Anda di halaman 1dari 34

PENYAKIT INFEKSI PADA

KULIT

KEPANITERAAN KLINIK ILMU PENYAKIT


KULIT DAN KELAMIN RSUD CIBINONG
PERIODE 23 SEPTEMBER 2013 -19
OKTOBER 2013

INFEKSI PADA KULIT

INFEKSI
INFEKSI
INFEKSI
INFEKSI

JAMUR
VIRUS
BAKTERI
PARASIT

INFEKSI KULIT OLEH JAMUR


TINEA VERSICOLOR

INFEKSI KULIT OLEH JAMUR


INFEKSI
JAMUR

ETIOLOGI

TINEA
Malassezia
VERSICOL furfur/
OR
Pityrosporu
m
orbiculare

GEJAL PEMERIKSA
A
AN
Timbul
macul
a
ditutu
pi sisik
halus,
gatal

Lokalisasi:
dapat
dimana saja.
Effloresens
i: macula
hipopigment
asi,
kecoklatan,
keabuan,
atau
kehitaman
dalam
berbagai
ukuran,
dengan
skuama
halus

DD

PENATALAKSA
NAAN

Eritrasm
a,
pitriasis
alba,
serta
vitiligo

-Selenium
sulfide(dapat
dipakai 2-3 kali
seminggu,
didiamkan 15
menit).
-derivat derivat
azol: mikonazol,
ikonazol,
klotrimazol.
- Solusio
natriosulfat 20%
Sistemik:
ketokonazole 1x
200mg

INFEKSI KULIT OLEH JAMUR


TINEA CAPITIS

INFEKSI
KULIT
OLEH
JAMUR
INFEKSI ETIOLOGI
GEJALA
PEMERIK
PENATALAKSANAAN
JAMUR
TINEA
CAPITIS

SAAN
Golongan
dermatofit
a,
T.rubrum,
T.mentagro
phytes,
M.gypseum

Jamur masuk
ke kulit
kepala,
berkembang
dan memberi
keluhan gatal
dan nyeri

Lokalisas
i: kulit
kepala
dan
rambut
Efflorese
nsi:
1. Gray
patch
ring
worm
2. Kerion
3. Black
dot ring
worm

Umum: higiene
perorangan
Khusus:
Topikal:
-konvensional: asam
salisil 2-4%, as.benzoat
6-12%, vioform 3%, as
undesilenat 2-5%.
-Baru: derivat imidazol,
tolnaftat 2%, tolsiklat,
haloprogin
Sistemik:
-Griseofulvin 0,5- 1 gram
(dws), setelah sembuh
klinis dilanjutkan 2
minggu agar tidak
residif.
-Ketokonazole 1x200mg
(10 hari-2 minggu)

INFEKSI KULIT OLEH JAMUR


TINEA CORPORIS

INFEKSI KULIT OLEH JAMUR


INFEKSI
JAMUR

ETIOLO
GI

GEJALA

PEMERIKSAAN

TINEA
CORPORI
S

Gol.
Dermato
fita, yang
tersering
epidermo
phyton
floccosu
m atau
T.Rubru
m

Gatal gatal
terutama
saat
berkeringat

Lokalisasi:
wajah, anggota
gerak atas dan
bawah, dada
dan punggung.
Effloresensi:
Macula,hiperp
igmentasi
dengan tepi
yang aktif dan
central healing,
pada tepi lesi
dijumpai papul
eritematosa.
Kronis:likenifikas
i

INFEKSI KULIT OLEH JAMUR


INFEKSI JAMUR
TINEA
CORPORIS

DD

PENATALAKSANAAN

Derma-titis
seboroik,
psoriasis,pitriasi
s rosea

Umum: higiene perorangan


Khusus:
Topikal:
-konvensional: asam salisil 24%, as.benzoat 6-12%,
vioform 3%, as undesilenat
2-5%.
-Baru: derivat imidazol,
tolnaftat 2%, tolsiklat,
haloprogin
Sistemik:
-Griseofulvin 0,5- 1 gram
(dws), setelah sembuh klinis
dilanjutkan 2 minggu agar
tidak residif.
-Ketokonazole 1x200mg (10
hari-2 minggu)
- Itrakonazole 2x100200mg(3 hari)

INFEKSI KULIT OLEH JAMUR


TINEA PEDIS

INFEKSI KULIT OLEH JAMUR


INFEKSI
JAMUR
TINEA PEDIS

ETIOLOGI

GEJALA

PEMERIKSAAN

Epidermop
hyton,micr
osporum,
C.albicans

-Tipe
papulo
skuamos
a
hiperkera
totik
kronik
-Tipe
intertrigi
nosa
kronik
- Tipe
subakut
-Tipe
mocassin
foot

Lokalisasi :
interdigitalis, serta
telapak kaki
Effloresensi:
Fisura pada sisi
kaki beberapa
milimeter sampai
0,5 cm, sisik halus
putih kecoklatan,
vesikula miliar,
vesikopustulosa,
hiperkeratotik
pada telapak kaki.

