Anda di halaman 1dari 36

LAPORAN KASUS

RETENSIO PLASENTA

Pembimbing:
dr. Hary Purwoko, Sp.OG K-FER
Penyaji:
Veronica Fetrina
1220221130
KEPANITERAAN KLINIK ILMU OBSTETRI DAN GYNECOLOGI
RSUD AMBARAWA

Identitas Pasien

Ny. NY

No. RM
042750

Swasta

31 tahun

Islam

Merakrejo
01/08
Harjosari
Bawen

02 AGUSTUS 2013

ANAMNESIS

KU
KT

Pasien rujukan
bidan karena masih
ada sisa plasenta

Perdarahan
pervaginam

Riwayat Penyakit Sekarang :


Plasenta tidak lahir sejak 1 jam lalu. Pasien melahirkan pukul
06.00 WIB (02-8-2013) di bidan. Anak laki-laki, hidup,
BB = 3200 gr.
Riwayat Persalinan :
I. Lahir normal di bidan perempuan usia 10 tahun anak
suami pertama
Riwayat Perkawinan :
Menikah 2 kali : 1991-2006 dan 2012-sekarang

Riwayat Kehamilan Sekarang :


Total periksa hamil > 4x ke bidan. Selama
kehamilan tidak ditemukan kelainan dalam
kandungan pasien.

PEMERIKSAAN FISIK
Berat badan

: 59 kg

Tinggi badan : 159 cm


Keadan umum

: anemia

Kesadaran

: kompos mentis

Status Gizi

: cukup

Tanda vital

Tekanan darah
Nadi
Pernapasan
Suhu

: 80/60 mmHg

: 88 x/m
: 20 x/m
: 36,5 0C

STATUS GENERALIS
Mata : konjungtiva anemis (+/+), sklera tidak
ikterik, pupil isokor (3mm/3mm), refleks cahaya +/+
THT

tidak ditemukan kelainan

Leher :

tidak ditemukan kelainan

Jantung

Paru

tidak ditemukan kelainan

tidak ditemukan kelainan

STATUS OBSTETRIK
Pemeriksaan luar
Kontrasi Uterus : Tidak ada
TFU

2 jari di bawah pusat

VT :

L/D +/+, sisa plasenta (+)

PEMERIKSAAN PENUNJANG

Hb

: 9,9 gr/dl (L)

Leukosit

Hematoktrit

: 32.6 % (L)

Trombosit

: 479.000/m3

: 31.400/m3

DIAGNOSIS
P2A0 , 31 tahun dengan Retensio Plasenta

TERAPI
Observasi Keadaan Umum dan Tanda-tanda vital
RL + Oksi
Transfusi Darah s/d Hb 10 gr/dl
Manual plasenta
Gastrul

Amox 3x1

Pro USG

2 jalur

NO

TANGGAL

SUBJEKTIF

OBJEKTIF

ASSESMENT

PLANNING

1.

Senin
2 08 2013

Flek (+)

KU/KES: Baik/CM
TD: 100/70 mmHg
Nadi: 88x/m
RR: 20x/m
Suhu: 37 C
USG : sisa plasenta

Retensio Plasenta

Rencana kuretase

Selasa
3-08-2013

Flek (+)

KU/KES: Baik/CM
TD: 110/60 mmHg
Nadi: 80x/m
RR: 20x/m
Suhu: 37 C
Hb :10 gr/dl

Jumat
6-08-2013

Flek (+)

KU/KES: Baik/CM
TD: 100/60 mmHg
Nadi: 76x/m
RR: 20x/m
Suhu: 36 C

4.

