Anda di halaman 1dari 21

ASKEP TYPOID

TYPHUS ABDOMINALIS :
INFEKSI SISTEMIK OLEH KUMAN S TYPHOSA, S. PARATYPHI
A, B DA C. YANG MENYERANG USUS HALUS KHUSUSNYA
DAERAH ILLEUM.
PENYAKIT TROPIK BERHUBUNGAN DENGAN KEBERSIHAN
PERSEORANGAN DAN LINGKUNGAN.
DAPAT DENGAN MUDAH BERPINDAH KE ORANG LAIN
MELALUI FECAL ORAL

PENYAKIT INI DISEBABKAN OLEH KUMAN :


SALMONELLA TYPHOSA
SALMONELLA PARATYPHI A, B DAN C
BATANG, GRAM NEGATIF MEMPUNYAI FLAGEL TIDAK
BERSPORA SERTA MEMPUNYAI TIGA ANTIGEN:
ANTIGEN O (HGO) : ANTIGEN PADA BAGIAN SOMA
ANTIGEN H (AGH) : ANTIGEN PADA BAGIAN FLAGEL
ANTIGEN Vi (AGVi) : ANTIGEN PADA BAGIAN KAPSUL.

GEJALA KLINIK
MASA INKUBASI ( GEJALA PRODROMAL )
PERASAAN TIDAK ENAK BADAN
LESU, TIDAK BERSEMANGAT
NYERI KEPALA, PUSING-PUSING
GEJALA KLINIK SELANJUTNYA
DEMAM
GANGGUAN PADA SALURAN PENCERNAAN
GANGGUAN KESADARAN.

DEMAM
KHAS DEMAM BERLANGSUNG 3 MINGGU.
BERSIFAT FEBRIS REMITENS DAN SUHU TIDAK BERAPA
TINGGI.
MINGGU PERTAMA

SUHU BADAN BERANGSUR-ANGSUR MENINGKAT PADA


SORE HARI DAN BIASANYA MENURUN PADA PAGI ATAU
MALAM HARI.
MINGGU KE DUA

PENDERITA TERUS BERADA DALAM KEADAAN DEMAM.


MINGGU KE TIGA

SUHU BADAN BERANGSUR-ANGSUR TURUN DAN


NORMAL KEMBALI PADA MINGGU KE EMPAT.

GANGGUAN SALURAN PENCERNAAN.


BAU NAFAS TIDAK SEDAP
BIBIR KERING DAN PECAH-PECAH (RHAGADEN)
LIDAH DITUTUPI SELAPUT PUTIH KOTOR (COATED
TONGUE)
UJUNG DAN TEPI LIDAH KEMERAHAN
PERUT KEMBUNG (METEORISMUS)
HEPATOMEGALI DAN SPLENOMEGALI SERTA NYERI
TEKAN
KONSTIPASI/ NORMAL / DIARE

GANGGUAN KESADARAN
KESADARAN MENURUN, YAITU APATIS SAMPAI
SOMNOLEN
JARANG TERJADI SOPOR, KOMA ATAU GELISAH.
DISAMPING GEJALA DIATAS :
ROSEOLA BERUPA BINTIK KEMERAHAN (MINGGU
PERTAMA DEMAM)
BRADIKARDIA
EPISTAKSIS.

DIAGNOSIS
PEMERIKSAAN LABORATORIUM
PEMERIKSAAN DARAH TEPI:
LEUKOPENIA
LIMFOSITOSIS RELATIF
EOSINOPILIA
TROMBOSITOPENIA

PEMERIKSAAN SUMSUM TULANG :

RES HIPERAKTIF :

ADANYA SEL MAKROFAG

SEL HEMOPOETIK

GRANULOPOETIK

ERITROPOETIK

TROMBOPOETIK BERKURANG

BIAKAN EMPEDU

MINGGU PERTAMA DITEMUKAN S. TYPHOSA DALAM DARAH.

SELANJUTNYA DIKETEMUKAN DALAM FAECES / URINE DAN


MUNGKIN TETAP POSITIF DALAM WAKTU LAMA.

PEMERIKSAAN WIDAL

POSITIF BILA TITER O YANG BERNILAI 1/200 ATAU LEBIH


DAN ATAU MENUNJUKAN KENAIKAN YANG PROGRESIF.

SEDANGKAN TITER H TIDAK DIPERLUKAN KARENA DAPAT


TETAP TINGGI SETELAH PENDERITA SEMBUH.

