Anda di halaman 1dari 26

PENGANGKATAN BUATAN DENGAN JET PUMP

Jet Pump cukup baik untuk memproduksi minyak dengan


laju alir cukup besar karena biaya operasi rendah, tidak
mudah rusak karena tidak ada alat metal yang bergerak,
toleran terhadap pasir dan sedikit gas ( malah gas
tersebut membantu mengangkat minyak ke atas bila
GLR 400-500 SCF/STB ) mengimbangi kehilangan
effisiensi pompanya.
Laju produksinya 50 12,000 BLPD dan dapat
mengangkat minyak dari kedalaman > 8000 feet. Namun
terdapat kekurangan yaitu effisiensinya rendah hanya 25
35 % maksimum dan juga memerlukan tenaga pompa
yang cukup besar untuk mengirim fluida ke dalam
sumur,
terdapat
problem
kavitasi
dan
untuk
menghindarinya pompa perlu ditenggelamkan cukup
dalam di dalam sumur. Disamping hal hal tersebut biaya
pemasangannya cukup tinggi sekitar US $ 250,000.
1

PERALATAN UTAMA DARI JET


PUMP:
(Jet pump dengan 2 tubing)
1.Power Fluid tubing
2. Production Tubing
3.Nozzle
4.Throat
5.Diffuser

Nozzle
Throat
Diffuser

PRINSIP KERJA DARI JET PUMP:


1.Gerak pemompaan pada jet pump terjadi karena adanya transfer
energi diantara 2 aliran fluida yang bergerak.
2. Power fluid yang bertekanan tinggi yang dikirim dari permukaan
dilewatkan nozzle dimana potential energy (pressure) telah dirubah
menjadi energy kinetic dalam bentuk jet berkecepatan tinggi dari
fluida tetapi bertekanan rendah begitu keluar dari ujung nozzle.
3. Dengan adanya daerah bertekanan rendah diujung nozzle maka
fluida dari reservoir sumur (production fluid) yang bertekanan lebih
tinggi akan mengalir menuju tempat tersebut dan akan bercampur
dengan power fluid di dalam mixing tube yang disebut throat.
4. Di dalam throat terjadi transfer momentum dari power fluid ke
production fluid
dan akan meningkatkan energy yang
dikandungnya.

5. Di ujung throat kedua fluid akan bercampur dan masih


mengalir dengan kecepatan tinggi dan mengandung
energy kinetic yang tinggi.
6. Kemudian campuran fluida diarahkan masuk ke alat
yang disebut
diffuser yang luas permukaannya
membesar (melebar) dengan maksud agar terjadi
perubahan dari sisa energy kinetic menjadi tekanan static
sebagai akibat adanya penurunan kecepatan fluida.
Besarnya tekanan fluida dengan demikian akan cukup
besar untuk mengalir ke permukaan.

JET PUMP CASING TYPE

FASILITAS DI PERMUKAAN
(OPEN POWER FLUID SYSTEM)

CURVA PERFORMANCE JET PUMP

PARAMETER PARAMETER UNTUK


PERENCANAAN JET PUMP.
1.Dimensionless Area: Perbandingan Nozzle Area
terhadap Total Area dari Throat.
R = A J / AT
2.Dimensionless Flow Rate .
dimana

M = V/ q1

V Volume Rate dari fluid yang


diproduksikan ( liquid + gas)
q1 - Power Fluid Rate.
3.Dimensionless Head: Perbandingan Kenaikan Tekanan
yang dialami oleh Production Fluid terhadap Kehilangan
Tekanan yang dialami oleh Power Fluid.
H = (P2
- P3) / (P1 P2)
4.Efficiency:

p = (HP)3 / (HP)1 = V(P2 P3) /q1(P1 P2)


9

5. Power Fluid Rate:

(P -P )/
/ 1214.5 / (P -P )

q1 = 1214.5 Aj
Aj = q1

Dimana : q1 = stb / day


P1, P3 = dalam psi
Aj = inch2
Besaran q1 dapat dicari dari
q1 = V/Mp
P3 = (1+ Hp)P2 Hp. P1
Dimana Mp adalah Flow Ratio pada peak efficiency dan Hp - Head Ratio pada
peak efficiency.
6. Horse Power : HP = 1.7 x 10-5 q1.Ps
operating pressure.

dimana Ps adalah surface

7. Tipe Pompa Jet: High Head Pump ( A atau B ): Untuk sumur dalam dan high lift.
High Flow Rate Pump (D atau E): Untuk sumur dangkal dan low lift.10

8. CAVITATION DALAM JET PUMP.


Mc =[ (1.0724)(1-R)/R]