INFEKSI KULIT OLEH JAMUR


INFEKSI JAMUR
TINEA PEDIS

DD
Dermatitis,
kandidosis

PENATALAKSANAAN
Umum: mengeringkan kaki
sehabis mandi, kaus kaki diganti
setiap hari, memakai sendal
terbuka
Khusus:
Topikal:
-konvensional: asam salisil 24%, as.benzoat 6-12%, vioform
3%, as undesilenat 2-5%.
-Baru: derivat imidazol, tolnaftat
2%, tolsiklat, haloprogin
Sistemik:
-Griseofulvin 0,5- 1 gram (dws),
setelah sembuh klinis
dilanjutkan 2 minggu agar tidak
residif.
-Ketokonazole 1x200mg (10
hari-2 minggu)

INFEKSI KULIT OLEH JAMUR


TINEA KRURIS

INFEKSI KULIT OLEH JAMUR


INFEKSI
JAMUR
TINEA
KRURIS

ETIOLOGI

GEJALA

PEMERIKSA
AN

PENATALAKSANAA
N

E.
floccusum, T.
Rubrum,
T.
mentagroph
ytes

Gatal
hebat di
lipat paha,
ruam kulit
berbatas
tegas
eritematos
a dan
bersisik,
semakin
hebat jika
berkeringat

Lokalisasi :
regio inguinal
bilateral,
simetris.
Meluas ke
perineum,
sekitar anus
intergluteal
sampai
gluteus
Effloresensi:
Macula
eritematosa
dengan tepi
aktif terdiri
dari papul
atau pustul

Khusus:
Topikal:
-konvensional: asam
salisil 2-4%,
as.benzoat 6-12%,
vioform 3%, as
undesilenat 2-5%.
-Baru: derivat
imidazol, tolnaftat
2%, tolsiklat,
haloprogin
Sistemik:
-Griseofulvin 0,5- 1
gram (dws), setelah
sembuh klinis
dilanjutkan 2
minggu agar tidak
residif.

TINEA
VERSICOLOR

TINEA
BARBAE

TINEA CORPORIS

TINEA PEDIS

TINEA CRURIS

INFEKSI KULIT OLEH VIRUS


VARISELA

INFEKSI KULIT OLEH VIRUS


INFEKSI
VIRUS
VARISELA

ETIOLO
GI
Virus
varisela
zooster

GEJALA

DD

Gejala
variola
prodromal,
timbul papul
eritematosa,
berubah
menjadi
vesikel(tears
drop).Vesikel
berubah
menjadi
pustul dan
krusta
GAMBARAN
POLIMORF

PENATALAKSAN
AAN
Simptomatik
(antipiretik/analg
esik)
Diberikan bedak
anti gatal

INFEKSI KULIT OLEH VIRUS


HERPES ZOOSTER

INFEKSI KULIT OLEH VIRUS


INFEKSI
VIRUS
HERPES
ZOOSTER

ETIOLO
GI
Virus
varisela
zooster

GEJALA

DD

Gejala
Herpes
prodromal,
simplek
timbul
s
eritema
berubah
menjadi
vesikel
berkelompok
dengan dasar
kulit
eritematosa.
Lokasi kulit
unilateral dan
bersifat
dermatom
dan sesuai
persarafan.
Hiperestesi

PENATALAKSAN
AAN
Simptomatik
(antipiretik/analg
esik)
-Asiclovir 5 x 800
mg/hr(7 hari)
-Valasiklovir
(3x1000mg)
- neuralgia
pascaherpetik:
pregabalin 2x75
mg(3-7hari), jika
respon kurang
ditingkatkan
2x150mg.

INFEKSI KULIT OLEH VIRUS


VERUKA

INFEKSI KULIT OLEH VIRUS


INFEKSI
VIRUS
VERUKA

ETIOLO
GI
HPV

GEJALA
Kutil
berwarna
abu-abu
berbentuk
bulat.
Predileksi
utamanya
extremitas
bagian
ekstensor,
tetapi
penyebarann
ya dapat juga
pada mukosa
mulut dan
hidung

PENATALAKSAN
AAN
bahan
kaustik:mis
larutan Ag NO3
25%, asam
trikloroasetat
50% dan fenol
likuifaktum,
bedah beku
misalnya CO2,
N2, N2O, bedah
skapel, bedah
listrik, bedah
laser.