Sabtu
7 08 - 2013

Tidak ada

KU/KES: Baik/CM
TD: 100/97
Nadi: 84x/m
RR: 24x/m
Suhu: 36,5 C

tgl 7-08-2013

Amox, Antal, Metil


Cek Hb

Post kuretase H0

-Observasi KU
--BPL


TINJAUAN PUSTAKA

Retensio plasenta

(placental retention)

merupakan plasenta yang belum lahir dalam setengah


jam setelah janin lahir.
Penyebab
plasenta
belum
lahir
karena:
a). plasenta belum lepas dari dinding uterus; atau
b). plasenta sudah lepas, akan tetapi belum dilahirkan.
Plasenta belum lepas dari dinding uterus karena:
a). kontraksi uterus kurang kuat untuk melepaskan
plasenta (plasenta adhesiva)
b). plasenta melekat erat pada dinding uterus oleh sebab
vili korialis menembus desidua sampai miometriumsampai di bawah peritoneum (plasenta akreta-perkreta).

Jenis-jenis retensio plasenta:


a. Plasenta Adhesive : Implantasi yang kuat dari jonjot
korion plasenta sehingga menyebabkan kegagalan
mekanisme separasi fisiologis.
b. Plasenta Akreta : Implantasi jonjot korion plasenta
hingga
memasuki sebagian lapisan miometrium.
c. Plasenta Inkreta : Implantasi jonjot korion plasenta
yang menembus lapisan otot hingga mencapai lapisan
serosa dinding uterus.
d. Plasenta Prekreta : Implantasi jonjot korion plasenta
yang menembus lapisan serosa dinding uterus hingga ke
peritonium.
e. Plasenta Inkarserata : Tertahannya plasenta di dalam
kavum uteri disebabkan oleh konstriksi ostium uteri.

Berdasarkan prognosa dan perawatannya,


maka retensio plasenta dibagi:
1. Retensio plasenta tanpa perdarahan
Terjadi bila belum ada bagian plasenta
yang lepas atau seluruh plasenta malah
sudah lepas dan plasenta terjepit dalam
rahim.
2. Retensio plasenta dengan perdarahan
Menunjukkan bahwa sudah ada bagian
plasenta yang sudah lepas, sedangkan
bagian
lain masih melekat, sehingga
kontraksi uterus tidak sempurna .

Plasenta berbentuk bundar atau hampir bundar


Diameter 15 sampai 20 cm dan tebal lebih
kurang 2.5 cm.
Beratnya rata-rata 500 gram.
Tali pusat berhubungan dengan plasenta
biasanya di tengah (insertio sentralis).
Plasenta terbentuk lengkap pada kehamilan
lebih kurang 16 minggu
Vili koriales yang berasal dari korion, dan
sebagian kecil dari bagian ibu yang berasal dari
desidua basalis.

Plasenta berfungsi sebagai :

memberi makanan pada janin

mengeluarkan sisa metabolisme janin

memberi zat asam dan mengeluarkan CO2,


membentuk hormon

penyalur berbagai antibodi ke janin.

GEJALA KLINIS
Plasenta Akreta Parsial / Separasi
a. Konsistensi uterus kenyal
b. TFU setinggi pusat
c. Bentuk uterus discoid
d. Perdarahan sedang banyak
e. Tali pusat terjulur sebagian
f. Ostium uteri terbuka
g. Separasi plasenta lepas sebagian
h. Syok sering

Plasenta Inkarserata
a. Konsistensi uterus keras
b. TFU 2 jari bawah pusat
c. Bentuk uterus globular
d. Perdarahan sedang
e. Tali pusat terjulur
f. Ostium uteri terbuka
g. Separasi plasenta sudah lepas
h. Syok jarang

Plasenta Akreta
a. Konsistensi uterus cukup
b. TFU setinggi pusat
c. Bentuk uterus discoid
d. Perdarahan sedikit / tidak ada
e. Tali pusat tidak terjulur
f. Ostium uteri terbuka
g. Separasi plasenta melekat seluruhnya
h. Syok jarang sekali, kecuali akibat inversio
oleh tarikan kuat pada tali pusat.

