Anda di halaman 1dari 15

A B O R TU S

IM M IN EN S

Putu Bagus Anggaraditya


(1002005129)
Ni Wayan Eka Widyartini
(1002005134)

Pembimbing:

dr. I G. N. M. Wedagama,
Sp.OG (K)

Pendahuluan
Abortus adalah berakhirnya

kehamilan sebelum viabel, disertai


atau tanpa pengeluaran hasil
konsepsi.
WHO IMPAC = batas usia kehamilan
<22 mgg, acuan terbaru = batas
usia kehamilan <20 mgg / bj <500
gram.

Menurut

D efi
nisi
Abortus imminens = peristiwa

terjadinya perdarahan dari uterus


pada kehamilan sebelum 20 minggu,
dimana hasil konsepsi masih dalam
uterus dan tanpa adanya dilatasi
serviks.

Epidem iologi
Insiden AB dipengaruhi oleh umur ibu saat
konsepsi & sejumlah faktor yg
berhubungan dengan kehamilan
jumlah persalinan normal yang pernah
dialami
jumlah abortus spontan yang pernah
dialami,
pernah lahir mati
lahir bayi dengan malformasi atau
kelainan genetik

Etiologi
Abnormalitas kromosom
trimester pertama
90% dari kelainan selular dan morfologi
akan menjadi abortus.
kelainan kromosom meningkat dgn
meningkatnya umur ibu.
Wanita lebih muda dari umur 30 th
terjadinya abortus sekitar 12%,
kemudian meningkat 50% pada wanita
diatas 45 th.

Faktor maternal
Trimester kedua
Penyakit kronis : DM, HT, SLE, P. Ginjal
Penyakit akut : Infeksi (rubella, toksoplasmosis,
listeria, ureaplasma, Mycoplasma, dan sifilis)

Abnormalitas sistem reproduksi :


Fibroid, Inkopetensi serviks

faktor eksogen:
radiasi

kafein, alkohol , tembakau, kokain,

D iagnosis

G ejala Klinis
Terlambat haid kurang dari 20

minggu
Px fisik :

KU lemah, kesadaran menurun, TD

menurun, nadi cepat, suhu tinggi


Perdarahan yang mungkin disertai
keluarnya hasil konsepsi
Rasa mulas atau kram, sering nyeri

Px ginekologi:
Inspeksi vulva: perdarahan pervaginam,

tercium bau busuk dari vulva


Inspekulo: perdarahan dari kavum uteri,
osteum uteri, jaringan atau cairan
berbau
Colok vagina: porsio, jaringan

D iagnosis banding
Kehamilan ektopik tuba
Kehamilan ektopik adalah kehamilan ovum yang
dibuahi berimplantasi dan tumbuh di tempat yang
tidak normal, termasuk kehamilan servikal dan
kehamilan kornual.
Abortus mola
Adalah perdarahan pervaginam, yang muncul pada
20 minggu kehamilan biasanya berulang dari bentuk
spotting sampai dengan perdarahan banyak. Pada
kasus dengan perdarahan banyak sering disertai
dengan pengeluaran gelembung dan jaringan mola.
Dan pada pemeriksaan fisik dan USG tidak ditemukan
ballotement dan detak jantung janin.

Penatalaksanaan
Istirahat tirah baring
Pemeriksaan ultrasonografi
Medika mentosa
Penenang : luminal, diazepam
Tokolitik : papaverin, isoxsuprine
Isoxsuprine 3 kali 10 mg per oral selama 5 hari
Plasentotrofik: allylesterenol 10 mg, 3 kali 1 tablet

Rawat inap

Kom plikasi
Semakin tua usia kehamilan, semakin besar

kemungkinan perdarahan yang banyak.


Sepsis sering terjadi pada aborsi yang dilakukan
sendiri oleh pasien. Infeksi, sinekia intrauterin,
dan infertilitas adalah komplikasi lain dari abortus.
Perforasi dinding uterus dapat terjadi saat dilatasi
dan kuretase, dan dapat disertai cedera usus dan
buli-buli, perdarahan, infeksi, dan pembentukan
fistula.
Kematian satu janin pada kehamilan ganda dapat
menyebabkan perdarahan vaginal dan kram
perut.

Prognosis
Riwayat pernah mengalami 1 kali abortus maka
kemungkinan untuk mengalami abortus pada
kehamilan berikutnya adalah sebesar 20 %,
sedangkan jika mengalami 3 kai maka
kemungkinannya adalah rata-rata 50%
Rate kelahiran hidup setelah aktivitas denyut
jantung bayi didokumentasikan pada minggu ke 5-6
dari kehamilan pada wanita dengan 2 atau abortus
spontan yang tidak dapat didefinisikan adalah
sekitar 77%
Prognosis menjadi kurang baik bila pendarahan
berlangsung lama, mules-mules yang disertai
dengan pendataran serta pembukaaan serviks

TH AN K