INFEKSI KULIT OLEH VIRUS


KONDILOMA AKUMINATUM

INFEKSI KULIT OLEH VIRUS


INFEKSI
VIRUS

ETIOLO
GI

KONDILOM HPV
A
AKUINATU
M

GEJALA

DD

Terutama
pada lipatan
yang lembab,
misnya
genitalia ext.
Kelainan kulit
berupa
vegetasi yang
bertangkai,
berwarna
kemerahan,
permukaanny
a berjonjot.

Veruka
vulgaris,
kondilo
ma
latum

PENATALAKSAN
AAN
Tingtur podofilin
25%, kulit
disekitarnya
dilindungi dgn
vaseline agar
tidak iritasi,
setelah 4-6 jam
dicuci.
Bedah listrik,
bedah beku,
bedah scalpel.

INFEKSI KULIT OLEH VIRUS


MOLUSCUM KONTAGIOSUM

INFEKSI KULIT OLEH VIRUS


INFEKSI
VIRUS
MOLUSCUM
KONTAGIOS
UM

ETIOLO
GI
Virus
poks

GEJALA
Papul miliar,
kadang
lentikular
berwarna
putih seperti
lilin,
berbentuk
kubah yang
tengahnya
ada lekukan
(delle)

PENATALAKSAN
AAN
Mengeluarkan
massa yang
mengandung
bahan moluskum.
Dapat dipakai alat
seperti ekstraktor
komedo, jarum
suntik. Atau
elektokauterisasi.

HERPES
ZOSTER

VARISELA

VERUKA

KONDILO

MOLUSCUM

INFEKSI KULIT OLEH BAKTERI


MORBUS HANSEN

INFEKSI
BAKTERI
MORBUS
HANSEN

INFEKSI KULIT OLEH


BAKTERI PEMERIKSAAN
ETIOLO
GEJALA
GI
Mycobacteriu
m
leprae

Lesi diawali dgn


bercak putih
bersisik halus,
tidak gatal,
membesar dan
meluas,
baal/kesemutan,
sukar
menggerakkan
anggota badan
dan kaku pada
sendi.

I : macula hipopigmentasi, tegas,


anestesi, anhidrasi, px bakteriologi
(-), tes lepromin(+)
TT : macula eritematosa
bulat/lonjong, permukaan kering,
batas tegas, anestesi, CH,
bakteriologi (-), lepromin (+) kuat.
BT: macula eritematosa tdk teratur,
batas tak tegas, kering anestesi,
bakteriologi(+/-), lepromin (+/-)
BB : macula eritematosa, menonjol,
tdk teratur, kasar, lesi satelit,
penebalan saraf dan kontraktur,
bakteriologi (+), lepromin (-)
BL: macula infiltrate merah
mengkilat, tdk teratur, batas tak
tegas, pembengkakan saraf,
bakteriologi banyak basil, lepromin

PENATALAKSANAAN
Tipe I, TT, BT: DDS 100mg/hari dan
rifampisin 600mg/bulan. Keduanya
diberikan selama 6-9 bulan. Pengawasan 2
tahun.
Tipe BB, BL, LL: kombinasi DDS, rifampisin,
lampren. DDS 10 mg/hari, rifampisin 600
mg setiap bulan, lampren 300mg/bulan.
Diteruskan dengan 50 mg/hari/100mg
selang sehari atau
3x100mg/mgg.Pengobatan 2-3 tahun.

MORBUS
HANSEN

INFEKSI KULIT OLEH PARASIT


SCABIES

INFEKSI KULIT OLEH


INFEKSI ETIOLOG PARASIT
GEJALA PEMERIKSA PENATALAKSAN

PARASIT
SCABIES

Sarcopte
s scabiei
var
hominis

AN

Gatal
terutam
a malam
hari

Lokalisasi:
sela jari
tangan,
pergelangan
, paha
bagian
dalam
Effloresens
i:papula dan
vesikel
milier
disertai
eskoriasi. Inf
sekunder:
pustul
lentikuler.
Lesi khas:
terowongan

AAN

Sulfur
presipitatum 420% dalam
bentuk
salep/krim
Emulsi benzyl
benzoat 20-25%
Gameksan 1%
dalam krim
Permetrin 5%
dalam krim

INFEKSI KULIT OLEH


PARASIT
INFEKSI ETIOLOG GEJALA PEMERIKSA PENATALAKSAN
PARASIT
PEDICUL
OSIS
KORPORI
S

I
Pediculus Rasa
humanus gatal
pada
kulit,
timbul
papulapapula

AN
Lokalisasi:
daerah
pinggang,
ketiak,
inguinal.
Effloresens
i: papulapapula
miliar
disertai
bekas
garukan

AAN
Gameksan 1%
dalam krim
Emulsi benzil
benzoat 25%