P3/1.35(P1-P3) + P3

Bekerja dengan M < Mc tidak akan terjadi cavitation,


dengan demikian perlu dicari P3min dibawah mana akan
terjadi cavitation.
P3/1.35(P1-P3) + P3 = [R.Mp/ 1.0724 (1-R)]2
B
Pc = 1.35B /( 1 + 0.35B). P1

C
Pc = C. P1
11

Contoh soal Perencanaan Jet Pump Sumur No 1


(Memompa hanya liquid)
1.Diasumsikan pompa dipasang di dasar sumur maka Pump Intake
Pressure (P3) akan identik dengan Flowing Bottom Hole Pressure (Pwf).
Juga diasumsikan bahwa power fluidnya adalah minyak yang
diproduksikan.
2.IPR sudah digambar.
3.Dipilih Pompa type A dengan besaran R = 0.410.
4.Pada Peak Efficiency besaran Head Ratio Hp = 0.475 dan besaran Mp
= 0.475 ( kebetulan sama).
5.Dari rumus q1 = V/Mp maka q1 = qsc / 0.475
6.Dari rumus P3 = (1+ Hp)P2 Hp. P1
P3 = (1+ 0.475)P2 0.475. P1
7.Dari rumus Cavitation kita hitung besaran B dan C:
B

[ (0.41)(0.475) ] 2 0.0947
[ 1.0724(1-0.41) ]

C = ( 1.35)(0.0947) / [1+ ( 0.35)(0.0947)] = 0.1237


Dengan demikian Pc = 0.1237 . P1

12

8. Kita asumsikan bahwa laju alir produksi qsc = 200 stbl/day


dengan
WC = 50% maka besaran power fluid q1 = 200/0.475 = 421 stbl/day
yang akan berupa 100% oil.
Dengan demikian total liquid menjadi: 200 + 421= 621 stbl/day
yang akan terdiri dari 521 stbl oil dan 100 stbl adalah air.
9. Untuk besaran q total = 621 stbl/day dengan 16% W.C besaran pressure
discharge P2 dapat dicari dengan pressure gradient correlation dan
didapatkan P2 = 3,129 psi.
10.Diasumsikan besar tekanan operasi di permukaan adalah 4000 psi.
Besarnya tekanan P1 yaitu tekanan power fluid sebelum masuk nozzle
juga dapat dicari dengan pressure gradient correlation dengan data: q1
= 421 stbl/day, melalui tubing 2 3/8 dan Ps = 4000 psi, dan didapatkan
P1 = 6824 psi.
11.Dengan demikian dapat dicari persamaan P3.
P3 = (1+ 0.475)P2 0.475. P1
P3 = (1+ 0.475) 3129 0.475. 6824 psi =
1374 psi.
13

12. Dengan demikian dapat dicari besaran tekanan P3 untuk


berbagai asumsi besaran laju alir produksi.
qsc

q1

P2

P1

P3

200

421

3129

6821

1374

400

842

3169

6787

1451

600

1263

3231

6750

1560

800

1684

3314

6714

1699

1000

2105

3417

6679

1868

1200

2526

3542

6644

2069

1400

2947

3688

6452

2375

1600

3368

3855

6350

2670

1800

3789

4044

6238

3002

4211

4256

6119

3372

2000
14

13. Kita plot besaran P3 versus qsc dan akan didapatkan curva
Pump Intake untuk pemakaian Jet Pump type A, kemudian kita
gabungkan dengan curva IPR sumur. Curva gabungan terlihat
seperti pada Slide no 18 berikut. Titik potong kedua curva akan
menunjukkan besarnya laju alir produksi sumur. Untuk Jet Pump
type A didapatkan qsc = 900 stbl/day.
14. Perhitungan yang sama kita lakukan untuk pemakaian type-type
pompa yang lain: B, C, D, dan E. Dan curva Pump Intake
masing-masing pompa kita plotkan dengan curva IPR dan
gambarnya dapat dilihat pada Slide yang sama No 18.
15. Dari curva gabungan dapat dilihat bahwa pompa type C, D, dan
E tidak memotong curva IPR, hal tersebut berarti bahwa
pemakaian pompa-pompa tersebut tidak menghasilkan laju alir
produksi dari formasi sumur.
16. Analisa lebih lanjut dapat dibuat dengan berbagai tekanan power
fluid P1 (yang berarti dengan berbagai tekanan Ps di surface )
yang menghasilkan berbagai tekanan P3.
15