PENATALAKSANAAN
ISOLASI PENDERITA
PERAWATAN UNTUK MENCEGAH TERJADINYA KOMPLIKASI.
ISTIRAHAT SELAMA DEMAM SAMPAI 6 HARI BEBAS PANAS.
DIET.
OBAT. PILIHAN TERBAIK CHLORAMPHENICOL.
BILA TERJADI KOMPLIKASI DIBERIKAN TERAPI YANG SESUAI.
MISALNYA INTRAVENA FLUID DRIP (IVFD).

KOMPLIKASI
PADA USUS YAITU
PERDARAHAN USUS
PERFORASI USUS
PERITONITIS.
DILUAR USUS YAITU
MENINGITIS
BRONCHOPNEUMONIA
DLL.

ASUHAN KEPERAWATAN

PENGKAJIAN
DATA SUBYEKTIF:
POLA HIDUP SEHARI-HARI
RIWAYAT PENYAKIT SEBELUMNYA
RIWAYAT KESEHATAN KELUARGA
KELUHAN YANG DIRASAKAN PASIEN, KAJI DENGAN
LENGKAP DENGAN PQRST ANTARA LAIN:
PENINGKATAN SUHU TUBUH YANG BERFLUKTUASI
TUBUH LEMAH
KURANG NAFSU MAKAN
PERUT KEMBUNG
KONSTIPASI/DIARE
NYERI ABDOMEN

DATA OBJEKTIF
PENINGKATAN SUHU TUBUH
MINGGU I: DEMAM INTERMITEN
MINGGU II DEMAM REMITEN
MINGGUIII;DEMAM KONTINUE
RELATIF BRADIKARDI
LIDAH KOTOR BERSELAPUT PUTIH DAN TEPI HIPEREMIS DISERTAI
STOMATITIS.
HEPTOMEGALI DAN SPLENOMEGALI (MINGGU KE II)
TANDA MURPHY POSITIF (INF KANDUNG EMPEDU).
PERISTALTIK MENURUNAN BAHKAN HILANG.
DISTENSI ABDOMEN DAN NYERI
KONSTIPASI ATAU DIARE
HEMATEMESIS DAN MELENA

GANGGUAN SIRKULASI AKIBAT PERDARAHANYAITU:

PERUBAHAN TANDA-TANDA VITAL,KHUSUSNYA NADI DAN


TEKANAN DARAH

KULIT PUCAT, AKRAL DINGIN.

PENURUNAN KESADARAN
TANDA-TANDA PERITONITIS

SUHU TUBUH SANGAT TINGGI

DISTENSI ABDOMEN DAN TEGANG

KESADARAN MENURUN

APERISTALTIK
PEMERIKSAAN DARAH : LEUKOSITopenia.
PENINGKATAN TITER O
GAAL KULTUR POSITIP/NEGATIF

DIAGNOSA KEPERAWATAN
NUTRISI / CAIRAN ELEKTROLIT KURANG DARI KEBUTUHAN
TUBUH,B/D ANOREKSIA, GANGGUAN DIGESTI DAN
ABSORBSI NUTRIEN.
GANGGUAN RASA NYAMAN B/D PENINGKATAN SUHU TUBUH
AKIBAT PROSES INFEKSI KUMAN SALMONELLA.
RESIKO TERJADI KOMPLIKASI ( PERDARAHAN, FERFORASI
DAN PERITONITIS ) B/D PERLUKAAN ULKUS INTESTINAL.
INTOLERANSI AKTIVITAS B/D KELEMAHAN FISIK DAN
PENURUNAN KESADARAN

PERENCANAAN
NUTRISI / CAIRAN ELEKTROLIT KURANG DARI KEBUTUHAN TUBUH B/D
ANOREXIA, GANGGUAN DIGESTI DAN ABSORBSI NUTRIEN.
KRITERIA :
BERAT BADAN DALAM BATAS NORMAL
KADAR HB. DAN ALBUMNI DALAM BATAS NORMAL
INTERVENSI
BERIKAN DIET TINGGI KALORI TINGGI PROTEIN
UPAYAKAN PENINGKATAN NAFSU MAKAN:
SAJIKAN MAKANAN SEMENARIK MUNGKIN
PORSI KECIL SESUAI KEMAMPUAN PASIEN
LAKUKAN ORAL HYGIENE SECARA TERATUR, 2X / HARI
DAN KUMUR-KUMUR SEBELUM DAN SESUDAH MAKAN
KOLABORASI PEMBERIAN NUTRISI PARENTERAL, BILA NUTRISI PER ORAL
SULIT DICAPAI
TIMBANG BERAT BADAN SETIAP 3 HARI BILA MEMUNGKINKAN.
MONITOR PEMERIKSAAN HB. DAN ALBUMIN.

