Anda di halaman 1dari 27

RINITIS ALERGI

Case Report Session


Ananda Ulandari, S. Ked
dr. Yunaldi, SpTHT-KL

KEPANITERAAN KLINIK SENIOR BAGIAN


THT RSUD RADEN MATTAHER PROVINSI
JAMBI
FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU
KESEHATAN
UNIVERSITAS JAMBI
2014
Rinitis Alergi
01/13/15

Identitas pasien
Nama

: drg.WL
Umur
: 30 tahun
Jenis kelamin
: Perempuan
Alamat
: Jl. Kemas Tabro no. 16 Rt 05 Rw
03 Sengeti, Muaro Jambi.
Agama
: Islam
Pekerjaan
: Swasta
Pendidikan pasien
: S1 kedokteran gigi
Tanggal pemeriksaan : 23 Juni 2014

Rinitis Alergi

01/13/15

Anamnesis
Keluhan Utama

Hidung tersumbat sejak bangun tidur pagi hari ini.


Riwayat Perjalanan Penyakit
Keluhan mulai muncul sejak 10 tahun yang lalu,
keluhan terutama pada pagi hari, hidung terasa buntu,
bersin berturut-turut, keluar cairan, suara sengau.
Kedua mata terasa gatal. Keluhan juga timbul jika
terkena debu, udara panas, dan udara dingin. Keluhan
saat ini adalah hidung buntu (+), bersin (-), cairan (-),
suara sengau, dan kedua mata terasa gatal. Akibat
keluhan ini pasien mengalami gangguan tidur dan
gangguan aktivitas harian sebagai dokter gigi.
3

Rinitis Alergi

01/13/15

Riwayat Pengobatan
Os mulai berobat ke dokter spesialis THT sejak
10 tahun yang lalu, seminggu yang lalu os
berobat ke dokter spesialis THT Sengeti dan
diberikan obat antibotik, pseudoefedrin dan
antihistamin, keluhan berkurang namun masih
sering berulang.

Rinitis Alergi

01/13/15

Riwayat Penyakit Dahulu


Riwayat hipertensi (-), riwayat DM (-), riwayat
alergi obat (-), Riwayat asma (-).
Riwayat Penyakit Keluarga
Kakak kandung Os mengalami penyakit yang
sama.

Rinitis Alergi

01/13/15

Autoanamnesis

Rinitis Alergi

01/13/15

Pemeriksaan fisik
Kesadaran

: compos mentis
TD
: 140/100 mmHg
Pernapasan
: 20 x/i
Suhu
: 36,5 C
Nadi
: 84 x/i
Telinga
:
Kanan
: DBN
Kiri : DBN

Rinitis Alergi

01/13/15

Hidung (Rhinoskopi anterior dan posterior):

mukosa konka pucat, basah, sekret (+) bening


Mulut
: DBN
Transluminasi: tidak dilakukan
Faring
: DBN
Laring : DBN
KGB leher
: DBN
Nervii craniales
: DBN
Tes penala: Rinne +/+, lateralisasi -,
Scwabach normal
8

Rinitis Alergi

01/13/15

Diagnosis dan DD
DIAGNOSIS
Rinitis Alergi Persisten Sedang Berat

DIAGNOSIS BANDING
Rinitis vasomotor
Rinitis simpleks

NARES

Rinitis Alergi

01/13/15

Tatalaksana
Menghindari kontak dengan alergen
obat steroid topical mometasone furoate

nasal spray 1x1 spray pada hidung kanan


dan kiri
Antihistamin oral dengan dekongestan
yaitu loratadine 5 mg + pseudoefedrin 60
mg

10

Rinitis Alergi

01/13/15

Monitoring
kontrol ulang dalam 1 bulan lagi atau dapat datang

kembali jika ada keluhan. Lihat apakah ada perbaikan


dari keluhan yang dialami pasien, yaitu buntu, bersin,
gatal pada mata dan keluarnya sekret dari hidung.
KIE (Komunikasi, Informasi dan Edukasi)
Menjelaskan kepada pasien mengenai tujuan dan
manfaat pengobatan yang diberikan
Memberitahu pasien pentingnya follow up dan terapi
yang adekuat
Memberitahukan pasien menghindari kontak dengan
allergen yang memicu timbulnya gejala rhinitis alerginya.

11

Rinitis Alergi

01/13/15

Prognosis

12

Quo ad vitam

: dubia ad

bonam
Quo ad fungsionam
bonam

: dubia ad

Rinitis Alergi

01/13/15

Definisi
Rinitis alergi penyakit inflamasi yang

disebabkan oleh reaksi alergi pada


pasien atopi yang sebelumnya sudah
tersentisasi dengan allergen yang sama
serta dilepaskannya suatu mediator
kimia ketika terjadi paparan ulangan
dengan allergen spesifik tersebut.