17. Hasil perhitungan berbagai tekanan P1 vs P3:


P1
7000
8000
9000

P3
1290
815
340

18. Perlu dihitung besaran Pc untuk berbagai besaran P1


P1
8,000
9,000
10,000
11,000
12,000

Pc
990
1,113
1,237
1,361
1,484

19. Curva gabungan data-data pada point (17) dan (18)


dapat dilihat pada Slide No 19
16

PERHITUNGAN HORSEPOWER DARI


POMPA INJEKSI DI PERMUKAAN

Rumus: HP = 1.7 x 10-5 q1.Ps


Besaran Horse power pada operasi jet pump adalah besaran
horsepower untuk mesin pompa dipermukaan yang
berfungsi untuk memompakan power fluid ke dalam sumur.
Dengan demikian besaran yang perlu dicari adalah laju alir
power fluid q1 dan tekanan pompa di permukaan Ps.
Contoh perhitungan:
Kita lihat Possible Rate yang didapat pada tekanan power
fluid 6000 psi, dari titik perpotongan curv a IPR dan Pump
Intake curve dengan P1 = 6000 psi pada slide no 19
didapatkan qsc = 450 stbl/day.
Dengan demikian dapat dihitung besarnya power fluid rate :
q1 = 450/0.475 = 947 stbo/day
Untuk besaran P1 = 6000 psi dan laju alir 947 stbo/day
dengan bantuan pressure gradient correlation didapatkan Ps
= 3198 psi.
HP = (1.7 x 10-5)(947)(3198) = 52 HP

17

Curva Pump Intake untuk berbagai Jet Pump pada Sumur No 1

18

Curva Pump Intake Jet Pump A dengan berbagai


tekanan P1 pada Sumur No1

19

20. Analisa selanjutnya dapat dibuat curva antara Possible Production


Rate versus Power Fluid Rate, Surface Pressure dan Horsepower.
Hasilnya dapat dilihat pada Slide berikut.

20

21

Prosedur Pemilihan Jet Pump:


1.Tentukan Surface Operating Pressure.
2.Tentukan parameter R, Mp dan Hp untuk beberapa pump ratio, dan
untuk masing-masing pump ratio lakukan perhitungan berikut:
a. Asumsikan production rate qsc yang kita inginkan.
b. Hitung q1 dengan rumus q1 = qsc / Mp
c. Tentukan power fluid pressure (P1) dan discharge pressure
(P2) dengan bantuan pressure gradient correlation.
d. Hitung pump intake pressure dengan rumus:
P3 = (1+ Hp)P2 Hp. P1
e. Ulangi perhitungan b s/d d untuk production rate yang lain.
3. Plot antara intake pressure versus rate untuk masing-masing
pump ratio dan kemudian gabungkan dengan curva IPR.
4. Dari titik potong curva IPR dengan curva pump intake, tentukan
beberapa rate dan hitung besarny q1 dan juga Hp
5. Pilih pompa dari segi ekonomis.
22

KEUNGGULAN JET PUMP


Dapat mengangkat dari sumur yang dalam ( contoh :
produksi 500 BLPD dari kedalaman 15000 feet ).
Minimal problem untuk penggunaan di sumur miring.
Flexible untuk penggantian pompa berkaitan dengan
penurunan ( decline ) produksi sumur.
Dapat dipasang pada sumur-sumur lepas pantai.
Mencampurkan power fluid (oil) ke minyak formasi yang
mengandung wax atau ke minyak kental dapat
menurunkan kekentalan minyak produksi.

23

KEKURANGAN JET PUMP


Kalau minyak digunakan sebagai power fluid maka
akan merupakan fire hazard.
Penggunaan minyak dalam jumlah yang besar
sebagai power fluid akan mengurangi keuntungan.
Adanya kandungan padatan yang tinggi (pasir) akan
menimbulkan masalah.
Biaya operasi kadang-kadang relatif lebih tinggi
dibanding kan metode lain.
Untuk orang lapangan sulit untuk troubleshooting
problem.
Problem safety untuk beroperasi dengan tekanan
tinggi di permukaan.

24

RINGKASAN JET PUMP


1.Prinsip kerja dari jet pump adalah mendasarkan pada
transfer momentum atau energi antara dua aliran
fluida yaitu dari power fluid ke fluida produksi.
2.Power fluid dialirkan ke dalam power tubing yang
diujungnya dipasang nozzle sehingga terjadi
perubahan energi dari energi potensial menjadi
energi kinetis pada saat fluida keluar dari nozzle.
Dengan demikian terbentuk area bertekanan rendah
di mulut keluar nozzle sehingga fluida formasi dapat
mengalir ke tempat tersebut.
3. Fluida formasi akan bergabung dengan power fluid di
dalam throat dan terjadilah transfer momentum
atau energi dari power fluid ke fluida produksi.
25

RINGKASAN JET PUMP ( LANJUTAN )


4. Gabungan fluida akan dialirkan ke dalam
diffuser dimana perubahan energi akan
terjadi lagi tetapi dari energi kinetis ke energi
tekanan sehingga sewaktu fluida keluar dari
diffuser maka akan mempunyai tekanan
yang tinggi sehingga mampu mengalir ke
permukaan.
5. Jet Pump adalah satu-satunya metode
pengangkatan untuk sumur dalam ( >
10.000 ft ).

26