki
ciri-ciri tertentu.
17
Ciri-ciri Ilmu
• berobjek
• bermetode
• bersistem
• empiris-rasional
• mengejar
objektivitas dan
intersubjektivitas
• dapat diverifikasi

18
FILSAFAT ILMU
Filsafat -> disiplin ilmu yang terkait dengan
perihal kebijakan. Kebijakan merupakan titik
ideal dalam kehidupan manusia -> menjadikan
manusia untuk bersikap dan bertindak atas
dasar pertimbangan kemanusiaan yang tinggi
bukan bertindak sebagaimana yang biasa
dilakukan manusia.

Arti Informal
Sekumpulan sikap dan kepercayaan terhadap
kehidupan dan alam yang biasanya diterima
secara tidak kritis.

Arti Formal
Suatu proses kritik atau pemikiran terhadap
kepercayaan dan sikap yang sangat dijunjung
19
tinggi
2. Pendekatan Sistematika

bertolak dari “APA YANG DAPAT SAYA KETAHUI?”


“APA YANG DAPAT SAYA HARAPKAN?”
“APA YANG DAPAT SAYA LAKUKAN?”

ADA

ONTOLOGI
METAFISIKA

EPISTEMOLOGI PENGETAHUAN ETIKA

NILAI

ESTETIKA
PENGEMBANGAN PENGETAHUAN TEORETIS konsulidasi

RFLEKTIF

Menguasai the state of the


FILSAFAT ILMU art dari keseluruhan aspek
KRITIS TERAPAN dunia keilmuan
PENDEKATAN
FILOSOFIS
Menguasai the state of
MENDASAR
FILSAFAT ILMU the art dari keseluruhan
MURNI pemikiran kefilsafatan
tentang dunia ilmu

MENYELURUH Gagasan Baru

Pengembangan pengetahuan
metodologis

KAITAN FILSAFAT ILMU MURNI DENGAN FILSAFAT ILMU TERAPAN


3. PENDEKATAN TOKOH DAN ALIRAN

Rene Descartes, Spinoza, Leibniz,  aliran rasional yang berpandangan semua


pengetahuan
bersumber pada akal bahwa akal lah yang
mampu
menangkap ide semesta secara jernih dan
gamblang

David Hume, John Locke, Berkey  aliran empirisme menekankan pengalaman


sebagai
sumber pengetahuan

Imanuel Kant  aliran kritisme --- akal menerima bahan-bahan


yang
masih kacau dari pengalaman empiris lalu
mengatur dan
menertibkan dalam kategori, ruang dan waktu

Hegel , Fichte, Schelling  aliran idealisme --- pengetahuan adalah proses


mental
atau proses psikologis yang sifatnya subjektif
SUMBER FUNGSI DAN KRITERIA PEMBEDA
PENGETAHUAN

•BAIK-BURUK >ETIKA
fungsi •BENAR-SALAH > LOGIKA
PENGETAHUAN
menilai •INDAH-JELEK > ESTETIKA

kriteria pembeda
sumber

•RASIO
•PANCAINDERA
•PERASAAN
•INTUISI
•WAHYU •Apa > ontologi
•Bagaimana > epistemologi
•Nilai mana > Axiologi
SUMBER PENGETAHUAN

seni agama ilmu


Akal 0 0
Pancaindera 0 0
Perasaan 0 X
Intuisi 0 X
wahyu

24
Objek pengetahuan
• Sebuah disiplin memiliki objek forma dan objek
materi

• objek forma  sudut pandang yang diambil dalam


menganalisis objek
• bjek materi merupakan objek yang dianalisis
Obyek forma adalah cara pendekatan yang
dipakai atas obyek material, yang sedemikian khas
sehingga mencirikan atau mengkhususkan bidang
kegiatan yang bersangkutan.

Jika cara pendekatan itu logis, konsisten dan

efisien, maka dihasilkanlah sistem filsafat.

25
Objek
Pengetahuan
• OBJEK MATERI
ANTROPOLOGI
SOSISOLOGI MANUSIA
PSIKOLOGI

• OBJEK FORMA
ANTROPOLOGI MENGANALISIS KEBUDAYAAN
SOSIOLOGI HUBUNGAN DLM MASYARAKAT
PSIKOLOGI KEJIWAAN

• FILSAFAT objek formanya penalaran sistematis yang


kritis, radikal dsb
objek materinya manusia secara keseluruhan

26