Anamnesis : periode prenatal, perdarahan


postpartum sebelumnya, paritas, serta
riwayat multipel fetus dan polihidramnion,
riwayat pospartum sekarang dimana plasenta
tidak lepas secara spontan atau timbul
perdarahan aktif setelah bayi dilahirkan.
Pada pemeriksaan pervaginam, plasenta
tidak ditemukan di dalam kanalis servikalis
tetapi secara parsial atau lengkap menempel
di dalam uterus.

PEMERIKSAAN PENUNJANG
Hitung darah lengkap:
hemoglobin (Hb) dan hematokrit (Hct),
trombositopenia, dan leukosit. Pada keadaan
yang disertai dengan infeksi, leukosit
biasanya meningkat.
Menentukan adanya gangguan koagulasi
:
protrombin time (PT) dan activated Partial
Tromboplastin Time (aPTT) atau yang
sederhana dengan Clotting Time (CT) atau
Bleeding Time (BT). Ini penting untuk
menyingkirkan perdarahan yang disebabkan
oleh faktor lain.

PENATALAKSANAAN
Manual plasenta : tindakan operasi
kebidanan untuk melahirkan retensio
plasenta.

Indikasi manual plasenta :


- Perdarahan pada kala tiga persalinan kurang
lebih 400 cc
- Retensio plasenta setelah 30 menit anak
lahir,
- Setelah persalinan buatan yang sulit seperti
forsep tinggi,Versi ekstraksi, perforasi, dan
dibutuhkan untuk eksplorasi jalan lahir, tali
pusat putus.

MEREGANG TALI PUSAT DENGAN


JARI-JARI MEMBENTUK KERUCUT

UJUNG JARI MENELUSURI TALI


PUSAT, TANGAN KIRI DILETAKKAN
DI ATAS FUNDUS

MENGELUARKAN PLASENTA

Kuretase; harus dilakukan di rumah sakit


dengan hati-hati karena dinding rahim relatif
tipis dibandingkan dengan kuretase pada
abortus.
Pemberian antibiotika apabila ada tandatanda infeksi dan untuk pencegahan infeksi
sekunder.

KOMPLIKASI
1.

Komplikasi yang berhubungan dengan


transfusi darah yang dilakukan.
2. Multiple organ failure yang berhubungan
dengan kolaps sirkulasi dan penurunan
perfusi organ.
3. Sepsis
4. Kebutuhan terhadap histerektomi dan
hilangnya potensi untuk memiliki anak
selanjutnya.

Plasenta harus dikeluarkan karena dapat menimbulkan


bahaya:
1. Perdarahan
2. Infeksi
3. Plasenta inkarserata dimana plasenta melekat terus
sedangkan kontraksi pada ostium baik hingga yang
terjadi.
4. Polip plasenta
5. Terjadi degenerasi (keganasan) koriokarsinoma
6. Syok haemoragik

PROGNOSIS
Prognosis tergantung dari lamanya, jumlah
darah yang hilang, keadaan sebelumnya
serta efektifitas terapi. Diagnosa dan
penatalaksanaan yang tepat sangat penting.


PEMBAHASAN

Pasien datang dengan keluhan sisa plasenta sejak 1 jam


lalu setelah post partum
Riwayat ditolong melahirkan oleh bidan
Perdarahan aktif
Plasenta belum lahir atau masih adanya sisa plasenta di
uterus dalam setengah jam setelah janin lahir ini disebut
retensio plasenta
Penyebab retensio plasenta :
- kontraksi uterus kurang kuat untuk
plasenta (plasenta adhesiva)

melepaskan

- plasenta melekat erat pada dinding uterus oleh


sebab vili korialis menembus desidua sampai
miometrium- sampai di bawah peritoneum
(plasenta
akreta-perkreta).

Pemeriksaan fisik : keadaan umum lemah dan


konjungtiva anemis
Pemeriksaan laboratorium : Hb 9,9 g/dl
Transfusi darah sampai Hb 10 g/dl
Penanganan pasien :

Tranfusi darah Hb 9,9 g/dl

Manual plasenta gagal

Kuretase

TERIMA KASIH