13

Rinitis Alergi

01/13/15

Etiologi
Interaksi dari pasien yang secara genetik

memiliki potensi alergi dengan lingkungan.


Genetik
Lingkungan sumber alergen
Berdasarkan cara masuknya, allergen
dibagi atas :3
Allergen inhalan
Allergen ingestan
Alergen injektan

14

Rinitis Alergi

01/13/15

Faktor Risiko
Sejarah keluarga alergi
Setelah ada riwayat pernah terkena alergi

lain, seperti alergi makanan atau


Paparan bekas asap rokok
Gender lakilaki.

15

Rinitis Alergi

01/13/15

Klasifikasi
Berdasarkan sifat berlangsungnya menjadi 2
tipe yaitu:
Rinitis alergi musiman (hay fever, seasonal,polinosis)
Rinitis alergi sepanjang tahun (perennial)

World Health Organization (WHO) :


1. Intermittents (kadang-kadang)
2. Persistent (menetap)
Berdasarkan tingkat beratnya gejala :
1.Ringan (mild)
2.Sedang berat (moderatesevere)

16

Rinitis Alergi

01/13/15

Patofisiologi
Suatu penyakit inflamasi yang diawali

dengan tahap sensitisasi dan diikuti dengan


reaksi alergi.
Reaksi alergi terdiri dari 2 fase,
reaksi alergi fase cepat sejak kontak

dengan alergen 1 jam setelahnya


reaksi fase lambat 2 sampai 4 jam dengan
puncak 6-8 jam (fase hiper-reaktifitas)
setelah pemaparan dapat berlangsung
24-48 jam.
17

Rinitis Alergi

01/13/15

Patogenesis

18

Rinitis Alergi

01/13/15

Gambaran klinik
bersin yang berulang.
sekret yang encer dan banyak,
hidung tersumbat,
mata gatal dan banyak air mata.

Pada anak-anak
1. Allergic salute
2. Allergic crease
3. Allergic shiner
4. "Bunny rabbit" nasal twiching sound

19

Rinitis Alergi

01/13/15

Diagnosis
1.
2.
3.
4.

20

Anamnesis
Pemeriksaan fisik
Pemeriksaan sitologi hidung
Uji kulit

Rinitis Alergi

01/13/15

Tatalaksana
Avoidance
Obat-obatan

1. Antihistamin
2. Dekongestan oral
3. Sodium kromolin
4. Kortikosteroid inhalasi
5. Imunoterapi
6. Netralisasi antibodi
Bedah
- Konkotomi

21

Rinitis Alergi

01/13/15

Prognosis
Prognosis baik, dipengaruhi banyak faktor :

status kekebalan tubuh, anomali anatomi.


Dapat bertambah berat pada usia dewasa

muda dan tetap bertahan hingga dekade


lima dan enam. Setelah masa tersebut,
gejala klinik jarang ditemukan karena
menurunnya sistem kekebalan tubuh.

22

Rinitis Alergi

01/13/15

Komplikasi
1. Polip hidung
2. Otitis media efusi
yang residif
3. Sinusitis paranasal

23

Rinitis Alergi

01/13/15

Analisa kasus
Berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik

sesuai dengan keluhan rhinitis alergi yang


merupakan kelainan pada hidung dengan gejala
bersin-bersin, rinore, rasa gatal, dan tersumbat
setelah mukosa hidung terpapar alergen yang
diperantarai oleh IgE.
Diperkuat dengan riwayat kambuhan jika
terpajan debu, cuaca panas dan cuaca dingin.
Keluhan muncul setiap hari dan mengganggu
aktivitas sehari-hari pasien.
Kesimpulannya adalah Nn. Winda Lestari
mengalami rhinitis alergi persisten sedang berat.
24

Rinitis Alergi

01/13/15

keluhan yang dominan hidung buntu,

suara sengau dan mata yang terasa gatal


mometasone furoate nasal spray 1x1
spray pada hidung kanan dan kiri,
antihistamin oral dengan dekongestan yaitu
loratadine 5 mg + pseudoefedrin 60 mg.
Kontrol 1 bulan lagi atau dapat datang
kembali jika ada keluhan.
Yang terpenting adalah menghindari kontak
dengan allergen.
25

Rinitis Alergi

01/13/15

Kortikosteroid topical efektif dalam menguragi

proses inflamasi.
Bioavailibilitas kurang dari 1 %.
Tidak ditemukan keluhan tambahan pada
pemberian selama 1 tahun.
Terapi kombinasi antara loratadine dengan
pseudoefedrin terbukti menurunkan gejala pada
hidung dan kualitas hidup dari pasien rhinitis
alergi.
Prognosis pada pasien ini adalah dubia ad
bonam.

26

Rinitis Alergi

01/13/15

TERIMA KASIH

27

Rinitis Alergi

01/13/15