GANGGUAN RASA NYAMAN B/D PENINGKATAN SUHU TUBH AKIBAT PROSES


INFEKSI
KRITERIA
PENINGKATAN SUHU TUBUH DAPAT TERKONTROL
INTERVENSI
PERTAHANKAN VENTILASI UDARA YANG CUKUP.
BERI KOMPRES HANGAT PADA DAERAH KUDUK,AXILLA ATAU LIPATAN
PAHA
GUNAKAN PAKAIAN YANG TIPIS DAN MENYERAP KERINGAT
BILA SUHU TUBUH SANGAT TINGGI,DIMANA KOMPRES HANGAT TIDAK
BERHASIL, GUNAKAN LAH KOMPRES HANGAT SELURUH TUBUH.
TEMPATKAN PASIEN PADA RUANGAN YANG SEJUK
TINGKATKAN HIDRASI PER ORAL BILA KESADARAN BAIK DAN TIDAK ADA K
I.
KOLABORASI PEMBERIAN OBAT-OBATAN; GOLONGAN ANALGETIK BILA
DENGAN INTERVENSI PERAWATAN SUHU TUBUH TIDAK TURUN.

RESIKO TERJADI KOMPLIKASI (PERDARAHAN, FERFORASI ATAU PERITONITIS ) B/D


PERLUKAAN ULKUS INTESTINAL
KRITERIA
HEMODINAMIK BAIK
PERDARAHAN TIDAK TERJADI
TANDA-TANDA FERFORASI TIDAK TERJADI
INTERVENSI
DISKUSIKAN PENTINGNYA ISTIRAHAT TOTAL DI TEMPAT TIDUR SAMPAI 3 HARI BEBAS
PANAS
UKUR INTAKE CAIRAN BAIK PER ORAL MAUPUN PARENTERAL.
MONITOR SECARA KETAT TANDA-TANDA KOMPLIKASI SEPERTI;
HEMATEMESIS, MELENA,
DISTENSI DAN DEFENS MUSKULER ABDOMEN
PENURUNAN KESADARAN,
HIPOTENSI,
TAKHIKARDIA, BRADI KARDI,
PENINGKATAN SUHU TUBUH TERLALU TINGGI.
HINDARKAN INTAKE MAKANAN YANG KERAS, MERANGSANG SERTA BERGAS.
BERIKAN OBAT-OBATAN SESUAI DENGAN PROGRAM TERAPI DOKTER.MISALNYA
KLORAMFENIKOL DAN ROBORANTIA.
KOLABORASI DENGAN DOKTER BILA ADA TANDA-TANDA KOMPLIKASI.

INTOLERANSI AKTIVITAS B/D KELEMAHAN FISIK, PENURUNAN KESADARAN


KRITERIA ;
KLIEN DAPAT MENJAGA KEBERSIHAN DIRI.
KLIEN DAPAT MELAKUKAN AKTIVITAS SESUAI DENGAN KEMAMPUAN DAN
KEBUTUHAN.
MAKAN / MINUM, ELIMINASI TERPENUHI.
INTERVENSI
BANTU SEMUA AKTIVITAS KLIEN DI TEMPAT TIDUR :
MANDIKAN PASIEN S/D KEBUTUHAN GANTI PAKAIAN
BUANG AIR BESAR DAN KECIL
SUAPI PASIEN JIKA MAKAN
MIRINGKAN PASIEN SECARA TERATUR SETIAP 3 JAM
MASSAGE PADA DAERAH YANG TERTEKAN DAN BERI
MINYAK PELEMBAB
LATIHAN FISIK PASIF PADA EXTREMITAS 2X/HARI.
KAJI RESPON PASIEN SETIAP KALI MELAKUKAN AKTIVITAS,BILA TERJADI
PENINGKATAN SUHU, BATASI AKTIVITAS.
BERI PENGHALANG DISISI TEMPAT TIDUR, BILA KESADARAN MENURUN.

PENDIDIKAN KESEHATAN :
PENYEDIAAN MAKANAN SEHAT
KEBERSIHAN PERSEORNGAN YANG BAIK;
KEBERSIHAN LINGKUNGAN TETAP TERJAGA.