Anda di halaman 1dari 16

Sistem Neuroendokrin

Hipotalamo-Hipofisialis
Setiawati
06310163

Hipofisis dan
Hipotalamus
Hormon adalah zat kimia organik yang
dikeluarkan pada waktu tertentu dalam
jumlah sedikit oleh sel endokrin kedalam
cairan jaringan/sistem vaskuler.
Organ-organ jaringan diman hormon
tersebut bekerja endokrin dan saraf
merupakan sistem Neuroendokrin.
Karena hormao-hormon mempunyai
pengaruh pada sistem saraf, sedangkan
beberapa organ edokrin dirangsang/
dihambat oleh mekanisme saraf.

Hopofisis

Hipofisis/ kelenjar pituitari, ukuran


10x13x6mm, berat 0,5gr terletak pada
rongga tulang pada basis otak dibawah
hypotalamus
Hipofisis berkembang dari:
Evaginasi dasar diencepkan ke arah caudal
Penonjolan atap mulut kearah kranial
membentuk kantong rathke dan
memisahkan diri dari rongga mulut.

Bagian hipofisis yang berkembang


dari jaringan saraf adalah
Neurohypofisis terdiri atas:
Pars Nervosa/Lobus Neuralis
Infundibulum/ tangkai Neural terdiri
atas:
- Tangkai
- Eminensia media

Bagian hipofisis yang berasal dari


ektoderm mulut dikenal sebagai
Adenohypofisis dibagi 3 bagian:
Pars distalis/ bagian cranial
Pars tuberalis (mengelilingi
infundibulum)
Pars intermedia

Hipofisi secara umum di bagi 2


bagian:
a. Lobus anterior, meliputi
- pars
tuberalis
- pars distalis
- infundibulum
b. Lobus posterior, meliputi
- pras
nervosa
- pars
intermedia

Suplai darah hipofisi, berasal dari 2


kelompok pembuluh darah:

Dari atas adalah arteri hipofisis superior


kanan dan kiri mensuplai infundibulum
Dari bawah adalah arteri hipofisis
inferior kanan dan kiri mensuplai
neurohipofisis, tangkai dan lobus
posterior hipofisis.
Persarafan lobus anterior berasal dari
plexus carotikus yang berfungsi
vasomotor dan tidak secara langsung
mempengaruhi sel-sel lobus anterior.

Adenohipofisis
Pars distalis, terdiri dari 2 jenis sel: a. sel
kromofob
b. sel kromofil
Siklus mitosis sel-sel ini lambat diatur oleh
faktor-faktor yang sama dengan
mempengaruhi aktivitas. Sekresinya
yaitu:
Hormon hipotalamus
Pengaruh sel-sel target
Bioamin
CAMP

Adeno hipofisis manusia


terdiri dari:
50% sel kromofob
50% kromofil yang terdiri atas 40% sel acidofilik
dan 10% sel basofil
Histofisis Pars Distalis
Growth Hormon (Somatotroprin)/ STH
Prolaktin (Laktogen hormon, Luteotropik hormon)
Tirotropin (Thyroid Stimulating Hormon, TSH)
Folicel Stimulating Hormon (FSH)
Luteinizing Hormon (LH/ LCSH)
Adrenokortikotropik Hormon (ACTH)
Lipotropin

Neurohipofisis
Pars Nervosa/ lobus neuralis
Infundibulum yang menghubungkan
kelenjar dengan hipotalamus
Neurohipofisis terdiri dari 100.000
akson tidak bermielin dari sel-sel
saraf sekresi membentuk Tract.
Hipofisis Hipofisealis menjadi
neurohipofisis dan berhubungan erat
dengan plexus kapiler.

Sel-sel Neurohipofisis
terdiri dari

Sel-sel Neurosekresi
Sel-sel Jaringan penyambung
Sel-sel Khusus adalah pituisit yang
pinya bentuk ireguler, banyak
cabang.

Skresi vasopresin
dirangsang oleh:

Tekanan osmotik darah meningkat.


Darah merangsang sel-sel
osmoreseptor pada anterior
hipotalamus, merangsang neuronneuron supraoptik sekresi vasopresin
Volume cairan ekstrasel rendah sekresi
vasopresin meningkat.
Sokit, trauma, gangguan emosi, obat-obatan
(morfin dan nikotin)

Oksitpsin bekerja meningkatkan


kontraksi otot polos dinding uterus
selama kopulasi dan persalinan dan
kontarksi sel-sel mioepitel yang
mengelilingi alveoli dan ductus
alveolaris kelenjar mamae
Sekresi oksitosin dirangsang oleh:
Peregangan vagina dan cerviks uteri
Menyusui (refleks ejeksi susu)